Negeri Impian

Rusdian Malik

 

Indonenong adalah sebuah negeri impian di negeri dongeng yang terletak di jajaran galaksi planet of the apes (planet yang selalu apes). Negeri ini dulunya adalah termasuk wilayah kerajaan nabi Sulaiman, negeri pengekspor kayu jati untuk pembuatan kapal nabi Nuh dan masih bagian dari kepulauan Atlantis yang legendaris itu.

Di republik Indonenong, semua perkara ada, semua kelamin ada, semua iman ada, semua aliran ada, kebaikan dan kejahatan ada, kearifan dan kebahlolan ada, orang paling pinter sampai yang paling tolol ada, orang soleh ada, orang munafik ada, orang soleh yang jadi munafik ada, orang munafik sok soleh ada pula.

Di negeri impian ini juga, orang beriman dianggap kafir, orang kafir apalagi semakin dikafir-kafirin, lah? Dasar bahlol.

Di negeri ini, meski katanya banyak agama, tapi agamanya bukan Islam, Kristen, Hindu, Buddha itu. Agamanya hanya tiga, yaitu: harta, tahta dan wanita. Faktanya; agamanya tak berfungsi jika berhadapan dengan harta, tahta dan wanita blablabla itu.

Maka jangan heran, kalau tempat ibadahnya banyak, syiar agamanya semarak, yang antri haji umrah gak muat, tapi penjaranya juga sesak lho.

Meski semua apapun ada, namun yang ada hanya hitam-putih, tak ada wilayah abu-abu. Yang ada hanya benar-salah, tak ada “mungkin aku benar-dia benar”, “aku salah-dia benar”, apalagi “aku salah-dia benar”. Yang ada hanya sorga-neraka. Yang ada hanya pria dan wanita, tak ada tempat untuk waria.

Dari berita, dikabarkan secara membanggakan bahwa banyak dari anak bangsa Indonenong ini yang berprestasi, buktinya banyak yang juara olimpiade sains blablabla. Tapi, secara general internasional kok terpuruk termasuk orang2 bego sedunia ya? Kaum agamanya (hampir) bahlol semua, mahasiswanya alay semua. Banyak penduduknya bicara moral, tapi tontonan dan bacaan menyuguhkan paha mulus dan bokong berbulu pula.

bundaran HI

Di negeri impian Indonenong ini, kalau membanggakan negeri orang maka dianggap tidak nasionalis. Dan kalau mengkritik negeri sendiri maka dianggap pengkhianat.

Di negeri Indonenong ini, pahlawan yang tulus padahal banyak. Tapi yang tak menghargai para pahlawan juga banyak, dan sok jadi pahlawan lebih banyak lagi.

Negeri Indonenong punya teknologi maju yang tinggi. Buktinya mereka suka nonton film berteknologi tinggi di bioskop, suka beli teknologi gadget dengan harga tinggi, dan penggemar berat teknologi cocokologi.

Walau bgitu, Indonenong ini sangat strategis lho. Makanya kerap kali jadi rebutan antar bangsa, Portugis, Belanda, Jepang, Inggris, Australia, Singapura dan Malaysia.

Dan sekarang pun sama, jadi rebutan orang China, Arab, Amerika, Israel dan orang Jawa.

Walau begitu, rasa optimisme, nasionalisme, toleranisme, humanisme, pluralisme dan relijiusme masih ada, dan menyatukan semua kepluralan kemajemukan keanekaragaman ketidaksamaan berbagai hal blablabla itu.

Namun dari sgala ke-blablabla-an itu, untungnya masih ada penduduknya yang berharap untuk Indonenong lebih baik. Sebab walau bagaimana pun juga Indonenong lebih baik dari indonistan.

“Indonenong lebih baik”, saya, kamu, kami dan kita, mengharapkan itu. Amin.

Maka, tetaplah di jalur otak 3D
Hiduplah Indonenong Raya.

______________________
Dikutip dari buku Bahlolpedia karangan profesor doktor kabilator sensor otak kotor provokator Rusdian Malik al-bahlol

 

Note Redaksi:

Rusdian Malik, selamat datang dan selamat bergabung di BALTYRA! Semoga betah dan kerasan ya, make yourself at home. Terima kasih Gus Wan dan Dewi Aichi yang mengenalkan BALTYRA kepada Rusdian Malik.

 

About Rusdian Malik

Dia adalah Pesbuker asal Kalimantan Selatan kelahiran 1985. Pria penggemar acara stand up comedy ini adalah alumnus pesantren yang cukup terkenal di Kalimantan Selatan, yakni Pondok Pesantren Al-falah Banjarbaru.

My Facebook Arsip Artikel

20 Comments to "Negeri Impian"

  1. rusdian malik  1 April, 2014 at 21:20

    lalala yeyeye

    selamat malam, selamat jumpa lagi di komplek baltyra.

    amithava ^__^

  2. rusdian malik  19 March, 2014 at 17:04

    whahahaha makasih ya wahai penduduk komplek baltyra al-barokah, kayaknya warga di sini lebih simpati ketimbang warga kompasiana (hehehe#maklum pendatang baru di sana#eh, gak nanya hahahaha).

    emmmmuach

  3. Alvina VB  18 March, 2014 at 00:12

    RM,selamat bergabung di sini….si Dewi emang te o pe…recruiter no. wahid di Baltyra.

  4. Kornelya  17 March, 2014 at 21:08

    Ooh Indonenong toh namanya negerimu. Pantasan dalam bahasa Manggarai , Nengong nangong itu itu artinya suka berulah tak pernah puas. Salam ?

  5. J C  17 March, 2014 at 05:53

    Hooorreee ada satu lagi yang seperti ini…selamat datang dan selamat bergabung mas Rusdian Malik. Sepertinya tingkat kekoplakannya setara dengan Gus Wan yang memperkenalkannya…

  6. Lampit Rotan  16 March, 2014 at 08:46

    klo gak salah, bung Rusdian Malik juga penduduk Indonenong jugakan? hehe
    mari lakukan perubahan, dimulai dari diri sendiri.!

    Salam.
    http://www.lampitmurah.com

  7. Maksimus Ambor  16 March, 2014 at 02:58

    Indonenong tetanggaan dengan Negri Malanenong yg selalu melakukan malapraktek, hehehe..

  8. Dj. 813  16 March, 2014 at 02:57

    Bung Rusdian Malik…..
    Hahahahahahahaha……!!!
    Mudah-mudahan satu saat akan ada perubahan….
    Memang ini semua sudah menjadi kenyataan, namun Dj.yakin satu saat akan berubah.

    Salam Damai dari Mainz.

  9. Dewi Aichi  15 March, 2014 at 11:13

    Djas…wahhh asik nih dirimu hadir meramaikan baltyra….

  10. djasMerahputih  15 March, 2014 at 06:55

    Nice Post, Salam Kenal Bang Rusdian..

    Indonenong ini kayaknya tetanggaan sama Republik Jancukers..

    Salam Anak Negeri,
    //djasMerahputih

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *