[AMNESIA] Back to Future (7)

djas Merahputih

 

Sebuah serial, dongeng pengantar bobo siang

Dibacakan Lebih Nikmat

 

Cerita sebelumnya:

Tempat yang Tepat (1), Kunjungan Pertama (2), Pandangan Pertama (3),

Sang Guru Favorit (4), Kejutan Aneh (5), Perubahan Rencana (6)

 

JALAN KELUAR

Singkat cerita, beberapa saat kemudian sampailah Rawira Wiru ke Istana Sang Pangeran di sela-sela rerimbunan Hutan Kota dalam wilayah Gentong Gadang. Ia disambut gembira oleh para pengawal kerajaan mengingat kelucuan dan kecerdasan Rawira Wiru yang selalu menghibur rekan-rekan sesama pengawal dari pamannya tersebut. Suasana dalam ruang tengah Istana seketika menjadi ceria. Rawira Wiru segera menyapa Sang Pangeran dengan hormat sesuai dengan tata krama kerajaan. Pangeran Soka Purnama juga nampak terhibur dengan kedatangan Rawira Wiru yang akan ditugaskan menyamar sebagai adik Purba Kencanadan bersekolah di TK. Pelangi seperti rencana semula. Untuk skala waktu di Gentong Gadang usia Rawira Wiru adalah sebantaran anak berumur lima tahunan.

amnesia7 (1)

img01. Rembulan Kecil

Rawira Wiru lalu menyerahkan titipan oleh-oleh pemberian Baginda Raja di Langit Kelima berupa bulan dan matahari kecil, mainan favorit Sang Pangeran. Jenis mainan Sang Pangeran yang sangat dihindari oleh Ketiweuy, ayam jantan kesayangan Pangeran Soka Purnama. Setelah berbincang ringan dengan Sang Pangeran, Rawira Wiru segera menghampiri Sang Paman dan teman-teman Pengawal Kerajaan lainnya. Tak lama kemudian terdengarlah tawa dan kemeriahan di sekeliling ruangan oleh tingkah si centil cilik ini. Sementara Ono dan Offo tak terlalu menikmati kemeriahan yang ada dan kembali memikirkan jalan keluar terbaik untuk melaksanakan perubahan rencana dari Sang Pangeran sebelumnya.

*****

Masyarakat Kota Metropolitan Gentong Gadang di Minggu pagi itu sedang menikmati cerahnya hari dengan berkumpul dan berolahraga bersama di taman-taman kota dan juga di sepanjang jalan raya yang sengaja ditutup setiap Minggu pagi. Seluruh warga bersuka ria dan menghabiskan pagi dalam suasana penuh kegembiraan. Saat pagi menjelang siang masyarakat kota berangsur menghilang dan kembali ke rumah mereka masing-masing dengan senang.

Belumlah habis rasa senang itu tiba-tiba tanah yang mereka pijak terasa bergetar. Orang-orang saling berpandangan seolah-olah bertanya apakah hanya mereka sendiri yang merasakan peristiwa aneh itu. Wilayah Kota Gentong Gadang, sepengetahuan para warga jauh dari zona gempa, tidak seperti kota-kota lain di pulau berbeda. Namun kenyataannya seluruh warga yang beranjak pulang ini merasakan keanehan tersebut. Ditambah lagi denganriak air dalam gelas di atas meja warung-warung dadakan di sepanjang jalan.

amnesia7 (2)

img02. Getaran air dalam gelas

Getaran aneh tersebut berlangsung sekitar 20-an detik, namun sudah cukup untuk menyebarkan kepanikan di tengah warga. Otoritas kota segera merespon kejadian ini dengan mengerahkan para ilmuwan dan beberapa prajurit angkatan bersenjata menuju titik sumber getaran yang dideteksi bersumber dari sebuah lokasi* di tengah hutan kota. Walaupun telah mondar-mandir dan lalu-lalang di sekitar sebuah hamparan kecil yang dideteksi menjadi pusat gempa di kota itu mereka tak menemukan satupun hal yang mencurigakan sebagai sumber penyebab gempa. Tak ada retakan tanah, tanaman yang rusak, pohon tumbang, hewan yang mati atau tanda-tanda lain yang berbeda dengan situasi di sekelilingnya. Semuanya tampak biasa-biasa saja. Setelah seharian menyisir tempat dimaksud para ilmuwan dan prajurit angkatan bersenjata kembali ke institusi masing-masing tanpa membawa informasi signifikan apapun.

*****

Sementara di dalam Istana sendiri nampak ketegangan mulai mereda sesaat setelah Ono dan Offo baru saja menemui Sang Pangeran untuk membicarakan perubahan rencana yang telah Beliau putuskan sebelumnya. Mereka berdua sempat menanyakan kembali kepada Sang Pangeran tentang perubahan rencana tersebut dan dampaknya buruknya bagi mereka berdua. Namun yang didapat hanyalah wajah memerah Sang Pangeran sebagai tanda kekesalan atas keberatan kedua kakak kembar Beliau. Setelah itu keduanya buru-buru pamit seperti sedang kebelet.

Offo si Iblis Putih dalam kondisi setengah panik segera mengambil sikap sempurna untuk mengeluarkan ajian Penjinak Naga agar kemarahan Sang Pangeran tidak sampai beresonansi dengan satupun benda alam di permukaan bumi. Meskipun berhasil menangkal bencana terburuk tetap saja getaran amarah dan kekesalan Sang Pangeran telah direspon menjadi sebuah getaran mirip gempa oleh daratan di sekitar Istana. Kerapatan massa di Bumi sebanding dengan 1/77 kali kerapatan massa material padat di Langit Kelima. Sehingga fibrasi serendah amarah atau kekesalan makhluk di Langit Kelima sudah mampu meresonansi unsur alam yang ada di permukaan bumi. Ono si Malaikat Merah hanya tersenyum melihat kepanikan saudara kembarnya tadi.

Pangeran Soka Purnama sendiri sebenarnya memaklumi kekhawatiran kedua kakak kembarnya, sebab dengan berkurangnya kemampuan kamuflase mereka berdua tentu akan menyulitkan misi dan kepentingan Sang Pangeran sendiri di masa mendatang. Namun tekad Sang Pangeran untuk bersua dan berlama-lama dengan seorang Citra Nur Aurora telah meneggelamkan masalah penting lainnya dan lebih mengutamakan niat dan rencana Beliau tersebut.

amnesia7 (3)

img03. Rasa tak terperi

Ono dan Offo lalu meminta saran dan pandangan para Biq Xu Kerajaan untuk mencarikan jalan keluar dari masalah tersebut. Sebelumnya mereka berdua menyampaikan keinginan Sang Pangeran untuk mengganti peran penyamarannya sebagai Purba Kencana yang lalu tiba-tiba hendak ditukar dengan penyamaran Cakra sebagai Dimas Cokro. Para Biq Xu tahu kalau hal tersebut adalah sebuah pelanggaran tata krama kerajaan dalam hal kamuflase dan penyamaran. Namun kehendak Sang Pangeran kali ini sepertinya telah lama direncanakan oleh Beliau dan kini membuat Ono serta Offo menjadi sangat cemas. Selang beberapa saat, mereka akhirnya terlihat sedikit lega setelah Ki Telaga Sukma salah seorang Biq Xu dan penasehat utama kerajaan memberikan pandangannya.

Ono si Malaikat Merah: “Gimana Ki? Kehendak Sang Pangeran kali ini sepertinya harus kami turuti meskipun nantinya akan menggerus keahlian kamuflase kami berdua. Apa menurut Ki ada jalan keluar yang lebih baik?”

Ki Telaga Sukma : “Kalian berdua memang harus sedikit lebih bersabar menghadapi kelakuan adik kalian. Toh itu sudah menjadi tugas yang dibebankan Paduka Sri Baginda di Langit Kelima kepada kalian berdua. “

Offo si Iblis Putih: “Betul Ki, Kami berdua hanya berusaha agar dapat memperkenankan kehendak Sang Pangeran namun juga tidak menggerus keahlian yang ada pada kami berdua. Ki Telaga Sukma tentu lebih mengerti tentang segala tata krama dalam Kerajaan kita, bukan?

Ki Telaga Sukma : “Baiklah, pesan dari Langit Kelima telah terlihat dan kalian berdua harus membebaskan 60 budak dari ras Pertiwi, mengorbankan 1000 ekor makhluk dari ras hewan berkaki empat serta melepaskan 3000 ekor makhluk dari ras hewan bersayap ke angkasa.” Ki Telaga Sukma menyampaikan sarannya setelah terlebih dahulu berkomunikasi dengan penguasa di Langit Kelima.

amnesia7 (4)

img04. Jalan Keluar

Tanpa pikir panjang Ono dan Offo mengucapkan terimakasih pada Ki Telaga Sukma dan segera mengusahakan ketiga persyaratan tersebut. Keduanya begitu senang dengan jalan keluar yang disampaikan para Biq Xu. Sementara Cakra yang masih penasaran untuk melihat dengan mata kepala sendiri pesona seorang Guru Favorit di TK. Pelangi, belum menyadari kalau keinginannya ini nantinya hanya akan menjadi cita-cita yang menggantung di langit.

Ketika tiba saat Sang Pangeran memberi tahu kabar perubahan rencana tersebut, terlihatlah raut kekecewaan dalam diri Cakra. Namun ia sadar kalau tugasnya sebagai seorang pengawal kerajaan hanyalah menjalankan perintah atau peran apapun yang ditugaskan untuknya. Meskipun begitu, Cakra tetap berharap suatu saat ia akan memperoleh kesempatan melepaskan rasa penasarannya itu.

 

(Bersambung)

——————————————————–

Catatan Penulis:

* Istana Sang Pangeran tidak terdeteksi sebab diselubungi membran transparan pelipat ruang dan waktu. Para ilmuwan dan prajurit seperti sedang melihat kaca super bening dan juga tak dapat diraba!!

 

Salam Nusantara,

//djasMerahputih

 

About djas Merahputih

Dari nama dan profile picture'nya, sudah jelas terlihat semangat ke-Indonesia-annya. Ditambah dengan artikel-artikelnya yang mengingatkan kita semua bahwa nasionalisme itu masih ada, harapan itu masih ada untuk Indonesia tercinta. Tinggal di Sulawesi, menebar semangat Merah Putih ke dunia melalui BALTYRA.

My Facebook Arsip Artikel

7 Comments to "[AMNESIA] Back to Future (7)"

  1. djasMerahputih  9 May, 2014 at 16:31

    Wahh sory, ketinggalan andong nih..

    Thanks bang James, mba Lani, pams dan om DJ..

    Serial lanjutannya rada seru tuh Kang JC. Sabar yaahh..

    Salam, djasMerahputih

  2. J C  6 May, 2014 at 20:30

    Masih nunggu Lani yang membacakan serial ini, dijamin lebih seru dengan retetetetetet…kemrecek cara berceritanya…

    Lanjut terus Kang djas Merahputih…ditunggu lanjutannya ya…

  3. Lani  5 May, 2014 at 23:52

    PAM-PAM : kumatttttttttt! mana nih sodaramu knp ndak mencungul?

  4. Dj. 813  5 May, 2014 at 17:58

    Back to Future 3.

  5. [email protected]  5 May, 2014 at 15:30

    yang bening2 gak bisa diraba?
    ahh… sedihnya

  6. Lani  5 May, 2014 at 13:13

    runner up

  7. James  5 May, 2014 at 10:55

    back to the future 1…….

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.