Bulan Merah

Sonny Sayangbati

 

red moon

(deantomasek.com)

Engkau terlihat angkuh tak bergeming
berdiri teguh setiap malam
mungkin engkau melihat keangkuhan manusia di bumi
sehingga engkau tetap diam, bisu dan sombong

Berapa lama lagi bibirmu kelu,
sudikah engkau bicara,
sehingga manusia di bumi ini lebih bijaksana,
atau memang engkau tak mampu bicara

Ingat masa semakin merunduk
menujuMu

 

 

Jaga Blengko, 24 Des 2013

Sonny H. Sayangbati

 

About Sonny Sayangbati

Karya puisinya telah dibukukan dalam antologi bersama beberapa penyair manca negara : 'Lentera Sastra' dan 'Manusia Dan Mata-Mata Tuhan'. Saat ini aktif menulis di sastra cyber (cybersastra) dan memiliki halaman puisi yang diberi nama : Info For Us by Sonny H. Sayangbati di media sosial Facebook, dan beberapa website sastra.

Arsip Artikel

4 Comments to "Bulan Merah"

  1. Nova Linda  13 May, 2014 at 16:34

    Menikmati bait-bait syahdu penuh perenungan.

  2. Marina  13 May, 2014 at 16:31

    ilustrasi dan diksi saling melengkapi. keren!

  3. Mutiara Hitam  12 May, 2014 at 15:59

    Menghayati setiap bait puisi
    ditemani secangkir white coffe

    mungkinkah sang rembulan mulai jenuh
    melihat isi dunia ini ?

  4. J C  12 May, 2014 at 12:49

    Duduk menyimak puisi ini…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.