Valentine’s Day – Hari Kasih Sayang Orang Kafir?

Djoko Paisan – Mainz, Jerman

 

Salam jumpa dengan oret-oretan Dj.

Oret-oretan ini, Dj. tulis setelah di FB baca kalau G. Kelud meletus, karena orang kafir merayakan Hari Kasih Sayang (Valentine’s Day). Dj. jujur sedikit bingung, mengapa setiap kejadian yang negativ, selalu dihubungkan dengan agama dan sialnya, yang kafir selalu kena getahnya. Hebat bukan…???

guobluok

Dj. sebagai orang awam dan bodo, mencoba sedikit berpikir. Apakah penduduk di sekitar G.Kelud itu orang kafir semua, mengapa mereka kena hukuman (kalau itu hukuman). Teruuuuussss…. mengapa orang kafir di Eropa da Amerika atau di tempat yang lain tidak kena musibah….???

Ceritanya Dj. muter otak nih, walau otak sekecil brotchen (roti Jerman) saja…. hahahahahahahahaha…..!!!! Kalau Dj. dianggap kafir, padahal Dj. juga berdoa untuk musibah ini agar cepat berhenti dan masyarakat di sekeliling G. Kelud sampai Malang, Solo, Jogya, Purwokerto, Bandung dan entah mana lagi, diberi kekuatan dan pemerintah menyalurkan bantuan dengan secepatnya.

Sekarang kita kembali ke hari kasih sayang, dimana kesalahannya….??? Bukankah “Kasih” itu baik. Lalu Dj. berpikir lagi (entah untuk keberapa kalinya, apakah perang ittu lebih baik daripada kasih sayang…??? Apakah dunia ini sudah keblinger, sehingga tidak lagi menghendaki kasih sayang, tapi perang (Jihad)???

Eeeeee…. omong-omong, Dj. juga sangat bersyukur, saat baca itu tulisan, karena dengan membaca itu tulisan, Dj. jadi ingat, kalau tanggal 14 Februari adalah hari kasih sayang. Pantas hari itu Dj. yang masih setengah tidur, maklum baru jam 8:00 pagi. Tau-tau Susi cium pipi Dj. beberapa kali dan bilang, kalau dia harus berangkat ngarit. Padahal, biasanya hanya 1-2 kali saja…. Dj. pun kembali mlungker sampai jam 10:00 saat wecker bunyi, baru bangun.

Kemudian… Makjegagik, ingat aka jadwal ke kantor, ada pembicaraan dengan boss. Setelah semua selesai, maka Dj. melaju bersama Daniel ke toko bunga…Walau bunga, sudah menjadi kebiasaan Dj. membeli untuk Susi. Tapi kali ini Dj. anggap sebagai hari yang special. Sampai di toko, memang harus antri, karena toko bunga hari itu cukup laris manis…

Saat tiba giliran Dj. si Floristing (pejual dan perangkai bunga) bertanya, mau bunga apa dan seharga berapa….??? Dj…. nggg…. ng….. ya, pokoknya ada bunga Rose dan sedikit daun dan dahan yang cukup menarik, untuk harga, Dj. bilang sekitar € 30,-. Kemudian dia rangkai dan setelah selesai, dia bilang € 17,50 , lho kok murah…??? Rupanya dia hitung 1 tangkai Rose € 3,50 , padahal ini bunga Rose sangat besar, tidak seperti yang biasa.

Mau pesan lagi, tapi Daniel malah bilang, das ist schon sehr schön (itu sudah bagus) …. ya sudah.

valentine-mainz01

Dan saat Susi pulang untuk istirahat makan siang, dia langsung senyum melihat bunga yang di atas meja. Olehnya Dj. semakin bahagia, melihat istri gembira dengan wajah sumringah. Jelas Dj. dapat ciuman lagi…… Ooooo…. betapa indahnya jadi orang kafir…. hahahahahahahahaha….!!!!

Apa yang Dj. ingin katakan… (pernah Dj. tulis, tapi entah dimana, maaaaf sudah lupa). Sebenarnya, orang yang mengasihi istrinya (bukan karena takut), dia sebenarnya mengasihi dirinya sendiri. Lha bagaimana tidak, hanya dengan bunga seharga €17,50 saja, Dj. dapat ciuman berapa kali.

Mala harinya, Dj. ajak Susi makan malam di restaurant “Mexico Lindo”, Dj. pernah cerita waktu itu kami sekeluarga makan di sana. Kali ini anak-anak sibuk sendiri, jadi kamipun hanya pergi berduaan saja. Sengaja kami tidak bawa mobil, tapi malah naik bus yang lega, berdampingan, cukup romantis….

Sampai di kota malah gerimis, jadi semakin romantis lagi, bisa berpelukan dengan lari-lari kecil dan akhirnya kami sampai di restaurant. Wadooooh…. Restaurantnya Voll….

Puji TUHAN….!!!

Saat kami masuk, ada sepasang anak manusia yang berdiri dan mau meninggalkan meja makan, jadi kami bisa langsung duduk di sana. Kami merasa puas dengan tempat duduk dan kemudian datang pelayan membawakan menu card dan menyalakan lilin yang ada di atas meja.

Setelah kami memilih menu dan memesan minuman, maka dihidangkan makanan khas Mexico, yaitu Tortillas atau entah apa namanya dengan sausnya. Yang jelas enak dan agak pedas, cocok untuk lidah kami.

valentine-mainz02

Untuk makanan, Dj. memilih BBQ (Baby Ribs) , ternyata datang 3 potong, jadi cukup banyak juga.

valentine-mainz03

Sedang Susi pesan BBQ biasa, tapi porsinya yang kecil.

valentine-mainz04

Kami makan sambil banyak canda, karena memang hari dimana kami saling mengasihi, walau setiap hari, kami tidak ada bedanya. Yang membikin beda, karena hari ini, kami hanya ikut-ikutan jadi kafir…. hahahahahahaha….!!!

Okay, selamat makan…!!!

valentine-mainz05

valentine-mainz06

Setelah kami meninggalkan Restaurant “Mexico Lindo”, kami masih memilih sedikit jalan kaki sekitar 30 menit, hanya milhat etalase toko yang sudah tutup dan sekedar menurunkan makanan yang di perut….

Walau kelihatan porsinya tidak besar, tapi cukup bikin kenyang, bahkan sangat kenyang….

Okay….

Semoga anda semua yang tergabung sebagai kafir, tidak berkecil hati, karena TUHAN sayang kepada semua umatNya. Mohon maaf, bila oret-oretan ini tidak berkenan. Terimakasih untuk semua perhatian anda, juga terimakasih kepada pengasuh Baltyra yang selalu menayangkan oret-oratan Dj.

Untuk Susi, jelas Dj. akan memberikan yang terbaik.

valentine-mainz07

Kiranya Berkat dan Kasih TUHAN, selalu menaungi kita selamanya, sampai Maranatha TUHAN datang.

 

Salam manis dari Mainz.

Dj. 813

valentine-mainz08

 

About Djoko Paisan

Berasal dari Semarang. Sejak muda merantau ke mana-mana, Bandung dan Sulawesi dirambahnya. Benua Eropa adalah tempatnya berlabuh setelah bertemu dengan pendampingnya di Jerman. Dikaruniai 2 putra dan 1 putri, serta 3 cucu. Keluarga besar Paisan bergaung ke dunia melalui BALTYRA.

My Facebook Arsip Artikel Website

85 Comments to "Valentine’s Day – Hari Kasih Sayang Orang Kafir?"

  1. Dj. 813  24 February, 2014 at 15:56

    Hallo Yulius B….
    Terimakasih sudah mampir….
    Jadi ingat saat anak-anak masih kecil…
    Saat kami sarapan bersama, maka sikecil ( ragil ) berkata.
    Biar kami tidak punya apa-apa, tapi yang penting, kami punya keluarga yang selalu rukun bersama.
    Dia ulangi lagi, dengan kata, kita punya kita, iztu lebih penting dari yang lain.
    Hahahahahahahahaha….!!!
    Olehnya, sampai sekarang, walau mereka sudah dewasa dan tinggal dirumah sendiri-sendiri ( kecuali siragil ), tapi setiap akhir pekan, kami masih kumpul bersama untuk sarapan dan kadang sampai makan malam.

    Ini foto minggu lalu, bersama anak-cucu.

  2. yulius batruty  24 February, 2014 at 13:51

    Wahhh….indahnnya klo kita punya kasihh… Karena dengan kasih kita merasakan apa yg orang lain rasakan…walaupun tidak banyak orang yg memiliki kasih seperti kita para orang kafir…. Trims buat om dj dengan orat oret yg menyentuh…and salam kenal…

  3. Dj. 813  22 February, 2014 at 17:31

    Mas Anoew….
    Terimakasih sudah mampir…
    Kami sudah berumur ( tidak mau dibilang tua… hahahahahaha…. )
    Jadi mau apa lagi, yang penting sehat dan bisa saling membehagiakan.
    Tapi tidak jarang, dalam soal ingin membehagiakan pasangan, malah jadi bertengkar.
    Anehkan, orang biasanya ribut karena saling ingin dilayani.
    kami kadang ribut, karena ingin saling melayani, ingin menyenangkan, ingin agar pasangan bahagia.
    Contoh kecilnya ssaja, soal buang sampah, kami sering rebutan buang sampah, saampai pernah tas sampah koyak. Tapi akhirnya kami malah tertawa berdua dan membersihkan lantai, karena sampah berantakan di lantai.
    Atau Sussi kurang senang makan ikan, sedang Dj. suka makan ikan.
    Nah dia bisa masak dan kadang nyicipin sedikit saja.
    Nah Dj. tahu kesukaannya, jadi hari itu Dj. bikin Rawon dan Dj, sembunyikan di kulkaas.
    taunya dia juga masak ikan, untuk menyenangkan Dj.
    Akhirnya dimeja makan kebanyakan makanan dan kami saling melihat dan jujur malah sedikit kecawa, karena masing-masing merasa gagal untuk membikin kagetan….
    Akhirnya 4 hari lamanya kami makan rawon dan ikan bergantian…. hahahahahahahaha….!!!

    Nah ya,
    Tidak semua yanh kami anggap baik itu selalau baik.
    Kadang mengalah, adalah jalan yang lebih baik.

    Salam manis dari Mainz.

  4. anoew  22 February, 2014 at 15:46

    Dan saat Susi pulang untuk istirahat makan siang, dia langsung senyum melihat bunga yang di atas meja. Olehnya Dj. semakin bahagia, melihat istri gembira dengan wajah sumringah. Jelas Dj. dapat ciuman lagi…

    jujur, saya terharu dan hampir tersendat membaca pas bagian ini. Sungguh keluarga Pakdhe Dj diberkati Tuhan.

    Selamat Hari Kasih Sayang, salam hangat buat semuanya.

  5. Dj. 813  21 February, 2014 at 21:19

    Matahari 21 February, 2014 at 05:14

    Saya suka hari Valentine…karena dulu semasa sekolah hanya gigit jari setiap 14 Feb melihat teman teman kuliah dan teman teman kost pada rayain dengan pacar pacar mereka dan saya kebagian tugas jaga “rumah kost”…Sekarang sesudah menikah…saya “balas dendam”…sebulan sebelum Valentine sudah cari cari restaurant untuk dinner….sudah beli lilin lilin merah berbentuk hati serta coklat coklat khusus Valentine…..pernak pernik Valentine biasanya tidak mahal( 2 – 7 euro ).. karena peminatnya kebanyakan remaja .. …Ada juga teman saya yang tidak suka dengan Valentine…alasannya buang buang duit…Terserah….mau rayakan mau tidak..tidak ada paksaan..…uang uang sendiri…bukan nyuri…mau dipakai untuk apa..terserah kita karena kita yang nyari uangnya….

    —————————————————————————-

    Ibu Matahari….
    Terimakasih sudah mampir lagi…..
    Saat Dj. di Indonesia, malah tidak tahu kalau ada hari kasih sayang.
    Jangankan itu, ulang tahun juga di Indonesia, tidak pernah dirayakan.
    Malah lalu begitu saja, tanpa tahu kalau hari itu hari ulang tahun…. Hahahahahahahahaha….!!!!
    Setelah di Jerman, karena kabiasaan Susi, maka jadi ikut-ikutan….
    Olehnya, untuk Dj. apa yang tidak merugikan diri sendiri dan jga orang lain, ya baik adanya, ya kami lakukan saja.
    Apa yang kiranya kurang baik, ya jngan kerjakan….
    Ambil mudahnya saja….

    Dj. tidak lihat apa salahnya pada “Valentin Day” ( hari kasih sayang ).
    Memang benar, banyak dikomersilkan.
    Lha yang terjerumus dalam hal komersil, ya salah sendiri kan.
    Arti dari kasih sayang itu sendiri kan sangat baik.
    Setiap orangg harus lihat kemampuan sendiri-sendiri.
    Kalau mampu makan di KFC berdua, mengapa harus makan di Steak House.?
    Dan bagi yang tidak mau merayakannya, ya silahkan diam dan jangan ganggu orang yang merayakannya.

    Tapi yang namanya manusia, memang tidak tenang melihat orang lain senang.
    Jadi selalu ingin mencari gara-gara.
    Nah itu namanya tidak FAIR.

    Okay, salam manis dari Mainz dan semoga sehat selalu ya…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.