Sampai di Mana Amannya Sosial Media?

Mpek Dul

 

FACEBOOK  – SKYPE  – WHATSAPP – MSN -TWITTER

Apakah semua data pribadi anda aman di sosial media seperti ini?

 

Sejak Edward Snowden membongkar rahasia PRISM, seluruh dunia makin  mengenal praktik penyadapan di bidang sosial media oleh NSA, National Security Agency atau Dinas Keamanan Nasional Amerika Serikat.

Sebelum itu kita tidak pernah mendengar adanya praktik seperti ini. Apakah itu berarti hanya AS satu-satunya negara di dunia yang memakai sosial media sebagai satu alat untuk menjalankan kegiatan penyadapan internet?  Jawabnya adalah: TIDAK. Meskipun praktik demikian ini tidak akan disebar luaskan oleh negara-negara yang bersangkutan, tetapi saya betul-betul yakin, begitu juga para ahli-ahli profesional dalam bidang programasi IT, bahwa banyak negara-negara lain seperti Russia, China, Jepang, Australia, Korea Utara dan Selatan, Canada, India, Israel, Pakistan, Iran, Afrika Selatan, Jerman, Perancis, Inggris, Itali, bahkan Belanda yang juga menjalankan praktik ini.

Semuanya dengan satu alasan standar yang sama: “Untuk menjamin keamanan negara”.

Sampai di mana parahnya praktik begini, tidak ada seorangpun, termasuk kementerian negara yang dapat mengetahuinya dengan pasti, karena sudah kehilangan cengkraman pengawasan.

Kegiatan-kegiatan demikian ini hampir selalu berada di tangan dinas Intel militer dari negara-negara yang bersangkutan, yang seringkali menjalankan praktik-praktik di luar hukum karena tujuannya adalah : “Untuk keamanan negara, semua tindakan, baik sah maupun tidak, berhak diambil. Tujuan lebih penting dari peralatan”. Perbedaan antara AS dengan negara-negara yang otoriter, diktatorial, tidak mengenal kebebasan pers, tidak mengenal oposisi dan menjalankan “non publikasi” politik, seperti Rusia, China, Korea Utara, Iran, Pakistan, Israel dll, yaitu mereka tidak pernah mempublikasi kan kegiatan-kegiatan spionase mereka, sehingga di pandangan dunia, mereka tidak menjalankan kegiatan yang sama. Praktik penerapan tetap ada, hanya berbeda cara, jalan dan taktiknya. Kalau persoalan “kekuasaan” “power” semua alat-alat yang dipakai adalah “sah”.

Terlepas dari politik pro dan kontra, kita tidak boleh melupakan bahwa AS juga adalah satu-satunya negara di dunia yang disegani, ditakuti, dibenci oleh teman dan musuh, oleh para teroris, dan lebih sering menjadi sasaran terorisme dari luar, sehingga harus menjaga keamanan negaranya. Tidak ada satu negara lain pun di dunia ini yang bersedia dan berani menongolkan leher mereka untuk ikut campur dalam persoalan, konflik yang melanda dunia saat ini, dan bertindak sebagai “polisi dunia”, karena tidak mempunyai kepentingan, terutama ekonomis.

prism (1)

Eropa, mengingat letak geografis yang tidak jauh dari benua Afrika dan Timur Tengah, dan merupakan sekutu dan berdiri di belakang AS. Juga karena kedua blok ini, ditinjau dari bidang historis, strategis, sosiologis, antropoligis, ideologis dan ekonomis mempunyai kepentingan dan hubungan yang berkaitan erat sekali. China, Rusia lebih menekankan kepentingan perekonomian negara mereka masing-masing, dan tidak pernah mempedulikan kekacauan yang terjadi. Jepang mempunyai sejarah yang begitu peka akibat dari PD II.

Semua alasan-alasan di atas menyebabkan negara-negara tersebut, mengambil tindakan yang di dalam pandangan mereka adalah “adil”, meskipun seringkali terlalu berlebihan dan tidak jarang melanggar hukum internasional serta mengarah ke “xenophobia”. Ini adalah satu rasa kecurigaan, ketakutan, kurang percaya terhadap orang-orang atau kelompok bangsa lain, kecuali kepada bangsanya sendiri (nasionalisme) yang berlebihan. Hal ini karena akibat dari kejadian2 negatif di masa lampau yang mereka alami.

 

Apakah PRISM itu sebenarnya?

Sampai sekarang tetap masih tidak banyak yang diketahui dengan pasti oleh dunia luar sampai di mana, betapa dalamnya, data-data dari pemakai internet yang disadap dan disimpan oleh dinas ini (dan dinas lain negara), karena sangat pekanya topik ini. Kemungkinan untuk mengetahui nya juga sangat kecil sekali, karena ini “rahasia keamanan negara”

Selain itu tidak banyak literatur yang saya temui dan baca dalam hal ini.  Meskipun begitu, lewat kesempatan ini (dan dengan pengetahuan saya yang terbatas sekali di bidang komputer programatur), ingin saya coba sedikit memberikan uraian dan gambaran, alat spionase ini.

prism-doc

prism-doc1

PRISM adalah satu nama kode yang dipakai oleh NSA untuk menyadap data personal dari orang-orang, oknum-oknum, perusahaan dan berita-berita dari pemakai internet di dunia. Sejak adanya peristiwa 11 september 2001, pemerintah AS semakin memperketat pengawasan terhadap aspek-aspek yang dapat mengancam dan membahayakan keamanan negara, terutama dari pihak Al Qaida, organisasi muslim fundmentalis dan juga dari dinas kontra spionase Korea Utara, Iran dll.

Sistem ini sebetulnya baru didirikan sejak tahun 2007, dan kode panggilan untuk kegiatan2 dari PRISM ini dikenal dengan nama US-984XN.

Diperkirakan setiap tahunnya sistim ini mempunyai anggaran belanja sekitar US$ 20 juta, jumlah yang di dunia spionase dapat dinilai kecil. Software atau peranti lunak (bahasa Indonesia), yang dipakai oleh PRISM ini dapat menelusup membaca semua berita-berita, e-mail, database (pangkalan basis data), profil jaringan hubungan (network profile), data login, jangka waktu login seseorang ketika melakukan kegiatan internet dengan mengunjungi jaringan situs (websites) tertentu dsb, lewat IP address (Internet Protocol address atau alamat Internet Protokol) dari komputer orang atau satu dinas yang bersangkutan. Dengan demikian seluruh gerak gerik, kebiasaan dari orang yang saat itu diawasi, dapat diikuti dengan tepat, cermat, tanpa orang itu sendiri tahu atau terganggu. IP address mudah sekali kita lihat di komputer kita sendiri, karena setiap komputer yang berhubungan dengan internet melewati router modern yang memberikan alamat IP nummer tersendiri,  meskipun di dalam satu rumah kita mempunyai lebih dari satu komputer di rumah.

Dua komputer di rumah yang dihubungkan sebagai network (jaringan kerja) lewat router modern juga praktis mempunyai dua IP address (alamat IP) yang berbeda, meskipun ada kemungkinan dapat mempunyai satu alamat IP yang sama, biasanya jika router yang dipakai model kuno, kebanyakan di negara-negara yang masih agak terbelakang dalam bidang jaringan internet seperti Indonesia, Birma, Vietnam, Khmer merah, Laos dll, biasanya melewati koneksi kabel tilpon ADSL.

Dua komputer personal di rumah yang mempunyai hubungan network intern dan mempunyai satu alamat IP yang sama dikenal sebagai “Mac” dan “Security threat”. Ini satu perkembangan yang sangat membahayakan pemiliknya, karena tidak saja intern, mereka dapat saling mengintip kegiatan masing-masing, tetapi lebih mudah diterobos dari luar.

Karena provider saya saat ini memakai jaringan serat kaca (glass fiber) wireless wifi router lewat kabel listrik digital sepenuhnya (40 cm dari komputer saya), dengan download kapasitas yang sangat tinggi dan cepat sekali sekitar 100 mbit/s (megabits tiap detiknya), saya mendapat kan “semi static IP address” variabel yang dapat berubah. Sekalipun begini, tidak dapat menjamin keamanan komputer saya sepenuhnya, meskipun dijaga oleh Symantec program.

Sampai sekarang jika saya bertanya kepada beberapa orang mengapa mereka menggunakan Facebook sebagai salah satu alat media untuk hubungan?  Sembilan dari sepuluh jawaban yang saya dengar adalah standar: “Ah tidak usah kuatir, karena aman sekali. Hanya friends atau teman-teman atau orang yang kita kenal saja sudah di ok yang dapat mengintip berita saya di Facebook. Orang-orang lain yang tidak tercantum sebagai teman tidak akan mungkin dapat ikut membacanya”.  Tanpa mengetahui kata sandi (password) mereka, saat data account di komputer mereka saya periksa lewat setting dari situs yang bersangkutan (dalam hal ini Facebook), apa yang tercantum di situ seringkali sangat mengejutkan saya.

prism (3)

prism (2)

Tidak saja foto-foto pribadi, keluarga, tetapi juga nama lengkap, tanggal lahir, profil pribadi, alamat pribadi, pendidikan, hobbi, bahkan kegiatan-kegiatan di hari-hari tertentu seperti masakan, makanan kegemaran mereka, hampir semua lengkap dicantumkan di situ.

Banyak sekali di antara para pemakai sosial media yang tidak menyadari betapa bahaya dan cerobohnya mereka dengan mencantumkan data-data yang praktis lengkap dan sepenuhnya di situ, sehingga mudah menjadi sasaran Phishing, Malware, virus dsb.

Juga dalam hal ini komputer dengan sistim pengendalian Windows jauh lebih peka dan mudah menjadi sasaran virus dari hackers dibandingkan dengan sistem dari Apple komputer Mac OS (saat ini OS – X atau OS 10).

Mereka tidak menyadari bahwa data-data yang dicantumkan di Facebook, tidak akan mungkin dapat dihapus seumur hidup mereka, karena alat media ini menjadi bagian dari WWW, atau World Wide Web, satu jaringan (situs) dunia luas (bebas), yang cabang jutaan dan menyebar keseluruh penjuru dunia, meskipun seringkali karena mereka berpikir naif:  “only friends”. “Kan sudah saya delete semua?”. Mereka mengira hanya “only friends ” saja yang dapat membaca, mendengar, melihat semua kegiatan2 mereka saat chatting, skyping, dan apa yang mereka “delete” atau hapus dari internet, sudah pasti hilang.

Silahkan cek komputer kita dengan programma CCleaner, Malwarebytes atau sejenisnya, dan mereka baru menyadari bahwa apa yang mereka “delete” masih dapat tersembunyi sebagai “hidden file” sehingga dapat dikembali kan lagi dengan programa tertentu untuk dibaca, termasuk e-mail yang romantis dan intim!  Berapa banyaknya “sampah” yang masih tertinggal dan tidak dapat kita lihat. Siapa saja yang diam-diam mengintip kita dibelakang layar cyber?

Satu contoh yang sederhana adalah banyak di antara kita yang memakai Gmail dan Google sebagai alat komunikasi dan mesin pencari (search machine) untuk mengunjungi beberapa situs. Siapa di antara pemilik komputer yang memakai Mac Afee, Symantec, Panda sebagai anti virus programma karena harus membeli, meskipun banyak sekali freeware antivirus programa, bahkan dari Microsoft sendiri seperti Microsoft Security Essential, AVG, dll (meskipun hanya terbatas sekali dan tidak selengkap anti virus programa yang harus dibeli)? Semua ini dihemat, tanpa memikirkan konsekuensinya.

Pernah komputer saya kebobolan, karena ada satu malware/internetworm dari Israel yang tanpa saya ketahui dan tidak terdeteksi oleh Symantec internet security, ikut membonceng masuk. Setiap komputer dinyalakan, otomatis search machine worm ini yang standar muncul. Saya membutuhkan 5 jam untuk menemukan nya di mana dia bersembunyi  dan hampir dua hari untuk membasmi sampai ke akarnya dengan menggunakan satu deteksi programma dari Swedia, karena Symantec pun tidak berhasil membasminya. Satu kombinasi yang unik: Israel – Swedia?

PRISM ini kian hari makin disempurnakan, sehingga ada kemungkinan dapat menerobos keamanan ke data dari providers sendiri tanpa mereka ketahui, atau ada beberapa providers yang sengaja bekerja sama dengan NSA. Hal ini dikarenakan hukum media di negara itu mewajibkan mereka untuk memberi kan data-data kegiatan dari para nasabah provider “untuk demi keperluan keamanan negara”.

Daftar dari perusahan-perusahaan yang “wajib” bekerja sama dengan PRISM lewat apa yang dinamakan “lock boxes “ yang pasti sudah diketahui, sangat mentakjubkan: Microsoft (termasuk Outlook, Hotmail, Live, MSN), Yahoo, Google ( G-mail, Google+, Picasa Webalbums) Skype (bagian dari Microsoft Outlook), Youtube adalah bagian dari Google, Facebook, PalTalk, AOL en Apple, Twitter (microblogs yang maksimum mengandung 140 huruf), LinkedIn, dsb.

Twitter hanya pernah memenangkan satu proses yaitu ketika menolak permintaan PRISM dan bekerja sama dengan WikiLeaks yang saat itu berada di bawah Julian Assange, sebelum dia membongkar semua kegiatan-kegiatan dari pemerintah sebagai hunchback atau pengungkap aib.

Di masa lampau, Facebook CEO Mark Zuckerberg juga pernah menyatakan bahwa Facebook tidak akan membuka servers mereka untuk pemerintah. Yahoo, Twitter pernah menjalankan proses juridish terhadap PRISM, sampai ke Mahkamah Agung, tetapi semuanya sia-sia, karena “keperluan keamanan negara” lebih penting dan berada di atas segalanya.

Memang secara teoritis, kita tidak usah ketakutan, jika kita tidak berbuat sesuatu atau melaku kan kegiatan-kegiatan yang membahayakan keamanan negara, tetapi jika gerak gerik harian kita, data pribadi kita, setiap saat diintai dan disimpan oleh dinas kontra spionase untuk seumur hidup, ini bukanlah satu hal yang nyaman dan menenangkan hidup kita, karena “the big brother is ALWAYS  (and any time) watching you”. Setiap gerak gerik kita dapat diikuti. Siapa yang dapat menjamin hal ini tidak disalah gunakan di satu saat?  Money can buy many things. Pernahkah kita semua memperhitungkan hal ini?

Contoh yang sederhana saja adalah jika kita meminta brosure atau informasi lewat e-mail dari  satu perusahaan yang mempunyai nama, terkadang juga mendapatkan newsletters atau nama kita tercantum di mailing mereka dan susah untuk dihapus. Perusahan-perusahaan biasanya saling tukar menukar data dari para customers untuk dipakai sebagai satu alat marketing penjualan produk mereka. Jika kita belanja di supermarket juga seringkali di”jebak” dengan pelbagai “promo” lewat internet, smartphone.

Dengan demikian mereka dapat mengetahui apakah kebiasaan kita waktu belanja, produk apa yang dibeli, merk apa dsb, dsb. Semua juga semacam PRISM di dunia komersial.

Ironisnya adalah jalan lain pemakaian alat media hampir tidak ada karena banyak perusahaan-perusahaan yang praktis memilih jalan ini sebagai salah satu cara untuk marketing mereka dengan beaya yang serendah mungkin. Bukankah prinsip satu perusahaan bahwa harus beruntung dengan ongkos serendah mungkin, emosi dan perasaan tidak berpegang peranan. Profit is the target. Keuntungan adalah tujuan utama satu perusahaan, berbeda dengan yayasan atau perkumpulan yang menurut statuter hukum, non profit.  Ketergantungan demikian inilah yang akirnya menjerat leher kita sendiri.

 

Bagaimana praktik “lock box” pada hakekatnya?

Jika NSA meminta satu perusahan internet untuk memberikan seluruh informasi dari para pemakainya, mereka wajib memberikan semua dat-data yang tercantum dan informasi ini disimpan di databank “lock box” atau server digital PRISM. Dengan demikian NSA mendapatkan semua data yang diperlukan tanpa perlu memasuki server perusahaan yang bersangkutan.

Facebook wajib memberikan semua teks, fotos, videos, data dari orang-orang tertentu yang di mata NSA termasuk potensial teroris dan harus mengirimkannya ke “lock boxes” NSA.

Pemerintah AS menyatakan bahwa semua kegiatan-kegiatan yang dilakukan selama ini berada di dalam batas-batas hukum. Menurut Edward Snowden, kemungkinan teknis dari PRISM jauh lebih besar dari apa yang diperkenankan oleh hukum, karena PRISM di tahun 2007 dilegalisasikan oleh apa yang disebut “Protect America Act ”.

Di dalam pasal ayat-ayat hukum dari “Nederlandse Wet Bewaarplicht” (Hukum Penyimpanan Data) tercantum bahwa semua perusaha2 internet dan telekom di negara ini hanya wajib menyimpan data dari para nasabah selama enam sampai dua belas bulan, untuk bilamana justisi memintanya. Peraturan ini tidak bertentangan dengan hukum dari E.U. sebagai satu organisasi supra nasional.

Hukum multilateral dari badan supra nasional yang mencakup beberapa negara anggautanya selalu berdiri di atas hukum nasional. Ini adalah sesuai dengan hukum internasional.

Kembali pertanyaan di atas: Apakah Facebook aman?  Sama sekali tidak! Hanya data dan semua informasi “aman” tidak terlihat umum, tetapi data yang kita cantumkan “terbuka” umum di jaringan World Wide Web. Sampai di manakah bahayanya sosial media saat ini, tidak ada yang mengetahui karena tidak diketahui sampai di mana penyebarannya.

Pesan yang ingin disampaikan, sebelum terlambat, bilamana mungkin, ubahlah semua data-data asli dari anda, pakailah nama samaran, jangan cantumkan data-data, alamat pribadi anda dll. Ubahlah kata sandi (password) account anda, dengan teratur, bilamana mungkin, setiap bulan, apalagi jika komputer yang anda pakai, juga untuk melakukan transaksi finansial internet banking. Jangan simpan daftar user ID dan pasword anda di komputer. Jangan sekali-sekali mencantumkan profil data personal anda karena anda sangat naif karena : “Only friends” yang dapat membaca nya. Pemakaian satu internet media dengan account terbuka seperti Twitter atau media lain adalah sangat bahaya. Setiap huruf, kata akan dapat diketemukan, apalagi jika anda menulis sesuatu tentang seseorang, sehingga orang tersebut, di luar pengertian dan dugaan anda, akan dapat membacanya, sehingga membawa satu perselisihan.

Peperangan di masa depan akan lebih banyak dilakukan lewat komputer karena penyebabnya dapat melakukan dengan anonim. Cyber war, Cyber crime, Cyber police bukan hanya slogan yang kosong belaka.

Pakailah di mana mungkin, nama palsu/samaran, password dengan kombinasi antara huruf besar dan kecil, angka-angka dan tanda-tanda lain, setidaknya menyulitkan para hackers, seperti “Adi$5^X#s2”, semua ini demi kepentingan untuk melindungi kita sendiri.

Di negara-negara yang masih berkembang, seperti Indonesia, kemungkinan menjadi sasaran atau sumber penyebaran virus dan “cyber crime” adalah besar, mengingat tidak adanya hukum dalam bidang ini, dan rendahnya pemakaian antivirus programa serta software bajakan yang tidak ada “built in” pengamannya.

Jangan memakai tanggal lahir, singkatan nama sendiri, nama anak atau istri/suami tercinta, lagu, makanan kegemaran anda dsb, untuk nama login, karena akan mudah untuk dijebol. Ingatlah bahwa tidak ada satu sistim atau tindakan pun yang sempurna. Itulah sebabnya mengapa kita juga sering harus upgrade programa Windows, atau iOS di komputer, tablet, dan smartphone kita untuk menutupi kebocoran di operating system seperti Windows.

Sejak 8 April Win XP tidak lagi didukung oleh Microsoft, sehingga anacaman bahaya lebih besar lagi. Pakailah setidaknya WIN 7 atau bilamana mungkin WIN 8 (versi akir 8.1), tetapi computer anda juga cukup kuat untuk menggerakkan programa ini. Setidaknya mempunyai intern memory 4 GB standar. Saya sendiri juga meragat dua heavy komputer sendiri dengan prosesor I-5 dan I-7 dengan mengumpulkan oderdil lepas satu per satu di pameran komputer, atau “marktplaats ” dan jauh lebih murah saat ini daripada meng upgrade komputer tua, karena komputer programa yang saya pakai sangat berat dan membutuhkan kecepatan dari prosesor yang tinggi, sedangkan komputer lama, biar bagaimanapun, tetap terbatas dan lambat sekali.

Sekuatnya orang tuapun, tetap tidak bisa mengalahkan kekuatan anak muda bukan?

Sosial media adalah satu ancaman yang sangat bahaya untuk kehidupan pribadi kita, tetapi semua itu berada di tangan kita sendiri untuk sebanyak mungkin menghindarinya.

Satu tantangan yang tidak mudah di jaman modern ini, karena banyak di antara kita yang telah “terbudak” oleh alat media modern ini. Berapa orang yang mulai panik, stress jika hp mereka ketinggalan di rumah. Bangun pagi saat mata masih kedip-kedip seperti lampu setopan, yang pertama kalinya dilihat adalah berita di hp kita. Sebelum tidur membuka hp kita, apakah ada berita yang masuk. “Sinyal kuat nyambung terus (sampai waktu tidur), tidak terputus ”

Silahkan saja kita mengamati betul-betul, di sekeliling kita, di dalam mobil, di restoran, di bandara, di mall, dll. Siapa yang tidak melakukan kegiatan begini? Satu kegiatan yang di dalam pandangan saya sangat menjengkelkan sekali. Mata, telinga dan mulut mereka hanya mengarah ke kotak yang hanya sebesar 7 x14 cm yang bernama smartphone yang digenggamnya, sehingga mereka tidak melihat, dan tidak lagi mendengar, dan tahu apa yang terjadi di keliling mereka, apa yang di bicarakan, sehingga kehilangan kontak dengan dunia kehidupan di sekitar kita.

Efek sosiologis negatif, adalah perkembangan demikian ini membuat manusia merasa, tidak membutuhkan orang lain atau lingkungan sekitar kita, karena semua pertanyaan, dapat kita ketemukan jawabannya di situ. Dengan demikian, dunia kehidupan kita kian hari semakin kecil, tidak lebih besar dari alat komunikasi yang 98cm2 yang ditatap saat itu, dimana interkomunikasi dalam keadaan demikian praktis tidak memungkinkan.

Saya sendiri jika bepergian, hanya membawa hp Nokia 6300, cukup untuk menilpon dan dihubungi tilpon, untuk “melindungi” diri sendiri. Itupun seringkali saya lupa menyalakannya.

Internet? E-mail? Bukankah semua dapat saya lakukan jika di rumah? Facebook? MSN? Twitter? Anda tidak akan menemukan saya di situ, sebab saya bukan anggautanya. Ditinjau dari segi tehnis, adalah satu “sampah” dari alat media yang sangat berbahaya dan sering diremehkan. Facebook, Pinterest Twitter, tidak memblokir pornografi. Siapa tahu foto telanjang anda di satu saat dimuat di situ, karena lewat Adobe Photoshop, pakaian yang anda kenakan dapat dikerjain dan ditanggalkan…. LinkedIn ? semua data profil anda dapat dilihat dengan cuma-cuma untuk dipakai sebagai alat dan alasan menolak lamaran pekerjaan atau menutup asuransi.

Teman adalah seorang secara fisik hadlir, bersedia meninggalkan pertunjukan pertandingan sepak bola dunia, tanpa dia mengeluh memakai bermacam alasan dan menampakkan diri di masa kita susah, dan membutuhkannya, sekalipun di malam hari.

Tidak ada satu sosial media pun yang dapat memberikan ini. “Friends”?  Ratusan orang yang kita kenal sebagai kenalan, tetapi hanya beberapa gelintir saja yang bersedia membawa pengurbanan. Tidak semua kemajuan dan perkembangan modern di bidang apapun membawa perbaikan kesejahteraan manusia, membuat kita lebih berjiwa sosial, menciptakan rasa saling mengerti dan menerima, sedangkan masih banyak hal-hal yang dapat dan harus saya pelajari di dalam kehidupan ini, karena pengetahuan saya sendiri masih sangat terbatas sekali. Mudah-mudahan uraian ini dapat menjadi satu bahan sumbangan kecil yang dapat kita renungkan dan untuk saling membantu memperluas pengetahuan kita.

 

Doel

 

Literatur

– U.S., British intelligence mining data from nine U.S. Internet companies in broad secret program – The Washington Post

– NSA  PRISM program taps in to user data of Apple, Google and others – The Guardian.

– The NSA’s PRISM program – CNET.

– Cybersurveillance : la NSA sait déjouer le chiffrement des communications.

– La NSA espionnait aussi l’Union européenne sur Le Monde.

– Prism: So überwacht di NS das Internet – Süddeutsche Zeitung

– Überwachungsprogramm Prism: US-Regierung zapft Facebook und Google an – Zeit Online.

– In 6 stappen buiten bereik van PRISM – Computerwereld  IT management

 

11 Comments to "Sampai di Mana Amannya Sosial Media?"

  1. mpekDoel  13 April, 2014 at 11:15

    Dewi Aichi 12 April, 2014 at 05:36
    Mpek Dul…lain kali ngajak saya ya Mpek….biar kalau kecapek’an di jalan, ada yang mijetin…

    Serius? Ooeeiiii ! Nah ini tawaran yg harus dipertimbangkan betul2. Ok deh. Ringan sama di jinjing, berat sama dipikul….( sekarang baru cari hari mau bikin tape pohong lagi, karena sdah mulai puanas, sekitar 18 -20 derajad C. Bunga2 tulip sdh pada rontok, padahal temp begini biasanya baru sekitar akir me, kamu masih punya cukup persediaan ragi ? )

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.