Hari Otak

Anik – Kediri

 

Menginjak bulan Februari pasti yang mengena di ingatan kita adalah hari Valentine. Momen yang jatuh pada tanggal 14 Februari ini diartikan kebanyakan orang adalah hari kasih sayang. Banyak pemuda-pemudi tak ingin melewatkan momen ini. Para pedagang memanfaatkan momen sekali dalam setahun ini untuk meraup banyak keuntungan dengan menjajakan berbagai barang yang berhubungan dengan Valentine.

Dari coklat, bunga sampai pita pink pasti tak akan luput dari pandangan kita di bulan ini. Memberikan coklat atau bunga kepada kekasih atau teman merupakan hal yang manis untuk memperingati hari penuh kasih sayang. Sebaliknya, larisnya penjualan kondom di hari Valentine apakah juga hal yang manis? Miris rasanya saat mendengar hal ini di acara berita. Berbicara tentang boleh atau tidaknya merayakan hari Valentine memang tidak ada habisnya dari tahun ke tahun. Wajar saja kalau kebanyakan orang melarang adanya peringatan hari Valentine karena banyak hal negatif yang terjadi.

Clipart Illustration of a Bunch Of Floating Party Balloons With

Baru tahun kemarin aku merasakan merayakan hari Valentine. Sebenarnya tidak ada sedikit pun niat untuk merayakannya. Ini berawal dari ide salah satu teman sekelasku yang menginginkan adanya hari spesial untuk kelas kami. Kami bingung memilih tanggal dan bulan apa. Tanggal pertama kali kami masuk sekolah pun kami juga tak ingat. Nah, akhirnya kami memilih hari yang familiar ini untuk merayakan ulang tahun kelas kami. Kami memberinya nama Hari Otak (Oelang Tahun Akuntansi 2) karena nama kelas kami adalah XI-Akuntansi 2. Sebenarnya kami takut untuk memilih hari ini, karena kami tahu banyak pihak yang menentangnya apalagi sebelum hari H ada sebuah demo para mahasiswa di bundaran dekat sekolah yang menyerukan pelarangan perayaan Valentine.

Kesungguhan hati kami yang ingin merayakan hanya untuk ulang tahun kelas bukan untuk Valentine membuat kami tetap melaksanakannya. Acara cukup sederhana. Kami menempati bekas kelas kami yang sudah dikosongkan oleh pihak sekolah untuk meratakannya. Kami bersama-sama membersihkan ruangan kosong itu sebelum tiba hari H. Ada teman yang bertugas membeli kue, balon dan perlengkapan lainnya setelah uang iuran terkumpul. Ada yang unik dari acara ini. Kami diwajibkan membawa bekal makanan dari rumah dan diharuskan membawa kado untuk ditukarkan dengan teman yang lain dengan catatan kami tidak diperbolehkan menggunakan kertas pembungkus kado. Alhasil, kami menggunakan kertas kalender yang dibalik. Tentu semua kado berwarna putih. Saat mengumpulkan kado tidak boleh ada satu orang pun yang tahu. Sehingga nantinya kami tidak tahu siapa pemilik dari kado yang kami terima.

Setelah bel pulang berbunyi, kami dengan segera menuju ruangan kosong yang telah kami tata rapi. Acara pertama yaitu pembacaan doa bersama-sama. Kami memanjatkan harapan-harapan kami untuk kekompakan kelas. Lalu, kami memakan kue bersama-sama. Kue nya dihias sendiri oleh beberapa teman kami. Kebersamaan kami semakin terasa saat kami memakan bekal kami bersama-sama. Suara sendok yang saling beradu di ruangan kecil ini menambah kebersamaan. Mencicipi beberapa makanan teman yang lain membuat perut kami kenyang. Rasa sesak di perut terabaikan begitu saja saat kami mulai bercanda dengan berbagai guyonan.

Apalagi  yang paling heboh saat kami mulai tukar kado. Satu-persatu dari kami harus mengambil nomor undian yang jatuh dari dalam balon yang telah diletuskan dengan jarum. Ternyata tanpa kami ketahui salah satu teman kami memasukkan bubuk lilin ke dalam balon. Rambut dan badan kami berwarna putih. Kami tertawa riang melihat rambut teman yang lain seperti rambut beruban. Setelah bersama-sama membuka nomor undian, satu per-satu anak diizinkan mengambil kado yang bertuliskan nomor undiannya. Tawa kami semakin meledak saat kami sudah membuka kado yang tidak kami ketahui siapa pemiliknya. Ada kotak makan, celengan doraemon, buku harian, boneka kucing, dan bingkai foto yang berisikan foto kami bersama.

party

“Makasih ya, aku di rumah nggak boleh pelihara kucing, senangnya dapat boneka kucing.”

“Celengan doraemonnya lucu.”

“Dapat kotak makan bisa bawa bekal tiap hari ke sekolah.”

“Bingkai foto ini akan selalu membuat aku ingat dengan kalian.”

Satu per-satu anak melontarkan komentarnya. Kebanyakan dari mereka mendapatkan kado yang cocok dengan kesukaan mereka. Yang terpenting bukanlah seberapa bagus kadonya, tapi seberapa tulus orang yang memberikannya.

Sayangnya, untuk tahun ini kami sudah disibukkan dengan berbagai agenda ujian sekolah, dinas maupun nasional. Untuk perayaan hari otak kami tunda setelah kelulusan nanti. Kami selalu berharap nilai Ujian Nasional kami sangat baik dan nilai itu bisa menjadi kado terbaik dari penundaan hari otak.

Saat itu tidak ada beban di antara kami. Kami bersenang- senang seakan lupa bahwa suatu saat nanti ada waktu yang memisahkan kami. Andai saja kami bisa memilih pasti kami lebih suka bersama-sama tanpa harus membayangkan sebuah perpisahan. Persahabatan kami memang tidak lah mulus, pernah ada beberapa hal yang membuat kami salah paham. Bukan hanya tawa yang mengisi persahabatan ini, tangis pun juga pernah ada. Semua asam manis persahabatan telah kami lalui. Hingga pada akhirnya kami selalu dipertemukan kembali dengan kata “maaf” yang membuat keadaan menjadi semakin membaik. Aku bahagia bisa dipertemukan dengan kalian teman, kalian keluarga kedua ku. Dengan kalian aku bisa mengerti apa arti berbagi. Sungguh tawa kalian menjadi obat saat risau menghampiriku. Dari kalian juga aku bisa belajar banyak hal. Masa putih abu-abuku menjadi berwarna karena kalian. Tingkah konyol kalian akan selalu tersimpan rapi dalam memoriku.

Dengan adanya cerita ini, aku ingin menunjukkan Valentine bisa digunakan untuk hal positif, Valentine juga bukan hanya untuk kekasih. Teman, keluarga bahkan orang tua kita juga berhak mendapatkan kasih sayang kita.

I LOVE U CAKARO

 

About Anik

Seorang penulis lepas berasal dari Kediri, yang sharing tulisan-tulisannya melalui BALTYRA.com. Sekarang menetap di Jember.

Arsip Artikel

6 Comments to "Hari Otak"

  1. anik  13 February, 2014 at 06:42

    mbak heny: memang seru
    Mbak Lani: hari oelang tahun akuntansi 2
    pak JC: Kenangan SMA memang sangat indah
    Matahari: kemarin saya melihat mata najwa yang mendatangkan walikota surabaya. dari pengakuan bu Risma. di Dolly terdapat psk berusia 60 tahun dan mendapat banyak pelanggan anak SD karena hanya bisa membayar dengan uang 1000. walikota Surabaya sampai menangis menceritakannya.. wooww saya sangat terkejut.

  2. Matahari  12 February, 2014 at 20:58

    “Sebaliknya, larisnya penjualan kondom di hari Valentine apakah juga hal yang manis? Miris rasanya saat mendengar hal ini di acara berita.”

    Anik…di Indonesia free-sex sudah sangat marak…mulai dari anak sekolah (bahkan masih SMP ) sampai yang tua bangka dan bau tanah…kalau anak anak sekolah disaat valentine ramai ramai membeli kondom…artinya sehari hari mereka sudah sering lakukan…bullshit kalau mereka hanya berexperiment dihari Valentine…..karena itu…lebih baik mereka pakai kondom agar tidak tertular penyakit kelamin…jadi yang membuat kita miris bukan penjualan kondom disaat valentine tsb tapi free sex yang telah begitu marak dinegara kita….Saya senang kamu dan teman temanmu merayakan valentine dengan cara beda…

  3. J C  12 February, 2014 at 20:55

    Kenangan masa SMA…

  4. Lani  12 February, 2014 at 11:40

    Apakah hari otak=VD?

  5. HennieTriana Oberst  12 February, 2014 at 11:11

    Selamat Hari Otak, Anik.

  6. James  12 February, 2014 at 10:39

    1 …….Hari Otak-Otak…..uenak

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.