Roemah Seni Sarasvati – Upaya Pelestarian Budaya

Linda Cheang – Bandung

 

Selamat berjumpa kawan-kawan Baltyrans di manapun berada. Kiranya Anda semua dalam keadan sehat dan diberkati Tuhan.

Tulisan saya ini mengenai sebuah rumah tua di Bandung yang dulunya tidak pernah terpikirkan atau ngeh, bahwa ada sebuah rumah antik di suatu jalan besar kawasan  bisnis yang penuh dengan kejutan seni.

Ketika saya sedang kebingungan mencari tempat yang cocok untuk tempat menyelenggarakan acara Bedah Buku rekan Baltyran kita, Olivier Johannes alias Oli, saya teringat sekilas pernah membaca tentang sebuah rumah yang dinamai Saraswati. Segera saya tanya Mbah Google dan menemukan Roemah Seni Sarasvati ini yang dulunya adalah sebuah toko yang menjual mebel khususnya ranjang.

Menurut keterangan dari akun Facebooknya, sejarah dari rumah ini saya kutipkan di sini :

Rumah ini dibangun sekitar 1920-an. Rumah ini dahulu merupakan toko ranjang dan mebel yang terdaftar sebagai Moelia & Co dengan alamat Grote Post Weg West (Tjikakak) no 91. Adapun Weston merupakan merek dagang dari perusahaan ini. Rumah ini dahulu merupakan rumah dari salah satu peranakan Belanda yang berasal dari Sukabumi. Sebelum rumah ini dibeli oleh Tuan The Tja Tjay (adalah kakek dari Bapak Lin Che Wei). Di hall utama dari rumah, masih bisa terlihat tulisan HET LEDIKANTEN HUIS di galeri utama, yang bisa diartikan sebagai Toko Penjual Ranjang. Nama dagang Weston kemudian dipakai untuk nama pabrik tekstil dan tulisan keluarga besar pemilik rumah ini. Pada 2010, Lin Che Wei kemudian memberi rumah ini dari dua orang pamannya dan kemudian melestarikan rumah ini menjadi Roemah Seni Sarasvati.

Tujuan dijadikannya Roemah Seni Sarasvati ini terdapat di website-nya :

Roemah Seni Sarasvati dibangun dengan tujuan:

  1. Memperkenalkan berbagai keragaman seni budaya melalui berbagai karya-karya seni rupa yang berkualitas.
  2. Sebagai tempat bertukar gagasan dan kepedulian untuk menciptakan identitas unik bagi Kota Bandung.
  3. Merawat  dan mendorong perkembangan pengetahuan dan kreativitas masyarakat Kota Bandung melalui diskusi dan workshop.

Roemah Seni Sarasvati merupakan ruang publik, yang memberikan pelayanan di antaranya:

  1. Arsip & Galeri Seni
  2. Ruang Pameran & Ruang Diskusi
  3. Kafe Seni

Setelah menemukan data dari Mbah Google, segera saya membuat surat elektronik yang isinya untuk menanyakan syarat dan ketentuan untuk mengadakan acara di sana.

Tahunya, saya mendapat respon yang amat baik dari pemilik Roemah Seni Sarasvati itu (selanjutnya akan ditulis sebagai RSS). Setelah beberapa kali kirim surat elektronik, ditambah pertemuan dengan wakil dari RSS, akhirnya kesimpulannya, Bedah Buku akan dilaksanakan di RSS! Yay…

Tentu saja, saya memerlukan kenal dulu RSS ini untuk persiapan segala hal yang perlu untuk bedah buku tsb dan inilah gambar-gambar yang sempat saya abadikan selama mengunjungi RSS. Ternyata RSS ini tak hanya galeri seni, tapi juga memiliki area untuk kafe, tempat orang untuk kumpul dan menikmati beberapa sajian enak a la RSS.

1. Pintu Depan

Pintu depan

 

2. Papan Tulis

Papan tulis

 

3. Daun Pintu

Daun pintu

 

4. Partisi

Partisi

 

5. Papan Info

Papan info

 

6. Karya dari Yogya

Karya dari Jogja

 

7. If we live without sea

If we live without sea

Lokasi kafenya berada di bagian belakang rumah, lorong menuju kafenya dihiasi pernak-pernik barang a la jadoel seperti mesin tik jadoel, mesin hitung jadoel lengkap dengan gulungan kertasnya dan tinta pulpen. Masuk ke area kafe, ada hiasan patung empat wajah di tengah kolam ikan, membawa suasana sejuk jika hari sedang  panas, tetapi ketika saya berkunjung ke sana, Bandung sedang dingin karena banyak hujan, jadinya saya malah kedinginan.

8. Lukisan

Lukisan

 

9. Ruang Galeri

Ruang galeri

 

10. Dinding kaca

Dinding kaca

 

11.tangga ke lt 2

Tangga ke Lantai 2

 

12. Lt.2

Lantai 2

 

13. Lorong Lt 2

Lorong lantai 2

 

14. Ruang duduk

Ruang duduk

 

15. Ruang duduk rendah

Ruang duduk rendah

Masakan yang sudah pernah saya cicipi, yaitu Nambu, Nasi Bambu. Enaknya beneran dan layak direkomendasikan. Berikutnya Pisang Goreng RSS, yang ketika saya mencicipinya, kebetulan dapat pisangnya yang tidak manis, sehingga rasanya kurang legit. Tapi jempolan untuk olahannya menggunakan terigu. Minuman yang pernah saya coba adalah teh lokal dari merek “S” yang sebenarnya saya kurang sukai dan Matcha Latte dengan banyak gunakan susu sapi segar. Saya lupa kalau perut saya termasuk yang tidak bisa terima susu berlaktosa tinggi sehingga untuk berikutnya, saya tak akan seruput Latte apapun lagi, selama terbuat dari susu sapi segar.  Namun buat penyuka latte teh hijau,  Matca Latte ini layak dicoba.

16. Jalan penghubung cafe & galeri

Penghubung cafe & galeri

 

17. Barang-barang antik

Barang-barang antik

 

19. Mesin hitung jadoel

Mesin hitung jadoel

 

20. Lukisan Sarasvati

Lukisan Sarasvati

 

21. Ruangan Cafe

Cafe

 

22. Dari arah pintu belakang

Dari arah belakang

 

23. Replika GWK

Replika Garuda Wisnu Kencana

 

24. Daftar minuman

Daftar minuman

 

25. Daftar makanan

Daftar makanan

 

IMG_20140226_123156

 

IMG_20140226_124054

 

Nambu

Nambu – Nasi bambu

Sebagai informasi, bahwa Bedah Buku Soeka-Doeka Di Djawa Tempo Doeloe, tulisan dari teman kita, Olivier Johannes Raap alias Oli, untuk Kota Bandung, akan diselenggarakan di tempat ini, pada Selasa, 18 Maret 2014 pk 17.30 – selesai.

Silakan teman-teman Baltyran Bandung atau yang sedang di Bandung, untuk mampir.Gratis bea masuk. Oli dan saya akan senang menyambut teman-teman semua.

poster bedah buku Soeka Doeka

 

Bandung, 6 Maret 2014

 

Linda Cheang

Referensi :

Facebook account Roemah Seni Sarasvati

http://www.sarasvati.co.id/roemah-seni-sarasvati/

 

About Linda Cheang

Seorang perempuan biasa asal Bandung, suka menulis tentang tema apa saja, senang membaca, jalan-jalan, menjelajah dan makan-makan. Berlatar pendidikan sains, berminat pada fotografi, seni, budaya, sastra dan filsafat

My Facebook Arsip Artikel Website

13 Comments to "Roemah Seni Sarasvati – Upaya Pelestarian Budaya"

  1. Jasa Vektor  13 January, 2020 at 10:44

    keren artikel tentang tempatnya

  2. penerjemah  24 July, 2018 at 14:14

    sipp

  3. Alvina VB  17 March, 2014 at 23:48

    Linda: Thanks for sharing! Kapan2 ke Bandung mampir ke sini dech…Makanannya kelihatannya yummy….Ditunggu cerita bedah buku Olie di tempat ini. Salam hangat dari kota yg masih dinginnnn…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.