Aneka Bunga dan Tanaman Bermanfaat di Rumahku (2)

Wiwit Sri Arianti

 

Artikel sebelumnya:

Bahagianya Memetik Buah dan Sayuran di Sekitar Rumah

 

Tulisan saya yang lalu tentang tanaman buah dan sayuran yang ada di sekitar rumahku, kali ini aku ingin berbagi keindahan bunga dan tanaman lain di halaman rumahku yang bermanfaat sebagai obat herbal. Aku pernah mempelajari obat-obatan tradisional atau lebih dikenal dengan obat2an herbal sewaktu duduk di bangku sekolah menengah atas kejuruan. Namanya SMPS (Sekolah Menengah Pekerjaan Sosial Atas) Tarakanita di Jogjakarta, sebuah kota yang terkenal sebagai kota pelajar. Sayang sekali sekolah yang sudah membentuk diriku menjadi seorang pekerja sosial saat ini sudah ditutup. Di sekolah itu ada 10 ketrampilan sosial yang disediakan untuk membekali murid-muridnya bisa bekerja di masyarakat. Sehingga lulusannya menjadi insan yang mandiri dan jika tidak bekerja, mereka dapat memanfaatkan ketrampilannya untuk menciptakan pekerjaan paling tidak buat dirinya atau bahkan orang lain.

Wijaya Kusuma

Kembali ke rumahku yang asri ya, orang asing bilang “home sweet home” karena di rumahku banyak tanaman hijau dan bunga-bunga yang indah dan bermanfaat bagi kesehatan. Di bawah ini namanya bunga wijaya kusuma yang selama ini paling banyak mekar 7 bunga dalam semalam, tapi ini benar-benar surprise karena pertama kalinya mekar sampai 15 bunga satu malam.

bunga-dan-tanaman-rumah

bunga-dan-tanaman-rumah (2)

Inilah wajah bunga wijaya kusuma tepat jam 12 malam, putih bersih, indah dan semerbak mewangi.  Di dekatnya kami tanam juga bunga kemuning dan melati, jika ketiga bunga tersebut mekar bersamaan maka rumah kami harum sekali sampai-sampai tetangga dalam satu RT dapat mencium wanginya karena kuat sekali aromanya.  Bunga wijayakusuma hanya akan mekar sesaat dan waktunya pada tengah malam saja.

Saat ini, bunga wijaya kusuma sudah menjadi salah satu bunga yang langka dan kata banyak orang juga penuh misteri dan sulit memprediksikan kapan bunga ini bakal mekar. Konon katanya zaman dulu raja-raja di Indonesia yang akan naik tahta harus memetik bunga wijaya kusuma dalam keadaan mekar.

Selain indah dan wangi, ternyata bunga wijaya kusuma juga berkhasiat untuk menyembuhkan berbagai penyakit. Kandungan kimia pada tanaman wijaya kusuma mempunyai daya ampuh untuk meredam rasa sakit dan mampu menetralisir pembekuan darah. Wijaya kusuma juga memiliki daya yang dapat mempercepat masaknya luka abses. Sayangnya komposisi kandungan kimia yang terdapat pada tumbuhan ini belum ada penelitian.

Untuk mengobati luka, ambil 1 helai daun wijaya kusuma dan ditumbuk halus, kemudian oleskan pada luka dan dibalut perban.

Untuk batuk dan dahak berdarah, rebus bunga wijaya kusuma segar (3-5 kuntum), dengan tiga gelas air sampai tersisa satu gelas. Tambahkan gula aren (15g). Setelah dingin, saring dan minum airnya sehari dua kali, masing-masing setengah gelas. Lakukan setiap hari sampai sembuh.

Untuk pedarahan rahim, bersihkan bunga wijaya kusuma segar (2-3 kuntum) dan daging tanpa lemak (50g), lalu potong-potong seperlunya. Masukkan ke dalam mangkuk, tambahkan air sampai semua bahan terendam, lalu tim. Setelah dingin, minum airnya. Isinya dimakan. Lakukan sehari dua kali, masing-masing separuhnya.

Untuk sesak napas, cuci bunga wijaya kusuma segar (3-5 kunum), lalu potong-potong seperlunya. Masukkan ke dalam mangkuk, tambahkan gula batu dan air sampai permukaannya terendam seluruhnya, lalu tim. Setelah dingin, saring dan minum airnya sehari dua kali, masing-masing separuhnya.

 

bunga-dan-tanaman-rumah (3)

Kemuning

Bunga kemuning ini di rumah saya ada 2 jenis, bunga tunggal dan bunga majemuk seperti yang ada di foto ini. Kami menanamnya berdekatan dengan bunga wijaya kusuma di depan garasi sebelah kiri. Namun kita juga dapat menanamnya dalam pot dan meletakkan pohon tersebut di dalam ruangan.  Bunga kemuning dapat memberikan aura yang menenteramkan dan menyenangkan.  Harum bunga kemuning juga bisa mengharumkan badan.

Ada beberapa nama lokal untuk bunga kemuning ini, seperti: Kamuning (Sunda, Menado, Makasar), Kumuning (Jawa).; Kajeni, Kemuning, Kemoning (Bali), Kamoning (Madura), Kamoni (Palopo, Bugis, Maluku), Kamuni (Bima).

Konon katanya kemuning juga dapat mengobati beberapa penyakit seperti  radang saluran napas (bronkhitis), Infeksi saluran kencing, kencing nanah, keputihan, sakit gigi, haid tidak teratur, lemak tubuh berlebihan, pelangsing tubuh, kulit kasar, memar akibat benturan, rematik, keseleo, digigit serangga dan ular berbisa, bisul, koreng. Bagian yang digunakan : daun, ranting, akar, dan kulit batang.

Dua resep ini bisa dicoba: Melangsingkan tubuh. Caranya, ambil daun kemuning, daun pegangan, buah pace yang masak, bangle, dan asam trengguli. Campurkan semua bahan, lalu tumbuk hingga halus. Rebus dengan 4 gelas air, lalu saring dan minum.

Mengobati haid tidak teratur. Caranya, ambil daun kemuning 1/4 genggam, daun pacar jawa 1/3 genggam, temu lawak 1 jari, dan daun serai 1/4 genggam. Campurkan semua bahan, lalu rebus dengan 5 gelas air. Biarkan mendidih hingga tersisa setengahnya, lalu saring. Minum ramuan ini 2 kali sehari masing-masing 1 gelas.

 

bunga-dan-tanaman-rumah (4)

Simbar menjangan

Tanaman ini disebut simbar menjangan mungkin karena bentuk daunnya mirip dengan yang ada di kepala menjangan atau kidang. Di rumah kami ada beberapa rumpun, dua rumpun ditanam menempel di 2 pohon mangga dan yang lain menempel di pohon palem dan digantung di dekat teras depan rumah.

Simbar menjangan selain tanaman yang indah juga dapat dijadikan obat untuk beberapa penyakit, seperti  gondok / kelenjar ludah / bengkak. Caranya: 3 lembar daun simbar menjangan ditumbuk halus, diberi sedikit air dan garam untuk mengolesi, atau diborehkan di sekeliling gondoknya. Bisa juga untuk  demam pada wanita setelah melahirkan, caranya ambil selembar daun simbar menjangan, ditumbuk diberi garam sedikit dan air 1 cangkir, kemudian disaring dan diminum sehari 2x.

Untuk haid tidak teratur, caranya ambil daun simbar menjangan 2 lembar ditumbuk halus, diberi garam sedikit dan air 1 cangkir kemudian disaring dan diminum.

Untuk menyuburkan kandungan, caranya ambil 1/4 lembar daun simbar menjangan dan kunyit sebesar ibu jari , ditumbuk halus, diberi air matang 1/2 cangkir diperas, disaring dan diminum.

 

bunga-dan-tanaman-rumah (1)

Bunga Melati

Bunga melati  ini kami tanam di dua tempat, satu ada di depan rumah berdekatan dengan bunga wijaya kusuma dan bunga kemuning, sedangkan satunya lagi ada di depan mushola di bawah pohon sawo di halaman belakang. Bunga melati ini jenis tumpuk dengan helai bunga banyak sehingga kalau mekar ukuran bunganya lebih besar dan aromanya sangat wangi.

Bunga melati sangat banyak manfaatnya, sebagai penghias rangkaian bunga dan bunga tabur, bahan campuran atau pengharum teh, seperti teh melati yang dapat kita temukan dibanyak merk dagang teh, sebagai bahan industri farmasi, kosmetik, parfum dan minyak wangi.

Beberapa manfaat lain dari bunga melati adalah untuk mengobati sariawan dan pembengkakan gusi dengan cara berkumur dari rendaman daun melati. Sedangkan air rendaman bunga melati dapat digunakan untuk mencuci muka sebagai penyegar. Akar melati juga dapat ditumbuk untuk menyembuhkan keseleo dan patah tulang sebagai tapel.

Bunga dan daun dari beberapa jenis melati juga dapat digunakan untuk mengurangi atau menghentikan keluarnya air susu ibu waktu akan menyapih anaknya dengan cara melumat bunga dan daun melati kemudian ditempelkan di atas payudara.

 

 

bunga-dan-tanaman-rumah (5)

bunga-dan-tanaman-rumah (6)

Keji Beling

Tanaman ini namanya keji beling atau ada juga yang menyebut keci beling, picah beling (Betawi), Pecah beling adalah anggota Acanthaceae yang dapat menyembuhkan diabetes. Tumbuhan ini berasal dari Madagaskar menyebar ke Indonesia dan tumbuh subur di Malaysia.

Pada awal kami membangun rumah, keji beling ditanam oleh suami saya sebagai pagar rumah. Menurutnya, hewan enggan menerobos tanaman keji beling karena gerigi daunya dapat menggores tubuh binatang yang menerobos.  Secara rutin keji beling akan dirapikan dengan cara “dikepras” dengan arit sehingga nampak rapi dan hijau menyejukkan. Pagar rumah berupa tanaman keji beling aman dari hewan ternyata tidak aman dari orang sehingga  kami memasang pagar besi di belakang keji beling. Beberapa barang kami seperti sepatu, sandal, bola basket dan mainan anak2 yang ada di teras atau depan garasi diminati dan diambil orang lain.

Menurut ahli obat herbal, tanaman ini mempunyai banyak kandungan mineral seperti kalium, kalsium, natrium, ferum, fosforus, asam silikat, tannin, glikosida dan terdapat juga vitamin C, B1 dan B2. Zat kalium dari tumbuhan ini menyebabkan diuretik, sehingga dapat melarutkan batu yang terbentuk dari garam kalsium oksalat pada kantung empedu, kantung kencing, dan ginjal.

Beberapa manfaat keji beling adalah untuk mengobati kencing tidak lancar, batu kandung empedu, batu ginjal, sembelit, wasir, kencing manis dan dapat juga digunakan sebagai obat penurun kolesterol.  Selain itu, keji beling juga dapat menyembuhkan leukimia dan mencegah AIDS. Di bawah ini cara memanfaatkan tanaman keji beling.

Untuk menyembuhkan gatal-gatal di tubuh yang kena ulat atau semut hitam adalah dengan cara mengoleskan langsung daun keji beling pada bagian tubuh yang gatal. Untuk mengatasi diare (mencret), disentri, dan batu ginjal dengan cara merebus seluruh bagian dari tanaman kejibeling  selama kurang lebih 30 menit dan diminum airnya. Untuk mengobati kencing manis, lever (sakit kuning), ambien (wasir) dan maag dengan cara makan daunya sebagai lalapan secara teratur setiap hari.

 

bunga-dan-tanaman-rumah (7)

Lidah mertua atau Snake Plant (Sansevieria trifasciata)

Entah mengapa tanaman hias yang satu ini disebut sebagai lidah mertua. Memiliki daun yang keras, tegak dan ujungnya meruncing dengan pinggiran warna kuning indah, bermanfaat sebagai penyerap polusi udara dan racun yang ampuh sehingga dapat juga ditanam di dalam pot dan diletakkan di dalam ruangan. Karena rumah saya berhadapan dengan pabrik dan banyak kendaraan besar seperti truk dan kontainer lewat maka kami menanamnya di luar. Tanaman ini dapat digunakan untuk mengobati diabetes, wasir dan kanker ganas serta dapat juga untuk menyuburkan rambut.

 

bunga-dan-tanaman-rumah (8)

Spider Plant (Chlorophytum comosum)

Spider plant merupakan tanaman yang dapat tumbuh dengan cepat. Tanaman ini bagus untuk menghilangkan gas beracun dan pengotor lain, seperti formalin dan xylene. Tanaman ini  kami tanam di dalam pot dan kami letakan di tepi jalan dekat pintu pagar rumah di atas sungai kecil. Hampir setiap hari udara di sekitar rumah kami terkotori dengan polusi yang dibawa oleh kendaraan besar-besar yang berasal dari perkebunan menuju pabrik kopi yang ada di depan rumah kami. Dengan demikian, kami berharap berbagai tanaman yang ada di depan dan belakang rumah kami dapat membersihkan atau paling tidak menetralkan agar udara menjadi lebih bersih.

 

bunga-dan-tanaman-rumah (9)

bunga-dan-tanaman-rumah (10)

Lidah buaya

Tanaman lidah buaya atau  aloe vera ini banyak ditanam sebagai tanaman hias dan tanaman obat tradisional. Kami menanmnya di depan rumah bersama dengan tanaman perdu yang lain. Biasanya saya memanfaatkan lidah buaya ini sebagai penyubur rambut, sebelum keramas, lidah buaya yang sudah dikupas dan banyak lendir/gelnya diusap pada rambut dalam keadaan kering sampai rata basah semua. Tunggu beberapa menit sampai lidah buaya meresap ke akar rambut baru dicuci dengan air bersih dan keramas seperti biasa. Selain sebagai penyubur rambut, gel lidah buaya juga bermanfaat sebagai pelembap, kondisioner alami dan mengatasi ketombe.

Lidah buaya juga bermanfaat untuk mencerahkan kulit wajah dan mengobati jerawat hanya dengan mengoleskan gel lidah buaya pada wajah serta dapat juga sebagai masker bagi mereka yang memiliki wajah berminyak.

Manfaat lain bagi kesehatan adalah lidah buaya sebagai obat pencahar baik, mengatasi sembelit, perut mulas dan iritasi saluran pencernaan. Lidah buaya juga lezat dibuat beberapa jenis makanan seperti jus, dodol, cendol, dll. Mengkonsumsi lidah buaya setiap hari mampu meningkatkan sistem pertahanan tubuh sehingga melindungi diri dari segala jenis stres oksidatif serta dapat membantu menjaga kadar gula darah sehingga dapat mengobati disbetes.

 

bunga-dan-tanaman-rumah (11)

bunga-dan-tanaman-rumah (12)

Zodia

Namanya cantik secantik bunga dan dedaunannya. 2 pohon kecil Zodia ini kami dapatkan dari seorang sahabat dari kota Malang yang sekarang sudah tumbuh subur dan berbunga. Zodia adalah tanaman asli Indonesia yang berasal dari Papua dan dimanfaatkan oleh masyarakat asli Papua untuk mengusir serangga dan nyamuk dengan cara mengusapkan daun zodia ke sekujur tubuh. Daun Zodia selain dapat mengusir nyamuk juga berkhasiat penyembuh sakit kepala, disentri, obat gosok dan pembunuh sel kanker.

Menurut Balai Penelitian Tanaman Rempah (Ballitro), minyak yang disuling dari daun Zodia mengandung linalool 46% dan apinene 13,26%. Linalool tersebut yang dimanfaatkan sebagai pengusir nyamuk. Bila daun zodia saling bergesekan dapat mengeluarkan aroma wangi. Untuk memperbanyak tanaman ini dengan menanam bijinya atau cukup dengan stek ranting lalu ditanam. Zodia dapat ditanam di dalam pot dan diletakkan di luar dekat jendela maupun di dalam ruangan yang cukup luas. Daunnya yang hijau agak kekuningan, menyejukkan pandangan mata yang memandanginya.

 

bunga-dan-tanaman-rumah (13)

bunga-dan-tanaman-rumah (14)

Sambung Nyawa

Namanya keren ya, tanaman sambung nyawa ini merupakan tanaman yang sangat luar biasa, perawatannya mudah dan manfaatnya bagi kesehatan sangat banyak. Tanaman Sambung Nyawa berasal dari Negara Myanmar dan China yang dikenal sebagai tanaman obat dan menjadi tanaman wajib bagi masyarakat di kedua negara tersebut. Kami menanam sambung nyawa ini di halaman depan rumah dekat garasi, di bawah pohon mangga. Saya biasa memanfaatkan daun sambung nyawa sebagai lalapan dimakan dengan sambel bersama daun kemangi dan mentimun, rasanya segar seperti daun min.  Daun sambung nyawa juga bisa  diiris halus untuk campuran menu makanan bernama trancam bersama sayuran mentah yang lain. Berdasarkan pengalaman, setelah makan daun sambung nyawa ini rasa pegal-pegal di tubuh saya hilang. Sebetulnya ada banyak manfaat dari tanaman sambung nyawa ini, Antara lain:

Menyembuhkan bisul, caranya beberapa helai daun sambung nyawa, kira-kira 8 gram, dicuci bersih kemudian ditumbuk hingga halus, dan tempelkan pada bisulnya. Supaya ramuan ini aman dan tetap menempel, balutlah dengan perban.

Untuk tekanan darah tinggi (hipertensi), radang tenggorokan dan sinusitis, kita bisa mengambi tujuh helai daun sambung nyawa (untuk orang dewasa) dan empat helai daun sambung nyawa (untuk anak-anak). Daun tersebut kita cuci bersih lalu dimakan mentah sebagai lalap. Bila anak-anak tidak suka dengan lalapan, kita bisa mengukus atau ditumis,dan dikonsumsi sehari sekali.

Untuk mengobati tumor, ambeien, lever dan kencing manis, caranya dengan mengambil tiga helai daun sambung nyawa lalu cuci bersih, makan daun sehari sekali. Bisa juga untuk lalapan, jus atau campuran makanan lainnya, lakukan hal ini setiap hari.

Menyembuhkan sakit maag, dengan mengambil tiga daun sambung nyawa, dicuci bersih dan dimakan sebagai lalap. Makanlah sehari tiga kali secara teratur, bisa sebelum atau pun sesudah makan.

Untuk menyembuhkan digigit serangga atau terkena ulat, ambil saja selembar daun sambung nyawa lalu gosokkan pada bagian tubuh yang terkena serangga. Gosokan ke badan hingga daun itu hancur mengeluarkan cairan, lakukan kembali dua jam kemudian. Atau ambil daun dan akar sambung nyawa serta kunyit sebesar telur ayam satu buah, tumbuk bersamaan hingga halus kemudian tempelkan pada luka dan dibalut dengan perban agar ramuan terlepas dan jatuh.

 

bunga-dan-tanaman-rumah (15)

bunga-dan-tanaman-rumah (16)

Sembukan

Namanya sembukan, tanaman ini mempunyai beberapa manfaat terutama bagian daunnya. Daun sembukan sudah dikenal sebagai obat tradisional untuk perut kembung dan penawar racun. Daun sembukan juga dikenal dengan daun entut-entutan, karena setelah makan daun sembukan maka siapapun itu akan mengeluarkan gas (entut dalam Bahasa Jawa). Beberapa penyakit yang dapat diobati dengan sembukan adalah:

Perut mules karena angin, ambillah 25 lembar daun dibuat sayur atau dikukus dan dimakan sebagai lalapan matang. Untuk luarnya, daun dilayukan diatas api lalu diikatkan pada perut.

Mata terasa panas dan bengkak, caranya, daun secukupnya dicuci bersih lalu direbus dengan air. Setelah mendidih angkat, penderita didudukkan di atas uapnya. Bila air sudah hangat, maka daunnya dibungkus dengan sepotong kain, letakkan di atas mata yang sakit sampai daun menjadi dingin, baru kompres tersebut diganti lagi.

Sakit lambung (gastritis), perut kembung dan disentri, ambillah 15-60 g daun segar dicuci lalu ditumbuk sampai seperti bubur. Tambahkan 1 cangkir air matang dan 1-2 sendok teh garam, aduk merata lalu disaring. Minum sebelum makan.

Herpes zooster (cacar ular), caranya daun dicuci lalu ditumbuk sampai seperti bubur. Kemudian tambahkan sedikit air dan garam secukupnya, untuk dibalurkan disekitar gelembung-gelembung kecil di kulit.

Sama dengan obat-obatan pada umumnya, tidak setiap obat cocok untuk semua orang meskipun dengan jenis penyakit yang sama. Karena setiap orang memiliki kondisi dan daya tahan tubuh yang berbeda, sehingga satu ramuan herbal cocok untukku tapi belum tentu cocok untuk orang lain.

Semoga coretan ini bermanfaat dan dapat sebagai bahan diskusi untuk pengembangan obat herbal atau obat tradisional agar kekayaan alam yang sudah tersedia ini dapat lebih termanfaatkan. Seperti yang dikatakan mbah putriku bahwa Tuhan itu sudah menyediakan obat dari berbagai jenis tanaman yang ada di sekitar kita untuk menyembuhkan berbagai jenis penyakit. Kembali ke diri kita masing-masing, mau berusaha mencari tahu atau tidak.

 

Terimakasih…..salam dari Sidoarjo…

 

 

Share This Post

Google1DeliciousDiggGoogleStumbleuponRedditTechnoratiYahooBloggerRSS

36 Comments to "Aneka Bunga dan Tanaman Bermanfaat di Rumahku (2)"

  1. Wiwit Arianti  23 July, 2015 at 15:39

    Sip mbak Dresti, kami ada beberapa pohon yang masih kecil. Kalau mbak Dresti sempat ke rumah bisa bawa pohonnya untuk ditanam di Batu.

  2. dresti  9 July, 2015 at 14:40

    aku jd inget belajar jamu di bu Emy Bandungan, wah salud dik arry disela kesibukan yg luar biasa msh peduli dgn lingkungan, aku kepingin kemuningnya unt bahan lulur kapan kapan tak minta ya

  3. Wiwit Arianti  30 April, 2014 at 13:12

    Sama2 mbak Alvina,… trimakasih juga sudah meluangkan waktu untuk membaca tulisan saya. Kalau lagi lewat Surabaya dan sekitarnya, silahkan mampir ke rumah kami, insya Allah krasan..

  4. Wiwit Arianti  30 April, 2014 at 13:11

    Iya bu Lani,…Alhamdulillah sampai sekarang tetep serasi dan akuur, hehe..

  5. Alvina VB  30 April, 2014 at 04:18

    Wah..artikel ini kelewatan mbak Wiwit…pasti tayang pas saya lagi gak ada waktu buat buka Baltyra. Thanks sudah berbagi ilmu utk tanamanan bunga dan manfaatnya, jadi kangen sama bau melati euy…soalnya melati di sini gak ada harum2nya. Rumahnya pasti asri banget ya mbak Wiwit….salam berkebun…

  6. Lani  26 April, 2014 at 09:19

    WIWIT : Makanya mas Handoko sering bilang kami ini keluarga aneh hehe…
    ++++++++++++++++++

    Biar dikatakan aneh akan ttp sing penting SERASI…….bs ketemu, dan kumpul dimana saja pokok-e sepakat……….dan akuuuuuuuuuuur………….

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *