[CERIWIS] Cerita Wisata: Kepulauan Seribu

Risma Purnama

 

Sekitar dua minggu yang lalu saya berlibur ke Kepulauan Seribu. Rencana awal adalah menuju Pulau Bidadari. Beberapa agen perjalanan yang saya hubungi selalunya menawarkan paket wisata kelompok yang menurut saya cukup mahal menurut kantong backpacker, satu juta per malam per orang, alamak berapa oranglah masyarakat Indonesia yang sanggup berlibur dengan harga paket demikian! Penasaran tak dapat harga yang murah meriah saya dan seorang teman saya memutuskan pergi langsung ke dermaga 6 tujuan Kepulauan Seribu, yaitu Marina Bay Ancol dengan tiket masuk Rp. 20.000 / orang.

Sayangnya kami tiba terlambat, speedboat reguler menuju ke Kepulauan Seribu hanya ada satu kali dalam sehari yaitu jam 07.30 sudah berangkat. Oleh agent pengola angkutan speedboat kami ditawarkan sewa pribadi dengan harga Rp. 1.500.000. Buset! Mahal banget! Mereka juga menawarkan beberapa pulau tujuan yang bisa dikunjungi tanpa paket wisata. Salah satunya Pulau Pramuka yang ada penduduknya. Rupanya beberapa pulau di sana tidak dihuni penduduk lokal, tapi hanya berupa Resort! Akhirnya kami mengambil tujuan Pulau Pramuka karena penginapan di antara rumah penduduk jauh lebih murah, sekitar Rp. 500.000 hari biasa dan Rp. 800.000 untuk akhir minggu. Masih cukup mahal sebenarnya. Tapi ya sudahlah, kami putuskan pergi keesokan harinya dengan rombongan penumpang reguler lainnya dengan tiket Rp. 167.000 sekali jalan. Satu hari itu kami habiskan dengan berkeliling Ancol saja dan menginap di penginapan murah di sekitar Ancol, Hotel Pasir Putih dengan tarif Rp. 320.000/malam. Mayanlah…!

Keesokan harinya perjalanan menuju Pulau Pramuka ditempuh sekitar 45 menit! Sambil menikmati perjalanan dan guncangan ombak Laut Jawa saya tak berhenti melihat sekeliling lautan, ada kapal nelayan berseliweran, kebetulan cuaca cerah, jadi pemandangan sekitar cukup jelas! Kamipun tiba di pelabuhan Pulau Pramuka. Petualangan siap dimulai, hehehehehe. Kami disambut oleh seorang penunjuk jalan yang sudah dihubungi sebelumnya oleh koordinator penumpang speedboat dari Dermaga Ancol, sekaligus telah memesan rumah tinggal selama kami di Pulau Pramuka.

Lumayan juga rumah tinggalnya, meskipun fasilitas tak selengkap penginapan sekelas hotel berbintang. Setelah meletakkan tas dan ransel, kami menuju rental motor atau sepeda untuk mengitari pulau, pikir kami pulau ini cukup luas untuk dikelilingi, siangnya kami berkeliling sebentar rupanya pulau ini sangat kecil, bisa dikelilingi dengan hanya berjalan kaki saja. Oalah… padahal kami sudah sewa motor Rp. 100.000/ hari . Lelah berkeliling perut sudah lapar, kami singgah di sebuah rumah makan milik penduduk lokal yang menyediakan ikan bandeng bakar tanpa duri dengan harga Rp 25.000/ ekor. Hmm…sedap!

Rupanya di sini agak sulit juga cari rumah makan! Sebaiknya memang membawa bekal cadangan makanan dari Jakarta. Dari hasil kami keliling pulau, rumah penduduk di sini cukup rapat dan padat. Rata rata rumahnya sudah permanen beton pertanda perekonomian penduduknya sudah baik. Rupanya di Pulau Pramuka ada Kantor Bupati dan merupakan pulau administratif Kepulauan Seribu. Sore harinya kami makan di sebuah restoran terapung ditengah laut dengan menggunakan ojek kapal kecil dnegan harga Rp. 100.000 antar jemput. Satu satunya restoran yang menyajikan hidangan laut di situ, dengan harga yang relatif mahal menurut saya Rp. 250.000 buat berdua saja.

Hari kedua kami di Pulau Pramuka adalah berwisata ke tengah laut melihat taman laut atau lebih dikenal dengan snorkling. Dengan menyewa kapal kecil Rp 300.000/ hari kami dinakhodai selama seharian sampai sore oleh penunjuk jalan yang menjemput kami sebelumnya. Di sini banyak sekali pulau pulau karang atau coral tempat ikan hidup. Dari kejauhan kita bisa melihat orang seolah olah sedang berdiri di tengah laut, padahal mereka berpijak pada karang karang yang tertutup air laut. Sungguh pemandangan yang unik.

Saya sempat turun sebentar ke tengah karang-karang tersebut untuk menikmati pemandangan laut. Sungguh indah memang. Hanya saja beberapa terumbu karang sudah rusak akibat diinjak-injak para nelayan yang menangkap ikan. Agak takut takut juga saya snorkling di tengah laut mengingat saya tak bisa berenang, hihihihi.

Selesai menikmati pemandangan laut kami meneruskan perjalanan ke Pulau Semak Daun yang merupakan pulau pribadi tak berpenghuni.Hanya ada satu dermaga kecil di sana yang dijaga oleh seorang penghuni. Pemiliknya orang kaya entah dari mana. Di sini pantainya cukup bagus dan bersih. Airnya bening dan terlihat pasir putih yang nyatanya dari pecahan karang yang sudah halus. Tidak terlalu bagus untuk berenang karena pantainya sangat dangkal. Kami cukup hanya berendam saja di sini, sambil menikmati pemandangan laut yang sangat indah!

Siangnya kami disuguhi ikan bandeng laut bakar yang ditangkap sendiri dari laut siang itu oleh penunjuk jalan kami. Wuih sedap bah, ikan segar langsung dibakar terasa manis sekali. Rupanya daerah pantai sini masih banyak ikan bandengnya terutama di pagi hari. Makan siang di pantai yang sunyi dengan angin sepoi sepoi di antara semak daun dan pohon cemara ditambah dengan air kelapa muda segar! Puas piknik di pulau ini sorenya kami pulang. Sayangnya untuk sunset di sini tak terlalu bagus karena tertutup awan!

Hari ketiga kami masih meneruskan wisata antar pulau. Kali ini rencana kami ke Pulau Koto tempat penangkaran burung elang. Jauh kami berlayar, tapi tak jadi berlabuh karena pemilik pulau ada di tempat, rupanya Pulau Koto ini milik pribadi, kalau mau singgah kena biaya Rp 50.000 / orang. Enak banget ya jadi pemilik pulau, hihihihi. Kami putar haluan menuju Pulau Air yang juga milik pribadi, hanya saja, kami bisa berlabuh tanpa harus bayar, asal ga ketahuan, atau ngumpet di dermaga sebelah, hihihi, perjalanan yang lucu, namanya juga backpacker harus serba irit!

Di sini pantainya agak dalam, cukup buat berenang. Rupanya pantai di sini sering digunakan untuk tempat latihan menyelam dan snorkling. Terlihat dari tak lama kami singgah ada beberapa kapal juga merapat yang membawa beberapa orang dengan perlengkapan menyelam. Saya juga baru tahu untuk menyelam itu harus ada kursusnya juga dan surat ijin, untuk itulah diperlukan pelatihan khusus, karena ada teknik khusus yang harus dipelajarai selama di dalam laut. Berbeda dengan snorkling yang bisa dilatih sebentar hanya dengan belajar bernafas dengan hidung sudah bisa menikmati pemandangan laut karena lokasi yang diambil tidak terlalu dalam dan bisa dilakukan hanya dengan berenang dan mengambang di permukaan laut. Puas melaut selama dua hari, hari keempat kami bersiap-siap pulang!

Wisata Kepulauan Seribu ini terbilang mahal jika pergi per orangan, saran saya jika berwisata ke mari haruslah berkelompok minimal 4 atau 6 orang, sehingga biaya akomodasi bisa berbagi. Tapi kami cukup puas bisa menentukan tujuan wisata dan kegiatan yang kami ingin lakukan. Berbeda dengan paket wisata dari agen perjalanan yang biasanya sudah ditentukan oleh mereka. Menentukan kegiatan wisata sendiri memiliki kenikmatan tersendiri. Saya tuliskan ini hanya sekedar berbagi dengan teman teman sekalian yang suka dengan perjalanan petualangan. Kita sendiri yang menentukan apakah kita wisatawan ransel atau koper, tergantung kondisi keuangan dan selera masing masing. Tapi menemukan perjalanan dengan cara sendiri tentu jauh lebih asyik dari pada diatur oleh orang lain, iya ga mbak bro?

Sedikit informasi juga bahwa di Pulau Pramuka ini juga sudah dijadikan taman nasional Manggrove dan penangkaran penyu laut. Kami sempat juga mengunjungi lokasi tersebut, meskipun usaha pemerintah masih kurang maksimal dan pemberdayaan potensi laut tersebut, menurut saya loh ! Juga di seberang Pulau Pramuka ada Pulau Panggang yang dihuni penduduk lokal juga. Di sana ada pembudidayaan ikan hias laut, sayang sekali kami tak sempat ke sana. Kepulauan Seribu salah satu potensi wisata Indonesia yang perlu kita informasikan keberadaannya. Berharap akomodasi ke sana bisa kita dapat dengan harga yang lebih murah lagi. Semoga !

kepulauanseribu01

Salah satu Home Stay di Pulau Pramuka menghadap laut!

 

kepulauanseribu02

Dermaga 6 Marina Bay Ancol dikelola oleh Sea Leader Marine

 

kepulauanseribu03

Pantai berkarang bisa dijalani sampai beberapa ratus meter

 

kepulauanseribu04

Makan malam di restoran terapung, masakan ikan laut cukup sedap!

 

kepulauanseribu05

Hutan bakau atau manggrove

 

kepulauanseribu06

Salah satu pantai yang indah di Pulau Semak Daun

 

kepulauanseribu07

Ikan Bandeng laut hasil tangkapan supir kapal, kami nikmati sebagai lauk makan siang di pantai…wuih ! Enaknya makan hasil laut gratisan….

 

kepulauanseribu08

Menikmati hidangan restoran terapung di sore hari

 

kepulauanseribu09

Taman Nasional Hutan Manggrove

 

kepulauanseribu10

Kepulau Seribu cucok juga untuk liburan pre honeymoon…xixixixixixixixixixixixi

 

20 Comments to "[CERIWIS] Cerita Wisata: Kepulauan Seribu"

  1. rismapurnama  7 May, 2014 at 09:09

    Mona : benar rombongan lebih irit, maka itu di sana cocok buat liburan keluarga atau outing kantor biasanya ! kalau mau romantis2 an berdua juga ok bisa lebih menikmati suasana dan lebih bebas, cuman itu jatuhnya harga jadi mahal….tapi aku masih mau ke sana lagi, kapan kapan, soalnya seru banget liburan di sana, masih penasaran ama snorklingnya !

  2. mona  7 May, 2014 at 08:18

    Aku sdh pernah ke P. Pramuka dan pari ris…aku bawa rombongan pertama 10 org yg berikutnya 42 org jd kami dpt harga sangat sangat murah sekitar 300 rb sdh all in termasuk penginapan dan snorkling di 6 titik.
    Jd saran saya berangkat dlm rombongan jauh lebih ngirit…..

  3. rismapurnama  7 May, 2014 at 08:17

    Lani : iya, dan sama samaasalnya dari laut, ikan bandeng yang banyak durinya itu ternyata dari laut, itu ada di photo,kepalanya gepeng ! tapi bisa di budidayakan di air tawar, nah itu yg sering kita makan dan temukan di pasar ! satu lg bandeng yang durinya sedikit dari laut juga, kepalanya agak bundar sisiknya agak keras, tapi lebih enak dan lebih manis dagingnya, yg jenis ini aku yg kusuka hanya saja tak dibudidayakan di air tawar ! itu kata nelayan di sana, makanya aku juga baru tahu…gitu sekilas infonya mbak

  4. Lani  7 May, 2014 at 00:14

    Lani : ada dia jenis bandeng tenyata, ada juga bandeng laut durinya dikit, betuk kepalanya agak bulat, lebih enak dan lebih manis ! hmmmm
    ++++++++++++++++++

    RISMA : maksudmu ada 2 jenis bandeng? Bandeng yg dipelihara diair tawar, dan bandeng liar dilaut? Baru tau, biasanya yg aku makan bandeng air tawar, mmg bandeng wuenak cm wegah makannya banyak duri, maunya tinggal mak-lebbbbbb……..mangap……ngemplok bandeng duri lunak dr Semarang, dgn sambel trasi hadoh biyung setan lewat ora ngaruh kkkkkkkk, tp pernah jg diajak teman makan dipuri Marina klu tdk salah nama di Semarang, ada bandeng bakar dinakaman bandeng keropok, bandeng segar dibakar, tp durinya bs lunak, kemriuk jian enak tenan.

  5. rismapurnama  6 May, 2014 at 21:22

    imam : capcussssssssssss cyinnn dikejar hiu…xixixixixixixi

  6. rismapurnama  6 May, 2014 at 21:21

    Alvina : setahu aku sekarang tak ada penerbangan ke sana, hanya speed boot atau kapal dari muara angke

    DJ : di sana ada bandeng bakar tanpa duri, dah dicabutin, ahli banget mereka bersihinnya…

    Swan :saya tak sempat singgah ke pulau putri, pulau di sana banyak banget…enaknya sih naik kapal ojek ngitarin semua pulau…

  7. rismapurnama  6 May, 2014 at 21:17

    Bella : pengen juga ke sana, katanya bagus juga ya, thanks infonya ya

    Linda : kalo boleh sih disempatkan ke sana mbak, sayang loh….

    Lani : ada dia jenis bandeng tenyata, ada juga bandeng laut durinya dikit, betuk kepalanya agak bulat, lebih enak dan lebih manis ! hmmmm

  8. rismapurnama  6 May, 2014 at 21:15

    JC : hahaha….agenda pre holiday !

  9. rismapurnama  6 May, 2014 at 21:13

    mbak Hennie, betul ke sana itu masih relatif mahal ukuran bagpacker kita, baiknya pergi rombongan bisa berbagi biaya akomodasi

  10. Imam Dairoby  6 May, 2014 at 16:40

    aih Chyiiiiiiiinnnnn..narsis di sini juga eike ye hahahahaha……………ketemu lagi deh

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.