Setelah Karnaval

Djoko Paisan – Mainz, Jerman

 

HALLO BALTYRA YANG BERBAHAGIA…

Salam jumpa dengan oret-oretan Dj.

Seperti setiap tahun, sebelum umat Katholik menjalankan ibadah puasa, maka mereka di Mainz, Köln dan Düsseldorf, juga banyak kota-kota lainnya merayakannya dengan karnaval. Jujur, karena Dj. sudah sering cerita ini karnaval di Mainz, sekarang Dj. ingin mengajak anda untuk melihat dari segi yang lain dari karnaval tersebut.

Kami hari itu dapat beberapa telpon, apa kami akan lihat di pinggir jalan ??? Jelas kami jawab, hari ini sedikit malas, karena toch setiap tahun selalu sama dan tidak ada yang aneh. Jadi kami hanya melihat dari TV, siaran langsung, lebih santai, tidak di luar kedinginan dan di dalam rumah bahkan bisa sambil makan bubur kacang ijo dan pisang goreng, lebih nyaman.

Dan setelah siaran langsung dari karnaval selesai, kami masih menunggu sekitar 2 jam lagi dan memutuskan untuk jalan kaki berdua ke kota. Dengan pikiran, karnaval sudah selesai dan manusia pada pulang ke rumah mereka masing-masing dan kota Mainz sedikit sepi.

Sesampai di Stasiun KA di Mainz, kami sedikit kaget, karena masih bagitu banyaknya manusia dan bus-bus yang simpang siur, karena banyak yang disediakan special bagi mereka yang akan pulang ke daerah mereka masing-masing.

Daaaaaannn…. di mana-mana sampah berserakan….Di depan Stasiun KA juga masih ada yang jualan makanan dan minuman.

setelahkarnaval01

setelahkarnaval02

setelahkarnaval03

Perbedaan antar hari Karnaval dan hari biasa di daerah Stasiun KA di Mainz

setelahkarnaval04

Sampah yang berserakan di mana-mana.

setelahkarnaval05

setelahkarnaval06

Ada juga dari meraka yang dalam perjalanan pulang.

setelahkarnaval07

setelahkarnaval08

Tapi masih sangat banyak yang belum mau pulang dan masih jalan kiri-kanan. Kelihatan beberapa truck mengangkut bekas pembatas, agar penonton tidak terlalu dekat dengan mobil karnaval.

setelahkarnaval09

Nah, di sini baru kami lihat, pasukan pemberih yang begitu rajin untuk membersikan jalanan, agar bisa kelihatan normal lagi. Jelas bukan pekerjaan yang ringan, karena begitu banyaknya sampah yang ada di jalanan. Ada beberapa yang menggunakan sapu, alat kompresor dengan tenaga angin, agar sampah terlempar di jalanan.

setelahkarnaval10

Setelan trotoar disemprot dengan angin dan bersih dan kotoran ke tengah jalan, maka ada yang bagian menyapu. Kasihan ini pekerja, kelihatan sedikit depresiv, melihat sampah begitu banyaknya. Tapi dia tidak bekarja sendiri dan di belakangnya juga banyak kolega dan beberapa mobil pembersih.

setelahkarnaval11

setelahkarnaval12

setelahkarnaval13

Jelas, karena mobil tidak mungkin naik ke trotoar, jadi setelah sampah ada di tengah jalan, maka mobil pembersih yang lainnya akan menyedot sampah yang ada di jalanan.

setelahkarnaval14

Setelah mobil besar, kemudian mobil-mobil kecil yang akan menyikat jugamenyedot yang tersisa yang tidak tersedot oleh mobil besar…Karena mungkin menempel di jalanan.

setelahkarnaval15

setelahkarnaval16

setelahkarnaval17

setelahkarnaval18

setelahkarnaval19

Tidak cukup hanya itu saja, ternyata masih ada problem yang lainnya, Walau jalanan sudah semakin bersih, tapi masih ada botol-botol kecil yang terbuang dan masuk ke dalam rel Trem.

setelahkarnaval20

Nah, bagaimana untuk mengambil botol-botol ini, kalau diambil dengan tangan, jumlahnya sangat banyak dan di mana-mana sepanjang rel tersebut. Maka datanglah mobil yang special untuk membersihkan rel, yang dibawah dilengkapi dengan roda seperti Trem.

setelahkarnaval21

Anda bisa lihat, selain roda seperti Trem, juga ada alat penyedot, sehingga botol-botol kecil dan sampah yang masuk ke dalan Rel, akan tersedot dan masuk ke perut mobil.

setelahkarnaval22

Setelah mobil tersebut lewat, maka rel Trem pun sudah menjadi semakin bersih.

setelahkarnaval23

Setelah jalanan bersih, maka baik Trem maupun Bus, bisa jalan lancar kembali.

setelahkarnaval24

setelahkarnaval25

setelahkarnaval26

setelahkarnaval27

setelahkarnaval28

Tapi ini semua belum berarti selesai tugas mereka, besok pagi, mereka akan kembali bekerja. Karena malam itu, masih sangat banyak manusia yang belum ingin pulang. Mereka masih ingin merayakan semalam suntuk dengan Live music yang disediakan di beberapa tempat. Ini tempat dimana ada monumen karnaval di Mainz.

Mereka masih makan, minum dan mendengarkan music.

setelahkarnaval29

setelahkarnaval30

setelahkarnaval31

Di jalan dekat DOM masih sangat banyak manusia yang belum bersedia untuk pulang dan masih ingin menikmati malam karnaval di Mainz dan di mana-mana hanya sampah.

setelahkarnaval32

Padahal, hari-hari biasa, juga di daerah DOM cukup sepi dan bersih.

setelahkarnaval33

setelahkarnaval34

Sangat banyak Stands untuk makanan dan minuman dan sebelum kami pulang, kami memilih untuk membeli Bratwurst dan Spießbraten dengan roti. Kami makan sambil berjalan kaki pulang ke rumah.

setelahkarnaval35

Foto-foto di atas, mengenai sampah itu, hanya satu jalan yang tidak sampai 100 meter saja. Masih banyak jalan-jalan yang dilalui oleh karnaval yang panjangnya lebih dari 7 Km. Di mana dari atas mobil, mereka banyak menebar permen, coklat, mainan kecil-kecil dan juga konfettie (kertas kecil-kecil).

Belum jalan-jalan yang walau tidak dilalui oleh karnaval, tapi dilalui oleh manusia yang jalan melalui jalan-jalan ke mana saja mereka tuju, pasti juga banyak sampah. Bisa bayangkan, Mainz yang hanya berpenduduk tidak sampai 200.000 kepala, hari itu yang melihat Karnaval, sekitar 3 Jt. manusia.

Jadi Dj. benar-benar salut dengan pekerja pembersih jalanan yang begitu giat melaksanakan pekerjaan mereka.

Dengan oret-oretan ini, Dj. ingin mengajak anda semua, di manapun anda berada, baik yang di Eropa, USA apalagi di Indonesia. Pikirkanlah terlebih dahulu, sebelum anda membuang sampah, walau hanya secuil kertas atau puntung rokok sekalipun. Ingatlah akan mereka yang bekerja berat untuk mengumpulkan sampah yang kita buang.

Hematlah sampah, buang di tempatnya, bila mungkin, pakailah barang yang mudah didaur ulang dan jangan terlalu banyak memakai plastik. Maka dengan demikian, anda sudah membantu meringankan beban yang sedang dialami oleh penduduk bumi pertiwi. Dan dengan demikian, maka bumi dimana kita bersama berpijak, tidak cepat rusak.

Bila kita mau memulai dari diri sendiri, tanpa menyalahkan orang lain dan mau berpikir dewasa, maka Dj. yakin kita sudah berbuat yang baik.

Marilah kita jaga lingkungan kita, agar anak cucu kita nanti masih bisa merasakan rasa tomat dengan aroma yang asli dan juga masih bisa menghirup udara yang segar tanpa menggunakan masker saat sekolah, karena polusi.

Terimakasih untuk perhatian anda semuanya. Terimakasih kepada pengasuh Baltyra yang selalu menayangkan oret-oretan Dj.

Mohon maaaaaf, bila oret-oretan ini tidak berkenan di hati anda.

Kiranya Berkat dan Kasih TUHAN, selalu menaungi kita.

 

Salam Damai Sejahtera dari Mainz.

Dj. 813

setelahkarnaval36

 

About Djoko Paisan

Berasal dari Semarang. Sejak muda merantau ke mana-mana, Bandung dan Sulawesi dirambahnya. Benua Eropa adalah tempatnya berlabuh setelah bertemu dengan pendampingnya di Jerman. Dikaruniai 2 putra dan 1 putri, serta 3 cucu. Keluarga besar Paisan bergaung ke dunia melalui BALTYRA.

My Facebook Arsip Artikel Website

21 Comments to "Setelah Karnaval"

  1. Dj. 813  18 March, 2014 at 17:06

    Awesome….
    Terimakasih sudah mampir….
    Benar, pasca karnaval memang banyak sampah.
    Karena itu karnaval yang paling besar di Mainz yang diadakan setiap tahun.
    Dan itu untuk mengawali puasa, dimana semua orang bisa berbuat semuanya.
    Bahkan disaat itu banyak yang nakal, karena satu kesempatan.
    Setalah itu, hari Rabonya mereka jadi baik samua…. hahahahahaha….!!!

    Nah ini memang Dj. sengaja bikin oret-oretan mengenaia sampah, agar tidak hanya yang bagusnya saja yang ditampilkan, tapi bisa melihat bahwa di Jerman juga banyak yang nakal.
    Yang menjadi pemikiran bukan hanya sampah yang besar-besar, tapi yang kecil-kexil itu, seperti bootolminiman dan puntung rokok berserak dimana-mana, mana baunya yang nyebelin… hahahahahahah….!!!

    Okay,salam manis dari Mainz

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *