Sekejam Silet

Toha Adog

 

Hidup ini kejam. Sekejam silet. Tengoklah dunia ini sejenak. Ada perang yang menghancurkan. Ada peluru kendali yang kehilangan kendali dan menggasak anak-anak kecil. Ada radiasi nuklir yang bocor. Ada banyak perkosaan. Ada buruh migran yang dihajar sampai mati. Ada anak membunuh ibunya. Ada suami membakar isterinya. Dan ada isteri yang memotong penis suaminya di saat ia tertidur dengan pisau dapur buatan Cina.

Pada saat itu, saya menduga, di dalam tidurnya si suami sedang bermimpi menjadi anak lelaki yang kembali disunat. Ketika ia terbangun, mimpinya pun telah menjadi kenyataan, hanya saja ia tak menduga pisau dapur itu telah menyunat penisnya terlalu pendek. Ia menjerit seketika tentu saja. “Kamu gila, dengan ukuran sependek ini, bagaimana aku bisa memegangi penisku ketika kencing?” Teriaknya kalap kepada isterinya. “Air kencingku akan mancur tak terkendali, ke tembok, ke ember, ke keran air, oh sial, mikir dong,” teriaknya lagi sebelum jatuh pingsan. Si isteri, sambil masih memegangi pisau dapur buatan Cina yang berlumuran darah, berpikir: benarkah aku memotongnya terlalu pendek? Ia bisa saja mengeluarkan ember itu dari kamar mandi agar tak terkena air kencing suaminya yang mancur ke sana-sini, tapi bagaimana dengan tembok dan keran air itu?

razor

Hidup ini kejam. Sekejam silet. Oke, saya mungkin sedikit berlebihan. Maksud saya, tak perlulah menengok dunia untuk mengetahuinya. Cukuplah tengok ke sekeliling Anda. Ada polisi yang memalak. Ada murid dicabuli gurunya. Ada pencuri yang digebukin sampai mati. Ada pasangan kumpul kebo yang dipermalukan di depan umum. Ada waria yang dikejar-kejar. Ada nenek yang dijambret tasnya hingga jatuh terguling dari sepeda motor dan gegar otak.

Ada kakek dipotong penisnya oleh isterinya ketika tidur. “Kamu gila, dengan ukuran sependek ini, bagaimana aku bisa memegangi penisku ketika kencing?” Teriak si kakek kepada si nenek, isterinya. “Air kencingku akan mancur tak terkendali, ke tembok, ke ember, ke keran air, oh sial, mikir dong,” teriaknya lagi sebelum jatuh pingsan. Si nenek, sambil masih memegangi pisau dapur buatan Cina yang berlumuran darah, berpikir: benarkah aku memotongnya terlalu pendek? Ia bisa saja mengeluarkan ember itu dari kamar mandi agar tak terkena air kencing suaminya yang mancur ke sana-sini, tapi bagaimana dengan tembok dan keran air itu?

Hidup ini kejam. Sekejam silet. Dengan mengulang-ulang cerita penis yang dipotong oleh si isteri, saya tak bermaksud untuk memojokkan perempuan. Saya tak bermaksud untuk mengatakan bahwa dunia ini menjadi kejam akibat hadirnya isteri. Saya juga tak bermaksud mengatakan bahwa para perempuan lebih brengsek dari lelaki. Bagi saya, yang terjadi justru sebaliknya. Para lelakilah yang lebih brengsek. Lihatlah ke sekeliling. Murid yang dicabuli oleh guru ngajinya. Gerombolan lelaki yang memperkosa di dalam bus, taksi, atau di mana saja. Lelaki yang mengiris penis teman lelakinya yang sedang tidur karena cemburu. “Kamu gila, dengan ukuran sependek ini, bagaimana aku bisa memegangi penisku ketika kencing?” Teriak si lelaki kepada teman lelakinya. “Air kencingku akan mancur tak terkendali, ke tembok, ke ember, ke keran air, oh sial, mikir dong.”

Begitulah. Hidup ini kejam. Sekejam silet. Dan untuk sedikit meredamnya, dan sukur-sukur melupakannnya, maka kita menciptakan hiburan. Tapi hiburan yang diciptakan oleh hidup yang kejam, sekejam silet, adalah hiburan yang juga kejam, sekejam silet.

Tengoklah teve Anda. Seluruh hiburan yang ada di teve sungguh merusak otak. Lihatlah acara joged-joged itu. Atau lihatlah acara Idol-idolan itu. Lihatlah bagaimana para peserta yang bermimpi menjadi idol itu ditolak, dieliminasi, dan dipermalukan. Ketika terlahir sebagai bayi yang belum bisa melek, para peserta itu sebenarnya tak sedikitpun berkeinginan untuk menjadi idol. Mereka bahkan tak pernah meminta untuk dilahirkan. Teve jugalah yang kemudian membuatnya seperti itu. Mereka dibujuk bahwa menjadi idol itu impian semua orang. Dan kemudian, seperti yang saya bilang, mereka lalu dipermalukan.

Tak kurang kejam, lihatlah acara dimana para lelaki berjubah mengejar-ngejar hantu untuk dimasukkan ke dalam botol. Bayangkan, dimasukkan ke dalam botol! Apakah para lelaki pengejar hantu itu belum pernah diiris penisnya ketika tidur?

 

Feb2014

 

8 Comments to "Sekejam Silet"

  1. J C  14 February, 2014 at 10:55

    Kreeeesss…tugel lah sudah…

  2. djasMerahputih  13 February, 2014 at 20:05

    ” Dimana ada kemauan, disitu juga ada jalan. ”
    ————————————–
    Pepatah yang sangat populer,
    djas pikir tadinya: di mana ada kemauan disitu ada keinginan…

    Artikel yang tajam, setajam silet…
    Mantap artkelnya Toha Adog.
    Memaparkan kerjaan sebuah monster yang lembut.

    Salam Adem,
    //djasMerahputih

  3. Dj. 813  13 February, 2014 at 17:36

    ariffani 13 February, 2014 at 12:56

    kalau wanita memperkosa pria ada ga ya?? ato memotong penis pria termasuk dlm wanita yg memperkosa pria?

    ——————————————————

    Ariffani…

    Jawabnya , ADA !

  4. Dj. 813  13 February, 2014 at 17:35

    Dj. kira….
    Hidup ini kejam, SETAJAM pisau silet….

    Memang hidup ini kejam, olehnya kita harus betjuang.
    Hidup ini seperti air yang mengaris dikali kecil.
    banyak bebatuan dan mungkin sampah yang menhalagi jalannya air yang sedang mengalir.
    Tapi selalu ada jalan untuk tetap mengalir…dan mengalir, sehingga satu saat dia sampai di muara dan menjadi tenang.
    Dimana ada kemauan, disitu juga ada jalan.
    Selamat berkarya….!!!

  5. Matahari  13 February, 2014 at 13:24

    Arrifani…ada banyak istri “memperkosa”suami tapi…memperkosa kebebasan …tidak boleh ini tidak boleh itu…harus kesini tidak boleh kesitu….jangan kesana ….jangan kesini…pakai baju yang itu jangan yang ini…makan jangan begitu tapi begini…liburan kesini jangan kesitu dll …karena itu sering mobil pengantin digantungi sebuah spandoek…GAME OVER….ha ha ha just kidding…Pak Toha Adog…tulisannya enak dibaca…

  6. ariffani  13 February, 2014 at 12:56

    kalau wanita memperkosa pria ada ga ya?? ato memotong penis pria termasuk dlm wanita yg memperkosa pria?

  7. Handoko Widagdo  13 February, 2014 at 11:08

    Memang kejam siaran TV itu.

  8. Lani  13 February, 2014 at 11:01

    1 silet

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.