Penampilan Bisa Menyesatkan

Tjiptadinata Effendi

 

Hidup adalah proses pembelajaran diri tanpa akhir. Kita bisa belajar dari setiap kejadian di dalam hidup kita, betapapun kecilnya. Salah satu guru terbaik kita adalah alam semesta. Dari alam kita belajar hukum keseimbangan. Bahwa apapun yang tidak seimbang, dalam waktu singkat, pasti akan tumbang dan hancur.

Alam juga mengajarkan kita hukum tabur tuai. Barang siapa yang menabur, maka ia akan menuai. Yang menanam akan memetik buahnya. Tergantung apa yang ditanamkannya. Yang tidak pernah menanam, jangan pernah berharap, suatu waktu akan memetik buah. Yang bila kita memiliki sedikit saja rasa rendah hati, dapat menterjemahkannya: “Yang memberi akan menerima”

Bisa saja ada orang yang menganggap semuanya hanyalah falsafah kosong, yang tidak ada relevansinya dengan kehidupan nyata di dunia ini. Tetapi suka atau tidak, percaya atau tidak, setiap insan, siapapun dirinya, tidak akan pernah dapat melepaskan dirinya atau mengingkari bahwa kita semuanya adalah bagian yang tidak terpisahkan dari alam raya ini. Apapun suku, bangsa dan agama yang kita imani. Buktinya, bila hari mendung, gelap dan badai, maka hal ini akan mempengaruhi suasana hati kita, walaupun kita sama sekali tidak berada di alam terbuka. Sebaliknya, bila sinar mentari cerah, maka suasana hati kita juga ikut menjadi ceria.

Alam mengajarkan kita juga, bahwa yang berkilat itu belum tentu emas, mungkin saja hanya sekeping kaca yang berkilau diterpa sinar mentari atau sepotong benda yang sama sekali tidak berharga, walaupun menampilkan pesona yang mirip dengan emas asli.

Indah, mempersona dan menjadi kenangan indah sepanjang hayat

SAMSUNG DIGITAL CAMERA

foto: doc. pribadi dengan mengunakan Camera digital salah satu rumah mewah yang dimiliki orang orang tekenal di dunia

Setiap manusia yang normal, pasti senang melihat sesuatu yang cantik, gagah dan indah. Apakah sesosok anak manusia ataupun sebuah pemandangan alam. Sesuatu yang indah, dapat menjadi obat yang mujarab, untuk menghindarkan orang dari stress. Oleh karena itu orang tidak segan-segan, mengeluarkan uang dalam jumlah yang cukup banyak, hanya untuk bisa berada di suatu tempat yang indah. Momentum yang sangat membahagiakan ini, biasanya direkam oleh memori dan dijadikan kenangan manis di sepanjang perjalanan hidup.

Saya dan istri termasuk kelompok orang yang mengejar keindahan. Untuk itu kami dengan ikhlas bekerja keras, selama berpuluh tahun, untuk bisa menabung dan menjadikan setiap impian kami menjadi kenjataan.

Di antaranya adalah mengujungi Miami

SAMSUNG DIGITAL CAMERA

foto: doc pribadi

 

Kata Florida- Miami ini, sudah kami dengar sejak dari lama. Ada berbagai kisah kisah yang sangat menarik, tentang keindahan pantai Miami, yang menampilkan pesona alam memukau. Kami bersyukur ke hadirat Tuhan, pada awal September tahun lalu, impian kami itupun terwujud. Florida- Miami…. here we come…! Kami rela belasan jam duduk terkantuk-kantuk di atas pesawat Delta Air yang mengantarkan kami  mendarat di bandara Orlando International Airport, di Florida…

Miami yang mempersona dan memukau

Di Miami kami naik kapal pesiar lokal. Mata seakan tidak ingin berkedip, agar tidak kehilangan setiap moment dalam perjalanan ini, betapapun kecilnya. Tour leader dengan suara yang sangat ramah, menjelaskan setiap lekuk dari pantai terkenal di dunia ini. Begitu piawainya ia menyampaikan, sehingga semakin melambungkan kebahagiaan yang memenuhi setiap rongga diri..

Rumah-rumah orang beken di dunia, yang nilainya membuat kita pusing bila dikalkulasikan dengan rupiah. Bahkan ada rumah yang disewakan per hari dengan nilai ratusan juta rupiah…wonderful…

Tetapi hidup adalah ibarat sekeping mata uang, yang selalu memiliki dua sisi.

Begitu juga bila berbicara mengenai keindahan: Ada yang indah, mempersona dan memukau…tetapi di Florida juga ada: yang indah, mempersona, memukau, tapi mematikan!

 

Everglades

penampilanmenyesatkan (3)

Puas sehari suntuk memuaskan dahaga untuk mereguk segala keindahan dan kecantikan pantai Miami, keesokan harinya, kami dibawa kesuatu lokasi yang bernama Everglades. Di sini kami menyaksikan atraksi seorang pawang dengan seekor buaya. Tapi karena sudah beberapa kali melihatnya di Thailand dan Philippina, maka tontonan yang satu ini, bagi saya menjadi tidak menarik.

Mata saya lebih tertarik melihat sebuah boat kecil, yang mirip miniatur kapal tongkang, yang siap memberangkatkan kami berpetualang memasuki daerah habitat buaya. Pada awalnya sempat saya bertanya dalam hati: ”Lho, yang terlihat sejauh mata memandang, adalah padang rumput yang menghijau amat indah… dimana nanti kami akan menemukan buayanya?”

Pertanyaan tersebut dalam beberapa saat terjawab, ketika kami sudah mendapatkan tempat masing-masing di tongkang mini ini dan sesaat lagi, bunyi mesin menderu-deru. Untuk mana setiap penumpang, diberikan dua keping gabus, untuk menutupi telinganya, untuk meminimalkan kebisingan yang dihadirkan oleh deru mesin tongkang ini.

Dalam hitungan detik, tongkang ini melaju membela hamparan “padang rumput” yang amat luas tadi. Ternyata. yang tadinya kelihatan, bagaikan hamparan permadani hijau yang amat memukau, adalah rawa terdalam dan terluas di Florida. Yang dipenuhi oleh buaya-buaya, yang siap menyantap setiap orang yang terjatuh ke dalamnya.

Kalau tidak mengalami sendiri, rasanya sulit dipercaya, bahwa yang tampak bagaikan padang rumput luas yang menghijau, ternyata adalah rawa yang mematikan. Indah, mempersona, memukau, tapi mematikan….

Malamnya saya merenungkan segala peristiwa yang sepanjang hari, saya alami. Saya terpana, karena di dalam hidup tidak sekali dua, saya terkecoh, melihat sesuatu yang indah, baik, menarik, menawan dan mempersona, ternyata berkali-kali hampir merenggut nyawa saya.

Semoga tulisan kecil ini ada manfaatnya bagi pembaca, agar dalam perjalanan hidup, jangan sampai terpesona pada yang indah, cantik ataupun ganteng, karena mungkin saja bisa membawa petaka dalam kehidupan kita.

 

Wollongong, 09 Februari. 2012

Tjiptadinata Effendi

 

About Tjiptadinata Effendi

Seorang ayah dan suami yang baik. Menimba pengalaman hidup semenjak kecil. Pengalaman hidupnya yang bagai ombak lautan menempanya menjadi pribadi yang tangguh dan pengusaha sukses. Sekarang pensiun, bersama istri melanglang buana, melongok luasnya samudra dan benua sembari bersyukur atas pencapaiannya selama ini sekaligus menularkan keteladanan hidup kepada siapa saja yang mau menyimaknya melalui BALTYRA.com.

My Facebook Arsip Artikel

57 Comments to "Penampilan Bisa Menyesatkan"

  1. Itsmi  15 February, 2014 at 17:30

    Swan Liong Be, saya berasumsi begitu karena waktu itu Pilot tidak di kaitkan…. juga melontarkan belajar di Oxford, itu untuk saya mengsugestikan….tapi saya salah, saya tidak bertanya terus…

  2. Swan Liong Be  15 February, 2014 at 17:16

    Hallo Effendi atau harus panggil apa ya, nama Tjiptadinata koq panjang banget,hehehe…
    Jadi kita terpaut setahun aja ya, saya lahir diJakarta tahun 1942 dan pensiun setelah kerja tidak begitu keras sbg.Banker selama 35 tahun. Tidak begitu keras dalam arti masih menyimpan reserve energy untuk masa pensiun, sesuai dengan dalil ekonomi hanya mengeluarkan tenaga atau energy secukupnya untuk mencapai tujuan optimum, kalo maximum itu hampir tidak terjangkau,bener nggak? Maaf ini hanya renungan sejenak aja! Saya pnya dua putra dan 3 cucu perempuan berumur 9,5 dan hampir 2 tahun, meskipun bule tapi oleh orangtuanya diberi nama cina. Ini sedikit cerita tentang diriku.

  3. Swan Liong Be  15 February, 2014 at 17:01

    Danke Djoko, aku nggak pernah bilang bahwa djoko dapet beasiswa untuk Universitas Oxford, itu kan asumsi Itsmi, aku tau betul bahwa itu pendidikan untuk pilot tidak ada sangkutpautnya dengan uni.
    Lho, Djoko samasekali nggak berhutang terhadapku, aku kan bilang itu tergantung Djoko sendiri mau jawab atau tidak , itu terserah aja.
    Btw, aku tau bahwa tahun 70an mudah sekali untuk dapet visa permanent residence untuk Australia dan Canada, apa Djoko waktu itu ikut test untuk visa PR diAustralia, karena waktu itu banyak orang indonesia ber-bondong² apply visum untuk australia dan banyak yang terkabulkan; apa ini yang Djoko kira sbg. beasiswa? Sebab seperti dapet beasiswa dari Garuda, maka beasiswa misalnya unutk Australia juga ada yayasan atau badan yang emngeluarkan seperti diJerman DAAd atau KAAD atau Humboldt Stiftung etc. Nah, itu yang aku tidak nemu, beasiswa dari siapa.

  4. tjiptadinata effendi  15 February, 2014 at 08:15

    Kalau saya bukan tipe orang yang pintar..apa yang saya raih adalah hasil kerja keras selama 30 tahun dan tentunya berkat Tuhan. pernah jadi kuli bongkar muat dan kuli dipabrik karet dipinggiran kota Medan selama 2 tahun,tapi bersyukur Tuhan selalu memberikan jalan bagi umatNYA yang mau berusaha mengubah nasibnya.. Kami jauh dari kaya,tapi kami hidup berbahagia bersama istri tercinta dan anak anak cucu danmantu.,,salam hangat dan damai untuk teman teman semuanya

  5. tjiptadinata effendi  15 February, 2014 at 08:11

    ya benar Liong,saya terlahir dengan nama Kim Liong.. lahir di Padang ,di jaman jepang,,1943. Baru 16 tahun tinggal numpang sama anak anak di Australia.Terkadang dirumah putra kami di Perth,tapi sekarang lagi di New South Wales,dirumah putri kami..Saya juga sudah pensiun..Jadi saya dan istri bersyukur, setelah kerja keras 30 tahun,sekarang dihari tua,bisa menikmati hidup dengan santai dan penuh rasa syukur..Salam hangat ya Liong dari kami sekeluarga untuk keluarga di Munich…

  6. Dj. 813  14 February, 2014 at 21:03

    Liong….
    Dj. mohon maaf,bukan ngak mau jawab pertanyaan Liong.
    Tapi dengan komentar liong yang ini.
    *** Swan Liong Be 14 February, 2014 at 18:00

    Sayang Djoko belum menjawab komentarku, tapi kalo nggak kejawab ya nggak papa,

    —————————————————————

    Dj. malah kaget dan Dj. cari ppertanyaan yang mana.
    Puji TUHAN….!!!
    Akhirnya ketemu dan baru saja Dj. baca.

    *** @Djoko: Aku perhatikan sudah ebebrapa kali Djoko menulis dapet beasiswa keEropah;
    Pertanyaanku, beasiswa itu kan sangat terikat dengan ilmu yang hendak ditempuh; dan untuk negara tertentu, hanya ingin tau Djoko dapet beasiswa untuk jurusan apa, selain itu beasiswa kan juga ada persyaratannya , misalnya kelak kalo selesai harus mengabdi negara dengan ilmu yang didapati (kalo beasiswa dari pemerintah) , kalo dapaet dari NGO tentu juga ada persyaratannya .
    Btw, aku selama kuliah diMünchen juga terima beasiswa dari suatu yayasan diJerman.
    ———————————————————————————————

    Okay Liong, kita atau Dj. tidak perlu menceritakan semuanya.
    Toch bukan pada tempatnya, kecuali kalau kita berdua saja.
    Hanya sedikit yang akan Dj. informasikan.

    Memang benar, tidak mudah untuk mendapat beasiswa.
    Kan di satu jawaban Dj, untuk ibu Matahari, suudah Dj. jelaskan.
    Kalau yang ke Eropa itu ke England, beasiswa dari Garuda, untuk mengikuti
    pendidikan pilot di Oxford Air Training School. Bukan untuk belajar di Univ. ( coba baca lagi, sebelum bertanya )
    Memang terikat dengan perusahaaan, tapi kan ada waktunya dan tidak untuk selamanya.
    Nanti kalau Dj. ke München lagi, atau Liong ke Mainz, kita bisa ngobrol.

    Okay Liong, Dj. rassa Dj. tidak berhutang apa-apa untuk yang lain untuk menjelaskan, atau…???

    alam mmani untuk keluarga dirumah.

  7. tjiptadinata effendi  14 February, 2014 at 18:43

    ya mbak Hennie,kalau begitu prinsip kita sama yaa.. saya tidak membedakan antara sahabat di darat dan sahabat di facebook/internet.,karena keduanya nyata,bukan bayangan… Memang tidak semua yang ketemu di facebook/internet,jadi sahabat saya.
    Pengalaman juga mirip yaa..sewaktu SMP jadi sekitar tahun 1956,saya suka SAHABAT PENA.Salah satunya ada di semarang…..baru ketemu tahun 2000 hehe sudah jadi kakek dan nenek..lucu..Jadi mau dicari yang cantik dan ganteng yaaaa nggak ada lagi…sudah kadaluwarsa keduanya hehehe…
    Oya,sudah ketemu sama Mbak Syasya Mbak Hennie. ? Kalau ketemu.tolong sampaikan salam saya yaa… Di China ada kakak ipar saya ,sudah sejak tahun 60 an..tapi masih bisa bahasa indonesia….Salam hangat dari jauh yaaa…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.