Patagonia

Mpek Dul

 

patagonia01

Patagonia?

Banyak di antara kita yang untuk pertama kalinya mendengar nama ini. Apakah ini?

Lewat kesempatan ini, saya ingin coba sekedar memperkenalkan tempat yang terletak di selatan Argentina, tidak jauh dari kutub selatan, hampir di akir titik bola dunia-the end of the world.

Puluhan negara dan tempat-tempat yang telah saya kunjungi, sejujurnya saja, saya lebih menyukai tempat-tempat, kota-kota dan negara-negara yang eksotis, dalam arti masih belum banyak dikunjungi turis secara masal, di mana udara masih bersih, penduduk yang ramah, spontan, jujur, tidak ada industri berat dan banyak kendaraan bermotor, semua itu penyebab polusi.

Pemandangan alam yang begitu ekstrem berbeda, dimulai dari stepa, gunung tinggi bersalju, hutan, dan pantai bergunung es. Alam masih belum dimanipulasi, dikotori, dijadikan tempat pembuangan sampah atau dirusak oleh tangan-tangan manusia yang hanya mementingkan kepentingan sendiri, tanpa mempedulikan fauna dan flora.

Pesawat Boeing 777 dengan nomor penerbangan KL 707 menerbangkan penumpang dari Amsterdam Schiphol selama 15 jam menuju ke bandara Ezeiza Ministro Pistarini, Buenos Aires, ibu kota Argentina, negara kelahiran dari Maxima, permaisuri dari raja Willem Alexander dari Belanda yang sekarang. Jarak antara Amsterdam ke Buenos Aires sekitar 11.500 km, sedikit lebih jauh dari Amsterdam ke Jakarta.

Perjalanan alternatif lain  yaitu  melewati Guarulhos International Aeroporto, Sao Paolo Brasil dalam 24 jam, karena harus transit sekitar 8 jam di Sao Paolo, atau berhenti beberapa hari untuk sekalian ngobrol dengan Dewi Aichi (kalau dia ada waktu dan tidak sibuk bertapa di gunung…).

Tidak ada salahnya setiba di Buenos Aires, beristirahat beberapa hari sebelum melanjutkan perjalanan kita. Seperti juga dengan kota-kota metropolitan lain di dunia, kota ini tidak banyak perbedaaannya. Banyak gedung-gedung tinggi, lalu lintas yang hiruk pikuk. Saya sendiri bukan penggemar kota besar dan lebih menyukai kota atau desa kecil.

Buenos berarti bagus, Aires berarti udara. Berbeda dengan Brasil yang berbahasa Portugis, hampir semua negara-negara Amerika Latin memakai bahasa Spanyol, yang lebih mudah saya kuasai.

Dari Buenos Aires kita dapat melanjutkan penerbangan ke El Calafate, sekitar 2.000 km di sebelah tenggara Argentina. Setelah beberapa hari di sini, dapat melanjutkan lagi penerbangan (atau dengan bus) dari  El Calafate ke San Carlos de Bariloche , lebih kurang 1.850 km kembali ke utara, tidak jauh dari perbatasan Chili. Dengan bus perjalanan ditempuh sekitar 11 jam.

El Calafate terletak di departement Lago Argentino, di propinsi Santa Cruz, berpenduduk sekitar 20.000 orang saat ini. Selain itu juga merupakan satu basis untuk menuju ke Taman Nasional Los Glaciares (National parc Los Glaciares) melewati Punta Bandera (ujung bendera atau puncak bendera, bahasa Spanyol).

Penduduk Buenos Aires kota ini sekitar 11 juta dan termasuk salah satu kota metropol di dunia, sedangkan penduduk seluruh Argentina hanya sekitar 41 juta orang. Luas negara ini sekitar 2.780.000 km2 atau 1,5 kali luas Indonesia (1.900.000 km2 dengan penduduk sekitar 240 juta), di dalam deretan geografis negara-negara terbesar di dunia, Argentina nomor 8 terbesar di dunia sesudah Rusia, Canada, Amerika Serikat, China, Brasilia, Australia, India. Indonesia berada di ranking ke 15.

Nama Argentina berasal dari argentum (bhs Latin) yang berarti perak, berpenduduk sekitar 41 juta orang dan dikenal sebagai negara Tango dan Evita Peron. “Don’t cry for me Argentina”  Bahasa resmi negara ini adalah Spanyol. Mata uang yang dipakai Pesos Argentina (ARS).

Plaza de Mayo adalah tempat yang sangat populer sekali seperti Buenos Aires yang tidak boleh dilewatkan untuk dikunjungi. 90% dari penduduk beragama Katolik Roma.

Dengan dibangunnya Aeropuerto Internacional de El Calafate pada tahun 2001, tempat ini tidak lagi ter isolasi dari dunia luar dan jadi terbuka untuk turisme.

Dari El Calafate kita dapat melanjutkan penerbangan dalam 2 jam menuju ke timur laut sekitar 1800 km ke San Carlos Bariloche.

National Parc Nahuel Huapi dengan keluasan sekitar 7050 km2 adalah taman nasional tertua di Patagonia, dimulai dari pegunungan Andes yang memisahkan Chili dan Argentina, dibangun tahun 1934.  Perito Moreno yang disumbangkan oleh pemerintah tahun 1903 juga menjadi bagian dari taman ini.

Argentina saat ini tergolong salah satu negara di Amerika Latin yang sudah berkembang. Sejak jatuhnya pemerintahan militer sekitar tahun 1976, politik negara ini cukup stabil, demokratis, meskipun di bidang keuangan termasuk agak kacau, karena mata uang ARS, seperti juga rupiah, kurang stabil, sehingga tidak banyak mendapat kepercayaan dari dunia keuangan internasional. Akibat dari semua perkembangan ini, inflasi sangat tinggi.

Penduduk Argentina sendiri sangat beraneka ragam, terdiri dari imigran Itali, Jerman, Perancis, Belanda, Jepang, Korea, China (kebanyakan berasal dari Taiwan dan Hokkian, China dll).

patagonia02

Juara pemain pingpong Argentina adalah Liu Song, seorang warga Argentina kelahiran Guangxi, China. Pemain sinetron terkenal di negara ini adalah Ignacio Huang, seorang kelahiran Taiwan. Salah satu asisten dari presiden Argentina Cristina Kirchner, adalah Mario Alberto Ishii, seorang keturunan Jepang. Komunitas Asia Jepang, Tionghoa, Korea di Buenos Aires menduduki tempat terbesar ketiga di benua Amerika sesudah Vancouver dan São Paolo.

Regio Patagonia bukan satu kota atau desa tertentu melainkan satu daerah yang membentang mulai dari Rio Colorado, Los Lagos, Aysén, Magallanes y la Antártica, Magalhaenes Chilena di Chili  dan mencakup propinsi-propinsi Neuquén, Río Negro, Chubut,  Santa Cruz.

Nama Magallanes berasal dari Fernando de Magelhaens, seorang Eropa pertama bangsa Portugis yang melintasi selat ini pada 1 Nopember 1520.  Selat ini pada awal mulanya diberi nama Estreito de Todos os Santos atau “Selat seluruh orang suci “ karena tanggal ini adalah tanggal yang dikenal sebagai “Dia de todos os Santos” atau “ Hari seluruh orang suci – All Saints day” dalam agama Katolik Roma. Magelhaens sendiri menamakan “Patagão” atau “Tanah dari kaki-kaki besar”.

Seluruh regio Patagonia ini luasnya sekitar 1.043.076 km2, sedikit lebih kecil dari pulau Kalimantan (744.108 km2), pulau Jawa (128.300 km2) dan pulau Sulawesi (174.600 km2) bertiga!  Jumlah penduduk hanya hampir 2 juta orang atau sekitar 1,9 kepala tiap km2, sedangkan ketiga pulau di Indonesia ini sudah mempuyai penduduk lebih dari 140 juta orang.

Satu perbandingan yang kontras sekali dan dapat anda bayangkan. Sebab itu jangan heran jika berjalan seharian penuh tidak menjumpai seorang manusiapun!

Di daerah Patagonia hanya ada beberapa kota-kota  besar seperti  Ushuaia, San Carlos de Bariloche dan El Calafate yang berpenduduk cukup besar, dan agak turistis, sedangkan selebihnya terdiri dari pegunungan-pegunungan tinggi yang hampir sepanjang tahun tertutup salju dan es seperti Torres del Paine, El Chaltén,  di sekitar mount Fitz Roy dan mount Perito Moreno yang sekaligus merupakan taman nasional yang dilindungi.

Kekecualian adalah San Carlos de Bariloche, satu kota di departemen Bariloche di propinsi Río Negro, Argentinië. Kota ini lebih besar dari El Calafate terletak di tengah Taman Nasional Nahuel Huapi, nama dari satu danau Nahuel Huapi dan berpenduduk sekitar 110.000 orang. Bariloche banyak dikunjungi oleh turis dan salah satu kota kegemaran kalangan tinggi, elite,  semacam Little Swiss. Hal ini tidak mengherankan karena pendiri kota ini dulu adalah para elite, nenek moyang dari imigran Jerman, Swiss, Austria, Hungaria, Itali Utara. Banyak gedung-gedung bangunan yang masih mempunyai arsitektur bentuk Swiss Chalets dari Swiss dan seperti perumahan di Jerman, Austria. Industrie di sini juga khas dari Eropa seperti coklat, kerajinan keramik. Selain itu Bariloche juga dikenal sebagai satu kota yang dulu menjadi pusat pelarian penganut Hitler yang menetap di sini setelah Perang Dunia ke II dan sampai sekarang banyak bebuyutan mereka masih dapat berbahasa Jerman.

patagonia03

Kehidupan di kota-kota ini begitu relax sekali, sepertinya waktu berhenti 50 tahun. Silahkan sendiri coba mengunjunginya dan saya yakin akan ada dua kemungkinan: Sesudah satu hari di sana anda ingin melarikan diri karena kehidupan modern anda diputar kembali puluhan tahun yang lalu. Kemungkinan kedua yaitu anda tidak ingin kembali lagi ke dunia kehidupan kita yang sangat kacau balau berantakan, penuh stress, dan sangat invidualistis. Semakin lama anda berada di tempat-tempat ini, semakin ingin menetap selamanya. Saya mengenal perasaan demikian ini.

Patagonia mengenal lima propinsi, yaitu La Pampa, Chubut, Rio Negro, Neuquén, Santa Cruz  dan Tierra del Fuego. Disebelah barat adalah pegunungan Andes yang sampai menjurus dalam ke Chili. Lebih dari ¾ bagian Patagonia, sekitar 786.980 km2 terletak di Argentina mencakup daerah-daerah yang berpenduduk seperti UshuaiaPuerto MadrynPunta ArenasEl Calafate, Puerto Natales, dan San Carlos de Bariloche. Untuk mereka yang suka back-pack berjalan jarak jauh, Patagonia sangat ideal sekali.

Sekali di dalam hidup kita dan selama kita masih mampu berjalan, saya anjurkan kita harus mencoba berpetualang demikian. El Camino de Santiago Compostella, satu ziarah berjalan kaki sekitar 1.100 km melewati pegunungan Pyreneé di Perancis Tenggara menuju ke Santiago de Compostella di Baskenland, Spanyol. Kedua tempat ini hampir dapat dikatakan mempunyai suasana yang sama. Sepi, sunyi, pegunungan, pemandangan alam yang masih “kasar”.

Temperatur di siang hari dapat mencapai 30 derajat Celsius, dan kita dapat bercelana pendek, sedangkan esoknya hujan lebat dan dingin sejuk  sekitar  5 derajat Celsius, bahkan malam hari menurun dibawah titik beku. Untuk mereka yang tinggal di negera-negara yang mengenal musim dingin, perubahan cuaca yang demikian tidak lagi mengejutkan, sedangkan mereka yang berasal dari negeri tropis, pasti perubahan cuaca demikian akan terasa sekali sampai ke sumsum tulang. Satu pengalaman yang tidak akan terlupakan seumur hidup.

Pemandangan alam yang masih “murni” belum banyak diolah, mengesankan, menakutkan, mentakjubkan, kontras, tetapi juga penuh kesunyian dan sangat rileks. Alamnya terdiri dari gletsyer, pegunungan yang tinggi bersalju, alam hijau, jurang-jurang yang dalam, gunung batu.

Ada pepatah yang mengatakan: “Di suasana yang sangat sunyi sekali, kita dapat mengenal diri kita sendiri”. Sebaliknya di suasana atau lingkungan yang hiruk pikuk seringkali kita lebih merasakan stress, karena begitu menekan. Saya kira hal ini mengandung kebenaran, karena pengalaman saya sendiri juga demikian.  Setiap kali saya menginjakkan kaki di Jakarta, suasana terasa begitu menekan dan menyesak di dada karena padatnya kota ini, di samping kekacauan, kemacetan, polusi serta tidak adanya penerapan peraturan lalu lintas dan hukumnya.

patagonia04

Perasaan saya begitu lega setelah keluar dari kota ini. Kota-kota yang jauh lebih besar dari Jakarta seperti New York, Los Angeles, Beijing, Shanghai, Hong Kong, Busan, tidak meninggalkan perasaan yang begitu menekan, karena kesadaran penduduknya yang sudah tinggi dan peraturan serta hukum yang betul-betul dijalankan, sehingga setidaknya kita merasa “nyaman” dan “aman” karena teratur. Perasaan demikian secara psykologis sangat berpengaruh terhadap kehidupan, terutama kesehatan kita. Jika kita merasa aman tidak usah takut ditabrak saat menyeberang di tempat penyeberangan jalan (zebra cross), tanpa megal megol, dan melambaikan tangan karena takut digilas ribuan sepeda motor “para teroris jalan raya”, maka keadaan ini sudah meninggalkan satu rasa “aman”. Jika kita merasa aman, pasti juga akan merasa agak tenang.

Saya jadi ingat kembali kepada satu kompleks biara Katolik Roma di pegunungan di Perancis timur, tidak jauh dari perbatasan Swiss yang bernama Le Monastère de la Grande Chartreuse disekitar Grenoble. Biara ini tidak dapat dikunjungi begitu saja. Batas area yang boleh didekati hanya sekitar 2 km dari kompleks ini. Hanya kecualian yang tinggi sekali yang pernah diberikan kepada produsen dokumenter dari Jerman yang membuat film tentang biara ini, yang berjudul  “Into Great Silence”. Saya juga mempunyai koleksi ini di perpustakaan pribadi saya. Bulu kuduk dapat berdiri semua karena begitu sunyinya sehingga kita dapat mendengar nafas kita sendiri, meskipun biara ini dihuni oleh para biarawan yang berasal dari pelbagai penjuru dunia. Hanya seminggu sekali mereka diperkenankan berkomunikasi bebas dan selebihnya mereka melewatkan kehidupan mereka  hanya dengan bertapa dan berdoa yang dimulai pukul tiga fajar.

Kembali ke Patagonia.

Di taman gletser Los Glaciares kita dapat menikmati gugurnya Perito Moreno, pegunungan es yang raksasa yang tiba-tiba runtuh ke laut dengan diiringi suara seperti gunung meledak, atau “gunung es yang bergerak” menuju ke Lago Argentino (danau Argentina), dengan perbedaan, gunung ini tidak menyemburkan lahar panas.

Iklim di Patagonia sendiri dapat digolongkan menjadi tiga. Iklim laut yang sedang, iklim laut yang dingin, dan iklim es. Sebelah timur dari pegunungan Andes terdiri dari tundra dan agak kering, karena di balik gunung dan berada di balik bayangan atau rute hujan.  Agak ke selatan dan sebelah barat berada dipengaruhi iklim laut, semakin kita menuju ke selatan, semakin dingin karena menuju ke arah Antartika atau daerah Kutub Selatan. Di Peninsula Valdéz, kita dapat menikmati ratusan anjing-anjing dan singa laut, serta ribuan burung Pingun yang tidak bisa terbang sedang berjemur. Satu pemandangan yang unik sekali yang hanya dapat dinikmati di daerah sekitar ini karena dekat dengan kutub selatan. Kita dapat juga meyewa kapal kecil kelaut untuk melihat ”gajah mina” atau ikan paus yang menyemburkan air sampai ketinggian sekitar 30 meter!

patagonia05

Waktu yang terbaik untuk mengunjungi tempat-tempat ini adalah sekitar Oktober sampai Maret, karena di Argentina musim panas, sedangkan di Eropa dan Amerika utara musim dingin. Matahari di waktu ini berada di belahan selatan dan sekitar 12 -14 jam matahari terlihat. Tempertur di siang hari rata-rata sekitar 22-30 derajat C dan malam sekitar 5-10 derajat Celsius!

patagonia06

Paling ujung selatan dari Patagonia yang disebut Tierra del Fuego, berarti “bumi yang terbakar”,  terletak di sebelah selatan Selat Magellan, terdiri dari perhutanan, tundra dan danau-danau, dimana pelbagai macam burung yang unik  hanya dapat diketemukan di daerah ini, antara lain Pescador, white throated Caracara , southern crested Caracara, Patagonia Trodon, burung Ibis.

patagonia07

patagonia08

Jangan mencoba untuk menangkap burung di sini, dikarena hukuman yang diberikan cukup berat. Mungkin hukuman seorang koruptor di Indonesia lebih ringan dari pada hukuman akibat menangkap seekor burung yang dilindungi hukum margasatwa di daerah ini!

Torres del Paine, 110 km di sebelah utara Puerto Natales yang berarti “Gerbang Kelahiran”  adalah satu reservat nasional terkenal, tidak jauh dari taman nasional lainnya yaitu Bernardo O’Higgens dan taman nasional yang lain, Los Glaciares yang dibangun pada tahun 1959 sebagai Parque Nacional de Turismo Lago Grey. Baru pada tahun 1970 kedua taman ini diberi status taman nasional Los Glaciares yang sejak 1978 di bawah lindungan organisasi UNESCO dari PBB dan diberi nama World Biosphere Reserve, Bio Reservasi dunia.

Di Indonesia juga ada delapan tempat yang ditunjuk oleh Unesco sebagai Biosphere Reserve yaitu Wakatobi National Marine Park di Sulawesi Tenggara, Taman Nasional Cibodas  di Jawa Barat, Tanjung Puting di Kalimantan tengah, Lore Lindu di Sulawesi tengah, Komodo National Park Nusatenggara Timur, Taman Nasional Gunung Leuser di Siberut Aceh, Giam Siak Kecil in Riau.

Pada umumnya suasana kehidupan di Argentina seperti juga di Chili, Uruguay, Paraguay, para tetangga dari Argentina yang juga berbahasa Spanyol, tidak banyak berbeda dengan di Spanyol sendiri. Baik temperamen maupun banyak tradisi kebudayaan sangat erat berkaitan dengan negara ini. Terkecualian di kontinen ini adalah Brasil yang berbahasa Portugis, karena dahulu adalah jajahan Portugis.

Ketika saya masih kuliah di universitas di Jerman, juga pernah satu asrama dengan mahasiswa dari Brasil dan Spanyol.  Kedua mahasiswa ini saling berbicara dalam bahasanya sendiri-sendiri yang berbeda dan uniknya adalah mereka dapat saling mengerti. Dari pengalaman saya, bahasa Portugis lebih sukar untuk didengarkan, dan lebih susah ucapannya.

patagonia09

patagonia10

patagonia11

Hanya tiga perusahaan penerbangan yang menghubungkan Buenos Aires dengan tempat-tempat seperti El Calafate, Rio Gallegos, Puerto Deseado, Puerto San Julián, Puerto Santa Cruz, Rio Gallegos, Rio Grande, yaitu Aerolineas Argentinas (A.A), Líneas Aéreas del Estado (LADE), dan

LAN Argentina. Yang tersebut terakir ini sebetulnya adalah anak perusahaan penerbangan LAN dari Chili yang jauh lebih besar dari Aerolineas Argentinas meski wilayah negara Chili jauh lebih kecil dari Argentina yang sedikit lebih luas dari seluruh pulau Kalimantan.

Jelaslah bahwa tidak mungkin semua tempat-tempat  menarik di Patagonia, seperti tempat-tempat lain yang saya kunjungi, dapat dituliskan di sini berhubung dengan terbatasnya kapasitas untuk publikasi. Mudah-mudahan saja tulisan ini dapat memberikan sedikit gambaran dan meninggalkan kesan. Saya yakin tidak ada perusahaan travel di Indonesia yang merasa dipanggil untuk mengorganisir perjalanan seperti ini karena ditinjau dari komersial tidak menguntungkan, meskipun keindahan alam di sini tidak dapat dinilai dengan uang. “Hay más entre el cielo y la tierra” “There is more between the heaven and earth” Di antara ruang angkasa dan bola dunia ini masih banyak yang belum dapat kita ketahui. Inilah motto saya pribadi.

 

9 Comments to "Patagonia"

  1. ronny  7 March, 2014 at 16:11

    Dewi,
    Saya juga pernah baca kota Epecuen, sekitar 600 km sebelah selatan dari Argentina yang pada 10 november 1985 tenggelam 10 meter akibat hujan dan banjir sehingga lenyap dari peta. Sekarang “timbul” kembali akibat menusutnya air dan terlihat seperti kota hantu, sampai sekarang belum pernah dibangun lagi.

    Sidorarjo juga diperhitungkan akan tenggalam dibawah lumpur yang tidak bisa menyusut lagi seperti air. Para ahli2 geologis juga meramalkan bahwa sebagian dari jawa timur akan terpisah menjadi dua bagian.
    Lumpur Lapindo sampai sekarang masih belum berhenti dan tidak akan dapat berhenti. Usaha menyalurkan lumpur ke sungai Brantas sama halnya dengan menimbulkan bencana baru karena lumpur yang beracun akan mengotori sungai brantas dan membahayakan penduduk sekitar situ.

    Kalau bencana ini terjadi di negara2 yang betul2 ada hukumnya di Eropa atau di AS, Canada, Australia, perusahan penyebabnya sudah lama bangkrut atau dinasionalisasi, karena kekayaannya disita negara utk mengongkosi semua kerugian2. Perusahaan ini di Indon masih jaya dan yang punya malah semakin tambah kaya. hopo tumon? Siapa tahu nanti jadi presiden baru ? Ah begitulah kalau hukum hanya diatas kertas, tidak ada pelaksanaannya.

    Bencada di Epecuen jauh berbeda dgn bencana Lapindo (saya masih punya vcd nya lengkap), karena air dapat menyusut, sedang lumpur beracun itu disatu saat akan mengeras, dan tanah tidak dapat ditanami apapun karena beracun.

  2. Dewi Aichi  3 March, 2014 at 21:31

    Mpek Dul…waaaa…..reportasinya lengkap sekali, full informasi…top banget….meski panjang sekali tulisannya, tapi keingintahuanku mendorong untuk membaca ini sampai dua kali wakakaka…kalau sekali saja tidak nyangkut…banyak nama nama yang berbahasa portugues atau Spanyol , sama gitu, sudah dekat Brasil kok ngga mampir?

    Oya Mpek Dul, kan sebulan yang lalu diberitakan itu kota Epecuen yang sudah 28 tahun tenggelam , menjadi muncul kembali, kering, jadi kota itu bisa dikunjungi, tapi keadaannya ngeri sekali, menakutkan, dulu kota turis semacam Bali, akibat banjir, kota ini tenggelam. Bahkan kemarin beberapa orang yang punya rumah di situ, napak tilas, dan mencari rumahnya.

    Mungkin bisa terjadi di Sidoarjo , akibat lumpur Lapindo, penduduknya yang dulu damai tenteram, kini tempatnya menjadi lautan lumpur .

  3. J C  1 March, 2014 at 07:27

    Mpek Dul, terus terang saya tidak pernah tahu sebelumnya Patagonia. Setelah baca, wuuuiiiihhh…sepertinya apik tenan dan mudah-mudahan ada waktu ke sana. Route penerbangan dari Indonesia sulit ini…

  4. mpek dul  28 February, 2014 at 04:02

    Dj. 813 Saran saja…
    Lain kali ceritanya dibagi menjadi 3-5 bab, agar tidak terlalu panjang.Karena bacanya butuh waktu…. hahahahahahahaha….!!! Maaf Dj. bukan tukang baca…

    Ha saran yang bagus sekali, tetapi itu tergantung dari boss Baltyra, kan saya cuma ikut bonceng saja.
    Bukan tukang baca ? Sudah pensiun kan nggak makan tidur aja toh?
    Salju sudah turun belum di Mainz. Buset tahun ini winternya jelek sekali, nggak ada salju se gumpal pun turun disini, padahal sdh hampir musim semi. Di AmrikSer saljunya banyak, .

  5. mpek dul  28 February, 2014 at 03:57

    elnino 27 February, 2014 at 16:15
    Haloooo mpek Dul… Belum baca, tapi foto2nya bagus2…

    Eh tumben bener ? Kok masih tetap kelihatan kecil. Makan yang mengandung gizi supaya biar cepet gede, Sekolah yang pinter, bisa ikut jalan2 bekpek, pumpung alam masih belum hancur dirusak manusia2…..

  6. mpek dul  28 February, 2014 at 03:56

    elnino 27 February, 2014 at 16:15
    Haloooo mpek Dul… Belum baca, tapi foto2nya bagus2…

    Eh tumben bener ? Kok masih tetap kelihatan kecil. Makan yang mengandung gizi supaya biar cepet gede, Sekolah yang pinter, bisa ikut jalan2 bekpek, pumpung alam masih belum hancur dirusak manusia2…..

  7. Dj. 813  27 February, 2014 at 17:01

    Mpek Dul….
    Maaf tadi karena mau jalan kaki, jadi belum kebaca…
    Sungguh sangat bahagia, bisa melalang buana, kamana kaki mau jalan.
    Selamat menikmati liburan yang akan datang.
    Terimakasih, foto-fotonya sungguh sangat bagus-bagus.

    Saran saja…
    Lain kali ceritanya dibagi menjadi 3-5 bab, agar tidak terlalu panjang.
    Karena bacanya butuh waktu…. hahahahahahahaha….!!!
    Maaf Dj. bukan tukang baca…

    Salam Sejahtera dari Mainz.

  8. elnino  27 February, 2014 at 16:15

    Haloooo mpek Dul… Belum baca, tapi foto2nya bagus2…

  9. Dj. 813  27 February, 2014 at 13:21

    Nr. 1

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.