Perpustakaan Sekolah

Handoko Widagdo – Solo

 

Perpustakaan sekolah, khususnya SD adalah tempat yang biasanya tak menyenangkan. Perpustakaan sekolah tak terkelola dengan baik, dan hanya menjadi gudang buku saja. Tidak banyak sekolah yang mengelola perpustakaannya dengan baik, sehingga menarik para siswa untuk datang membaca. Salah satu dari yang sedikit tersebut adalah SD Negeri 39 Kassi, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan.

perpustakaan sekolah (1)

Mengapa perpustakaan ini menarik? Sebab perpustakaan ini ditata tidak seperti lumrahnya sebuah perpustakaan. Buku-buku ditata pada rak yang tingginya bisa dijangkau anak-anak. Buku-buku tersebut dengan mudah bisa diambil untuk dibaca oleh anak-anak. Di perpustakaan tersebut juga ditempatkan meja baca yang nyaman bagi anak.

perpustakaan sekolah (2)

perpustakaan sekolah (3)

Di SD Negeri 39 Kassi, selain dipajang di rak-rak di ruang perpustakaan, buku-buku juga dipajang di bawah pohon di depan perpustakaan. Buku-buku tersebut dipajang di atas meja dan beberapa digantung di atas pohon. Di dekat meja pajangan disediakan bangku-bangku untuk membaca buku-buku tersebut.

Tempat pemajangan buku ini dekat dengan kantin dan ruang kelas. Mengapa dekat kantin? Sebab biasanya saat istirahat, yang dipikirkan pertama anak-anak adalah membeli makanan. Nah dengan pajangan buku yang letaknya dekat kantin, maka, setelah anak-anak jajan, mereka bisa menikmati makanannya sambil duduk membaca buku.

perpustakaan sekolah (4)

Mengapa harus dekat kelas? Perpustakaan yang jauh dari kelas menyebabkan waktu untuk menuju perpustakaan lama. Dengan jumlah jam istirahat yang hanya 15 menit, kalau jaraknya jauh, anak-anak tidak akan memiliki waktu membaca. Dengan posisi perpustakaan/tempat pemajangan buku dekat dengan kelas, maka anak-anak tidak perlu waktu banyak untuk menjangkau buku.

perpustakaan sekolah (5)

Jenis buku yang dipajang di SD Negeri 39 Kassi beragam.  Ada buku-buku cerita, buku agama, dan buku-buku yang memberi informasi usaha kecil, seperti beternak bebek, beternak kelinci, memanfaatkan sampah untuk menjadi uang dan sebagainya. Ragam buku ini menarik bukan hanya siswa, tetapi juga para orangtua yang mengantar siswa untuk ikut membaca. Ketika orangtua menjadi suka membaca, maka mereka bisa menjadi contoh dan teladan bagi anaknya di rumah.

perpustakaan sekolah (6)

perpustakaan sekolah (7)

Buku-buku yang membahas budaya lain, seperti buku tentang budaya OSING (Banyuwangi, Jawa Timur) membuat anak-anak bisa menghargai kebudayaan orang lain. Mereka menjadi semakin terbuka dan toleran terhadap pihak lain.

perpustakaan sekolah (8)

perpustakaan sekolah (9)

Perpustakaan memang sangat diperlukan. Sebab sudah terbukti bahwa anak yang lambat membaca saat mereka di kelas awal (kelas 1-2 SD), maka selanjutnya mereka juga akan ketinggalan dalam mengikuti pelajaran. Itulah sebabnya, sekolah perlu memotivasi anak-anak untuk suka membaca. Ibu Hajah Andi Nengsih, Kepala Sekolah SD Negeri 39 Kassi, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan ini telah memulai. Menjadi tugas kita semua untuk mengikuti teladannya.

perpustakaan sekolah (10)

Bagi teman-teman yang berminat untuk mengetahui lebih dalam tentang pengelolaan perpustakaan dan berminat  membantu buku-buku, bisa menghubungi Ibu Kepala Sekolah melalui email berikut ini: [email protected], atau melalui ibu guru Ufi Syamrati yang cantik di [email protected].

 

About Handoko Widagdo

Berasal dari Purwodadi, melanglang buana ke berpuluh negara. Dengan passion di bidang pendidikan, sekarang berkarya di lembaga yang sangat memerhatikan pendidikan Indonesia.

Berkeluarga dan tinggal di Solo, kebahagiaannya beserta istri bertambah lengkap dengan 3 anak yang semuanya sudah menjelang dewasa.

My Facebook Arsip Artikel

22 Comments to "Perpustakaan Sekolah"

  1. Handoko Widagdo  18 April, 2014 at 14:30

    JC dan Afriani, bersyukurlah anda dan anak-anak yang pada saat masih kecil mempunyai kesempatan berdekatan dengan buku.

  2. ariffani  18 April, 2014 at 08:44

    baca artikel pak HAN, saya jadi ingat, kalau waktu SD saya di bilang setan perpustakaan, lha hobinya maen melulu di perpus,, lanjut ke SMP pun sama , hampir semua bacaan di perpus saya lahap habis , tapi begitu ke SMK, sudah tidak lagi jd setan perpus, lha perpus SMK saya kecil dn buku yang tidak banyak.

    dulu waktu saya masih sekolah saya bela2in nabung buat sebuah buku, sampi rela puasa, hehehhe,…. dan ternyata kebiasaan itu berlanjut sampai sekarang, apalagi sudah kerja begini, setiap bulan harus beli buku, kadang setiap minggu,

    saya punya cita2 ingin membuka perpustakaan pribadi dan menularkan virus membaca ke org lain… aminn semoga terwujud suatu hari ^^

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *