Bahagianya Memetik Buah dan Sayuran di Sekitar Rumah

Wiwit Arianti

 

Bahagia, itulah perasaanku setiap kali memetik hasil kebun sendiri. Kami berdua berasal dari keluarga petani yang tinggal di desa, sehingga kami sangat akrab dengan tanaman di sawah maupun di kebun depan dan belakang rumah. Menanam, merawat dan mencintai tanaman sebagaimana layaknya makhluk hidup yang lain sudah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari keluarga petani di desa, demikian pula dengan keluarga kami. Sehingga ketika kami menikah dan bermaksud memiliki rumah sebagai tempat tinggal, pilihan kami adalah di desa.

Desa selalu memberikan kenyamanan dan ketenangan karena jauh dari hiruk pikuk kehidupan yang seringkali menimbulkan stress. Memanfaatkan tanah pekarangan dengan ditanami berbagai tanaman yang bermanfaat, hasil dapat menjadi sumber gizi dan vitamin sekeluarga.

image001

Ini foto sejengkal tanah  di halaman depan rumah yang kami tanami beberapa jenis tanaman mulai dari beberapa jenis bunga,  tanaman peneduh seperti palm dan glodokan serta tanaman buah seperti manga, anggur, jambu biji merah yang biasa dibuat jus, sirsat, alpukat dan blimbing wuluh yang sekaligus juga berfungsi sebagai peneduh. Banyak saudara yang mengatakan suamiku memiliki “tangan dingin” sehingga apapun yang dia tanam selalu tumbuh dan menghasilkan bunga dan buah yang manis hehehe….

Pohon anggur hijau yang berfungsi sebagai kanopi ditanam di depan pintu pagar sampai depan garasi, sehingga kami dapat memarkir kendaraan di bawahnya tanpa kuatir kepanasan.  Sayang sekali kami belum berkesempatan panen besar sehingga belum mempunyai fotonya.  Halaman ini diapit oleh 2 pohon mangga yang sudah beberapa kali panen dan 3 tahun terakhir ini buahnya sangat banyak sehingga kami bisa berbagi dengan teman-teman, saudara dan para tetangga, bahkan kami sempat menjualnya karena kebanyakan dan setiap pagi berjatuhan. Panen mangga tahun ini sempat kami bawa ke Jakarta dan Jogjakarta untuk oleh-oleh saudara dan teman-teman di kantor.

image002

Inilah foto sebagian hasil panen mangga di depan rumah, ini namanya mangga gadung, rasanya sangat manis karena hampir setiap hari pohonya disiram dengan air bekas cucian daging sapi atau ayam dan ikan. Sebetulnya ada satu pohon mangga lagi di depan gudang namanya manga madu karena jika dibelah di tengahnya berwarna coklat seperti warna madu dan rasanya sangat manis, bahkan lebih manis dari manga gadung. Mangga jenis ini di kota lain ada yang menyebutnya manga arumanis. Tahun ini belum berbuah sehingga belum ada fotonya, semoga tahun depan sudah berbuah sehingga bisa kami bagi fotonya.

image003

Pisang ini juga hasil panen perdana yang ditanam oleh Pak Warno di dekat pohon mangga madu, namanya pisang susu atau orang lain ada yang menyebutnya pisang sereh, rasanya sangat manis dan lembut, lebih matang lebih manis, bahkan ketika kulit luarnya sudah berwarna kehitaman, daging buahnya masih bagus dan makin manis.

image004

Di depan mushola rumah kami, persisnya ada di halaman belakang juga ada pohon sawo manila yang ditanam bersamaan dengan waktu pertama kali kami membangun rumah, sehingga sampai sekarang sudah panen berkali-kali sampai tidak bisa dihitung karena banyaknya. Sawo ini juga sangat manis karena biasa disiram dengan air bekas cucian daging sapi dan ayam serta air bekas cucian ikan seperti halnya pohon mangga di depan rumah.  Itu foto sawo setelah diambil dari pohon dan dicuci bersih dan sedang ditiriskan. Sawo harus dicuci satu persatu sampai bersih baru ditiriskan, setelah itu dibungkus kain dan diperam dengan dimasukkan di dalam kerdus selama 3 atau 4 hari. Kalau tidak dicuci bersih sawo tidak bisa masak dengan merata. Teman-teman ada yang berminat? Besuk kalau panen saya kabari ya, silahkan datang ke rumah.

image005

Inilah bayam raja yang ditanam Pak Warno di bawah pohon sawo, kami  bisa memetik ranting pohon yang muda dan belum berbunga setiap 3 atau 4 hari sekali, untuk dimasak berbagai menu. Biasanya kami mengolah menjadi sayur bening, sayur bobor, tumis bayam dengan tempe, direbus untuk pecel, bisa juga untuk peyek bayam dipilih yang daunnya lebar. Namun sebetulnya, selain bisa diolah menjadi berbagai menu makanan yang lezat, bayam raja juga bisa bermanfaat untuk obat berbagai jenis penyakit Antara lain: animea dengan cara ditumbuk halus, disaring dan  tambahkan air jeruk nipis dan sebutir kuning telur, aduk rata dan minum dua kali seminggu sampai sembuh. Bayam raja juga bisa untuk obat sakit gigi, pelancar ASI (air susu ibu), gangguan pernapasan dan demam. Wah, ternyata banyak sekali manfaat bayam raja ya.

image006

image007

Nah, cabe ini juga hasil memetik di pohon sendiri yang ditanam di halaman belakang di bawah pohon sawo dan di dekat pohon bayam raja. Ada 6 pohon cabe di halaman belakang rumah kami, jika satu pohon saja bisa menghasilkan buah cabe sebanyak itu, pasti sangat berlebih jika kami konsumsi sendiri. Sehingga kami juga biasa berbagi cabe ini kepada para tetangga, saudara dan teman-teman karena kalau tidak dipetik dan terlalu lama di pohon akan jatuh dan membusuk.

image008

Ini jamur hasil panen di kebun depan rumah di dekat pohon mangga, kami dan masyarakat di desa menyebutnya jamur barat, masyarakat lain kalau tidak salah menyebutnya jamur tiram. Maaf, saya belum pernah bertanya pada orang tua maupun nenek dan kakek kenapa jamur ini disebut jamur barat. Biasanya saya memasak jamur ini menjadi pepes atau digoreng dengan tepung dan anak saya menyebutnya jamur krispi, hmm…kriuk-kriuk…. Beberapa hari yang lalu Pak Warno memasak jamur barat ini ala Wonosari, desa tempat asal beliau. Setelah jamur dicuci bersih, ditiriskan dan dibumbui garam, bawang merah dan putih, kemudian dilinting atau dibungkus dengan daun pisang menyerupai lintingan tembakau untuk merokok kemudian dibakar. Ketika sudah hampir masak, aroma yang tersebar harum dan gurih.

image009

image010

Kami juga memiliki tanaman ubi jalar/ketela rambat madu, ubi yang warnanya kuning ini manis sekali ditanam dekat kolam ikan di sebelah cabe, kami biasa memetik daun ubi madu ini untuk direbus dan dimakan dengan sambel trasi atau menjadi campuran pecel dengan sayuran yang lain.

Selain daunnya, Ubi jalar ini konon katanya sangat kaya akan beta karoten, anti oksidan utama, serta berbagai nutrisi lain seperti vitamin C,  vitamin B kompleks, zat besi, dan fosfor. Sehingga menjadikan ubi jalar ini sebagai penguat imun yang hebat. Itulah kenapa ubi jalar juga dapat bermafaat untuk meningkatkan kekebalan tubuh. Selain itu, ubi jalar juga dapat berkasiat untuk menyembuhkan peradangan, bronchitis, kanker, radang lambung, diabetes, tekanan darah tinggi dan stroke.

Setelah membaca tulisan ini, teman-teman jangan membayangkan halaman rumah kami yang luas ya, karena meskipun ada beberapa pohon buah dan sayuran, sebetulnya kami atau persisnya Pak Warno hanya memanfaatkan tanah halaman rumah menjadi lebih optimal untuk pemenuhan gizi keluarga. Sebetulnya pohon cabe, bayam dan ubi jalar ditanam berdekatan atau di bawah pohon sawo di halaman belakang yang hanya beberapa meter saja, demikian juga di haman depan rumah. Tidak ada kata terlambat, bagi teman-teman yang memiliki halaman rumah namun belum dimanfaatkan dengan optimal, mari penuhi gizi keluarga dengan memanfaatkan halaman rumah. SEMOGA BERMANFAAT…

 

 

58 Comments to "Bahagianya Memetik Buah dan Sayuran di Sekitar Rumah"

  1. Wiwit Arianti  6 April, 2014 at 21:39

    Trims mbak, dah saya add di FB..

  2. ariffani  6 April, 2014 at 20:38

    ini email saya bu Wiwit [email protected](dot)com , fb bisa di cari dgn imel tsb bu ,, namanya Putri Arifani

    ^^

  3. ariffani  6 April, 2014 at 20:36

    ini email saya bu Wiwit [email protected] , sudah termasuk fb saya dgn imel tsb dgn nama Putri Arifani

    ^^

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.