Dua Gerobak

Rusdian Malik

 

GerobakSapi

Ada dua gerobak yang menarik perhatian di jalan raya. Pertama, gerobak sayur, penumpangnya adalah makhluk sayur, makhluk-mahluk culun yang lupa minum obat antimo, makanya mabok perjalanan, dan selalu anti ini anti itu, full anti maksiat, anti yahudi, anti kristen, anti atheis, anti yesus dan anti hexagram. Bak gerobaknya tidak hanya diisi oleh wahaboy dan wahagirls, tapi juga ditumpangi kaum abangan, kaum santri, kaum syi’i, kaum yang KTP-nya muhammadiyah, dan tak sedikit yang bertradisi tahlilan alias KTP en-u, dan penumpang TK Islam dahlia yang ngaji lewat BroadCast BBM, sehingga mereka menuai ledekan sebagai bahlol dan memang bahlol sih.

Gerobak kedua adalah gerobak hamburger, model gerobaknya futuristik, maklum hamburger men. Penumpang gerobak ini adalah makhluk “sekolah”, namun saat sekolah mereka gak sempat “semedi dan meditasi”. Penumpang gerobak hamburger ini merasa keren dengan kekerenannya yang entah keren. Mungkin tanda keren mereka adalah suka memberikan kritikan pedas namun bergizi kepada gerobak sayur. Makhluk gerobak hamburger yang meledek perilaku tidak gokil-tidak lurus umat kaum sayur adalah gerobak hamburger moderat yang pantas dijadikan kawan. Tapi ada juga gerobak hamburger yang bukan hanya doyan menggaruk-garuk, mengoplos, mengebor perilaku bahlol kaum gerobak sayur, tapi juga sampai mengobok-obok agamanya, kalau sudah akut maka jadilah juga dia phobia islam, phobia sholat, phobia arab, phobia jilbab, phobia ka’bah, phobia sorga blablabla, sehingga tak ubahlah menjadi ekstrem dan bahlol juga.

 

About Rusdian Malik

Dia adalah Pesbuker asal Kalimantan Selatan kelahiran 1985. Pria penggemar acara stand up comedy ini adalah alumnus pesantren yang cukup terkenal di Kalimantan Selatan, yakni Pondok Pesantren Al-falah Banjarbaru.

My Facebook Arsip Artikel

10 Comments to "Dua Gerobak"

  1. J C  21 May, 2014 at 12:45

    Aku ikutan thimik-thimik mlaku (jalan pelan-pelan) bareng Dewi Aichi saja. Asal tidak kesenggol dan kesabet Lani dengan bikini kiwir-kiwirnya, aku yakin selamat sampai tujuan…

  2. Handoko Widagdo  21 May, 2014 at 08:27

    Lani, umpatan ‘bajingan’ memang berasal dari kusir pedati ini. Kusir pedati itu setelah naik pedatinya terus tidur dan membiarkan sapinya jalan sendiri. Itulah sebabnya orang yang tidak bertanggung jawab atau yang meleng disebut bajingan.

  3. Dewi Aichi  21 May, 2014 at 05:04

    Bingung dengan 2 gerobak yang akan saya tumpangi, semuanya kayaknya rada rusak tuh gerobaknya, yang satu rodanya udah buruk, yang satunya lagi sapinya ganas, bisa lari nabrak nabrak, mending saya jalan kaki saja, meski sendirian, biarlah..pelan pelan, memang sih akan lama sampai tujuan….

  4. Lani  21 May, 2014 at 00:59

    HAND : baru tau, klu kusir gerobak sapi dinamakan bajingan???

  5. Dj. 813  20 May, 2014 at 21:15

    Penumpang gerobak ke dua, adalah penumpang Hamburger…
    Berarti orang Hamburg tuh….
    Mereka memang kadang suka kekerasan…. hahahahahahaha….
    Apalagi kalau main sepak bola di Mainz, polisi yang jaga, lebih banyak dari fan dari Hamburg.
    Salam,

  6. Handoko Widagdo  20 May, 2014 at 13:06

    Gerobak sapi sering berjalan sendiri dan ditinggal tidur sopirnya (dalam bahasa Jawa sopir kereta sapi bernama ‘bajingan’. Makanya jangan mau naik kereta sapi.

  7. Lani  20 May, 2014 at 12:09

    Gerobak ditarik oleh sapi ini mengingatkan masa kecilku……….krn msh banyak lewat dijalanan……..skrng pasti sdh lenyap dimakan masa

  8. James  20 May, 2014 at 11:22

    2 gerobak jadi ingat pelem Ben Hur

  9. djasMerahputih  20 May, 2014 at 11:08

    Waah.. jadi bingung mau numpang gerobak yg mana yaah…?

  10. Alvina VB  20 May, 2014 at 10:46

    Jadul suka naik andong di Pasar Minggu

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *