Hari Raya Purim

Phie – Midstate

 

Anak saya bersekolah di institusi pendidikan Yahudi sehingga kegiatan yang berhubungan dengan perayaan hari raya maka kami orang tua murid tidak terkecuali yang non-Judaism pun sudah biasa terlibat langsung di dalamnya.  Untuk anak-anak yang lebih kecil lebih banyak gurunya yang sibuk membuat kostum atau pernak-pernik, sedangkan untuk anak-anak yang lebih besar mereka sudah bisa mengerjakan apa yang diperintahkan sesuai kreativitas masing-masing. Untuk itu tahun ini saya memutuskan ikut membantu kelas anak saya dua minggu terakhir ini setiap pagi sekitar dua jam karena tidak menggangu jam kerja saya. Salah satu yang baru saja dirayakan adalah Hari Raya Purim.

 

Sekilas Tentang Asal Muasal Perayaan Purim

Cerita ini tentang riwayat orang Yahudi berdasarkan Kitab Ester yang merupakan bagian Alkitab Perjanjian Lama. Menurut kutipan dari www.sabda.org, ringkasan ceritanya adalah:

           “Ester, anak angkat pamannya, Mordekhai dijadikan ratu oleh Raja Persia Xerxes, yang juga dikenal dengan nama raja Ahasyweros. Perdana menterinya, Haman, membenci orang Yahudi dan bersekongkol untuk melenyapkan mereka. Sasaran utamanya ialah Mordekhai. Ester dengan kepintarannya membuat raja mengalihkan keputusannya terhadap bangsa Yahudi, dan Haman akhirnya digantung. Mordekhai kemudian diberi kekuasaan dan bangsa Yahudi memperingati peristiwa itu dengan perayaan.”

Kitab Ester dan kitab Rut merupakan kitab di dalam Alkitab yang menyandang nama wanita. Nama ‘Ester’ memiliki arti ‘bintang dari timur’. Dua wanita elok ini ‘bergandengan tangan’ demi kepentingan umat Tuhan. Rut menjadi leluhur Sang Penebus bangsa Israel sedangkan Ester menyelamatkan umatnya sehingga memungkinkan hadirnya Sang Penebus. Dari abad ke abad Tuhan tetap melindungi bangsa ini untuk dipakai menjadi berkat bagi seluruh dunia, seperti janjinya terhadap Abraham. Kitab Ester ditutup dengan cerita tentang penetapan pesta Purim and pengangkatan Mordekhai untuk mengisi posisi Haman. Mordekhai menjadi orang kedua setelah raja Persia. Pesta Purim merayakan pembebasan bangsa Yahudi dari bahaya yang mengerikan. Pesta itu merupakan hari ucapan syukur bagi umat pilihan Tuhan karena Ia senantiasa membebaskan umat-Nya dari bahaya dan perbudakan.

 

Perayaan Purim Anak-anak

Seperti layaknya pesta maka ada pemakaian kostum warna-warni dan kue-kue yang lezat. Sesuai tradisi pada perayaan Purim hendaknya tidak lupa untuk memberi perhatian kepada kaum lemah dengan berbagi makanan.

Saya salut dengan guru-guru TK yang tidak pernah kehabisan ide untuk berkreasi dan dedikasinya yang tidak terbatas supaya anak-anak ini merasa bangga dengan hasil kreativitas masing-masing dipamerkan di setiap perayaan hari raya. Untuk kostum kali ini kami diberi tahu sejak bulan Februari supaya mengumpulkan kaos putih polos ukuran dewasa untuk nantinya dicelup warna-warni dan dihias. Saya kebagian mengawasi anak-anak untuk mengecat ikat kepala, membuat bulu tiruan dari benang wol yang mereka tempel dengan lem selembar demi selembar di kostumnya, menghias sayap kupu-kupu, dan menghias keranjang yang terbuat dari galon susu ukuran kecil yang digunting separuh.

Untuk finishing touch-nya seperti mencampur warna cat, menggunakan stapler atau glue gun yang panas itu baru bagian saya. Biasanya satu kelompok ada 3-4 anak yang mengerjakan bersama-sama tergantung besar kecilnya obyek yang dikerjakan. Karena duduk semeja dengan mereka saya jadi mengenal lebih jauh karakter teman-teman anak saya: ada yang tukang protes, ada yang selalu bercerita khayalan tinggi sekali, ada yang manis dan penurut, ada yang suka ngeledek, ada yang susah berkonsentrasi, dan ada juga yang cengeng sekali untuk ukuran anak 5 tahun.

Tidak jarang juga saya mendapat pertanyaan polos mereka: Why are you helping us? Are you okay with us making a lot of noise? Maybe I will tell my mom so she can come here to help. Ada juga yang dengan manisnya bilang: Thanks for helping us, we like you. Are you coming again next time we have a project? Dengan matanya yang bulat berbinar dan senyumnya yang merekah bikin saya terharu hehehe!

Ketika tiba harinya berparade keliling sekolah dan gedung community center di sebelahnya meriah sekali warna-warni kostum dan celoteh mereka. Senang rasanya semua kegiatan menghias pernak-pernik ini bisa selesai tepat waktu.

hari-raya-purim (1)

hari-raya-purim (2)

Sehari sebelumnya anak-anak ini pun membuat kue kering khas Purim yang disebut “Hamantashen”, adonannya biasa saja seperti nastar tetapi isian di tengah (selai apa saja, aslinya poppyseed yang berwarna hitam) tidak tertutup sedangkan ketiga sisinya hanya dilipat ke dalam sebagian hingga membentuk segitiga. Makna yang terkandung dari kue kering ini adalah mukjizat Purim seperti yang saya kutip dari www.chabad.org berikut ini:

           “The real reason for eating hamantashen is that they symbolize the very nature of the Purim miracle. If you read the story of Purim, you notice that it was a string of seeming coincidences that saved the Jewish people from annihilation. There were no open miracles, no seas split, no plagues, just some twists and turns of history that, when viewed as separate events, seemed quite natural. Only at the end of the story was it revealed that a miracle had occurred.

            Jews can always find a food to tell a story. In this case, it is the hamantash. The outside of the hamantash is just plain dough. The true flavor is concealed inside. Beyond the very ordinary veneer is the heart of the hamantash, bursting with sweetness.

            Our lives are much the same. At times it seems that we are being pushed and pulled by accidental forces. Things happen to us that seem haphazard and random; there seems to be no system in place, no direction to this cold and harsh universe. This is not true. There is a system. But it is hidden. Below the surface there is a sweet hand and a warm heart that directs the universe.”

Setiap anak diberi kesempatan membuat tiga buah kue kering ini (dibantu gurunya) mulai dari mencetak adonan hingga memilih isian dengan selai blueberry, poppyseed, cherry, strawberry, dan chocolate chip. Setelah matang boleh mereka bawa pulang dalam keranjang recycle yang sudah mereka hias untuk diberikan kepada orang terkasih. Dasar anak-anak, pulangnya mereka langsung makan sendiri hahaha…

Hasil kue kering yang mereka buat ini ada sekitar 4 loyang besar yang setelah parade mereka antar sendiri ke gedung community untuk nantinya diberikan ke panti asuhan dan panti jompo milik yayasan Yahudi ini.

hari-raya-purim (3)

Di rumah saya iseng bikin kue kering ini dengan campuran Blue Band (masih cinta produk Indonesia yang satu ini, menurut saya lebih wangi daripada mentega buatan sini) dan Wisjman dibantu asisten kecil saya.

Terima kasih sudah membaca tulisan saya kali ini. Utang saya buat mbakyu DA lunas nih!

 

37 Comments to "Hari Raya Purim"

  1. phie  28 March, 2014 at 07:24

    ci Linda: iya Blue Band emang juara…heheheh!

  2. phie  28 March, 2014 at 07:23

    jeng Elnino: soriiiiii….baru liat ada komen ini. iya ntar dia lanjut ke Kindergarten di yayasan yg sama, sepertinya sih tmbh byk kegiatan art-nya. kdg bikin nyampah di rumah suka main kuas dsb hahaha…wis jaaann! makasih ya

  3. Linda Cheang  24 March, 2014 at 21:51

    Mau kuenya yg versi Blue band

  4. elnino  24 March, 2014 at 15:06

    Alanaaa…. Makin imut aja. Pasti jiwa kreatifya makin terasah nih, setelah lulus dari sekolah ini

  5. phie  24 March, 2014 at 13:00

    mba Hennie: thanks for the compliment! semoga nantinya jg selalu cantik hatinya.

    iya betul, project mrk nih ga abis2 hahaha…gurunya ga prnh keabisan ide!
    ya kue keringnya enak kok, coba aja sekali2 beli mba hen

  6. phie  24 March, 2014 at 12:50

    mba Meita: nah tu kaaannn hahaha…eh sama lah aku jg jarang buka Alkitab. *maluuuuuuuuuuuu

  7. phie  24 March, 2014 at 12:48

    mba Wiwit: masih panjang jalannya ke sana, kita sbg ortu pasti maunya kasi yg terbaik pastinya utk anak. uang kan bisa dicari asal niatnya baik pasti rejeki ga akan kmn2 toh.
    iya itu kuenya kan kue kering biasa kya nastar, semua pasti doyan hehehe…

    makasih ya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.