Noshibukuro – “angpao” ala Jepang

Dewi Aichi – Brazil

 

Noshibukuro adalah amplop berisi uang, yang digunakan untuk memberikan kado, bingkisan, atau sumbangan. Di Jepang merupakan kebiasaan memberikan kado, atau sumbangan berupa uang. Uang tersebut dimasukkan ke dalam amplop yang disebut Kinpuu Noshibukuro [金封 のし袋],artinya amplop berperangko emas. Amplop itu bentuknya sangat indah, artistik dengan dihiasi semacam tali tipical Jepang, berbahan kertas washi.

Dalam setiap peristiwa atau acara, terdapat jenis Kinpuu Noshibukuro. Misalnya dalam acara tunangan/lamaran, disebut kon’yaku wa, pernikahan disebut kekkoni wa, kelahiran disebut shussai wa, kematian disebut okuden, untuk orang yang sakit disebut omimai. dan untuk bulan-bulan spesial seperti Juli/Agustus, disebut ochuugen, dan Desember disebut oseibu.

noshibukuro01

Ada juga amplop khusus untuk anak-anak misalnya untuk memberi angpao di tahun baru disebut otoshidama, hari pertama masuk sekolah nyuugakuiwa, dan kelulusan sotsugyouiwa. Untuk itu harus berhati-hati dalam menggunakan amplop seperti ini agar tidak salah guna.

noshibukuro02

Gambar di atas sebelah kiri untuk kematian, sebelah kanan untuk kelulusan anak sekolah.

Amplop-amplop seperti ini mempunyai harga bermacam-macam tergantung dekorasinya, sebab ada yang amplopnya sangat sederhana, ada juga yang sangat mewah.

noshibukuro03

Jumlah uang juga tergantung peristiwa dan tingkat ekonomi seseorang, yah sama saja dengan di Indonesia, sesuai ukuran kantong.

Desain-desain amplop bisa dilihat di situs http://www.mizuhikiya.com/,

noshibukuro04

noshibukuro05

noshibukuro06

noshibukuro07

noshibukuro09

noshibukuro07 noshibukuro08

noshibukuro10

Tergantung dari situasi dalam peristiwa, atau penting tidaknya suatu peristiwa, masyarakat Jepang memberikan selain kado, juga memberi amplop berisi uang dengan desain special, dan juga tulisan pesan dari si pemberi.

noshibukuro11

Dalam tradisi Jepang, saat seseorang menerima amplop maupun kado, tidak boleh dibuka di depan si pemberi. Karena jika dibuka di depan si pemberi, itu diartikan tidak menghormati dan tidak beretika. Ini sangat lain dengan tradisi di Brasil, yang begitu menerima kado langsung dibuka di depan si pemberi sambil disertai ucapan terima kasih dan juga saling peluk.

Di jepang juga tidak boleh memberi uang yang jumlah nilainya ada unsur angka 4, karena angka 4 (shi), adalah simbol kematian. Dan ini juga berlaku di apartemen berlantai. Setiap apartemen tidak ada lantai 4, jadi dari lantai 3 langsung loncat ke lantai 5.

noshibukuro12

Amplop seperti ini juga dapat digunakan untuk beberapa tujuan, bukan hanya acara-acara khusus yang telah disebut di awal tulisan ini. Amplop dapat digunakan untuk memberikan uang kepada seseorang atas jasa-jasanya.

Memasukkan uang ke dalam amplop lalu memberikan ke seseorang dengan secara langsung adalah bentuk dari adat istiadat orang Jepang, tradisi yang dimaksudkan untuk menciptakan keharmonisan kehidupan sosial, keindahan seni dan budaya juga kemurahan hati terhadap sesama.

noshibukuro13

Untuk mengetahui setiap jenis dan kegunaan amplop, maka harus diperhatikan warna tali dan desain tali temalinya. Karena setiap warna dan bentuk tali, akan menunjukkan kegunaan amplop tersebut.

noshibukuro14

Untuk warna emas dan perak, biasanya digunakan untuk acara pernikahan, putih dan merah untuk acara-acara yang merupakan kebahagiaan, putih dan hitam atau perak untuk acara duka cita. Dan juga bentuk atau desain talinya yang berbeda-beda juga mempunyai arti sendiri.

Tali 1-hana musubi

noshibukuro15

Bentuk tali seperti ini biasanya terdapat pada amplop yang akan digunakan untuk memberi kado atas kelahiran anak, atau hari pertama masuk sekolah, bisa juga untuk acara kelulusan sekolah.

 

Tali 2-musubi kiri

noshibukuro16

Ketika amplop mempunyai 2 ikatan, dan simpul kedua tidak bisa mengikat, maka artinya itu adalah pernikahan dan kematian, artinya kedua hal tersebut tidak akan terulang, seperti pernikaha, yang hanya sekali, dan juga kematian yang tidak diharapkan.

 

Tali 3-awaji musubi

noshibukuro17

Diartikan sebagai kebaikan, dan kekal dalam suatu hubungan, ini bisa dipakai untuk peristiwa bahagia maupun kesedihan.

 

About Dewi Aichi

Berasal dari Sleman Jogjakarta, saya blasteran (antar kelurahan maksudnya), happily married to a Brazilian guy. Dari Jogja merambah dunia. Pernikahan lintas benua adalah pilihannya. Setelah beberapa tahun di Distrik Aichi, Jepang, sekarang tinggal di Brazil bersama keluarga tercintanya. Tingkat sudrunnya setara dengan saudara-saudara sepersudrunannya seperti Nur Mberok, Elnino, Fire dan jelas Lani van Kona. Di sini saya bukan siapa-siapa dan bukan apa-apa, saya hanya sekedar menulis apa yang saya rasakan, apa yang saya alami, dan apa yang menarik buat saya untuk ditulis. Jika ini bermanfaat untuk diri saya sendiri dan juga untuk teman-teman, saya sangat bersyukur

My Facebook Arsip Artikel Website

28 Comments to "Noshibukuro – “angpao” ala Jepang"

  1. Dewi Aichi  5 February, 2014 at 22:48

    Anoew….siap wis, nanti aku siap menghiasi amplop ya…pasti sexy ya…ngga kalah deh kalau sama BCL.

  2. Dewi Aichi  5 February, 2014 at 22:46

    wakakakkaa..JC, lani lagi Lani lagi….sekarang kan lain, Lani bukan sebagai menghias amplop, tapi pengisi amplop.

  3. Dewi Aichi  5 February, 2014 at 22:45

    Waduh..Lani, ketinggalan ya…ada linknya coba minta ke buto…waktu itu rame-rame nonton secara langsung melalui mivo tv…online..

  4. anoew  5 February, 2014 at 19:09

    Angpao bercorak seksi semriwing kok nggak ada ya Wik? Apa belum pernah dibikin?

  5. Lani  4 February, 2014 at 08:50

    Angpao ada hiasan tokek, kadal, cicak…ada gak yang hiasannya Lani berbikini kiwir-kiwir, nginang, pakai sepatu jinjit ngarep?
    Lebih ciamik lagi kalau amplopnya terbuat dari bikini kiwir-kiwir Nyai Kona…
    ++++++++++++++++

    KI LURAH : hanya satu kata bar kakehan mangan kue kranjang………langsung KUMAT! Wahahahah…………….klu sampai ada amplop terbuat dr lungsuran bikini kiwir-kiwirku bakal larisssss manis tanjung kimpul, soale bikini itu mengandung berkah kkkkkkkkkk

  6. J C  2 February, 2014 at 20:13

    Angpao ada hiasan tokek, kadal, cicak…ada gak yang hiasannya Lani berbikini kiwir-kiwir, nginang, pakai sepatu jinjit ngarep?

    Lebih ciamik lagi kalau amplopnya terbuat dari bikini kiwir-kiwir Nyai Kona…

  7. Lani  1 February, 2014 at 09:25

    19 DA : lurah kita demo masak2?????? masak opo? weleh2…………jiaaaaaaan tenan kuwi, lurah serba bisa dr A-Z jempol wolu wes

  8. Dewi Aichi  31 January, 2014 at 23:32

    mas Sumonggo..wah gimana dong dengan nasib ibu saya yang terima amplop dari tetangga-tetangga yang kondangan, kemarin mantu, makanya tetangga pada nyumbang….apa harus laporan ke KPK?

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.