Koleksiku

Dewi Aichi – Brazil

 

Ha ha ha….ssttttt…jangan ketawa dong, ngapain sih ketawa? Antik ya koleksiku? Aku kan ngga mampu koleksi intan berlian, mobil-mobil mewah, rumah real estate, apalagi koleksi istri…eh salah ya…masak koleksi istri.

Nih sederet koleksi pribadiku, tapi bisa dinikmati bersama dan siapa saja, asal di rumahku menikmatinya he he…

koleksi01

Wortel, bawang bombai, timun suri, batang seledri, cabe.

Koleksi antik tersebut diawetkan dengan vinegar, jangan sampai tercampur dengan air sedikitpun. Wortel agak beda, baby carrot dicuci sampai benar-benar bersih, lalu direbus dengan air campuran vinegar dengan perbandingan yang sama, jumlah air tergantung wortel yang direbus, yang penting wortel bisa tenggelam semua. Direbus selama 15-20 menit setelah mendidih, atau jangan sampai empuk, masih dengan sensasi kemriuk klethuk kalau digigit.

Setelah itu wortel ditiriskan, kemudian rebus lagi air dan vinegar ditambah sedikit garam dengan jumlah yang sama dengan jumlah air dan vinegar yang dipakai untuk merebus wortel tadi. Sambil menunggu air mendidih, masukkan wortel ke dalam toples (kaca), jangan memakai bahan plastik untuk mengawetkan. Nah setelah mendidih, masukkan air rebusan tadi ke dalam toples yang sudah diisi wortel. Tutup yang rapat, bisa dikonsumsi setelah satu minggu. Dan wortel ini awet, bisa bertahan sampai bulanan.

koleksi02

Untuk mengawetkan bawang bombay, cabe, batang seledri dan timun suri, cukup semua dicuci yang bersih, tiriskan, masukkan ke toples dan tuangi vinegar sampai di atas bahan yang diawetkan. Kecuali bawang bombay setelah dikupas, cuci bersih, masukkan toples, kemudian tuangi vinegar dan olive oil, perbandingan sama, misalnya 200 ml vinegar dan 200 ml olive oil, saya sendiri memakai 500 ml untuk keduanya.

koleksi03

Bawang bombay setelah 1 bulan lebih baru bisa dinikmati, lebih lama lebih enak, dan bisa bertahan sampai lebih dari 1 tahun.

Batang seledri, cabe dan ketimun caranya sama, cuci bersih, baru masukkan ke toples, kemudian tuangi vinegar, bisa dikasih bawang putih maupun rempah-rempah lainnya seperti lada.

Selain bahan-bahan di atas yang diawetkan, bisa juga mengawetkan daun bawang, daun seledri, coentro, caranya dicuci bersih, iris kecil-kecil sesuai kegunaan, misalnya untuk taburan hidangan. Ingat, jangan sampai menyimpan jenis-jenis daunan tersebut dalam keadaan basah. Sebaiknya setelah dicuci, ditiriskan dulu seharian, agar benar-benar kering, kemudian baru diris-iris, taruh masing-masing ke tupperware, lalu simpan ke dalam freezer.

koleksi04

koleksi05

koleksi06

koleksi07

Satu lagi yang bisa diawetkan untuk dijadikan salad, yaitu telur putuh, tapi ini harus disimpan di kulkas, untuk caranya sama dengan mengawetkan bawang bombay, bisa ditambah oregano.

koleksi08

 

About Dewi Aichi

Berasal dari Sleman Jogjakarta, saya blasteran (antar kelurahan maksudnya), happily married to a Brazilian guy. Dari Jogja merambah dunia. Pernikahan lintas benua adalah pilihannya. Setelah beberapa tahun di Distrik Aichi, Jepang, sekarang tinggal di Brazil bersama keluarga tercintanya. Tingkat sudrunnya setara dengan saudara-saudara sepersudrunannya seperti Nur Mberok, Elnino, Fire dan jelas Lani van Kona.

Di sini saya bukan siapa-siapa dan bukan apa-apa, saya hanya sekedar menulis apa yang saya rasakan, apa yang saya alami, dan apa yang menarik buat saya untuk ditulis. Jika ini bermanfaat untuk diri saya sendiri dan juga untuk teman-teman, saya sangat bersyukur

My Facebook Arsip Artikel Website

29 Comments to "Koleksiku"

  1. IWAN SATYANEGARA KAMAH  18 February, 2014 at 11:10

    Wah…ingin coba..

  2. Dewi Aichi  17 February, 2014 at 22:15

    Kalau itu pasti pak Handoko he he…

  3. Dewi Aichi  17 February, 2014 at 22:14

    Anoew…ssstttttttttttttt…sing kuwi aja diomongke to ha ha…wah jian…wong wis tak balekke, tak titipke JC mbiyen kae lho….

  4. Dewi Aichi  17 February, 2014 at 22:12

    Betul sekali Hennie, harus diakalin, apalagi di negara yang ada musim dingin, saat harga sayuran mahal, cara ini cocok untuk diterapkan, daun seledri, daun bawang, coentro, paling tepat disimpan di freezer.

  5. Handoko Widagdo  17 February, 2014 at 20:28

    Tentu saja sirup perangko rasa sayang Mbak Dewi.

  6. anoew  17 February, 2014 at 20:20

    Lho, Wik? Koleksimu yang ini kok nggak mbok pamerkan tho? Malah ada punyaku satu dari dulu masih di KoKi kamu pinjam nggak balik-balik.

  7. HennieTriana Oberst  10 February, 2014 at 10:40

    Dewi, rajin sekali ya bikin acar acaran seperti ini.
    Aku suka juga, tapi timun biasanya, itu juga nggak bikin sendiri, beli yang sudah jadi hehehe…

    Aku suka masukkan juga ke freezer daun-daunan untuk tambahan bumbu masakan seperti daun jeruk purut, lengkuas juga (setelah aku iris tipis), sereh, daun kari juga karena langka (bawa dari Indonesia), cabe..wah banyaklah terutama yang sulit didapat di pasaran sini.

  8. Dewi Aichi  10 February, 2014 at 09:33

    Ariffani, rasanya asem cuka gitu, semacam acar, jadi rasa sudah berubah, biasanya asemnya sangat kuat, makanya bisa dicampurkan dengan bahan salad lainnya, agar tidak terlalu asem.

  9. Dewi Aichi  10 February, 2014 at 09:31

    pak Handoko, waduh ha ha …sirup perangko….siappp…rasa apa?

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *