Karnaval Budaya Grebeg Sudiro 2014

Anoew

 

Grebeg Sudiro berasal dari kata “Grebeg” dan “Sudiroprajan.” Grebeg adalah tradisi khas Jawa yang diadakan untuk menyambut tahun baru Jawa (Grebeg 1 Suro) dan kelahiran Nabi Muhammad SAW (Gregeb Mulud). Sedangkan Sudiroprajan adalah sebuah kelurahan di kawasan Pasar Gede.

Perayaan yang pada mulanya diadakan oleh Kelurahan Sudiroprajan setiap tahun menjelang Imlek ini akhirnya menjadi agenda tahunan kota Solo. Perayaan kali ini dimeriahkan oleh Liong-Barongsai (TNI dari kesatuan Yonif 408 dan Polisi Militer pun ikut serta) dan dari berbagai kelompok kesenian lokal lainnya seperti Kesenian Lima Gunung, Reog Ponorogo, Kirab Cap Jie Shio, Kelompok Gunungan Kue Keranjang, dan Gunungan Kuliner Khas Balong. Selain itu acara ini semakin menarik dengan digelarnya Festival Pelangi Nusantara yang dimeriahkan oleh tari-tarian dari berbagai daerah antara lain Tarian Immpas dari Papua dan Tarian Flobamorata dari NTT. Acara yang merupakan akulturasi budaya Tionghoa-Jawa ini berpusat di Pasar Gede dan dimulai tepat pada pukul 14.00 WIB.  (*Pict 1)

1

***

Tepat pukul 2 siang seperti yang ditunjukkan jarum jam di Bundaran Pasar Gede, acara ini dimulai  dengan diawali Tari Merak yang dibawakan oleh Sanggar Tari Surya Sumirat, menyambut kedatangan Walikota Surakarta FX. Hadi Rudyatmo. (*Pict 2, 3, 4, 5,6)

2

3

4

5

6

Dengan diawali ucapan syukur ke hadirat Tuhan YME Walikota Surakarta FX. Hadi Rudyatmo memberikan sambutan, lalu disambung dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya bersama dengan seluruh masyarakat yang memadati depan panggung maupun yang memenuhi jalan hingga ke perempatan Warung Pelem / JL. Urip Soemohardjo. (*Pict 7 )

7

Kemudian pengibaran bendera start yang menandakan dimulainya Karnaval Budaya Grebeg Sudiro 2014 dilakukan oleh Walikota. Namun sayang saat-saat penuh momentum itu “ternodai” oleh kontributor Yogya beserta temannya yaitu Fire, Sumonggo dan Dewi Mugiyem yang agak-agak merusak pemandangan. (*Pict 8)

8

Dan pada kibasan ketiga dari bendera start yang sempat sedikit mengenai kepala Dewi Mugiyem, karnaval pun dimulai dengan barisan terdepan pasukan Paskibraka dan Budaya Lokal sebagai pembuka jalan. Lalu diikuti oleh Drum Band dari SD Warga dan anak-anak Paud Cempaka. (*Pict 9, 10)

9

10

Lalu dari arah barat depan klenteng muncul peserta karvanal yang menggotong miniatur Sangga Buwana seperti yang terdapat di Kraton Surakarta   (*Pict 11)

11

Disusul di belakangnya miniatur tempat ibadah Tridharma Tien Kok Sie – Avalokitesvara seperti yang terdapat di sebelah selatan Pasar Gede. (*Pict 12, 13, 14)

12

13

14

Asosiasi pedagang Pasar Gede pun turut berpartisipasi, dengan Gunungan sayur-mayur dan buah-buahan segar dan tentu saja, para bakul yang juga agak segar karena berhias. (*Pict 15)

15

Dan ini adalah Pawang Geni, yaitu alat pemadam kebakaran “setengah ringan” (alat pemadam berat adalah mobil Damkar, jika ringan adalah alat pemadam berbentuk tabung) hasil pemikiran mantan Walikota Solo, Joko Widodo. Alat ini dimaksudkan sebagai pemadam kebakaran darurat di kampung-kampung yang susah dijangkau oleh mobil pemadam kebakaran.

Tak cukup dengan berparade, alat ini pun didemonstrasikan penggunaannya dengan menyemprotkan air ke atas yang tentu saja, cipratannya mengenai penonton. Ini menimbulkan jeritan dari beberapa pengunjung wanita. Juga sungutan dari para pria, yang bersungut-sungut sekaligus senang karena akibat semprotan air dari alat itu menimbulkan kejadian pun pemandangan-pemandangan tak terduga. (*Pict 16)

16

Lalu di belakangnya mulai menyusul peserta karnaval umum dari berbagai kelompok kesenian lokal. (*Pict 17)

17

Dimeriahkan juga oleh Tarian Flobamorata dari NTT dan Tarian Impass dari Papua, juga Reog Ponorogo dari berbagai kelompok / padepokan yang menyusul di belakangnya. (*Pict 18, 19, 20, 21, 22)

18

19

20

21

22

Kemudian menyusul atraksi Liong / Barongsai. (*Pict 23, 24, 25)

23 24

25

Juga Liong / Barongsai dari Corps Polisi Militer dan TNI dari kesatuan Yonif 408 (*Pict 26, 27, 28)

26

27

28

Nah, yang ini lupa dari mana karena saking keasyikan menjepret… (*Pict 29, 30, 31, 32)

29 30 31 32

***

Grebeg Sudiro sebagai pesta penyambutan tahun baru Imlek bisa dirasakan oleh siapa saja tanpa membedakan suku, agama dan ras. Semua menyatu dalam kebahagiaan dan kebhinekaan, simbol toleransi dan kerukunan dalam masyarakat majemuk.

Selamat Tahun Baru Imlek. Gong Xi Fa Cai, semoga Anda semua selalu sehat dan kaya. (*Pict 33)

33

***

 

About Anoew

Sedari kemunculannya pertama kali beberapa tahun yang lalu, terlihat spesialisasinya memang yang "nganoew" dan "saroe". Namun tidak semata yang "nganoew-nganoew" saja, artikel-artikelnya mewarnai perjalanan BALTYRA selama 6 tahun ini dengan beragam corak. Mulai dari pekerjaanya yang blusukan ke hutan (menurutnya mencari beras) hingga tentang cerita kehidupan sehari-hari. Postingannya di Group Baltyra dan komentar-komentarnya baik di Group ataupun di Baltyra, punya ciri khas yang menggelitik, terkadang keras jika sudah menyenggol kebhinekaan dan ke-Indonesia-annya.

My Facebook Arsip Artikel Website

24 Comments to "Karnaval Budaya Grebeg Sudiro 2014"

  1. anoew  10 February, 2014 at 20:46

    Lieber Hennie, tentu saja aku yang njepret. Bahkan ada sih, yang lagi persiapan karnaval salah satu peserta itu ganti kostum darurat di pinggir jalan, hanya menggunakan selembar kain sebagai penutup dari pandangan orang. Foto itu kalau mau kupasang di sini, takutnya malah bikin servernya lemot

    Tentang bagian dada, itu beneran nggak sengaja. Aku njepretnya fokus kok…, tapi entah kenapa lensa kamera mengarah ke dada (maksudnya dada pak polisi, kan..).

  2. HennieTriana Oberst  10 February, 2014 at 20:27

    Pasti yang motret makhluk-makhluk cantik itu dirimu kan, lieber Anoew.
    Ada yang pas di bagian dada juga ya, terus ada pak polisi yang tersenyum

  3. anoew  6 February, 2014 at 16:36

    Hai Tammy, bener banget! Itu kebetulan pas di depanku atau, memang aku yang beruntung bisa dapat sudut pengambilan gambar yang lumayan. Bayangkan (jangan lama-lama), saat si penari baju ijo itu mengibaskan selendang dan melenggokkan badan, itu berjarak tak lebih dari setengah meter di depanku. Segarnyaaaaa…! Kinyis-kinyissss..

  4. Tammy  6 February, 2014 at 16:30

    Anoew: yg nari pake baju ijo cantik ya. Yg nonton pasti ngerasa seger biarpun matahari terik.

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.