Dia, Perempuanmu

Altje Wantania

 

Sketsa: Pensil pada kertas, 85cm x 60 cm
30 Agustus 2012

DiaPerempuanmu

Dia bukan sekedar bunga
tapi dia juga adalah akar sekaligus tiang

Suatu saat
helai demi helai daunnya akan berguguran
oleh musim dan oleh waktu
ranting-rantingnya akan kering lantas patah
dia akan tumbang oleh alam
atau ditebang oleh tanganmu

Ya
suatu saat
dia memang akan mati
tapi sebelum dia lenyap
dengan ikhlas akan diberikannya
tunas-tunas baru

Dia memang bukan sekedar bunga
dia adalah perempuanmu

Ibumu
kekasihmu
hidupmu

 

About Altje Wantania

Dari Pulau Sulawesi dengan spesialisasi goresan kuas di berbagai media. Goresannya menghiasi banyak media sosial.

My Facebook Arsip Artikel

7 Comments to "Dia, Perempuanmu"

  1. Hennie Triana Oberst  18 February, 2014 at 08:26

    Gambar di atas mengingatkan adegan melukis dengan model telanjang.

  2. Dewi Aichi  17 February, 2014 at 22:16

    Anoew….ohhh ini to perempuanmu?

  3. anoew  17 February, 2014 at 20:43

    Minggu ini kok ada dua artikel tentang gunung ya..

    Lha iya bener, setuju sama Kang Josh. Jangankan lukisan gunung berakar eh, perempuan berakar ini, lha patung manusia akar aja dicabut dari tempatnya ckckck…

  4. J C  17 February, 2014 at 20:12

    Kalau lukisan ini dilihat sama gerombolan preman berjubah, akan terjadi penjendolan sarung berjamaah, dan akan mengharamkan lukisan Altje ini…

  5. Altje Wantania  17 February, 2014 at 12:35

    Terimakasih Baltyra ….. Salam untuk semua.

  6. James  17 February, 2014 at 11:20

    yang mana Perempuanku ?

  7. Handoko Widagdo  17 February, 2014 at 09:22

    Terima kasih. Serasi antara sketsa dan puisinya.

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.