Vegetarian dan Vegan

Night

 

Banyak alasan seseorang menjadi vegetarian dan vegan, faktor spiritual dan pencinta binatang umumnya menjadi alasan utama manusia memilih menjadi pemakan sayur-sayuran (dan buah-buahan).

Setelah beberapa tahun menjadi seorang pemakan sayuran, saya mulai melihat sisi gelap seorang vegetarian maupun vegan. Dua klasifikasi yang serupa tapi tak sama. Mereka berusaha mendoktrin jalan pikirannya terhadap orang lain, berpikir apa yang mereka lakukan benar dan pemakan binatang adalah manusia biadab dan laknat.

Vegan-Vs-Vegetarian

Vegan sepengetahuanku tidak menyentuh apapun yang berhubungan dengan daging, termasuk susu dan telur, dan juga produk dari binatang termasuk kulit binatang dan sebagainya. Vegetarian masih terbagi ke beberapa klasifikasi pemakan telur; peminum susu; yang tidak menyentuh onion, garlic, shallot dan sejenisnya; dan ada juga yang memakan seafood dan mengakui dirinya vegetarian. (saya tidak sependapat pemakan seafood dianggap vegetarian, ikan dan mahkluk dari laut juga termasuk dalam animal kingdom)

Saya sendiri tidak menyentuh daging dengan alasan karena tidak ingin ada binatang yang dibunuh atau tersiksa untukku. Saya minum susu, karena tidak ada binatang yang dibunuh untuk memproduksi susu. Telur juga bagiku hanyalah menstruasi ayam karena karena telur komersil bukanlah dari hasil dari dibuahi (saya berusaha memilih yang free range). Mungkin saja pendapatku salah, tapi saya tidak menjadi vegetarian bertahun-tahun ini karena alasan spiritual melainkan alasan pribadi jadi tidak ada siapapun yang berhak mengatakan pendapatku terhadap diriku adalah salah.

vegetarian

Kembali kepada sisi gelapnya, menurut penerawanganku (yang sok menjadi paranormal), vegetarian dan vegan merasa jalan hidupnya benar dan harus diikuti. Mereka berusaha mengajarkan kepercayaannya yang cenderung menyudutkan pemakan daging bahwa apa yang mereka lakukan mengandung filosofi yang dalam untuk menyelamatkan mahkluk lain di dalam rantai makanan. Menurut pendapatku (yang bisa saja salah) pilihan hidup setiap orang adalah urusan masing-masing orang, ibarat alat kelamin yang dibanggakan tapi tidak perlu dipamerkan (jauh ya? Haha…).

Saya sendiri tidak mengerti kenapa vegetarian masih ada yang memakan daging buatan, bukannya itu berarti ada rasa ketidakrelaan dalam menjalani pilihan hidupnya? Sedang diriku? Percayalah, mencium bau daging yang tajam bisa membuatku merasa tidak bisa melanjutkan makan dengan tenang. Tapi bukan berarti saya menentang pemakan daging, bahkan saya berusaha menutupinya hingga orang bertanya kenapa saya hanya makan sayur dan memesan khusus untuk diriku saat ada acara makan bersama di restoran.

Keuntungan menjadi pemakan sayur dan buah menurutku yang paling menarik tapi tentu saja bukan dari alasan kesehatan. Begitu teman-temanku mengajak makan, mereka selalu berusaha memesan lebih banyak makanan berbentuk sayur dibanding daging, dan ketika memesan vegetarian set selalu porsinya lebih jumbo dengan harga yang relatif lebih rendah (meski tidak selalu).

Kerugiannya? Percayalah banyak orang menganggap pemakan sayur lebih lemah secara fisik dan dianggap sok suci bahkan karena banyaknya vegetarian dan vegan yang berusaha mendoktrin cara hidupnya menyebabkan vegetarian dan vegan dianggap mahkluk yang harus dihindari.

Kesimpulannya? Saya pembenci binatang yang ingin melihat mereka kelaparan dengan menghabiskan makanannya.

 

18 Comments to "Vegetarian dan Vegan"

  1. Itsmi  3 April, 2014 at 18:32

    Jc, so pasti

    Juga kalau sedang makan babi panggang dan babi rica rica, mertua pun lupa ahhahahahah

  2. Dj. 813  3 April, 2014 at 18:21

    Nur Mberok 3 April, 2014 at 11:05

    Untuk itu makanlah sebelum lapar, dan berhentilah sebelum kenyang.
    ————————————————–

    Mei…..
    Salah Mei….
    Makanlah saat engkau lapar ( bukan sebelum lapar ).
    Nggak lapar kok disuruh makan, ya nggak enak.
    Enak itu, makan saat lapar ( apalagi kalau lapar sekali ) dan berhenti SEBELUM kenyang ( ini benar ).
    Disini kita menikmati makanan tersebut.

    Hahahahahahahahaha…..

  3. Dj. 813  3 April, 2014 at 18:18

    Hallo Night….
    Salam jumpa….
    Terimakasih untuk ulasannya…
    Nah ya, terserah saja. Siapa mau makan apa saja, asal tahu apa yang dimakan.
    Yang jelas, dengan makanan, orang ingin hidup sehat.
    Yang enak itu kan tidak sampai satu jengkal saja ( dari mulut ke leher ).
    Setelah itu, hanya ada satu, yaitu kenyang…. ( diperut, semua sama )
    Selamat bersantab…

  4. J C  3 April, 2014 at 15:00

    Sama dengan komentar Nyah Mberok, aku menikmati saja. Selama segala sesuatu tidak berlebihan, alam sudah memberikan keseimbangan dan kesetimbangan terbaik yang sesuai dengan tubuh kita. Sepakat juga dengan Linda, bahwa yang tahu kebutuhan dan merasakan adalah tubuh kita sendiri.

    Lani, aku yakin nek kowe tidak bakalan jadi “vegetarian” lah…(* evil laugh *)

    Itsmi, jangan lupa ajak aku kalau ketemu babi panggang dan rica-rica yang uenak ya…

    Night, kalimat penutupmu bikin aku ngakak…hahaha…

  5. Itsmi  3 April, 2014 at 14:19

    Hi Night, lama tak ketemu…

    Orang tidak makan daging banyak alasannya tetapi kalau kita mempelajari penelitiaan yang jelas orang tidak makan daging tidak lebih sehat. malahan sebaliknya…

    Berikan saya saja babi panggang atau babi rica rica hahahah

  6. Ivana  3 April, 2014 at 13:17

    Saya dulu pernah coba untuk jadi vegetarian, tapi masih makan telur, minum susu beserta produk susu. Tapi kenyataannya memang tidak kuat, alias masih butuh protein hewani. Akhirnya saya berhenti dan makan kembali seperti biasa meski berusaha makan sayur dan buah lebih banyak.

  7. Linda Cheang  3 April, 2014 at 12:31

    LANI : menurut beberapa temanku yang pelaku full vegan, pilihanku itu salah, hehehe.

    wes, yang tahu kebutuhan tubuhku, kan, aku sendiri, toh.

    Bener kayak Nur Mberok, nikmati saja apapun yang alam sudah sediakan.

  8. Nur Mberok  3 April, 2014 at 11:05

    Aku menikmati apa yang sudah disediakan alam.

    Orang kutub makannya ikan mlulu lhah adanya itu. Toh mereka juga baik-baik saja, karena tubuh sudah menyesuaikan.

    Manusia bisa karena biasa.

    Untuk itu makanlah sebelum lapar, dan berhentilah sebelum kenyang. Makan secukupnya dan olah raga teratur ….

    Cuma manusia itu, terutama yg di kota, maunya yg enak-enak dan suka exploitasi makanan. Bukan makan secukupnya tapi apa yg ada dimakan. Hahahaha yg ga ada dicari-cari. Nah jadilah penyakit.

  9. Lani  3 April, 2014 at 10:50

    LINDA : Tdk ada yg namanya pilihan salah……..kamu memilih semi atau apalah sebutannya, krn kamu anggap itu yg plg sesuai dan pas buat dirimu………..jd no problem………

    Masalah vegetarian dan vegan……..monggo2 waelah……….klu aku belum bisa dan tdk akan memilih salah satu diantara keduanya, pilih normal2 saja, pokok-e balance……..krn klu hrs memilih salah satu dr vegetarian dan vegan buatku malah ribet………

    Sama sj dgn semua yg serba organic dan tdk organic………semua aku makan, tdk semuanya organic………bagiku masalahnya dlm hal ini soal harga!

  10. Linda Cheang  3 April, 2014 at 10:14

    nomer 1!

    saya mantap jadi semi vegetarian saja, karena memang tubuhku ini ternyata masih memerlukan protein hewani walau dalam jumlah sedikit…

    silakan saja kalo ada yang menganggap pilihan saya salah.

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.