Langkawi, Pulau Kecil yang Makin Seronok

Hennie Triana Oberst

 

Rencana liburan Paskah tahun ini sebetulnya hanya ingin kami habiskan di Shanghai dan sekitarnya saja, karena ada teman dari Jerman yang akan berkunjung. Tetapi karena satu dan lain hal rencana mereka tidak terlaksana. Maka kami putuskan untuk menghabiskan liburan di pulau Langkawi, Malaysia. Pulau yang termasuk salah satu tempat liburan yang disukai suamiku. Kunjungan ke pulau ini adalah yang keempat kalinya bagiku, sedangkan bagi suamiku sudah untuk yang kesekian kalinya. Ia sudah cukup lama mengenal dan menghabiskan waktu liburannya di sana.

 

Foto 1:

Peta Pulau Langkawi

lgkw1

 

Pulau Langkawi adalah pulau terbesar dari Gugusan Kepulauan Langkawi, merupakan negara bagian Kedah. Di seberang utara adalah negara Thailand, dan di seberang baratnya adalah pulau Sumatera-Indonesia.

Dari Shanghai kami menumpang pesawat Malaysia Airlines menuju Kuala Lumpur dengan waktu tempuh sekitar 5 jam, kemudian menuju ke Pulau Langkawi sekitar 1 jam. Pulau bebas bea cukai (duty-free) ini terlihat semakin ramai dan berkembang pariwisatanya. Dari kunjungan terakhir empat tahun yang lalu sangat terlihat perbedaannya. Pembangunan hotel, pusat belanja semakin banyak. Rumah Makan dengan cita rasa lokal dan Internasional tersebar di mana-mana, tak ketinggalan transportasi umum berupa taxi juga makin beragam.

 

Foto 2, 3 & 4:

Pemandangan Pantai. Tidak ada pedagang asongan, tawaran pijat atau sejenisnya yang mengganggu saat bersantai di sekitar pantai.

SONY DSC

SONY DSC

SONY DSC

 

Hotel tempat kami menginap berada di Pantai Tengah, jaraknya lebih kurang 10 km dari Bandar Udara Langkawi. Menumpang taxi biayanya RM 33,- Perhitungan biaya taxi dari Bandara ke tempat tujuan berdasarkan area, seperti yang berlaku di bandara lama Medan, Polonia dan Ngurah Rai – Bali (kalau tidak salah?). Sengaja kami pilih hotel di area Pantai Tengah ini karena letaknya tidak tepat di pusat keramaian, dan di sekitar hotel banyak terdapat rumah makan dengan berbagai cita rasa.

Foto 5 & 6:

Suasana sekitar hotel

lgkw5

lgkw6

 

Hotel ini mengusung konsep “ramah lingkungan”, memanfaatkan air hujan, mengolah air limbah untuk kebutuhan tanaman dan taman tropis di resor ini, juga memanfaatkat energi surya. Pemisahan sampah, pemanfaatan barang bekas, salah satunya barang seperti ember, bak mandi, wastafel dijadikan pot tanaman hias.

Foto 7:

Tong sampah

SONY DSC

 

Banyak terdapat pohon buah-buahan sebagai pohon peneduh. Saat ini sepertinya sedang mulai musim mangga. Hampir semua pohon mangga berbuah dengan lebatnya. Sempat juga kupungut dan nikmati beberapa buah mangga yang matang dan jatuh di tanah.

Kamar mandi dengan gaya semi-outdoor yang disediakan sangat pas dengan suhu udara yang panas di sana. Mengingatkanku akan kamar mandi para tetangga di sekitar rumah Nenek dan Kakek masa kecilku. Dulu sesekali aku ikut mandi juga di rumah tetangga yang memiliki anak sebayaku. Mandi dengan „basahan“ merupakan kenangan indah masa kecil dulu.

Foto 8:

Kamar mandi

SONY DSC

 

Selain bersantai di sekitar kolam renang dan pantai, sesekali kami berkendara menyusuri pulau Langkawi. Seharian sudah cukup untuk mengelilingi pulau yang luasnya 478 km² ini (de.wikipedia.org). Dibolehkan untuk mengemudikan kendaraan tanpa SIM Internasional di sini.

Foto 9:

Pemandangan satu sudut kota

SONY DSC

 

Foto 10:

Perpaduan warna jembatan dan bangunan yang menarik

SONY DSC

 

Foto 11:

Rumah dan perahu Nelayan

SONY DSC

 

Salam hangat

Shanghai, 20140506

 

Catatan:

basahan= penutup badan yang dipakai ketika mandi

 

37 Comments to "Langkawi, Pulau Kecil yang Makin Seronok"

  1. bayu winata  22 May, 2014 at 13:49

    wah mba, bisa jadi alternatif tujuan wisata lain selain Malaka bagi teman2 di Riau, karena sering kali teman2 saya di Riau menjadikan Malaka sebagai tujuan wisata.

  2. Lani  18 May, 2014 at 00:24

    Lani, hehehe…kalau disebut surga biasanya terbayangkan hal-hal yang indah.
    Kapan-kapan pingin ke Hawaii. Mesti ngumpulin duit dulu nih.
    ++++++++++++++++

    HENNIE : nah, ini kan surga dunia, jd tiap org msh punya pendpt sendiri2 mengenai keindahannya. Tp buatku krn aku cocok, krasan, ya inilah surgaku hehehe…..

    Tp krn aku sering ketemu turis dr manca neg, ngobrol dgn mrk jd aku tau, klu mrk cinta Hawaii, krn mrk sekali datang trs kepingin mengulangnya lagi, dan lagi dan lagiiiiiiiii……..

    Seneng bs ngobrol, crita sama para turis kebanyakan mrk baik, 95% in a good mood ya namanya mrk kan cm vacation, klu bad mood ya balik aja kenegaranya kkkkkkkk……..

    Halah, msh pakai ngumpulin duit dl, duitnya sdh ngumpul tinggal digunakan, klu aku nah itu perlu berjuang dl biar ngumpul baru bs dibuat beli tiket dan jalan2, tanpa itu ndak mungkin bakal terjadi! Hanya didukung niat yg gede dan usaha tanpa henti, demi mewujudkan bs jalan2 ya jd bisa.
    ++++++++++++++++++++++

    Oh iya, memang banyak promosi tentang Hawaii di Jerman. Tetanggaku juga waktu sudah rencana ke Hawaii, tapi terpaksa batal karena dia sakit, dan tidak akan mungkin terbang lagi. Orang Jerman banyak yang aku tau suka jalan dan lihat daerah baru.
    +++++++++++++++++

    Semakin banyak turis Jerman ke Hawaii, dr bbrp lokasi, ada satu keluarga sdh bbrp kali datang, aku tanya kenapa? Krn kami mmg suka Hawaii as an island, good weather all year around, and you’re lucky living in this paradise…………

    Nah lo?!………itu pendpt mrk, dan msh banyak lagi, kami kdg malah bercanda, bikin jokes…..ngakak2 bareng, tp klu ada kendala bahasa jd agak sulit, yg bhs inggrisnya plegak-pleguk dan aku tdk ngerti bhs mrk……..
    I wish I could speak multi languages, wah bakalan kg kekurangan kerjaan……..kkkkkkkkk

    Jadi Hawaii, I can call it home…….dan sekali lagi paradise buatku hehehe…………

  3. HennieTriana Oberst  17 May, 2014 at 18:30

    Terima kasih kembali Kemboja Putih Nasution.

  4. kemboja putih Nasution  17 May, 2014 at 13:46

    .terimakasih kerana memberi gambaran yg terbaik…with love from malaysia

  5. HennieTriana Oberst  16 May, 2014 at 17:16

    Ivana, bagus pantainya.
    Itu sangking pinginnya ya mancing candak sotong hehehe. Syukurlah semua baik-baik saja. Jadi pengalaman yang bisa bikin senyum setelah kejadian ya
    Iya nih, semoga bandara di Bali segera normal lagi. Ditambah pulau Bali dikelola dengan baik. Banyak sekali ternyata orang yang aku kenal di sini yang berminat dan sudah liburan ke Bali. Sebetulnya memang Bali itu sangat indah .

  6. HennieTriana Oberst  16 May, 2014 at 17:05

    Lani, hehehe…kalau disebut surga biasanya terbayangkan hal-hal yang indah.
    Kapan-kapan pingin ke Hawaii. Mesti ngumpulin duit dulu nih.
    Oh iya, memang banyak promosi tentang Hawaii di Jerman. Tetanggaku juga waktu sudah rencana ke Hawaii, tapi terpaksa batal karena dia sakit, dan tidak akan mungkin terbang lagi. Orang Jerman banyak yang aku tau suka jalan dan lihat daerah baru.

  7. HennieTriana Oberst  16 May, 2014 at 17:00

    Angela, terima kasih.
    Iya sangat menyenangkan, santai tanpa ada kegiatan rutin hehehe…

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *