Sang Pengantin

Altje Wantania

 

Acrylic On canvas, 70x100cm
July 2013
Oleh Altje Wantania

sang pengantin

Dari lorong waktu keabadian
aku datang
bersama misteri

Singkirkan karpet merahmu
lantas biarkan aku berjalan
dengan kaki telanjang
di hamparan rumput hijaumu
bahkan melangkah di atas kerikil-kerikil tajam itu
(Sako miara si Luri
Piara nusia, leo-leosan)

Singkirkan pula
semua dupa dan kemenyan
yang akan membuat nafasku tersenggal
karena aku cuma ingin menghirup
harum nafasmu
dan panas api cintamu
(Leo-leosan nusia
Wo sia lalei , Lalei wia niko)

Jangan takut pada gelapku
dan jangan takluk pula pada terangku
karena itu cuma sebatas pikiran
(Sasia lewo lewoen
Si gampang uman tumewel karia)

Apa yang engkau pikirkan
tentang aku
itulah aku
jadilah kehendakmu
(Nitumo mikir mikirlah
Sa niko miara si Luri)

MIARA SI LURI *

Sako miara si Luri
Piara nusia, leo-leosan
Leo-leosan nusia
Wo sia lalei
Lalei wia niko
Sasia lewo lewoen
Si gampang uman tumewel karia
Nitumo mikir mikirlah
Sa niko miara si Luri

* lagu daerah Minahasa*
yang biasa dinyanyikan dalam acara pernikahan.

* aL / Tondano, 6 Juli 2013 *

 

About Altje Wantania

Dari Pulau Sulawesi dengan spesialisasi goresan kuas di berbagai media. Goresannya menghiasi banyak media sosial.

My Facebook Arsip Artikel

11 Comments to "Sang Pengantin"

  1. Lani  29 January, 2014 at 07:11

    DJAS : krn kata “menikah” dlm tanda kutip…………jadi artinya suka2 ya………..kkkkkk

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.