[AMNESIA] Back to Future (5)

djas Merahputih

 

Sebuah serial, dongeng pengantar bobo siang

Dibacakan Lebih Nikmat

 

Cerita sebelumnya:

Tempat yang Tepat (1), Kunjungan Pertama (2), Pandangan Pertama (3), Sang Guru Favorit (4)

 

KEJUTAN ANEH

Setelah mendapatkan jadwal pertandingan dari para pengawal, berangkatlah Sang Pangeran ke sebuah stadion olah raga yang megah di tengah kota. Suasana di sekitar arena softball di tengah Kota Metropolitan Gentong Gadang mulai ramai didatangi para penonton dan penggemar kedua tim. Sore ini akan dilangsungkan pertandingan uji coba antara tim tuan rumah Gegana dan tim Speed dari kota tetangga. Sementara di tengah arena terlihat sembilan orang pemain dari masing-masing tim bersalaman dan selanjutnya bersiap untuk memulai pertandingan.

 amnesia5 (1)

img01. Suasana dalam Arena Softball

Pangeran Soka Purnama yang masih menggunakan penyamarannya sebagai Purba mengambil tempat di area penonton tribun terbuka, berhadapan dengan posisi Catcher dan membelakangi Pitcher. Dengan menggunakan teropong binokular konvensional Sang Pangeran berusaha menemukan sosok pemain andalannya. Tak perlu waktu lama Beliau akhirnya menemukan sosok Boyan Ningnong Sang Pemain favorit tim Gegana.

Pertandingan telah dimulai dan berlangsung dengan seru. Purba terlihat sedang memperhatikan permainan dengan seksama sebab saatnya Boyan Ningnong mengambil giliran menyerang setelah dua orang kawan setimnya gagal menciptakan poin. Dengan posisi tongkat di atas dan siap dipukulkan sementara Pitcher lawan juga telah siap dengan bola di tangan, kedua pemain saling bertatapan. Suasana seketika menjadi tegang. Layar besar di pinggir arena memperlihatkan gambar dari kamera yang bergerak menyoroti emosi penonton. Purba yang tertarik mengamati mimik para penonton pada sebuah layar besar juga hanyut terbawa suasana.

Detik-detik semakin menegangkan. Saat sang Pitcher lawan mengangkat tangan kanannya yang menggenggam bola softball, gambar di layar besar mengarahkan kembali sorotannya ke dalam lapangan pertandingan. Namun beberapa frame sebelum berganti ke sorotan kamera berbeda, Sang Pangeran sempat menangkap sebuah sosok yang sangat familiar. Citra Nur Aurora, sosok yang selama ini selalu mengganggu pikiran Sang Pangeran.

Dugaan Sang Pangeran tidak salah, Bu Guru Citra dan beberapa anak didik TK pelangi memang berada di tempat yang sama. Kepala Sekolah, Guru dan murid-murid TK Pelangi mendapat undangan khusus dari Bapak Walikota sebagai penghargaan atas prestasi sekolah mereka. Rombongan undangan khusus berada dalam ruang berdinding kaca anti peluru tepat menghadap ke lokasi Pangeran Soka Purnama berada. Sebuah ruangan yang disediakan untuk para tamu dari mancanegara saat sebuah pertandingan resmi internasional digelar.

 Chevrolet Home Run Derby

img02. Pukulan Home Run

Sementara, suasana di dalam arena pertandingan begitu riuh. Boyan Ningnong kembali menciptakan home run* bagi timnya. Bola yang dipukul dengan tongkat softball Boyan Ningnong melayang deras dan jauh hingga ke area penonton di depannya. Kamera mengikuti arah bola hingga ke posisi penonton. Bola jatuh persis mengarah pada seorang penonton yang sepertinya tidak memperhatikan arah lontaran bola, seakan-akan telah mengenai wajah penonton tadi. Seluruh penonton terutama kaum wanita memekik histeris. Kameramen turut panik dan berusaha menyorot secara close up ke wajah penonton tersebut. Seluruh mata menatap ke arah layar display di sekitar arena pertandingan dengan panik, lalu memperhatikan apa yang terjadi.

Antara percaya dan tidak, para penonton akhirnya terheran-heran sebab tiba-tiba saja penonton hebat ini mampu menangkap bola tepat dalam genggamannya tanpa melihat arah laju bola. Wajahnya tertutup topi khas fans fanatik berlambang logo tim Gegana. Perlahan-lahan ia menoleh ke depan tepat ke arah kamera yang sedang meyorotnya. Seorang penonton yang mengenal sosok tersebut melotot dan setengah bergumam.

Citra:  “Purba…??” Bu Guru Citra terkejut dan tanpa sadar bergumam walaupun dengan suara yang hampir tak terdengar, tenggelam oleh teriakan histeris para penonton lainnya.

Purba : “Citra..??” gumam Sang Pangeran dalam hati sesaat sebelum bola menerpa ke arah wajahnya, lalu berusaha mengendalikan keadaan. Beliau bangkit dari duduknya sambil mengangkat kedua tangan yang salah satunya masih menggenggam bola softball.

Kepala Sekolah:  “Bukankah itu Purba..??, tanya Pak Tirta pada Bu Guru Citra.

Citra:  “Ah.. eh…, I..Iya…, kok mirip Purba ya…??”, Citra berusaha menyembunyikan keterkejutannya di depan Bapak Kepala Sekolah.

Para penonton yang tadinya histeris seketika bersorak gembira mengetahui penonton misterius ini tak terluka sedikitpun. Bahkan berganti rasa kagum luar biasa sebab berhasil menangkap bola liar yang melaju kencang ke arahnya. Purba yang masih terpaku pada layar besar di pinggir lapangan tidak menduga arah bola akan menuju ke tempatnya. Gerakan tangannya yang begitu cepat menangkap bola yang sudah berada beberapa centimeter dari wajahnya membuat para penonton dan kameramen tercengang. Bahkan replay dengan perlambatan yang tinggi pun hampir tak mampu menangkap gerakan yang sangat cepat tersebut.

Untung saja Sang Pangeran segera sadar dan mencoba mengalihkan perhatian dengan berdiri dan melambaikan tangannya. Sang Pangeran khawatir penyamarannya sebagai manusia biasa akan cepat terbongkar oleh hal tersebut. Ono dan Offo di sudut dekat tiang juga sempat khawatir namun segera tersenyum oleh spontanitas Sang Pangeran. Sebelumnya mereka berdua masih terlihat cekikikan menyaksikan kelakuan Sang Pangeran yang terus terpaku ke layar besar sesaat setelah menangkap sosok Citra melintas dalam layar.

Perhatian penonton kembali ke lapangan saat pertandingan kembali dilanjutkan. Sementara Purba dan Citra tenggelam dalam perasaan aneh mereka masing-masing. Apakah ini sekedar kebetulan atau ada rencana dari seseorang? seperti Bapak Kepala Sekolah misalnya? Mungkinkah Pak Tirta berusaha menjadi Mak Comblang bagi keduanya? Bukankah ini terlalu cepat? Apakah masih ada momen lain bagi keduanya untuk bertemu langsung dalam suasana yang lebih terkendali?

Ono dan Offo semakin penasaran dengan rentetan peristiwa aneh tersebut. Yang mereka tahu pasti adalah Sang Dewa Langit sedang menyiapkan latihan dan ujian pengendalian diri bagi putra penerus tahta di Langit Kelima tersebut. Sang Pangeran mau tidak mau harus melalui peristiwa-peristiwa penting untuk menempa jiwa ksatrianya. Melihat pribadi Sang Pangeran sebagai seorang anak yang masih labil, peran Ono dan Offo tentu akan sangat diperlukan. Dan sepertinya Offo si Iblis Putih akan mendapatkan tugas lebih awal daripada saudara kembarnya, Ono si Malaikat Merah.

************

Sang Pangeran telah kembali berada dalam ruang pribadi Beliau. Sementara Ono dan Offo sedang asyik menceritakan pengalaman tersebut kepada Cakra dan empat pengawal lain yang telah lebih dulu mengenal kemampuan tim Gegana dalam latihan-latihan yang pernah mereka saksikan. Kehebatan tim Gentong Gadang Nirwana, nama lengkap tim kesayangan Kota Metropolitan Gentong Gadang, tentu saja tertuju pada sosok Boyan Ningnong yang dalam setiap pertandingan hampir bisa dipastikan akan mempersembahkan home run bagi timnya.

 amnesia5 (3)

img03Terus Bertanya

Berbeda dengan Ono dan Offo yang sedang menikmati gurauan bersama para pengawal di luar sana, Pangeran Soka Purnama masih berdiri tegap di sisi pembaringan dengan tangan bersilangan di depan dada Beliau. Pandangannya lurus ke depan seakan menembus dinding kamar, namun datar tanpa ekspresi. Pikiran Beliau masih terus bertanya-tanya tentang kejadian dan peristiwa yang seakan beruntun dialami.

Sambil merebahkan badan, Beliau kembali menyusun siasat untuk dapat memastikan waktu yang tepat serta kondisi yang lebih terkendali agar bisa mengenal lebih jauh guru favorit Beliau, siapa lagi kalau bukan Sang Guru Idola TK. Pelangi, Citra Nur Aurora.

 

(Bersambung)

 

——————————————————–

Catatan Penulis:

*Home run terjadi bila pemukul berhasil memukul bola keluar dari pagar daerah outfield.

Salam Nusantara, //djasMerahputih

 

About djas Merahputih

Dari nama dan profile picture'nya, sudah jelas terlihat semangat ke-Indonesia-annya. Ditambah dengan artikel-artikelnya yang mengingatkan kita semua bahwa nasionalisme itu masih ada, harapan itu masih ada untuk Indonesia tercinta. Tinggal di Sulawesi, menebar semangat Merah Putih ke dunia melalui BALTYRA.

My Facebook Arsip Artikel

14 Comments to "[AMNESIA] Back to Future (5)"

  1. djasMerahputih  7 February, 2014 at 21:16

    13: Betul sekali, mirip2 gitulah maksudnya.
    cuma djas lebih memilih perumpamaan seperti marka (garis) di kiri kanan jalan.

    Ada link untuk mengingatkan tugas Ono dan Offo pada kata “tugas” dalam artikel di atas.
    Untuk setiap hal yang membutuhkan ingatan pada cerita sebelumnya djas berusaha
    membuatkan link agar segera teringat pada penjelasan yang dibutuhkan.

    Thanks sekali lagi telah menyimak dengan teliti
    dongeng multigenre ini…

    Salam Kompak dari tanah air tercinta,
    //djasMerahputih

  2. Matahari  7 February, 2014 at 19:38

    Saya sebut Onno dan Offo itu seperti yinyan …hitam putih…God and devil…. karena ada kamu sebut di seri sebelumnya bahwa ke dua mahluk ini agar membuat tidak terlalu baik dan tidak terlalu buruk…saya lupa di seri berapa di alinea berapa….

  3. djasMerahputih  7 February, 2014 at 08:07

    11: Ceritamu penuh teka teki…berat untuk diolah…ada satire..ada komedi dll….
    ———————–
    Thanks sudah mampir bunda Matahari. Makanya dimuat berseri setiap bulan, atau jika perlu per dua bulan.
    Tapi Pampams malah minta dipercepat..
    Memang dongeng ini rada aneh karena bersentuhan dengan alam kosmos yang akrab dalam masyarakat tradisional nusantara. Budaya di Eropa kalo ngga salah juga terdapat dalam mitologi Yunani tentang Dewa dll.
    ****

    Pangeran berusia 15 tahun untuk standard bumi dan berusia ratusan tahun untuk standard kayangan…Makan apa sampai umur begitu panjang Djas?
    ———————–
    Sebagai pembanding 1 tahun di Bumi sama dengan 29,46 tahun Saturnus. Ukuran waktu sangat relatif jika telah bersentuhan dengan dimensi berbeda di luar sana. Dimensi waktu di bumi akan mengikat segala sesuatu yang
    masuk ke dalam lingkup dan kehidupan di Bumi. Mungkin bisa dimengerti juga kalau angka satu itu relatif bergantung pada jenis ukuran yang dipakai. 1 meter, 1 KM, 1 inch, 1 feet, 1 Mill dll. adalah jumlah yang berbeda meskipun sama-sama hanya 1. Untuk memudahkan maka usia Sang Pangeran dikonversi ke dalam skala waktu di Bumi.
    ****

    Si Onno dan Offo ini apa Djas ?semacam Yinyan ? Putih dan hitam yang membuat balance? Ibu guru Citra…si guru cantik nan jelita tentu beda dengan Blanche duBois( a streetcar named Desire )…walau sama sama berprofesi guru…bedanya Blanche dipecat karena affair dengan murid berusia 17 tahun dan Ibu Guru Citra dicintai seorang pangeran berusia “15 “tahun…yang menyamar turun kebumi menjadi Purba…
    ————————
    Sudah pernah djas gambarkan dalam komentar sebelumnya, bahwa para pelaku dalam dongeng ini adalah
    Simbol watak yang menyerupai wayang dalam budaya Jawa. Masing-masing bernilai filosofis, sehingga memang
    pada awalnya terasa berat.
    Tokoh Utama seorang anak beranjak dewasa.
    Seperti halnya mobil di jalan raya, Ono dan Offo adalah marka (garis) jalan di sisi kiri dan kanan.
    Sementara di dalam mobil ada driver dan navigatornya. Driver dan Navigator ini memiliki selera berbeda
    dalam hal lagu kesenangan dan jalur favorit, sehingga sepanjang perjalanan sering terjadi konflik.

    Semoga bisa sedikit meringankan “tekanan bathin” bunda Matahari
    Untuk mencerna cerita dalam dongeng aneh ini.

    Salam Damai,
    //djasMerahputih

  4. Matahari  7 February, 2014 at 00:21

    Djas…imaginasimu membuat cerita diatas sampai udh seri 5 gila gilaan…Orang yang kena amnesia tidak akan sanggup mengingat semua cerita disetiap seri…termasuk nama nama lokasi dan pelaku….saya sangat yakin itu…kalau dipaksain bisa jadi amnesia kwadrat….Pangeran berusia 15 tahun untuk standard bumi dan berusia ratusan tahun untuk standard kayangan…Makan apa sampai umur begitu panjang Djas? Si Onno dan Offo ini apa Djas ?semacam Yinyan ? Putih dan hitam yang membuat balance? Ibu guru Citra…si guru cantik nan jelita tentu beda dengan Blanche duBois( a streetcar named Desire )…walau sama sama berprofesi guru…bedanya Blanche dipecat karena affair dengan murid berusia 17 tahun dan Ibu Guru Citra dicintai seorang pangeran berusia “15 “tahun…yang menyamar turun kebumi menjadi Purba…Ceritamu penuh teka teki…berat untuk diolah…ada satire..ada komedi dll….Segera selesaikan ceritamu sebelum kamu benar benar amnesia….and back to khayangan….

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.