Kota Universitas Tübingen

Hennie Triana Oberst

 

Tubingen terletak sekitar 30 km arah selatan dari kota Stuttgart, ibukota negara bagian Baden-Württemberg. Kota Tübingen dikenal juga sebagai salah satu kota Universitas di Jerman.

Jika berjalan-jalan di Tübingen, kita akan sering mendengar orang-orang berkomunikasi bukan dalam bahasa Jerman saja. Kota ini dihuni oleh penduduk yang tidak saja berasal dari Jerman, melainkan juga warga dari berbagai penjuru dunia.

tübingen1

Foto 1: Peta lokasi negara bagian Baden-Württemberg

Tübingen hat keine Universität, Tübingen ist eine Universität

Tübingen tidak memiliki Universitas, Tübingen adalah Universitas

Ungkapan ini dikenal karena kota kecil Tübingen yang dihiasi banyak bangunan tua yang artistik ini memiliki jumlah penduduk sekitar 84.000 jiwa, dan dari jumlah tersebut ada sekitar 29.000 mahasiswa, 450 Profesor dan lebih dari 4.000 ilmuwan. Universitas Tübingen merupakan universitas terbesar di Baden-Württemberg setelah Universitas Heidelberg.

Eberhard Karls Universität Tübingen atau biasa disebut Uni Tübingen (singkatan dari Universität Tübingen) didirikan pada tahun 1477, merupakan salah satu dari Universitas yang tertua di Jerman. Tujuh Fakultasnya tersebar  hampir di seluruh penjuru kota. Di kota tua hampir tidak ada bangunan, rumah atau tempat yang tidak terhubung dengan Ilmuwan terkenal. Selain itu ada 9 orang peraih Nobel yang terkait dengan Universitas ini.

tübingen2

Foto 2: Salah satu gedung Universität Tübingen (foto by  Constantin P.)

 

tübingen3

tübingen4

Foto 3 dan 4: Beberapa bangunan tua yang digunakan sebagai perkantoran, toko dan rumah tinggal

 

Menara Hölderlin

tübingen5

Foto 5: Neckar – Tübingen

 

Gambar pemandangan seperti foto di atas sering sekali menghiasi kartu pos atau buku-buku tentang Tübingen. Foto ini diambil dari Jembatan Neckar (Neckar Brücke), jembatan kota di atas sungai Neckar.

Bangunan paling kiri yang berbentuk menara warna kuning adalah Menara Hölderlin (Hölderlinturm). Nama dari salah satu penyair klasik Jerman, Johann Christian Friedrich Hölderlin (1770 – 1843). Beliau menghabiskan separuh masa hidupnya hingga wafat di lantai satu bangunan menara tersebut.

 

Gedung Balai Kota dan Jam Astronomi

Di alun-alun kota Tübingen berdiri satu bangunan yang lumayan besar, yaitu gedung Balai Kota (Rathaus) dengan hiasan Jam Astronomi di bagian depannya. Gedung ini didirikan pada tahun 1435 dengan bangunan tiga lantai, kemudian pada tahun 1508 ditambah menjadi empat lantai, dan dilengkapi dengan hiasan Jam Astronomi pada tahun 1511.

tübingen6

Foto 6:  Gedung Balai Kota

Gedung ini masih dalam tahap renovasi dan pemugaran sampai tahun 2015, jadi masih tidak memungkinkan untuk melihat-lihat bagian dalamnya. Sedangkan kegiatan adminstratif kota telah lama dipindahkan ke gedung lain di tengah kota.

tübingen7

Foto 7: Jam Astronomi  (www.tuebingen.de)

 

Jam Astronomi yang menghiasi bagian atas gedung tersebut adalah karya Johannes Stöffler (1452 – 1531), seorang  ahli Matematika, Fisika dan Astronomi. Beliau juga merupakan salah satu mantan Profesor di Universitas Tübingen. Sampai saat ini jam tersebut masih berfungsi dengan baik, menunjukkan fase bulan dan memberikan informasi mengenai posisi matahari dalam zodiak, juga gerhana bulan dan matahari.

 

Stocherkahn

Pada musim panas akan terlihat lalu lalang Stocherkahn (perahu sejenis Gondola) di sungai Neckar ini. Kita bisa menyewa perahu termasuk juga pendayungnya. Ada yang muat untuk 18 orang penumpang, ada juga perahu yang lebih kecil, bahkan tersedia juga perahu yang didayung seperti mengayuh sepeda untuk  dua sampai empat orang.

tübingen8

Foto 8: Bergondola bersama teman-teman Uni Tübingen

 

Bisa kita saksikan juga setiap tahunnya di sungai Neckar ini diselenggarakan pada musim panas Lomba Mengayuh Gondola, yang diikuti oleh perkumpulan mendayung.

Selain kegiatan ini masih banyak sekali acara yang diselenggarakan dari awal hingga akhir tahun di kota ini, beberapa contohnya adalah Festival Musik, Pameran Bunga Mawar (Rosenfest),  Sommer Insel Fest, adalah pesta musim panas yang diselenggarakan selama hampir dua minggu di pinggiran sungai Neckar oleh Asosiasi Hotelan dan Restoran Tübingen), ChocolART (International Chocolate Festival), Weichnachtsmarkt (Pasar Natal).

Selamat Jalan-jalan di Tübingen!

 

Share This Post

Google1DeliciousDiggGoogleStumbleuponRedditTechnoratiYahooBloggerRSS

45 Comments to "Kota Universitas Tübingen"

  1. HennieTriana Oberst  20 February, 2014 at 11:52

    Meita, hahaha… emang rumah lama sering terkesan seperti itu ya “rumah hantu”.
    Kalau nggak jadi sarang penyamun, pasti jadi sarang penjahat (imajinasi anak-anak).

  2. Nur Mberok  20 February, 2014 at 11:29

    Mb Hebi, rmh seperti gb 3 masih ada lho di SMG. Dekat rumah masa kecilku dulu.

    Aku sering lewat di sana bersama teman-teman naik sepeda. Kami menyebutnya rumah hantu. Dan bersama teman2 aku suka main detektif2an seolah2 rumah tersebut buat ngumpet penjahat….. hahahahahaha

  3. HennieTriana Oberst  20 February, 2014 at 07:29

    Mas Dj.
    Shopping mall di Jerman memang sedikit ya, kecuali kota besarnya. Itu juga tidak terlalu banyak.
    Kalau di Tübingen tidak ada. Tapi saya lebih suka belanja di daerah Fussgängerzone yang banyak toko-toko di sekelilingnya, apalagi ada Cafe.

  4. HennieTriana Oberst  20 February, 2014 at 07:23

    Lani, bener banget. Siapa juga yang nolak makhluk cakep

    Aku belum sempat ke SF. Sayang banget waktu itu rencana ke sana batal karena ada tugas yang lebih penting yang harus ditangani suamiku. Jadilah kami kembali ke Jerman lebih dini dari rencana. Akhirnya refund ticket. Mudah-mudahan ada rejeki lain kali.

  5. HennieTriana Oberst  20 February, 2014 at 07:18

    Tammy, ayo…jalan-jalan ke Jerman

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *