Analisa Politik Kariwaya Society

Rusdian Malik

 

Semua partai sejatinya punya jasa dalam dunia permalingan, baik itu Partai Damnocrot, Partai Perpecahan Perobohan, Partai Amanat Artis, Partai Banteng Seperjuangan, Partai Kesurupan Syariah, Partai Nasgor, Partai Kemungkinan Bubar, Partai Bulan Tenggelam, Partai Pengemis, Partai Kaipang, Partai Selatan, Partai Hambawang, Partai Losari, Partai Takisung, Partai Celana Dalam blablabla, apalagi Partai Golongan Lumpur itu.

Walau pun agak lelet dan linglung, Partai Banteng Seperjuangan lah yang start capresnya menuai respon positif karena mencalonkan Jokowi. Terlepas dari gegap gempitanya euforia fans Jokowi yang nyapres, saya rasa ini tidak murni wujud nasionalisme partai banteng juga. Di antara alasannya antara lain; pertama, tante Mega sebenarnya masih nafsu jadi presiden, tapi dia sadar sudah tuwir. kedua, tante Mega sadar bahwa sebagai bos partai dia kalah pamor dari anak buahnya sendiri. Artinya kalau tante Mega kebelet nyapres pasti dia kalah. Ketiga, takut kalau Jokowi keburu dipinang partai lain (terbukti sebelumnya ditemukan ada partai lain kampanye dengan menyandingkan foto Jokowi).

bursa-capres2014

Artinya, Mega dan partainya belumlah punya nasionalisme yang tinggi andai tidak mencalonkan Jokowi yang lebih populer dibanding tokoh dan partai mana pun. Dan dari pencapresan Jokowi ini paling tidak nasionalisme-nya sedikit terpolesi.

Mengutip diskusi kawan saya, bahwa dalam sudut psikologi, terlepas dari persoalan isu-isu tak sedap yang ditudingkan kepadanya, Jokowi sangat diuntungkan oleh bentuk fisik ndeso dan logatnya. Kelemahannya adalah Kekuatannya. Kegagapannya mengurai visi, disukai masyarakat. Diamnya ia atas tudingan ini itu dipandang sebagai keikhlasan. Dia sempurna untuk memenuhi persepsi masyarakat tentang hausnya kemunculan “Ratu Adil” atau sindrom “Imam Mahdi”. Tinggal waktu yang akan menjawab apakah pencitraan natural ini memang bagian dari integritas atau Kharisma semu? Letss wait and see…

Ya udah beib-beib semua, semua orang berhak nyapres asal sesuai aturan, silahkan nyapres, silahkan majukan capres idola masing-masing, dan jangan menjegal memboikot menghalangi-halangi capres lain dong apalagi pakai isu SARA segala, namun bully-bully dikit boleh dong ho ho ho. Semua berhak, mau Rhomo, Wiranto, Prabowo, Aburizalo Bakro, Mahfudh Omdo, Gito Roles, Gito Sariawanto, Surya Brewoko, Anis Matamu pe-o, atau Menteri Tifatul yang gaptek yang kuper yang mem-follow akun cabul bin porno itu ho ho ho, siapa aja, yo monggo, “tafaddholoooooo” alias = silahkan kata bahasa arabnyo

 

About Rusdian Malik

Dia adalah Pesbuker asal Kalimantan Selatan kelahiran 1985. Pria penggemar acara stand up comedy ini adalah alumnus pesantren yang cukup terkenal di Kalimantan Selatan, yakni Pondok Pesantren Al-falah Banjarbaru.

My Facebook Arsip Artikel

15 Comments to "Analisa Politik Kariwaya Society"

  1. Wiwit Arianti  24 March, 2014 at 13:32

    hehehe…untung kemaren2 aku menolak dilamar partai untuk duduk di DPR RI, kalau mau aku pasti akan keblusuk menjadi bagian dari dunia permalingan mereka.

  2. Kornelya  23 March, 2014 at 01:23

    Semakin yakin aku, kalau warga negara Baltyra isinya orang sudrun semua. Inilah efek indang yg dibawa pa Leo Sastro kemarin. Menurut petinggi DemonCrot, keadilan belum ada, lihatlah dari komplain kang Anas dari balik room service hotelnya. Ngga adil, ngga adil, duitnya lebih banyak untuk kapten. Edaan.

  3. Dewi Aichi  21 March, 2014 at 10:47

    wakakakakkak..Indang ki kowe…..kae lho wis tak tulis neng komen artikele mas Leo

  4. Lani  21 March, 2014 at 10:40

    DA : hah? kesurupan, mmgnya dia INDANG??????? kkkk

  5. Dewi Aichi  20 March, 2014 at 10:31

    Lani….silahkan kenalan, bisa kesurupan nanti ha ha…ini tulisan keduanya di baltyra lho..

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *