Revolusi Pelangi Samudera (2)

djas Merahputih

 

Tulisan sebelumnya:

Revolusi Pelangi Samudera 1

 

Pesuar 2014 adalah momentum pertama untuk segera memperbaiki keadaan negeri. Saat hasil perjuangan nanti belum mencapai perkembangan maksimal maka momentum kedua Pesuar 2019 akan menjadi titik penentu selanjutnya. Sepanjang celah antara kedua momentum tersebut diperlukan usaha maksimal untuk mengawal dan memastikan agar segala perjuangan dan pengorbanan yang telah dilakukan tidak menjadi sia-sia. Penyakit Amnesia bangsa wajib diobati dan dihilangkan dari tubuh dan jiwa Ibu Pertiwi.

Tak butuh demonstrasi, tanpa ada amarah dan darah, jauh dari hingar bingar dan pertengkaran, semuanya mengalir begitu saja. Yang terlihat hanyalah perubahan dan pergantian cuaca. Ketika musim berganti maka kita berharap keindahan akan menampakkan senyumannya. Seindah pelangi yang muncul di tengah dua kondisi cuaca berbeda. Sejelas senyum yang menghibur siapa saja di luar sana.

rps2 (1)

img01. Keceriaan pergantian musim

Peduli dan Waspada adalah senjata andalan. Peduli adalah upaya ikut menghentikan tindakan seseorang atau sekelompok pengkhianat (mungkin ini bisa disebut KORUPTOR), yang berusaha membuat lubang (sekecil apapun) pada lambung perahu yang kita tumpangi bersama. Jangan pernah memandang remeh dan menganggap bahwa sebuah lubang kecil tak akan sanggup menenggelamkan kapal sebesar Titanic. Pernahkah kita perhatikan bentuk gugusan kepulauan nusantara yang menyerupai perahu?

Waspada adalah upaya mencegah jatuhnya setetes nila di atas belanga berisi susu Ibu Pertiwi. Dengan cakupan wilayah nusantara yang begitu luas maka sikap kewaspadaan kita tentu harus selalu berada pada level tertingginya. Setetes nila dapat jatuh dan merusak persatuan bangsa sejak dari ruang keluarga. Wujudnya muncul melalui tayangan media provokatif dan menyesatkan. Dari rumah kemudian menyebar ke lingkungan sekitar, sekolah-sekolah, pasar-pasar, pusat keramaian dan tempat berkumpul lainnya (dunia maya). Setetes nila juga bisa hadir dalam lingkup suku, agama, ras, golongan dan bahkan dalam birokrasi serta angkatan bersenjata kita sendiri.

rps2 (2)

img02. Informasi sampah bisa berawal dari ruang keluarga

Level kewaspadaan yang tinggi akan selalu diikuti dengan bermacam-macam gangguan berupa usaha memecah konsentrasi anak bangsa dengan hal-hal remeh namun menguras emosi. Kegaduhan dalam media massa adalah salah satu senjata ampuh untuk merusak konsentrasi perjuangan. Pengalihan issu dari topik pembicaraan tentang semangat kebangsaan akan terus menjadi ujian di masa depan. Sehingga kesadaran untuk memilah berbagai macam informasi sampah menjadi sangat menentukan untuk terus menjaga konsentrasi perjuangan menuju masyarakat adil dan makmur.

Meminjam proses dari sebuah iklan TV dimana ketika segelas air yang kotor dapat dibersihkan hanya dengan terus menyirami dan mengisinya dengan air bersih tanpa merusak atau memindahkan wadahnya, maka sebuah revolusi tak harus selalu hadir dengan kekejaman ataupun kebrutalan. Tak perlu ada kegaduhan dan kekacauan kecuali sekedar bekas tumpahan air kotor yang tertumpah di sekitar gelas tadi. Sebuah revolusi tak harus berisik, ia dapat berlangsung dalam suasana hening dan sunyi. Senyaman suasana ketika seekor kupu-kupu baru saja keluar dari kepompong, lalu menyapa alam dengan kepakan lembut sayap-sayapnya.

 rps2 (3)

img03. Transformasi dalam Keheningan

***********

Revolusi harus terus didesak-desakkan,

harus terus digelorakan

dan pantas untuk selalu didengung-dengungkan.

 

Salam Nusantara,

//djasMerahputih

 

About djas Merahputih

Dari nama dan profile picture'nya, sudah jelas terlihat semangat ke-Indonesia-annya. Ditambah dengan artikel-artikelnya yang mengingatkan kita semua bahwa nasionalisme itu masih ada, harapan itu masih ada untuk Indonesia tercinta. Tinggal di Sulawesi, menebar semangat Merah Putih ke dunia melalui BALTYRA.

My Facebook Arsip Artikel

20 Comments to "Revolusi Pelangi Samudera (2)"

  1. djasMerahputih  27 January, 2014 at 08:41

    Ha ha ha… tuh ada pengakuan dari Ki Lurah tentang kehebatan Kang Anoew..
    Jadi ingat lelucon tentang perbedaan Mobil Baru dan Pengantin Baru…

  2. J C  27 January, 2014 at 08:01

    Masalah lubang dan liang, tak dipungkiri lagi, Kang Anoew lah AHLINYA…

  3. djasMerahputih  27 January, 2014 at 07:49

    ha ha ha…. kalo yang biasa djas dengar nih,
    lubang biasanya tembus sampai ke sebelah. nah kalo nggak tembus itu namanya liang…
    Coba kita nanya sama pak Lurah deh..! ha ha ha

  4. anoew  27 January, 2014 at 07:45

    Ah mosok, liang bisa menenggelamkan Titasik eh, Titanik? Yang saya kamsud jelaslah lubang.

  5. djasMerahputih  27 January, 2014 at 07:17

    15: ha ha ha…
    kayaknya yang Kang Anoew maksud bukan lubang melainkan “LIANG”……

  6. anoew  26 January, 2014 at 23:16

    Jangan pernah memandang remeh dan menganggap bahwa sebuah lubang kecil tak akan sanggup menenggelamkan kapal sebesar Titanic.Memang, yang namanya lubang selalu menimbulkan masalah. Besar atau kecil, sebuah masalah timbul dari yang namanya lubang. Senang, susah, juga timbul dari sebuah lubang.

    Lubang, sungguh bikin masalah.

  7. djasMerahputih  22 January, 2014 at 08:56

    10: Ha ha ha… bunda memang cocok berprofesi sebagai pengamat artikel professional

    Djas selalu penuh semangat 45….jangan jangan Djas ini anak atau cucu seorang pejuang…atau…Djas berkecimpung dibidang pertahanan negara……
    ——————————————–
    Terus terang kegemaran djas menulis soal-soal kebangsaan bermula ketika mengutak-atik buku2
    warisan peninggalan alm. ayahanda tercinta. Salah satu buku yang ukurannya saja sudah membuat djas
    penasaran adalah buku Di Bawah Bendera Revolusi. Sebuah buku terlarang di era Orba namun tetap disimpan dengan baik oleh ayahanda djas. Walaupun belum membaca seluruh isinya,
    namun djas sudah bisa merasakan “kegilaan” seorang Bung Karno terhadap usaha perbaikan nasib bangsanya. Dan kebetulan setelah mendengar dari orang2tua di kampung, Nenek moyang djas
    memang banyak yang dulunya mejadi pejuang. Mungkin bunda Matahari merasa aneh kalo tahu bahwa
    profesi djas sebenarnya adalah di bidang Teknik dan Perencanaan, bukan di bidang pertahanan negara…

    Salam Hormat dari tanah air,
    //djasMerahputih

  8. djasMerahputih  22 January, 2014 at 08:41

    8: Ha ha ha… thank sudah sudi mengunjungi lapak “bermasalah” ini..

    Dj. jadi bingung mau tulis komentar apa…???
    Lha ngerti saja tidak, apa yang Djas tulis dan maksudkan…
    ———————————–
    Nah ini om DJ bacanya dalam keadaan sadar atau “fly” seperti kisah kelinci dan tikus air itu..??
    Kalau Kuda Nil aja dikira tikus air yang membengkak gimana bisa ngerti tulisan djas..??

    Satu-satulah dan jangan borongan begitu…
    Mau Revolusi, atau pelangi, atau Samudra….???
    Lha kalau dicampur begini, kan bikin orang ngelu…. Hahahahahahahaha….!!!
    ——————————–
    Inspirasi tulisan ini justru berasal dari filosofi tulisan om DJ berjudul “Nasi Goreng”.
    Revolusi ibarat nasi goreng pedes mampus, Pelangi adalah tomat, timun, kerupuk dan hiasan pelengkap di atasnya. Sedangkan samudera adalah minuman penutup santapan agar mulut yang kepedesan bisa lebih adem. Jadi judul asli tulisan ini sebenarnya “Sarapan Pagi yang Lengkap!”

    Jangan diumbar dulu ketawanya ya om DJ.. pelan-pelan aja.
    bertahap per 2 minggu seperti cara penyesuaian om DJ di tempat kerja..

    Salam Hangat dari tanah air tercinta,
    //djasMerahputih

  9. djasMerahputih  22 January, 2014 at 08:26

    7: Thanks sudah mampir Kang JC…
    waah…. semalam ada apa ya? kok koment ngga bisa masuk2….?
    apa karena ada yang ngetes kehamilan di Baltyra yaah?? (ngelirik mba DA)

    “djas Merahputih, semoga para petarung 2014 ini sempat membaca sekilas saja artikel ini di Baltyra…”
    ————————————-
    Thanks apresiasinya Kang JC. Tulisan ini hanyalah gambaran dari pengamatan penulis
    terhadap gejala telah hadirnya riak-riak generasi bersih yang perlahan mulai menyatukan langkah2nya.
    Bukan sebuah teori baru dan orisinil. djas hanya mencoba merangkum kenyataan lalu berusaha menduga
    arah kecenderungannya di masa depan (menjadi paranormal)

    Salam penuh Harapan,
    //djasMerahputih

  10. djasMerahputih  22 January, 2014 at 07:04

    6: Thanks sudah mampir bunda Matahari,
    Memang benar gambar pertama djas pinjam dari artikel om DJ berjudul musim.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.