Menyapa Seniman Opera Peking

Hennie Triana Oberst

 

Kemarin aku terima satu email dari salah satu guru bahasa Mandarinku, yang memberitahukan bahwa minggu depan ada pengenalan seni Opera Peking di tempat kami belajar.

Selesai mengikuti kursus siang itu, kami menuju ruang lain di mana demonstrasi seni tersebut dilaksanakan. Ruangan terlihat masih belum terlalu ramai oleh para pengunjung, tetapi sudah mulai terlihat sibuknya para seniman mempersiapkan acara.

Opera Peking adalah seni pertunjukan yang memadukan seni drama, vokal, tari, bela diri dan tak jarang ditampilkan juga seni akrobat. Para pelakonnya mengenakan kostum dan tata rias muka dengan warna-warna yang menyolok, yang merupakan ciri khas Opera ini.

Warna-warna tersebut menggambarkan sifat dan karakter tokoh yang diperankan, seperti loyalitas, penghianatan, cantik, jelek, baik, buruk, terhormat dan hina. Seorang pelakon dengan riasan wajah merah mengekspresikan kesetiaan, keberanian, dan kejujuran. Warna kuning dan putih umumnya memiliki arti yang negatif yang menggambarkan kemunafikan dan kekejaman. Sedangkan warna keemasan dan keperakan melambangkan Dewa Dewi dan raksasa atau monster.

Opera Peking mulai dikenal di penghujung abad ke 18, ketika rombongan seniman opera daerah dari provinsi Anhui diundang dalam perayaan hari ulang tahun ke delapan puluh Kaisar Qianlong dari Dinasti Qing atau disebut juga Dinasti Manchuria.

opera-peking (1)

Seorang lelaki, salah satu dari yang bermain musik, yang juga bertugas sebagai juru bicara mulai menerangkan kepada kami, setelah seseorang mengikuti latihan selama 12 kali, biasanya ia akan bisa ikut tampil pada pementasan Peking Opera tersebut. Sesuatu yang sedikit sulit kupercaya. Karena bakatku dalam hal tari menari sedikit payah. Walaupun sewaktu sekolah dulu aku bisa sedikit menari beberapa tarian yang kupelajari seperti tari daerah Melayu, Jawa, Karo dan Minang.

Aku lihat seorang wanita yang masih sangat lincah, berwajah cantik dan kulit yang terpelihara baik di usianya yang tak muda lagi. Ia bernyanyi dengan suara yang nyaring, melengking, khas penyanyi seni opera seperti ini. Ia dan seniman yang lain menawarkan kepada kami, para penonton, untuk mencoba bernyanyi, memainkan instrumen musik yang ada dan tak lupa mengenakan kostum yang biasa dipakai para pelakon Opera. Aku ikut mencoba mengenakan kostumnya, kupilih warnanya yang terang menyala. Selain gerakan menarikan tangan dengan gemulai, juga diajarkan cara berjalan. Terus terang cara berjalan tersebut sungguh rumit aku praktekkan.

Begitupun aku mulai mencobanya, menggerakkan tangan dengan kostum yang dirancang dengan panjang lengan yang tidak biasa, sangat panjang. Kemudian berjalan dengan melangkah pendek-pendek dengan kedua telapak kaki seperti terekat satu sama lain. Langkah yang dihasilkan hanya beberapa centimeter saja. Sulit sekali. Salah melangkah bisa menginjak kostum yang dipakai.

Walaupun tidak berhasil menari dan berjalan seperti seniman Opera Peking, paling tidak cukuplah untuk sekedar berfoto dengan kostum cantik ini.

opera-peking (2)

Beijing, 20120603

(de.wikipedia.de / german.cri.cn)

 

24 Comments to "Menyapa Seniman Opera Peking"

  1. HennieTriana Oberst  28 February, 2014 at 22:41

    Phie, iya benar sekali, jika kita berada di tempat baru, sebisanya mempelajari bahasanya (jika belum bisa) dan mengenal budaya setempat juga.

    Di spanduknya nggak ada wajahku ya? hehehe…

  2. phie  22 February, 2014 at 12:48

    eh aku jd inget mba hennie, awal bln lalu ada spanduk gede2 di mall Baltimore ktanya mo ada pertunjukan Peking dance art (gambarnya kya akrobat gitu deh) menyambut chinese new year. mungkin mirip/sama dgn yg mba alvina bilang tu.

  3. phie  22 February, 2014 at 12:45

    mba hennie cakep bgt pake kostumnya, suka warnanya jg! iya klo belajar ttg bahasa jg belajar budayanya ya. ga ada kata terlambat utk belajar sesuatu yg baru

  4. HennieTriana Oberst  10 February, 2014 at 17:21

    Octavia, terima kasih sudah mampir

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *