Tamu Dini Hari

Fire – Yogyakarta

 

Mereka sudah lama menanti di kursi teras. Kedatangannya pastilah saat kami di rumah masih terlelap.

A1

Setelah menempuh perjalanan lebih dari 200 kilometer, sampailah mereka berkunjung ke rumahku.

A2

Juga rumah para tetanggaku.

A3

Sementara pagi belum lagi terang.

A4

Sebagian berkerumun pada atap fiber di rumah.

A5

Ini butiran abu, bukan salju. Kalo salju turun di Jogja mungkin lain lagi ceritanya. Kadang abu tercurah bagai tepung. Seandainya itu tepung, kan kutampung untuk membikin pisang molen.

A6

Kucing ini bingung apakah hendak menerobos abu, mungkin mengkhawatirkan bulu mbangtelonnya yang indah. Rambutku baru sebentar kecipratan sudah terasa nggedibel.

A7

Akhirnya kucing liar yang sudah jadi permanen-resident di atap rumahku ini (menetap karena betah dikasih makan terus), pilih mendekam di peraduannya daripada bermandi hujan abu.

A8

Meski pagi ini tak bisa bercanda dengan mentari, terpaksa berdiam di dalam rumah, burung love bird ini tetap berkicau ceria.

A9

Lihat kebunku, tak lagi penuh dengan bunga, tapi dengan abu.

A10

Pucuk merahku tak lagi merah pucuknya, tertutup abu.

A11

Pohon manggaku juga diselimuti abu, untunglah dua bulan lalu sudah lewat panennya.

A12

Tali jemuran dan gantungan baju sedang cuti hari ini.

A13

Mungkin kemarin malam tertidur nyenyak tidak mendengar kedatangan tamu ini, karena kupingku tertutup abu, eh kuping gajahku …

A14

Pasti tidak ada penjual pepes hari ini, karena semua daun pisang tertutup abu, kecuali kemarin metiknya …

A15

Pisangku belum matang, tapi sudah keburu diselimuti abu.

A16

Jangan lupa pake masker bila hendak keluar supaya aman. Mau di luar mau di dalam lebih aman pake masker.

A17

Sarang laba-laba ini telah ditinggalkan penghuninya, mungkin sudah lebih dulu mengungsi sesuai anjuran pemerintah.

A18

Terjatuh, bangkit, terjatuh lagi, tawon ini tak sanggup mengangkat sayapnya  yang diselimuti abu.

A19

Jejak sandal jepit Brad Pitt di atas abu vulkanik.

A20

Jejak nyeker Brad Pitt dan para pengikutnya.

A21

Tak lekang oleh panas, tak lapuk oleh hujan, tak gugur oleh abu, anggrek ini benar-benar istimewa.

A22

Hujan salju di negeri orang, hujan abu di negeriku, Negari Ngayogyakarta Hadiningrat, bersyukur yang turun hari ini hanya abu bukan batu. Mungkin Kelud sedang menyapa Merapi, kira-kira begini obrolannya:

Kelud: “Piye kabare, Bro? Suwe ora jamu, ketemu pisan kukirim abu”

Merapi: “Apik wae, iseh penak jamanku, tho?”

Kelud: “Penak, gundulmu …”

Merapi: “Dagadu …”

Kelud: “Nggak ada loe, nggak rame, Bro. Mau ngadem sampe kapan?”

Merapi: “Tanya saja Mbah Rono …”

A23

 

About Fire

Profile picture'nya menunjukkan kemisteriusannya sekaligus keseimbangannya dalam kehidupan. Misterius karena sejak dulu kala, tak ada seorang pun yang pernah bertatap muka (bisa-bisa bengep) ataupun berkomunikasi. Dengan tingkat kreativitas dan kekoplakannya yang tidak baen-baen dan tiada tara menggebrak dunia via BALTYRA dengan artikel-artikelnya yang sangat khas, tak ada duanya dan tidak bakalan ada penirunya.

Arsip Artikel

24 Comments to "Tamu Dini Hari"

  1. Alvina VB  2 March, 2014 at 07:00

    Sangkain maling mas…kl cuma baca judulnya saja. Gimana sudah bersih kan rumah dan sekitarnya dari debu G. Kelud?
    Salam….

  2. Fire  27 February, 2014 at 05:20

    yu lani nggak ngingu manuk yo nggak opo2

  3. Fire  27 February, 2014 at 04:51

    ok opa dj
    betul pak josh makan pisang jgn ndulit abu apalagi ndulit manuk ….

  4. Lani  26 February, 2014 at 23:18

    KANG GENI & LURAH BALTYRA : yu lani sebaiknya manut nasihat bulik aichi , nggak usah rebutan manuk, ngopeni manuke dhewe2, pilih mana klilipan awu opo klilipan pentil ….
    +++++++++++++++

    Jawabannya aku gandeng, sampeyan berdua iki pie ta? Jelas2 aku ora duwe “manuk” baik manuk asli, atau jejaden……
    Ora pernah ngingu manuk kkkkk……..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.