Kejahatan Bersifat Memecah Belah

Marhento Wintolo

 

Pengetahuan banyak belum tentu bermanfaat. Sering kali menaikkan ego. Merasa diri paling pintar, dan kenyataan nyata, kepintaran membuat orang tambah arogan. Sedikit sekali yang banyak pengetahuan semakin menundukkan kepala. Ilmu padi.

Banyak pengetahuan tidak diaplikasi kan bagaikan sakit diberi resep tidak ditebus dan diminum. Mana bisa sembuh?. Obat yang hanya dipandang tidak bakalan bisa menyembuhkan. Kecenderungan orang dengan pengetahuan yang dimilikinya menjadikan diri sebagai alat yang digunakan untuk mengakali orang lain. Pintar memintari orang lain demi keuntungannya sendiri. Jebakan dunia. Inilah samsara atau kesengsaraan.

conflict

Kejahatan bersifat memecah belah. Tampaknya mereka yang bersifat buruk bisa berkumpul untuk melawan yang dianggap lawan bersama. Hanya sesaat. Namun setelah lawan bersama hilang, mereka akan berhantam sendiri. Itulah sifat kejahatan. Memecah belah. Bila pun dapat bersatu, pikiran buruk akan merusak diri sendiri. Sesungguhnya pikiran yang baik berada di luar diri. Inilah vibrasi alam yang senantiasa bergaung untuk kebajikan bersama.

Jiwa adalah kumpulan intelek, intelejensia, dan mind yang bersifat meluas. Pikiran yang bersifat mementingkan diri sendiri berada dalam diri. Ia terjebak dalam dunia maya akibat kebendaan. Ia menganggap dirinya badan dan memiliki sifat untuk membuat kenyamanan hanya bagi diri sendiri. Pengetahuan yang disampaikan para nabi dan para suci sudah disampaikan dan bertebaran di alam. Pikiran pengetahuan adalah vibrasi/resonansi yang bisa di akses oleh siapapun.

Kebaikan bersifat merekatkan. Dalam keadaan normal saja ia sudah menyehatkan. Pikiran yang selalu memikirkan kebaikan akan meyehatkan badan. Pikiran yang baik tidak mengakibatkan stress. Akibatnya organ tubuh bekerja normal tanpa beban berlebih. Coba saja berpikir agar senantiasa bersyukur terhadap segala sesuatu yang telah diterimanya, niscaya ada rasa kelegaan di rongga dada. Kelegaan pikiran membuat joy. Dan joy ini adalah sifat semesta. Burung berkicau riang bukan untuk minta pujian. Semata karena ia ingin bernyanyi sebagai ungkapan keriangan. Mereka tiada beban untuk memperoleh pujian.

Rasa lega ini merupakan kejadian. Bukan proses. Ini hanya bisa terjadi jika beban yang menyesakkan dada terlepaskan. Beban selalu ada, hanya tergantung bagaimana menyikapi beban. Manajemen stress. Tanpa ada gesekan, dunia tidak terjadi. Tampaknya cheos tetapi setelah beberapa saat, redanya cheos menjadikan tatanan indah dan rapi. Meredanya pikiran dari ke cheos an menyisakan ketentraman bathin.

Maaf jika membuat anda bingung…

 

3 Comments to "Kejahatan Bersifat Memecah Belah"

  1. Dewi Aichi  17 January, 2014 at 23:35

    Pak Marhento..tulisan anda sangat bermanfaat dan mencerhakan, tidak membingungkan, dan tulisan ini mengenai sifat manusia.

  2. J C  17 January, 2014 at 06:21

    Kejahatan versus kebaikan adalah pertempuran abadi umat manusia…

  3. djasMerahputih  15 January, 2014 at 18:14

    satoe : Kejahatan v.s Kebaikan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.