Jodohku, di manakah Kau Berada?

Bunga Kirani

 

“Kapan nikah?”, “Aduh…. Ingat kamu sudah kepala 3, masa masih single aja… kamu tidak kasihan sama orang tua kamu? pasti mereka mikirin terus!”, “Jangan pilih-pilh cari suami”, Itulah hal-hal yang selalu diucapkan oleh orang-orang di sekitar saya.

Kalau saya bilang saya tidak mikir untuk nikah, itu salah besar… saya terus bermimpi dan berusaha terus untuk bisa menemukan pria impian saya, tapi apa daya kalau jodoh belum tiba?

Sekarang usia saya 30 tahun, masih single dan masih dalam proses mencari pendamping hidup, dan memang saya akui kalau saya tertarik dengan orang bule. Bukannya saya nggak mau sama orang lokal, tapi memang saya gak laku, dan saya bukan tipe cantik buat orang lokal yang putih atau imut-imut, badan saya cenderung terlalu “besar” dan kulit terlalu hitam buat mereka.

Alasan kedua saya pilih bule, karena dari dulu saya bercita-cita bisa tinggal di luar negeri, saya tahu hidup di luar negeri susah dan tidak semudah yang dibayangkan. Tapi kalau hidup di luar negeri dan Jakarta sama-sama susah, kenapa saya tidak pilih tinggal di tempat yang lebih teratur dan tidak berpolusi? Saya tahu otak saya pas-pasan, dan orang tua juga bukan dari golongan kaya, saya nggak mungkin bisa tinggal di luar negeri dengan cara bersekolah di sana baik dengan jalur beasiswa atau bayar sendiri. Dan kalau cari pekerjaan, sudah pasti ijazah Indonesia saya tidak laku di sana.

Tapi ini bukan berarti saya bule hunter yang berniat matre atau cuma mau memperbaiki hidup ya… saya bukan wanita matre, buat saya it’s a BIG NO, saya juga pilih-pilih kriteria tentang bule yang saya mau, dan yang terpenting semua harus berdasarkan cinta, karena perasaan tidak bisa dipaksakan, dan saya benar-benar ingin mencari pendamping hidup yang sesuai dengan usia saya…. Karena saya benar-benar ingin tumbuh tua bersamanya.

Pencarian saya akan Mas Bule sang belahan jiwa ternyata tidak mudah. Saya punya beberapa sahabat pena, dan salah satu sahabat pena tersebut ada yang spesial di hati saya, dia orang Inggris, kami bersahabat sekitar 4 tahun lebih, karena banyak persamaan dan bercerita tentang keseharian secara rutin, lama kelamaan kami suka satu sama lain, dan bisa dibilang kami hampir jadian walau belum pernah ketemu. Beberapa kali saya minta dia datang ke Indonesia, dan beberapa kali dia mengulur-ulur waktu, alasannya karena tidak ada uang. Ok… saya bisa dan mau menunggu, tapi apa daya hubungan kami pun putus sambung, dan akhirnya benar-benar putus akhir 2011 lalu… saya kecewa berat dan patah hati (memang salah saya terlalu “mengharapkan” pria tersebut).

Setelah patah hati, saya pun berusaha untuk move on, dan sebagai obat pelipur lara, saya pun menabung selama setahun agar saya bisa berkunjung ke Eropa. Cita-cita saya kesampaian, saya bisa jalan-jalan di sana selama sebulan, karena saya ingin tahu negeri barat seperti apa, dan pulang dari Eropa saya semakin mantap untuk bisa tinggal di luar negeri… Akhirnya setelah saya pulang jalan-jalan, saya putuskan untuk ikut biro jodoh, dan agar lebih leluasa berkomunikasi, saya pun bayar keanggotaan.

Ikut biro jodoh juga ternyata tidak mudah, rata-rata yang saya temui hanya scammers, ataupun orang-orang yang tidak serius mencari pasangan. Tapi suatu hari setelah beberapa bulan bergabung di Biro Jodoh tersebut, saya berkenalan dengan seorang pria dari benua tetangga, dan menurut saya semua kriteria pria idaman ada di dalam pria ini, dari segi sifat, umur, pekerjaan dan apa yang dia mau dari suatu relationship semuanya sesuai, walau untuk fisik tidak bisa dibilang “ganteng” atau “sempurna”, tapi saya mau terima karena saya merasa fisik bukan lah yang nomor satu, dan saya  juga sadar diri akan fisik saya.

Akhirnya setelah 4 bulan berkomunikasi secara online, kami berdua merasa cocok, pria ini pun datang ke Jakarta untuk berlibur. Kami bertemu untuk lebih mengenal satu sama lain…. Dia sangat baik, perhatian, dan selalu menjaga saya…. jujur saya merasa amat sangat nyaman dengan pria ini, dan di hati saya mulai tumbuh rasa suka dan sayang pada dirinya, dia sempat menanyakan apakah kalau saya pindah ke negaranya, orang tua saya akan baik-baik saja? Saya jawab “tak apa-apa, mereka akan mengerti asalkan saya menemukan orang yang tepat, karena saya di sana tidak punya keluarga dan teman lain, jadi hanya bergantung pada dia”, tapi karena saya ingin lebih mengenal dia lebih jauh, saya bilang jangan buru-buru…

Dia pun setuju dan berjanji untuk menunggu sampai saatnya tiba. “I can wait for you, we can get it through together” itu yang dia ucapkan. Sayapun semakin berbunga-bunga dan berpikir “apa ini memang jodoh saya??”….Sampai saat terakhir kami bertemu, tidak ada yang aneh dari dirinya, dia selalu peluk hangat saya dan memperlakukan saya seperti kekasihnya… Tapi setelah meninggalkan Jakarta, dia tidak memberi kabar ke saya lagi…. Dia pun menghilang tanpa jejak hingga saat ini, dan yang paling bikin saya kesal adalah dia tidak terus terang kepada saya. Apabila saat bertemu tidak tertarik, bukan kah sebaiknya tidak berkata manis dan memperlakukan saya seperti layaknya seorang kekasih? Bukannya sebaiknya berterus terang apa adanya? Saya seperti diterbangkan ke langit dan pada akhirnya dihempaskan begitu saja ke muka bumi. Saya pun kembali kecewa dan patah hati.

jodoh

Jadi kalau ada orang yang menanyakan “kapan nikah?”, saya mau nikah… saya sudah siap nikah fisik dan mental… tapi apa daya jodoh saya belum hadir, jadi tolong jangan buat saya makin terpojok…. Saya benar-benar tulus ingin mencari pendamping hidup… tapi begitu susah… bertahun-tahun saya menanti, berdoa dan menangis, entah kapan akan berakhir penantian saya ini… Saya juga ingin bahagia suatu hari nanti…. dan semoga saya tidak menyerah di tengah jalan, dan semoga penantian saya akan berakhir indah.

Sekian unek-unek saya, terima kasih bagi yang sudah mau membaca sampai akhir

 

Note Redaksi:

Bunga Kirani, selamat datang dan selamat bergabung di BALTYRA.com ya…make yourself at home dan semoga betah serta kerasan. Ditunggu artikel-artikel lainnya. Semua warga Baltyra mendoakan Bunga Kirani mendapatkan jodoh sesuai kehendakNYA…

 

26 Comments to "Jodohku, di manakah Kau Berada?"

  1. Diana  26 March, 2019 at 23:42

    Mmg kehidupan INI penuh misteri termasuk jodoh.bbrp Kali sy jatuh bangun dgn bule tetap blm menemukan juga,sampai akirnya sy punya anak dgn lokal blm menikah resmi ,entahlah.sy Percy tuhan pasti tolong

  2. Matahari  17 February, 2014 at 06:10

    Arrifani dan Bunga…kamu berdua bukan satu satunya wanita Indonesia yang ingin bersuamikan bule….saya sangat yakin ada banyaaaaakkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkk wanita Indonesia yang diam diam mengimpikan pendamping bule..Yang penting kalian hati hati karena ada banyak bule yang hanya iseng…..for fun…one night stand….tapi ada banyak juga yang serius…..dan benar benar ingin nikah….

  3. Itsmi  15 February, 2014 at 16:30

    Saya kira kamu juga tahu bagaimana rasa kalau hanya 80% atau 100%. apalagi bagi wanita….. kamu kan pernah merasakannya waktu ml… jadi tau sendirilah..

  4. Bunga  15 February, 2014 at 10:52

    @Mba Itsmi: Hahaha jadi ajaran yang sy terima salah ya… Seharusnya bagaimanakah?

  5. Itsmi  14 February, 2014 at 20:16

    Bunga, kalo berpikir sesuai dgn pemikiran temanmu kasihan bangat kalian….

  6. Bunga  13 February, 2014 at 19:21

    @Mba Itsmi: Teman saya pernah bilang, kalau cinta jangan dihabiskan, biar gak sakit hati kalau kenapa-kenapa dan saya rasa pendapatnya sangat benar.
    @Pak Anoew: Benar sekali pak, cari jodoh gampang2 susah, yang gampang ya gampang, yang susah ya susah. Terkadang saya berpikir, saya tidak diberikan kemudahan dalam mencari jodoh karena (1) memang belum waktunya, (2) agar saya lebih menghargai sesuatu yang akan saya dapatkan nantinya, karena mencarinya susah dan penuh perjuangan puoollll !!
    @Mba Ariffani: Kita tetap usaha dan berdoa, semoga suatu hari akan dikabulkan, mendapatkan orang yang terbaik dan sesuai keinginan.

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.