Gelap-gelapan

Seroja White

 

Di balik kesulitan selalu ada kemudahan. Itu janji Tuhan dan disebutkan dalam kitab suci.

matilampu

Kesulitan sumber daya listrik di SUMBAGUT tanpa kita sadari memberikan dampak positif bagi kemampuan kita beradaptasi dan membuat kita kreatif. Eitsss… Jangan protes dulu kawan walo sebenarnya awak pun gemes-super-duper). Pasti kemudian akan timbul pertanyaan: “kenapa kau cakap kek gitu Liesma Siregar”. Lagi- lagi tolong dibaca dengan dialek Medan yang khas dan kental/*winkkk) hahaahaaahaa.. Harap maklum saja berhubung awak lahir dan besar di Medan tercinta, kalo matinya belum tau dimana yang jelas selalu berharap khusnul khotimah. Aamiin.

Yuhuuuu… Balik lagi ke topik utama (bukan mau manggil-manggil bang Topik yaaa) bicara tentang bukti dampak positif krisis sumber daya listrik di wilayah SUMBAGUT, berikut uraiannya:

(1) membuat anak-anak tidak takut gelap karena sudah sering dan selalu gelap. Bukannya positif bagi perkembangan psikologis anak? Jadi para orang tua gak perlu resah untuk mengajarkan anaknya mandiri alias bisa tidur sendiri terpisah dari orang tua.

 

(2) membuat anak-anak bermain kreatif di dalam gelap. Efek listrik padam maka game online, gadget dan berbagai permainan komputer yang membutuhkan daya listrik untuk membuatnya bekerja tidak bisa digunakan maka dengan itu dengan “terpaksa” membuat anak-anak dan orang tua berinteraksi dalam halusinasi membuat permainan bayangan berbagai bentuk mirip wayang dengan imajinasi jalan ceritanya sesuai kebutuhan dan keinginan. Dengan demikian kemampuan imajinasi, bahasa/verbal dan sosial serta seni anak-anak semakin terasah. Bukankah hal-hal seperti ini telah jarang ditemukan karena semua sibuk dengan gadget mading-masing?

 

(3) mempererat hubungan orang tua dan anak. Efek listrik padam maka kipas angin, AC dan aneka alat peredam cuaca panas lainnya tidak berfungsi maka otomatis tugas orangtua bertambah yaitu mengipasi para anaknya. Selama adegan kipas mengipas ini berlangsung maka akan terjadi kontak komunikasi lisan dan fisik antara anak dan orang tua.

 

(4) mempererat hubungan suami istri. Karena semakin mesra akibat sering candle light dinner yang romantis.setiap malam loh dan gratis lagi. Gak perlu ke restorant mahal sebab perusahaan listrik negeri kita ini pasti PAS: pasti padam PAS menjelang azan magrib.

 

(5) melatih kemampuan kepramukaan. Nah lohhh???? Gini cuy,, selama ini kita terbiasa hidup dengan cara instant misalnya untuk memasak nasi saja harus pakai magic jar atau alat pemasak nasi listrik. Tapi kabar tidak sedapnya alat-alat tersebut baru berfungsi dengan syarat dan ketentuan berlaku yaitu alatnya berfungsi dengan baik alias tudak rusak dan listrik menyala. Nah loooo lagi?? Bisa gawat area kampung tengah alias perut kalo lapar melanda. Gak mungkin gak makan kan? Maka dengan terpaksa membuat kita belajar memasak nasi dengan cara tradisional: pake panci dan dandang. Masih terkait dengan urusan kampung tengah: dalam hal menggiling cabe or bumbu, yang biasanya menggunakan mesin penggiling alias blender maka kemudian menggantinya dengan menggilingnya menggunakan batu gilingan. Memang terkesan agak “flintstone” tapi ternyata membuat ulekan sambal and bumbunya lebih nikmat.

Benar juga kata mamakku: walau sudah ada alat-alat canggih or otomatis tetap jangan lupakan manual book-nya.

Bukankah hidup jadi lebih indah dengan cara manual dan agak tempoe doloe? Karena banyak orang masa kini yang menghamburkan uangnya untuk membeli kesan antik cita rasa tempo doloe.

 

(6) membuat kita jadi punya koleksi lampu-lampu semprong or petromaks yang antik.  Itu pendapatku loh kawan.. Acem kawan, cucok kau rasa? Sapaan hangat khas logat Medan.

Kalau ada yang mau menambahi dampak positif lainnya : silahkan bang bro and kak sist..

mati_listrik

Silahkan sampaikan pendapat masing-masing

 

18 Comments to "Gelap-gelapan"

  1. elnino  8 April, 2014 at 12:19

    hahahaha…like this! kreatip.

  2. seroja  4 April, 2014 at 08:54

    mbak [email protected] gimana ndak gila mbakyu, pemadaman yg saban hari bikin aku dan juga yg lainnya uring_uringan, dan bener kata pak Lurah telinga hampir budek karena perang bisingnya Genset…walah uedann tenan

  3. Nur Mberok  3 April, 2014 at 10:58

    Hai cantikkkkk….

    Lama gak nongol, sekali nongol kau sudah gila rupanya. HAHAHAHAHAHAHA….

    Aku suka kali ama positive thinking mu ini….xixixixi MANTAPPPPP !

  4. seroja  3 April, 2014 at 10:50

    terima kasih atas kehadiran semuanya. demikianlah adanya, benar itu kata pak ketua di Medan pemadaman listrik adalah sebuah ritual. pada hal kantor PLN telah didemo berkali-kali, sampai ada kantor cabang yang dibakar massa karena kesal, ya mau kek mana lagi, sukak-sukak orang itulah! *logat Medan

  5. Lani  3 April, 2014 at 09:40

    SEROJA WHITE : (4) mempererat hubungan suami istri. Karena semakin mesra akibat sering candle light dinner yang romantis.setiap malam loh dan gratis lagi. Gak perlu ke restorant mahal sebab perusahaan listrik negeri kita ini pasti PAS: pasti padam PAS menjelang azan magrib.
    +++++++++++++++++++++++

    Dampak ini yg plg dahsyaaattttttt! The rest use your imagination……….kkkkkk……….yg jelas spt komentar Pam-Pam, ces-plennnnnnng………!

  6. Linda Cheang  3 April, 2014 at 09:35

    hahahaha, peledakan jumlah kjelahiran itu karena banyak main di gelap-gelapan, ya?

  7. Lani  3 April, 2014 at 09:27

    NONIK : ini menurut pendapatku ya………sebelum kamu keblasuk dirumah ini, aku yakin kamu sdh ada titik/bakat utk sudrun…….dgn masuk kerumah ini ke sudrun-anmu semakin dipupuk, ditingkatkan krn tanpa sadar kamu mengasah dr para subo dan suhu dirumah ini……..dan nampaknya kamu memilih suhu utama yaitu kang Anuuuuuuu………wakakakak…….wis klop tenan, dirimu, Tes ditambah para dukun sudrun disini kkkk….ngakak karo guling2 aku……..

  8. Nonik  3 April, 2014 at 05:33

    wis jiaaaaaaan mak jiang aku ngakak2 mbaca artikel ini, terutama di nomor 4

    (Gawat diriku sudah mulai tertular Mas Anoew nampaknya….. )

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.