Pisang Epe van Pantai Losari

Handoko Widagdo – Solo

 

Menjelang senja di Makassar, saya menyempatkan diri untuk menikmati mesranya mentari memeluk pantai. Menyeberang dari Jalan Somba Opu yang masih riuh dengan para pemburu cindera mata khas Makassar, saya bergegas menuju pantai. Jalan saya percepat supaya tak ditinggal oleh mentari yang sedang memadu cinta. Untunglah Pantai Losari bersabar menunggu saya.

pisang-eppe-losari (1)

pisang-eppe-losari (2)

pisang-eppe-losari (3)

Salah satu keistimewaan Pantai Losari adalah pisang epe. Di sepanjang pantai bisa kita temui gerobak-gerobak yang menjajakan pisang epe. Pisang epe adalah pisang bakar yang dipenyet dan dituangi kuah gula merah ditambah durian. Pisang kepok yang belum masak benar dikupas kemudian dibakar diatas bara. Dipilih pisang yang belum masak supaya teksturnya masih kenyal. Setelah masak, pisang dijepit dengan alat penjepit dari kayu.

pisang-eppe-losari (5)

pisang-eppe-losari (6)

pisang-eppe-losari (7)

pisang-eppe-losari (8)

pisang-eppe-losari (9)

Kuah dibuat dari gula merah (aren) yang dilarutkan. Dalam kuah gula merah dimasukkan butir-butir durian Palopo yang teksturnya kering legit. Pisang yang sudah dipenyet disajikan di sebuah cawan dalam kubangan kuah dan sebutir buah durian. Rasa pisang yang tersaput bau asap menyatu dengan gula merah dan durian. Cita rasa campuran tersebut membuat rongga mulut menjadi opera house yang menyambut simfoni.

Kenikmatan pisang epe dilengkapi dengan minum Sarabba, alias wedang jahe yang dicolok dengan batang serai dan gula merah. Tegukan terakhir sarabba meluncur di tenggorokan bersama dengan redupnya mentari yang membelai pantai.

pisang-eppe-losari (10)

 

About Handoko Widagdo

Berasal dari Purwodadi, melanglang buana ke berpuluh negara. Dengan passion di bidang pendidikan, sekarang berkarya di lembaga yang sangat memerhatikan pendidikan Indonesia. Berkeluarga dan tinggal di Solo, kebahagiaannya beserta istri bertambah lengkap dengan 3 anak yang semuanya sudah menjelang dewasa.

My Facebook Arsip Artikel

Share This Post

Google1DeliciousDiggGoogleStumbleuponRedditTechnoratiYahooBloggerRSS

20 Comments to "Pisang Epe van Pantai Losari"

  1. Handoko Widagdo  9 May, 2014 at 14:00

    Jenny, epe memang artinya dijepit. Jadi memang sama dengan pisang gapit atau pisang penyet.

  2. Handoko Widagdo  9 May, 2014 at 13:59

    Adik Fadiah, semakin romatis saat ditemani para perempuan dari berbagai kota.

  3. Jenny  9 May, 2014 at 13:36

    Ini mah namanya pisang gapit kalau di kalimantan (Balikpapan). cuma beda di sausnya aja. Kalau pisang gapit pake selai selai/saus dari buah nangka + Gula merah.

  4. fadiah machmud  9 May, 2014 at 11:08

    tulisan yang romantis pak Han,…. persis serasa di pantai yg sedang menikmati pisang epe……

  5. Handoko Widagdo  4 May, 2014 at 13:05

    Epe artinya penyet Hennie. Jadi pisang epe artinya pisah yang dipenyet. Saya malah belum pernah dapat pisang penyet bakar di Medan, kecuali di kedai-kedai kopi.

  6. HennieTriana Oberst  4 May, 2014 at 11:46

    Mas Hand, nama pisang Epe itu artinya apa, atau hanya sebagai nama aja ya? Dulu di Medan pisang bakar seperti ini lumayan banyak dijual, ditaburi kelapa parut dan disiriam kuah gula merah. Tapi sekarang langka ditemui penjual pinggir jalan seperti dulu.
    Terima kasih mas Hand untuk tulisannya. Mungkin akan saya coba kapan-kapan kalau ada pisang mengkal di jual di pasar sini.

  7. Handoko Widagdo  30 April, 2014 at 05:44

    Lani, ternyata dirimu punya gen yang sama dengan JC ya?

  8. Lani  29 April, 2014 at 23:05

    HAND : ternyata aku dan ki lurah sama, ora doyan durian, oleh krn itu kamu pek-en kabeh durian bagianku dan bagia lurahe, jd bukan pisang epek lagi, tp diubah namanya durian disiram dgn kuah pisang epek kkkkkk………

    KI LURAH : aku suka banget pisang penyet/plenet ktk msh di Semarang……….biar kaga ada siraman kuah durian

  9. Handoko Widagdo  29 April, 2014 at 22:09

    Kang JC, kalau pisang penyet tanpa duren ya kurang josss.

  10. Handoko Widagdo  29 April, 2014 at 18:30

    Kangmas Djoko, waktu saya sangat sempit. Jadi saya manfaatkan untuk pisang epe, berburu durian Palopo dan ikang bakar saja.

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *