Hidup Berjalan Biasa Saja

Toha Adog

 

Kemarin sore, saya pergi ke apotik. Apotik itu sedang ramai. Saya pun duduk di kursi tunggu menunggu obat diracik. Di depan saya, sebuah perosotan kecil berwarna merah-kuning berdiri di pojokan. Perosotan itu terbuat dari semacam plastik tebal. Seorang anak perempuan, yang sebenarnya sedikit terlalu besar untuk perosotan itu, tak henti-hentinya naik turun di perosotan itu. Dan karena tak tahu apa yang mesti saya lakukan untuk menunggu obat saya selesai diracik, maka saya pun memerhatikan anak perempuan itu.

Setiap kali anak perempuan itu mendarat, dengan pantat terlebih dulu, saya memerhatikan wajahnya seperti mengalami disorientasi sesaat. Geragapan. Dan sedikit linglung. Ia seperti habis mengalami tabrakan atau kecelakaan hebat. Dan terus begitu setiapkali ia mendarat.

Tapi lucunya, ia tak berhenti naik-turun di perosotan itu. Dan hasilnya saya pun terus-menerus mendapati ekspresi seperti habis tertabrak itu.

Lima menit pertama saya merasa senang. Saya seperti sedang menonton Home Funniest Video edisi live. Tapi lima menit berikutnya saya pun segera merasa bosan.

Obat selesai diracik. Untunglah. Saya berjalan ke kasir. Ketimik ketimik ketimik.

Dan kemudian dalam perjalanan pulang, saya mampir ke warung yang menjual susu segar. Saya memesan segelas es susu coklat dan memakan sebuah dadar gulung, yang ternyata, sialnya, bagian dalamnya, yang berisi parutan kelapa dicampur gula, sudah basi.

Saya sampai di rumah dan kemudian menonton sepakbola. Pertandingan yang tidak begitu seru. Di akhir pertandingan, Sir Alex Ferguson mengucapkan pidato perpisahan di tengah stadion. Ia memakai coat hitam dengan potongan yang sederhana. Ia pensiun setelah lebih dari dua puluh tahun melatih Manchester United. Konon, ia adalah pelatih tersukses di Inggris. Tapi biarlah.

Saya tertidur dan bermimpi tengah menjahit baju. Sebuah coat hitam dengan potongan yang sederhana.

Pagi, saya bangun dan matahari tak segarang biasanya. Sejuk. Gerimis kecil, sangat kecil, menembus pohon trembesi raksasa dan mampir di teras belakang.

Saya memberi makan anjing-anjing dan lalu mulai bekerja. Saya bekerja di rumah. Menulis, menjahit, menggambar, merekam, mengedit foto dan video dan atau apa sajalah.

Cuaca, tak seperti hari-hari sebelumnya, sungguh, sungguh enak.

challenge-life-as-usual

*Pesan Moral: jangan ganggu anak kecil main perosotan maka hidupmu akan berjalan baik-baik saja.

mei 2013

tohaadog

 

8 Comments to "Hidup Berjalan Biasa Saja"

  1. Nonik  27 February, 2014 at 03:13

    artikel yang walaupun singkat, tapi sungguh fresh & menyegarkan….. <3
    ngakak aku pas baca "ketimik ketimik ketimik." hihihihihi. HIYAHAHAHAHAHAHHA. Bung Toha Adog sukses mencerahkan hati saya sedikit malam ini

  2. Nonik  27 February, 2014 at 03:13

    artikel yang walaupun singkat, tapi sungguh fresh & menyegarkan….. <3
    ngakak aku pas baca "ketimik ketimik ketimik." hihihihihi. HIYAHAHAHAHAHAHHA. Bung Toha Adog sukses mencerahkan hati saya sedikit malam ini

  3. Dj. 813  26 February, 2014 at 23:37

    Bung Toha Adog…. ( ini nama dari daerah mana, kalau boleh tahu ).

    Dj. jadi tertawa sendiri, membaca anda makan dadar gulung isi parutan kelapa.
    Mengapa…???
    Sekitar 15 tahun yang lalu, Dj. bawa dadar gulung isi parutan kelapa untuk sarapan di tempat kerja.
    Nah, ceritanya ada teman kerja yang masuk kamar Dj.seperti biasa, kadang kami berlima atau lebih. Karena mereka senang kasih makan ikan di Aquarium.

    Teman satu ( laki ) bertanya ke Djj., hari ini sarapan apa…???
    Dj. bilang pane kuchen isi semut jepang.
    Dia kaget, semut…???
    Dj. jawab “ya”, semut Jepang bagus untuk kesehatan, tapi cukup mahal.
    Dia penasaran dan ingin coba, kalau boleh.
    Nah ya, Dj. kasih dia sedikit.

    Besoknya heboh, karena dia kemana-mana cerita telah makan semut Jepang yang Dj. kasih di dalam Panne Kuchen. Sampai satu saat Dj. dipanggil boss dan ditanyain, bahkan sedikit dimarahi.
    Kalau itu bawa penyakit, kamu akan bayar ganti rugi yang tidak sedikit.

    Dj. ngakak, karena didepan boss, Dj. jelaskan apa yang sebenarnya terjadi.
    Boss Dj.jadi ikutan tertawa…
    Hahahahahahahahahahaha…..!!!!

    Salam Damai dari Mainz.

  4. J C  26 February, 2014 at 20:57

    Mas Toha Adog, wah, ini singkat, sederhana, tapi mengena…kadang kita memang harus melihat kehidupan seperti Forrest Gump memandang kehidupan, life is simple, yet colorful…

  5. toha adog  26 February, 2014 at 11:35

    haha, thanks mbak dewi Aichi.

  6. Lani  26 February, 2014 at 10:57

    JP : lo kok malah ngajak prosotan????? Mmgnya masa kecil kurang bahagia to????? Hehehe……..

  7. Dewi Aichi  26 February, 2014 at 10:49

    wah…saya sudah mengikuti mlaku ketimik..ketimik..ketimik…agar hidup saya baik-baik saja….hihihi….tulisannya singkat tapi bermakna…..(baca ini sambil ingat foto profilnya di facebook )…bikin cekikik’an..

  8. Joko Prayitno  26 February, 2014 at 08:33

    Hahhaha…..mari bermain prosotan..

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.