Revolusi Pelangi Samudera (1)

djas Merahputih

 

Siapa bilang Revolusi harus selalu berdarah-darah? Hanya tiga ukuran agar sebuah tindakan atau keadaan bisa disebut sebagai Revolusi. Keadaan itu haruslah berubah dalam waktu singkat kemudian dilakukan secara massal dan dengan cakupan wilayah yang luas hingga ke batas-batas terluarnya. Tetesan darah bukanlah syarat bagi terciptanya sebuah revolusi.

Revolusi bisa dan sangat mungkin dilakukan dengan indah seindah warna pelangi di langit biru. Pelangi yang terdiri dari beragam suku, ras, agama, golongan dan kepentingan berbeda namun dengan tujuan yang sama yaitu menghiasi angkasa serta menebar senyuman dan kegembiraan di sekitarnya. Warna-warni pelangi tak akan pernah saling berebut lintasan. Masing-masing telah memiliki jalur perjuangannya sendiri.

Rainbow_1574

img01. Pelangi penuh warna

Setiap suku harus memperkuat struktur tradisional kesukuan mereka masing-masing dengan tujuan mencegah terjadinya penyusupan ideologi fasisme dalam sendi-sendi kehidupan bangsa. Para pemimpin agama wajib memastikan para pengikutnya untuk mengamalkan nilai-nilai moral dan ketuhanan serta toleransi dalam kehidupan sehari-hari. Lalu, setiap golongan dan kepentingan dapat menyadari dengan baik bahwa kepentingan bersama yang lebih luas adalah perihal penting dan selalu menjadi prioritas utama dalam setiap penyelesaian konflik di antara mereka. Faham kebersamaan dan gotong-royong  seperti ini sudah sejak lama diamanatkan oleh para pendiri bangsa kepada generasi penerus agar dapat selalu terjaga dan dirawat dengan baik.

Revolusi harus bergerak secara masif dan massal bagaikan gelombang samudera saat mengirimkan Tsunaminya. Bukankah alam telah mengajarkannya? Indonesia adalah negara maritim dan selayaknya negeri ini berfikir, leluhur Nusantara adalah Samudera. Dengan demikian diharapkan kita dapat bertindak dan berjalan sesuai dengan watak para leluhur tadi. Jalesveva Jayamahe adalah slogan perjuangan sebuah bangsa bahari. DI LAUT KITA JAYA.

 revolusi-pelangi-samudera (2)

img02. Identitas Bangsa Bahari

Dengan semangat yang bersumber dari karakter asli bangsa kita maka hasil perjuangan tentu akan lebih mudah dicapai. Kata kuncinya adalah TRANSFORMASI. Sudah saatnya kepompong itu bertransformasi menjadi kupu-kupu. Setiap butiran ombak di samudera sudah tak pantas lagi meributkan asal-usul mereka; apakah dari sungai kecil atau besar, sungai berwarna kuning maupun hitam, mengalir dari pegunungan ataukah dari danau berair tenang, bahkan mungkin turun begitu saja dari langit melalui tetesan hujan di atas lautan. Mereka kini telah menyatu dengan kuat bersama cita-cita dan impian bersama, menuju Indonesia yang adil dalam kemakmuran dan makmur dalam keadilannya.

Tak harus ada seorang Pemimpin Besar Revolusi untuk mewujudkannya. Sebab ketika gelombang samudera bergerak di lautan sana yang terlihat hanyalah sebarisan air laut menggulung memanjang beriringan dengan kawalan angin bertiup di permukaan semudera. Derap langkah yang seirama adalah tenaga pendorong sebuah Revolusi bernafas Pelangi Samudera (RPS). Semakin kompak dan seirama ayunan langkahnya, semakin besar pula kekuatan RPS itu.

 revolusi-pelangi-samudera (3)

img03. Ombak memanjang beriringan

Bergeraklah seperti gelombang samudera yang tanpa lelah menghempas tebing batu cadas. Lakukanlah segalanya serentak, bersama dengan segenap elemen bangsa dari beragam latar belakang dan kepentingan. Momentumnya bukanlah Pemilihan Umum (Pemilu) melainkan sebuah Pemungutan Suara Rakyat (Pesuar). Pemilu bisa diartikan sebagai pembuat pilu/sedih (Sudjiwo Tedjo, 2012), sedangkan Pesuar adalah penyebar suar (cahaya/pelita), penyuluh, penerang. (bersambung)

 

Salam Nusantara,

//djasMerahputih

 

About djas Merahputih

Dari nama dan profile picture'nya, sudah jelas terlihat semangat ke-Indonesia-annya. Ditambah dengan artikel-artikelnya yang mengingatkan kita semua bahwa nasionalisme itu masih ada, harapan itu masih ada untuk Indonesia tercinta. Tinggal di Sulawesi, menebar semangat Merah Putih ke dunia melalui BALTYRA.

My Facebook Arsip Artikel

14 Comments to "Revolusi Pelangi Samudera (1)"

  1. djasMerahputih  16 January, 2014 at 20:57

    Thanks para jempolers dan para musafir yang telah sudi
    mengunjungi lapak sederhana ini Have a nice trip….!

    Salam Nusantara,
    //djasMerahputih

  2. djasMerahputih  16 January, 2014 at 20:53

    Mantap puisinya mas hand…

    Puisi patriotisme yang singkat namun sangat mengena.
    Rasa kepedulian kita paling tidak masih menyisakan harapan
    bagi generasi bangsa selanjutnya.

    Salam joeang,
    //djasMerahputih

  3. djasMerahputih  16 January, 2014 at 20:48

    9: duh, gambar pelanginya sampai import soko negoro Inggris………hebat euy!
    ———————–

    Habis udah bolak-balik nyari di google ngga ketemu juga foto pelangi dari Kona sana..
    Mba Lani, tolong dipotret kalo ketemu pelangi lagi yaah…

    Salam suedjuk,
    -djas-

  4. djasMerahputih  16 January, 2014 at 20:41

    8: Thanks sudah mampir mba elnino,
    Iya, ajakan dari mba elnino paling tidak sudah djas terapkan pada diri sendiri
    dan sebagian kecil lingkungan di sekitar djas.

    Sungai yang bermuara di lautan juga pada mulanya berawal dari setitik mata air
    yang kemudian berkumpul dan berjalan bersama dalam satu aliran sungai di sekitarnya.

    Salam Joeang,
    -djas-

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.