Hobby

Summer Girl

 

Setiap orang memiliki hobi yang berbeda-beda, ada yang suka berkebun, memasak, menjahit, membaca dan lain-lain. Ibu saya paling suka merawat tanaman, tanaman apa saja di tangannya pasti tumbuh dengan subur, kalau di tangan saya tidak lama pasti mati, mungkin karena saya orangnya tidak sabaran. Memasakpun begitu, walaupun resepnya sama, ukuran bumbunya sama, tapi kalau saya yang masak pasti rasanya kurang enak, mungkin karena memasaknya tidak dari hati sendiri. Menjahit apalagi, tidak bisa sama sekali, mungkin karena tidak ada bakat dan kemauan untuk belajar, dulu pernah mau diajari oleh tetangga saya tapi saya merasa tidak ada bakat jadi percuma saja, selain itu saya cuma berpikir praktis, kalau mau baju tinggal beli jadi aja, gampang dan gak perlu capek. Setelah itu kadang2 saya menyesal karena menjadi penjahit itu bisa menghasilkan uang banyak, penjahit yang bagus biasanya tidak akan ditinggalkan pelanggannya.

Dulu saya paling suka membaca, segala novel, majalah Femina, Gadis, Intisari, tempo dan lain-lain, semua saya baca tapi sayangnya kalau membaca buku pelajaran saya paling malas, jadilah nilai-nilai saya di sekolah pas-pasan saja, saya tidak peduli karena saya tidak pernah bercita-cita menjadi apapun, kalau teman-teman saya ditanya apa cita-citanya mereka menjawab dokter, insinyur, lawyer dll, saya cukup menjawab cita-cita saya adalah travelling keliling dunia, kalau cuma jadi dokter atau insinyur belum tentu bisa keliling dunia, itu jawab saya. Membaca artikel tentang travelling adalah kesukaan saya sambil berharap suatu saat bisa berkunjung ke tempat itu.

hobbies

Karena hobi saya yang suka membaca ini akhirnya lama-lama mata saya pun menjadi minus, minusnya masih 1.5 tapi lama kelamaan minusnya bertambah naik dan naik, sampai tiba-tiba menjadi minus 10, saya tidak tahu apa sebabnya, sepertinya saya sudah minum vitamin, membaca dengan lampu yang terang tapi tetap saya minus saya naik terus.

Ketika sampai di minus delapan, pada waktu itu saya sudah tinggal di sini, akhirnya saya putuskan untuk mulai berhenti membaca, minus tetap naik tapi perlahan-lahan, waktu itu saya tinggal di rumah sekitar 2 tahun, saya menemukan hobi baru yaitu shopping online, buat saya yang tidak pernah merasakan shopping online seperti menemukan keasyikan tersendiri, hanya tinggal click click click sampailah barang tersebut di rumah seminggu kemudian. Pelayanan customer service untuk shopping online sama seperti kalau kita berbelanja di department store, bisa dikembalikan kapan saja, uangnya pun segera dikembalikan lagi ke credit card yang sama pada saat kita membayar.

Pada saat itu semua barang saya beli online, sepatu, t-shirt, tas, cosmetic sampai pancipun saya beli online, biasanya item yang saya beli tidak mahal, saya selalu cari yang sedang clearance atau free shipping tapi modelnya masih bagus. Biasanya barang tersebut sampai di siang hari pada saat suami saya tidak di rumah, jadi dia tidak pernah tahu kalau saya belanja ini itu, walaupun dia tidak cerewet tapi tetap saja saya tidak mau dia tahu dan akhirnya mendengar komentar dari dia. Pembayaran credit card saya lakukan secara online dan untungnya credit card tidak pernah dicek, selain itu nominal yang saya beli tidak mahal-mahal jadi dia sendiri tidak pernah bertanya.

Lama kelamaan sayapun bosan dengan shopping online, saya menemukan hobi baru yaitu menonton televisi. Di sini sudah biasa setiap rumah memiliki cable tv dengan channel yang banyak sekali, di rumah sayapun begitu, suami saya suka sekali menonton tv acara-acara kriminal seperti investigation, Nancy Grace, film-film yang bertema criminal dan lain-lain sejenisnya. Waktu itu saya belum punya Korean channel jadi saya seperti lupa dengan Korean drama selama beberapa tahun.

Waktu pagi hari biasanya setelah mandi saya bersih-bersih sambil vacuum carpet, kemudian nonton berita, apa saja yang terjadi kemarin, bagaimana cuaca hari ini, kemudian lanjut dengan serial tv Dawson’s Creek, dulu sempat ngetop di Jakarta tapi saya tidak pernah menontonnya, ternyata ceritanya cukup bagus, setelah itu lanjut lagi dengan Gilmore Girls, berkisah tentang kehidupan single mother dengan anak perempuannya, bersetting di Connecticut, kotanya sangat indah dan tenang, membuat saya senang menonton kisahnya.

Pada saat Gilmore Girls selesai biasanya sudah jam 12 siang, saya kembali nonton berita sambil makan siang, kira2 30 menit kemudian pindah ke Food Channel ada acara masak memasak Ina Garten, masakannya yang dibuat Ina selalu kelihatan enak-enak dan membuat saya lapar kembali, sayapun ke dapur mencari-cari cemilan untuk memuaskan perasaan yang lapar. Acara Ina Garten selesai dilanjutkan dengan Giada, si chef cantik, kue-kue yang dibuatnya pun kelihatan sangat enak sekali, kalau saya masih lapar mata biasanya setelah selesai menonton saya segera pergi ke grocery store untuk membeli makanan atau kue yang seperti di acara itu.

Balik ke rumah lagi sudah sore, saya kembali menyalakan tv, gonta ganti channel mencari acara apa saja yang menarik, kadang-kadang kalau di travel channel sedang ditayangkan tentang kota-kota yang menarik perhatian saya langsung menontonnya. Jam 5 sore biasanya suami sampai di rumah, sayapun berhenti menonton televisi untuk mengobrol sebentar dengannya, setelah ngobrol kira-kira 45 menit, suami saya ke komputernya untuk bekerja sebentar sambil main-main di internet, kalau sudah waktunya mencuci pakaian sayapun langsung ke laundry room, memasukkan pakaian ke mesin, menuangkan detergent, memutar knobnya, mesin bekerja sendiri. Sambil menunggu cucian selesai sayapun main-main internet sebentar sambil membaca berita-berita gosip di Indonesia.

Jam 7 malam saya mulai menyiapkan makan malam sambil mendengarkan lagu-lagu lama dari youtube seperti Chicago, Kenny Rogers, James Ingram, Whitney Houston, Carpenters. Selera music saya memang bisa dibilang kuno, teman saya bilang saya ini norak sukanya lagu-lagu jaman dulu, dia pikir dia lebih oke karena selera musicnya selalu up to date, music genjreng-genjreng gak karuan, bikin saya pusing kepala. Lagu-lagu lama seperti ini enak didengar sepanjang masa.

Makan malam yang saya siapkan biasanya sangat simple, misalnya spaghetti, membuatnya sangat mudah, daging gilling ditumis dengan paprika dan bawang bombay, dituangkan saus spaghetti kalengan, atau bisa juga dada ayam fillet atau ikan fillet cukup dikasi salt and pepper dan garlic powder, digoreng, kemudian saya rebus kentang, setelah selesai cukup dikasi parutan keju di atasnya, untuk sayurannya cukup saya kasi irisan tomat saja atau salad, 30 menit cukup untuk menyiapkan semuanya. Suami tidak pernah complaint, sayapun tidak mau pusing. Untuk saya sendiri biasanya hanya goreng tempe, tahu, telur dan sambel botolan, cukup sederhana.

Selesai makan saya cuci piring dan semuanya beres, kemudian mandi, setelah mandi pindah ke kamar tidur, kembali menyalakan tv, mencari film-film yang ringan-ringan, saya suka film-film romantis seperti When Harry Met Sally, The Mirror Has Two Faces, Mother yang ceritanya agak lucu atau salah satu film favorite saya yaitu The Painted Veil, kisah cintanya membuat hati saya ikut sedih, dan film-film lainnya yang menontonnya tanpa perlu berpikir.

Atau kalau tidak ada film yang bagus biasanya saya menonton drama serial seperti Grey Anatomy, Desperate Housewives, Friends, Sex and The City, biasanya saya menonton sampai jam 11.30 atau jam 12 malam, kemudian tidur. Serial-serial tersebut saya tonton secara teratur sehingga saya tahu ceritanya secara detail, seperti Grey Anatomy, seorang dokter muda yang berpacaran dengan dokter seniornya, dia tidak tahu kalau ternyata si dokter itu statusnya masih menikah tapi separate dengan istrinya (istrinya yang juga dokter punya affair dengan dokter yang lain), membuat dia patah hati. Yang saya suka dari drama ini yaitu semua karakter pemainnya bersikap professional, tidak ada yang namanya jambak-jambakan seperti di sinetron di Indonesia, pada saat istrinya mengetahui kalau suaminya punya pacar lagi diapun biasa saja, tidak ada saling membenci, semua diselesaikan secara dewasa.

Desperate Housewives, ceritanya sangat bagus dan lucu, tapi untuk season terakhir ceritanya kurang bagus, seperti dipaksakan. Drama Sex and the City, karena sering diulang-ulang di TV maka sayapun berkesempatan untuk menontonnya dari mulai awal episode, sangat bagus, membuat saya ingin memiliki life style seperti itu, single, sukses, pakaian dan sepatu bagus-bagus, makan selalu di restoran dll. Filmnya juga bagus menurut saya tapi saya kurang suka Sex and The City 2, ceritanya tidak sebagus yang pertama.

Karena saya dulu mulai bekerja ketika umur 18 tahun, setiap hari berangkat jam 6 pagi kembali ke rumah sudah malam, maka hidup seperti itu menurut saya seperti di surga, tidak perlu menggunakan otak, cukup menonton tv setiap hari untuk mengusir rasa sepi saya sehari-hari.

Kalau saya agak bosan menonton tv, misalnya karena tidak ada acara yang bagus, sayapun menyalakan laptop dan mulai mendengarkan lagu-lagu lama dari youtube sambil minum teh dan memandang keluar jendela, lagu-lagu cinta dan slow selalu membuat saya merasa hidup ini sangat indah.

Pas 2 tahun setelah menjalani hidup seperti itu saya merasa badan saya mulai capek-capek, mungkin karena tidak pernah dipakai bekerja, otak mulai lambat berpikir, mungkin karena tidak pernah dipakai, hati suka merasa sedih tiba-tiba, karena sehari-hari tidak ada yang dikerjakan sehingga suka homesick. Sayapun mulai berpikir untuk mencari pekerjaan, karena hampir setiap hari saya ke grocery store dekat rumah, sayapun mulai apply untuk menjadi cashier, mungkin karena mereka sedang butuh karyawan seminggu kemudian saya di interview dan seminggu kemudian mulai bekerja. Di awal-awal jam kerja saya hanya 15 jam atau 20 jam seminggu, pada saat itu kebiasaan menonton tv saya tidak berubah, masih tetap menonton hanya jamnya saja dikurangi. Kalau saya sampai rumah jam 11 malam, biasanya setelah mandi saya akan menyalakan tv, menonton acara talk show Jay Leno atau night news.

Setelah 3 bulan, jam kerja sayapun semakin bertambah, dari 15 jam, 20 jam, 30 jam, 35 jam dan akhirnya naik jadi 40 jam seminggu, pada waktu itu saya kebanyakan mendapat night shift dari jam 3 sore sampai jam 11 malam, cukup berat di awal karena tidak biasa.

Sebelum pergi bekerja sayapun menjalankan aktivitas seperti semula, menonton tv sambil mencuci pakaian, menyetrika, makan, sulit sekali menghilangkan kebiasaan ini, membaca sudah jarang saya lakukan terutama setelah menjalani lasik, saya tidak mau vision saya rusak seperti dulu.

Sekitar tahun 2010 atau 2011 saya mulai mendapatkan Korean channel, mulailah kebiasaan lama muncul kembali, mulai tergila-gila lagi dengan drama Korea, saya sudah tahu jadwal-jadwal dramanya di tv, jam 8.15 malam ada drama miniseries seperti soap opera sampai jam 9 malam, jam 10 malam ada drama serial yang bagus-bagus. Kalau saya pulang kerja jam 8 malam, sampai rumah saya langsung menuju kamar tidur, ganti pajama, menyalakan tv dan mulai menonton drama tersebut, setelah selesai langsung mandi, ngobrol sebentar dengan suami dan mulai siap-siap lagi menonton drama selanjutnya.

Kalau pas tidak ada drama yang bagus saya nonton acara lain yang ringan-ringan seperti Fashion Police yang dipandu oleh Joan Rivers, komentar-komentar yang dibuat oleh Joan River sangat lucu-lucu, atau channel TLC tentang extreme cheapskate, bercerita tentang orang-orang yang pelitnya gak ketulungan, di antara mereka memang kaya beneran tapi gaya hidupnya super pelit sampai ada yang minta ke tetangga apakah mereka punya makanan sisa, ada juga yang setiap blind date selalu order kids menu, itupun ordernya cuma satu dan dimakan berdua, kalau meja sebelahnya makanannya tidak habis dia akan menawarkan diri untuk menghabiskannya. Tidak bisa dibayangkan kalau saya punya pacar seperti itu, buat apa punya uang banyak di bank tetapi gaya hidupnya seperti itu, hidup hanya sekali jadi harus dinikmati.

Sampai sekarangpun saya jadi terbiasa menonton tv, selama acaranya bukan acara criminal pasti akan saya nikmati, film-film romantis, drama-drama romantis atau acara-acara ringan lainnya seperti talk show. Kebetulan di tempat kerja saya ada free wifi, jadi kalau berangkat kerja tidak pernah lupa membawa tablet yang saya miliki, jam istirahat selalu saya gunakan untuk menonton drama. Kadang-kadang saya sampai suka senyum-senyum sendiri di break room sampai teman-teman bertanya “are you ok ?”, semua ini hanya karena suka terbawa suasana dalam menonton drama.

Untuk shopping online sudah sangat jarang sekali saya lakukan, hanya kadang-kadang kalau ada big clearance, karena saya merasa hanya buang-buang uang saja, baju saya masih bagus-bagus, tas saya masih bagus-bagus, sepatu saya juga masih bagus, rumah saya kecil jadi kalau saya keep shopping akan ditaruh dimana semua barang-barang tersebut?

Sebenarnya kalau saya mau bisa saja waktu yang digunakan untuk menonton televisi itu saya gunakan untuk belajar, tapi prioritas setiap orang berbeda, saya merasa hidup saya ini sudah cukup, sudah merasa bahagia dengan apa yang saya punya jadi sekarang hanya tinggal menikmati hidup saja.

 

29 Comments to "Hobby"

  1. Summer Girl  25 January, 2014 at 05:06

    28, betul sekali mas anoew, paling tidak mas anoew tdk perlu lasik spt saya krn matanya selalu sehat bersinar akibat melihat yg bening2 hehe..

  2. anoew  24 January, 2014 at 17:12

    Salah satu hobi saya san yang terfavorit adalah, meiihat yang bening-bening. Itu sungguh enyehatkan, jiwa dan raga.

  3. Summer Girl  21 January, 2014 at 22:51

    pak JC, mungkin memang begitu karakter2 anak muda di jkt, senang menunjukkan foto2 pribadinya, istilahnya suka narsis hehehe..

  4. J C  21 January, 2014 at 21:46

    Naaaahhh khan…dugaanku benaaaarrr…kalau tiket difoto jelas tujuannya SHOW OFF, nothing more nothing less. Tiket 21 Premiere memang segitu harganya…

  5. Summer Girl  21 January, 2014 at 21:42

    24, mungkin benar begitu pak JC, karena ticket-nya ikut difoto jadi saya bisa tahu harga tiketnya, 100 ribu per orang, sebelum makan mampir di starbuck cofee, kemudian beli popcorn, setelah film selesai bikin status baru kalau filmnya bagus atau jelek, kemudian upload foto lagi makan2 di restoran krn lapar, makanya saya bisa hitung2 kira2 habisnya bisa satu juta.

  6. J C  21 January, 2014 at 21:36

    Summer Girl, rasanya tidak lah sampai satu juta. Kami sekeluarga makan di luar kalau weekend, anggap lah sudah yang cukup mahal di kawasan sekitar tempat tinggal kami, sekitar Rp. 300.000 (sudah terhitung mahal ini). Nonton di 21 tiket @ Rp. 35.000 x 4 = Rp. 140.000. Popcorn dan minum sekitar Rp. 70.000. Parkir kira-kira Rp. 10.000. Ini hitungan sudah tinggi semua lho, total sekitar Rp. 550.000. Tidak sampai lah sejuta…hehehe…

    Yah, kalau teman-teman Summer Girl di Facebook mungkin show off atau memang gaya hidupnya begitu ya sekali weekend makan plus nonton, tembus angka 2juta. Makan di Sushi Tei, berempat sudah sekitar 500-600rb. Nonton di 21 Premiere, tiket @ Rp. 100.000 x 4 = Rp. 400.000, belum popcorn, minum, snack lain, parkir, dsb…

  7. Summer Girl  21 January, 2014 at 21:28

    18, bu matahari, shopping online memang nyaman sekali asalkan kita tahu ukuran dan jenis yang akan kita beli, cukup pesan dari rumah barang sudah sampai bbrp hari kemudian, tdk perlu capek2 nyetir, tdk perlu capek2 antri di kasir, biasanya saya suka cari yang free shipping, kalau dulu saya suka ke mall, skrg sudah tidak lagi, mungkin krn mall disini tdk sebagus di jkt.

    19, bu lani, say abaca jkt sedang banjir besar, untungnya saya sudah tdk di jkt lagi, dulu pernah dari kantor jam 6 sore sampai rumah jam 11 malam krn terjebak banjir dan jalanan macet total, tapi anehnya dulu saya tdk pernah merasa capek, mungkin krn kehidupan di jkt sangat berwarna warni bikin warganya betah tinggal disana.

    20, mbak alvina, saya dulu punya tetangga yang suka jadi figuran di sinetron, katanya memang begitu, retake sampai berkali2, syuting molor hingga lewat tengah malam, belum lagi kalau artisnya datang terlambat, biasanya artis2 yang sombong dan sok ngetop selalu datang terlambat. Dia suka cerita tentang artis2 itu, misalnya Ayu Azhari yang sangat sombong dan raja terlambat, Krisdayanti yg sangat baik dan tdk sombong, justru Anang-nya yg attitude-nya kurang baik, Marshanda yang juga sombong walaupun kelihatan religious, Desy Ratnasari selalu on time tetapi sok jaim, agak sombong, tdk pernah mau menegur artis figuran, hanya mau mengobrol dg yg ngetop2 saja. Untungnya dulu tdk pernah ada yang menawari saya jadi artis sinetron hehehe..

    21, pak JC, memang lebih baik weekend di rumah saja ya pak, selain lebih hemat juga lebih nyaman, mau ke mall macet-nya gak karuan, belum lagi parkirnya mahal, sudah antri cari parkirnya pun susah, muter sana muter sini semua spot sudah penuh, harga makanan menjulang tinggi. Kalau saya hitung2 orangtua dengan dua anak mau nonton bioskop dan juga makan plus parker dan bensin paling sedikit habis satu juta, itu baru sabtu saja, belum hari minggunya kalau mau pergi lagi berarti harus keluar uang lagi, total per bulan utk entertainment spt itu bisa2 lebih dari 5 juta (itu yg saya lihat dari teman2 saya di facebook.)

    22, mbak phie, kalau soal jahit menjahit saya tdk bisa sama sekali, dulu di jkt kancing copot atau jahitan terbuka tinggal bawa ke tukang jahit, 3000 rupiah sudah selesai tanpa kita repot2, disini saya terpaksa belajar pasang kancing kalau ada yg copot, walaupun gak karuan tapi paling tidak kancing terpasang, yg penting benangnya berwarna sama dg bajunya, masak masakan sini sih sebenarnya bisa tapi malasnya itu, makanya kalau mau masak biasanya saya beli bawang yg sudah dipotong2, celery juga begitu, mungkin krn saya tdk suka masak, kalau bersih2 setelah masak saya tdk masalah, kadang2 suami saya yg masak dan saya yg cuci piring dan bersih2, krn Cuma berdua jadi saya jarang

  8. phie  17 January, 2014 at 12:07

    Hmm…hobiku apa yaaaaaa??? tergantung mood jg sih, motret masih tp ya tergantung objek jg, klo lg rajin masak dan nyusun di piring jd cantik ya difoto klo ga ya langsung masuk perut hahaha…baca masih klo ada yg menarik jg. klo nonton tv pasti laaahhh…byk seri baru yg bagus2 nih, sukaku yg detektif2an gitu dan nontonnya pake penasaran hehehe…kurang suka yg menye2, itu drama korea yg song hye-kyo aja blm kelar2 dari 2 bln lalu kurang 8 episode lg. klo nonton horor hrs ada tmnnya, suamiku kebetulan sukanya horor trs harus pake volume dikencengin bikin dag-dig-dug ajaaaa!
    klo menjahit yaaaaa…lbh pinter jahit mata siihh alias tidur hahaha….klo sekedar benerin kancing copot, jahitan lepas, nyulam yg bolong atau ngecilin rok anakku yg kegedean masih bisa laahh
    klo bisa masak sih krn tuntutan lidah dan perut hihihihi….

  9. J C  17 January, 2014 at 06:25

    Haha…sama dengan mas Edy, hobby’ku sedikit kebanyakan…hahaha…jadi bingung…sekarang diusahakan hanya baca, nulis, foto saja…kalau tidak bablas ke mana-mana dan prioritas budget yang sekarang berbeda…

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.