Melihat Hidup dari Sisi Humornya

Handoko Widagdo

 

“Hahaha pa Handoko Widagdo, menjadi warga Baltyra membuat saya lihat peristiwa hidup dari sisi humor nya. Sudrun kabeh.

Demikianlah Kornelia mengomentari komentar saya di postingannya tentang bengkel yang dikira restoran. Sebelumnya saya mengunggah artikel tentang menginap di hotel yang belum jadi, http://baltyra.com/2014/01/15/menginap-di-hotel-yang-belum-jadi/. Balasan Kornelia tentang komentar saya itu merangsang saya untuk menulis artikel ini. Apa itu melihat peristiwa hidup dari sisi humornya? Apa untungnya jika kita memakai cara pandang ini dalam menjalani hidup?

humor of life

Setiap orang mendambakan hidup bahagia. Setiap orang berupaya mencari cara untuk mencapainya. Ada yang mencarinya melalui harta, tahta, pria dan wanita  ada pula yang mencarinya melalui sorga. Yang berupaya mencari bahagia melalui harta, tahta, pria dan wanita akan mencurahkan seluruh waktu dan tenaganya mengejar harta, tahta, pria dan wanita. Apakah mereka mendapatkannya? Bukannya mendapat bahagia, tetapi malah semakin dahaga. Ketika harta, tahta, pria dan wanita telah menumpuk, mereka malah menjadi hamba. Meski harta mereka telah berlaksa juta, tetapi saat ada secuil yang akan sirna, mereka merasa kehilangan seluruh dunia.

Gara-gara indeks pasar modal grafiknya melorot, melorot pula kesehatannya. Panik, takut menjadi miskin, walau Lamborghini dan Mercy masih menghuni garasi. Ketika tahta telah direngkuh, hati tak lagi teduh, sebab takut banyak gaduh yang bisa berakibat kursi jatuh. Ketika pria, wanita atau keduanya telah di sisi kita, cemburu buta mulai mendera. Semua pihak dianggap penggoda yang bisa membuat cinta sirna. Atau kita jadi bosan dan kehilangan kesan. Sehingga kita tidak kerasan, karena pasangan menjadi lawan.

Tak beda bagi mereka yang mengejar bahagia melalui jalur sorga. Seluruh waktu dan tenaga diarahkan kepada langit. Jika ada hal yang tak sesuai membuat mereka sengit dan segera menyalak dan menggiggit. Sering-sering mereka menyambit pakai sabit. Ketika ada yang tak sepaham dianggap sakit. Para pejalan di jalur sorga ini suka mengernyit. Mengawasi segala derit dan decit sampai sembelit. Bukannya bahagia, mereka malah sakit.

Kornelia membuka wacana. Memaknai peristiwa melalui sisi humornya. Cara ini bisa memisahkan peristiwa dari gejala nelangsa nestapa. Memandang dunia secara terbuka dengan wajah ceria. Membuat semangat selalu membara. Menghadapi kesulitan dengan mencari cara sambil tertawa. Sengsara bisa dihela saat otak dan hati terbuka. Tapi awas jangan sampai dosisnya dua. Sebab nanti anda dianggap gila. Karena bibir anda selalu menjura.

Meski harta itu berguna, gila harta membuat sengsara. Meski sorga itu bermakna, syahwat sorga membuat celaka. Keduanya akan mendatangi anda saat anda berbahagia.

through-humor-humor-life-laugh-survive

Fatwa Kornelia bernas berisi, melihat peristiwa dari humornya. Makanya mari kita bersehati, mengupayakan hidup yang bahagia.

Apakah humor itu tidak serius? Coba tanyakan kepada ahlinya Pak Jaya Suprana.

 

About Handoko Widagdo

Berasal dari Purwodadi, melanglang buana ke berpuluh negara. Dengan passion di bidang pendidikan, sekarang berkarya di lembaga yang sangat memerhatikan pendidikan Indonesia. Berkeluarga dan tinggal di Solo, kebahagiaannya beserta istri bertambah lengkap dengan 3 anak yang semuanya sudah menjelang dewasa.

My Facebook Arsip Artikel

32 Comments to "Melihat Hidup dari Sisi Humornya"

  1. Handoko Widagdo  10 February, 2014 at 21:28

    Oh begitu ya Mbak Nur. Allah suka humor. Bagus itu.

  2. Nur Mberok  10 February, 2014 at 19:37

    Tuhan itu raja humor. Suka banget ngajak saya bercanda. Suka ngeledek dan hobi banget melehke, opo kuwi bhs indo nya ya?

    Jadi kalo ada peri bhs bar setu minggu, bar nangis ngguyu, ya itulah dinamika hidupku

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.