Kemlandingan dalam Lensa Samsung S-4

Josh Chen – Global Citizen

 

Kebetulan hari ini, Sabtu, 19 April 2014, kami sekeluarga sedang kangen mencicipi pecel Madiun dan dawet (cendol) yang ada di Pecel Madiun BSD. Meluncurlah kami ke sana untuk santap siang. Kami memang sengaja memilih waktu sedikit lewat jam makan siang yang biasa, sekitar pukul 13:15 kami sampai ke lokasi. Sedikit catatan, lokasi ini juga pernah beberapa kali menjadi tempat pertemuan warga Baltyra dan dari komunitas sejenis di masa lalu beberapa tahun silam. Pertemuan terheboh di lokasi ini bisa dibaca lagi di: Pertemuan 2012 – 2013 (1) (http://baltyra.com/2013/02/15/pertemuan-2012-2013-1/) yang dituturkan oleh Dewi Aichi ketika mudik di akhir tahun 2012.

Kembali ke acara santap siang di long weekend minggu Paskah ini, kami sekeluarga segera menempati satu meja di pendopo utama tempat makan ini. Sementara menunggu pesanan dihantar, tiba-tiba anak ke 2 ‘heboh’ mengajak saya dan abangnya untuk menuju ke taman (yang memang sangat rindang pepohonannya), katanya ada “giant spider”. Serta merta si Sulung dan saya mengikutinya, dan memang benar di tengah kerimbunan dedaunan pohon, tampak seekor laba-laba besar bergaris-garis warna kuning yang sedang menclok santai di tengah sarang laba-laba yang ukurannya juga sangat besar.

Waktu melihat laba-laba ini, saya ingat artikel saya sendiri yang tayang di tahun 2009, hasil jepretan saya di Sumatera Utara dan diberikan penjelasan oleh pak Handoko Widagdo tentang jenis laba-laba itu. Bedanya, yang di tahun 2009, warnanya dominan merah, sementara yang ini kuning, namun dari pengamatan sekilas, bentuk laba-labanya, saya cukup yakin, ini jenis yang sama, yaitu Giant Wood Spider atau menurut pak Handoko, dalam bahasa Jawa disebut Kemlandingan. Tak menunggu lama, Samsung S-4 dikeluarkan dari saku dan jepret-jepret dimulai.

Ternyata kualitas Samsung S-4 tidak mengecewakan sama sekali, mulai dari kontras warna, ketajaman, detail, tone, dan bokeh yang dihasilkannya tidak jelek sama sekali untuk kelas kamera yang bukan DSLR.

Mengutip kembali artikel saya ketika itu: Kemlandingan (http://baltyra.com/2009/06/17/kemlandingan/)

 

Giant Wood Spider

Laba-laba ini saya lihat sedang tergelantung cuek dan santai di tengah perkebunan kelapa sawit di Tanjung Morawa, Sumatera Utara. Tidak menunggu terlalu lama camera Canon S5is saya jepretkan dengan kondisi angin bertiup cukup kencang sehingga objek bergerak terus. Setting manual. Keterangan di bawah dilengkapi oleh sahabat saya Pak Handoko Widagdo salah seorang ahli serangga, khususnya laba-laba. Thanks to Pak Handoko Widagdo.

Spider 03

Ini namanya laba-laba kemlandingan atau bahasa latinnya Nephila maculata. Ini termasuk jenis laba-laba raksasa yang penyebarannya dari Jepang sampai Australia, dari India sampai Papua New Guinea. Dia membuat sarang untuk memerangkap serangga yang terbang. Serangga-serangga yang terjebak di jaringnya akan langsung dimakan, atau akan dibungkus dengan jaringnya untuk disimpan. Coba lihat pasangan kaki nomor tiga.

Panjang kaki ini lebih pendek dari tiga pasang kaki lainnya. Padahal biasanya laba-laba mempunyai empat pasang kaki yang sama panjang. Beberapa dari jenis ini adalah beracun. Namun tidak sampai mematikan manusia jika menggigit. Paling jari jadi bengkak membiru. Laba-laba ini membiarkan anak-anaknya berkeliaran di sarangnya sebelum mereka mampu membuat sarang sendiri. Sayangnya kalau lapar, anak-anak tersebut akan dimakannya.

Bandingkan yang warna merah dan warna kuning ini. Persamaannya terletak di bagian tubuh belakang laba-laba ini, keduanya terdapat warna merah dekat ujung pantat.

kemlandingan-giant-wood-spider (1)

kemlandingan-giant-wood-spider (2)

kemlandingan-giant-wood-spider (3)

kemlandingan-giant-wood-spider (4)

kemlandingan-giant-wood-spider (5)

 

Referensi:
http://www.richard-seaman.com/Insects/Japan/Spiders/GiantWood/
http://www.zoosprint.org/ZooPrintJournal/2000/March/229-230.pdf

 

About J C

I'm just another ordinary writer. Seorang penulis lepas dengan ketertarikan bidang: budaya, diversity, fotografi, ekonomi dan politik.

Arsip Artikel Website

18 Comments to "Kemlandingan dalam Lensa Samsung S-4"

  1. Anoew  1 June, 2014 at 07:03

    keduanya terdapat warna merah dekat ujung pantat.

    weeeh, untung pembeda warna itu hanya ada di dunia serangga. coba kalau ada di dunia manusia, opo nggak ngeri….

  2. Linda Cheang  23 April, 2014 at 11:33

    JC : yang aku maksud digeser kamera HP itu bukan sesederhana pikiranmu itu tapi kamera saku akan benar-benar lenyap karena kamera hape.

  3. Nur Mberok  21 April, 2014 at 14:21

    MErinding ….. xixixixi….. pintermen le moto….

  4. Lani  21 April, 2014 at 12:28

    KI LURAH : lah rak tenan………dasar lurah sudrun, jawabane njur ngawuuuuuuur….. tip-ex dinggo mbusek jiaaaaaaan……….

  5. J C  21 April, 2014 at 11:45

    Linda: bukannya sudah rada lama, kamera saku tergeser kamera hp? Apalagi yang canggih seperti Oppo R1, HTC One, ini kameranya…wuiiiihhh…

    Esti: tenan…memang gedi tenan…

  6. J C  21 April, 2014 at 11:44

    pak Djoko: mendingan jangan ganti ke S5 dulu, eman-eman…

    ariffani: demikian namanya menurut pak Handoko Widagdo…

    Hennie: tengkyuuuu…ayo, ayo dicoba motret juga…gimana kabar di sana? (5-3)

    Itsmi: kok famili?

    Lani: Lani, Samsung S-4 adalah salah satu smartphone Samsung, termasuk flagship sebelum S-5 keluar. Latar belakang blur? Itu namanya BOKEH, susah njelaskene. Mendingan kowe gugel dengan keyword “bokeh”. Terus pegang camera’mu, praktek. Nek jadinya latar belakang tidak bisa blur, ambil tipp ex, terus diusek-usek wae…

  7. Esti  21 April, 2014 at 10:02

    Gedi juga yak spidermennya….

  8. Linda Cheang  20 April, 2014 at 22:16

    nggak lama lagi kamera saku akan digeser kamera hp…

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *