Surat Keduabelas dari Desa

Angela Januarti Kwee

 

Dear. David

Btw David, apa kamu selalu merindukan surat dariku? Seorang bapak berkata “Kalau seorang cowok dapat surat seperti ini, rutin, berseri, siapa yang tidak klepek-klepek.” Apa hal tersebut juga terjadi padamu, David?

Aku punya sedikit cerita tentang petualanganku. Belum lama ini aku mengunjungi sebuah desa yang baru bagiku. Saat aku mengkonfirmasi jadwal kunjungan pada seorang teman cewek yang bertugas di sana, ia memberikan saran agar aku dijemput saja. Menurutnya jalanan rusak dan perempuan bisa menangis di jalan kalau bawa motor sendiri. Cukup ngeri sih mendengar ceritanya dan aku pun memutuskan meminta seorang dari mereka menjemputku.

Di beberapa titik jalan memang rusak, tapi bagiku tidak terlalu ekstrem karena jalannya tidak mendaki. Dalam perjalanan menuju ke sana, aku juga mendapatkan permandangan puluhan truk yang mengangkut tandan-tandan sawit mengantri masuk ke pabrik pengolahan sawit. Menurut info yang ku dapatkan antrian ini bisa berlangsung berhari-hari.

surat12 (1)

Padahal setahu ku, tandan buah segar (TBS) yang sudah dipanen harus diolah paling lambat 1×24 jam. Istilah yang mereka pakai itu panen, angkut, olah (PAO). Bila lebih dari 24 jam, asam lemak bebas (ALB) pada TBS akan naik yang mengakibatkan menurunnya kualitas minyak. Bila sudah begitu, harga crude  palm oil (CPO) menjadi rendah dan tentunya merugikan petani.

Aku juga membayangkan banyaknya lahan yang digunakan untuk menanam sawit, terasa miris sekali. Tapi aku tidak ingin membahas ini lebih lanjut. Ada keindahan lain yang kudapatkan saat tiba di sana.

Usai jam kerja, kami pergi ke sungai untuk menikmati waktu menjelang senja. Menurut teman-teman permandangannya bagus. Dalam perjalanan ke sungai, kami bertemu dengan anak-anak yang baru pulang bermain. Kamu tahu kan aku sangat suka masuk ke dunia mereka. Maka, aku mengajak mereka untuk berfoto dan mandi bersama ke sungai. Air sungai bersih dan terasa dingin. Ada banyak bebatuan dan pepohonan yang menambah keindahan sungai dan sekitarnya. Masyarakat terlihat sangat peduli dalam menjaga kelestarian hutan. Aku senang menikmati semua ini.

surat12 (2)

surat12 (3)

Petualangan kali ini aku hanya menginap satu malam. Dalam perjalanan pulang, jalanan sempat banjir setelah diguyur hujan semalaman. Ohya, teman yang memboncengku itu badannya agak pendek – kakinya tidak sampai ke tanah bila mengendarai motor. Maka, aku yang dibonceng dan lebih tinggi harus bersiap-siap menahan motor bila kami akan jatuh. Meski badannya mungil, dia terlihat cukup pandai mengendarai motor di jalan yang rusak dan licin.

surat12 (4)

Bagiku, kebahagiaan kalau berkunjung ke dusun atau desa baru adalah keseruan bermain bersama anak-anak di sana. Terlebih bila mudah akrab dengan masyarakatnya, kita akan selalu diingat oleh mereka. Aku juga sering merasa rindu untuk kembali berkunjung ke tempat yang sudah kudatangi. Kapan-kapan kita berpetualangan bersama ya, David. Aku akan memperkenalkan kamu pada mereka. Ada cerita seru lain dalam petualangan setelah ini, tapi tunggu surat selanjutnya saja. Aku mau istirahat sekarang, badanku lelah sekali. Selamat malam, David.

Love,

surat12 (5)

Mawar

 

About Angela Januarti Kwee

Tinggal di Sintang, Kalimantan Barat. Bersahaja namun sangat dalam memaknai kehidupan. Banyak sekali kegiatan yang berkenaan dengan kemanusiaan, kebhinnekaan dan wujud Indonesia yang plural. Menembus batas benua dan samudra membagikan cerita kesehariannya melalui BALTYRA.com

My Facebook Arsip Artikel

5 Comments to "Surat Keduabelas dari Desa"

  1. Angela Januarti  7 February, 2014 at 08:19

    Pak DJ : terima kasih untuk selalu membaca tulisan Angel
    Salam sayangku untuk bapak dan keluarga. Tuhan memberkati.

  2. Dj. 813  5 February, 2014 at 20:20

    Dear Angel….
    Terimakasih untuk kata-kata dalam surat yang begitu polos.
    Jadi ingat sekita 40 tahun yang lalu kalau dapat surat dari pacar.
    Memang benar, kadang baca surat sambil cengar-cengir sendirian.
    Seolah memang dunia milik kami berdua.

    Ditunggu surat yang akan datang.
    Salam manis dari Mainz.

  3. Angela Januarti  5 February, 2014 at 14:08

    Kak Alvina VB : Ndak terasa sudah surat ke 12

    Pak JC : Stttt, itukan surat dari Mawar. Hehehe

  4. J C  5 February, 2014 at 11:44

    Dapat surat dari Angela, dunia serasa hanya milik berdua…

  5. Alvina VB  5 February, 2014 at 08:54

    Surat yg ke-12!!!

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *