Keheningan Siwagrha

Tjok Mas

 

Kadang menyepi itu bukan lagi soal menarik diri ke suasana ‘sepi ‘ tetapi justru menyepi untuk bertemu Brahma – Wisnu – Siwa, Sang Maha Trimurti, untuk memahami arti menyepi itu sendiri lewat pesan semesta yang terpahat pada sudut-sudut candi. Sungguh tahun baru Caka yang berarti.

***

 

Di candi Prambanan, dengan membayar tiket masuk seharga Rp. 35.000 dan menyewa jasa pemandu Rp. 75.000 akhirnya aku, sedikit banyak bisa menikmati sekaligus memahami cerita tentang mahakarya peninggalan Hindu ini. Dan aku mulai melangkahkan kaki… (*Pict 1, 2)

1

2

… dan terkagum-kagum dengan kemajuan teknologi di saat itu, tentang bagaimana batu-batuan tersebut dibentuk lalu disusun sehingga terbentuklah sebuah bangunan yang menakjubkan (padahal waktu itu belum dikenal segala macam kendaran dan alat berat). Luar Biasa. Satu hal yang menarik, arsitektur candi itu dibuat sedemikian rupa sehingga ketika hujan turun air tidak menggenangi pelataran candi karena adanya suatu “aliran air” / parit kecil di setiap sisi candi. (*Pict 3)

3

Namun sayang tak semua candi bisa kumasuki karena beberapa candi masih dalam kondisi dipugar akibat gempa pada tanggal 27 Mei. (*Pict 4, 5, 6)

4

5

6

Prambanan berasal dari nama desa tempat candi ini berdiri. Diduga merupakan perubahan nama dialek bahasa Jawa dari istilah teologi Hindu para Brahman yang bermakna “Brahman Agung”, yaitu Brahman atau realitas abadi tertinggi dan teragung yang tak dapat digambarkan, yang sering disamakan dengan konsep Tuhan dalam agama Hindu. Pendapat lain mengatakan bahwa nama “Prambanan” berasal dari akar kata mban dalam Bahasa Jawa yang bermakna memikul tugas. Pendapat ini merujuk kepada para dewa Hindu yaitu Brahma, Siwa dan Wisnu (trimurti), yang mengemban tugas menata sekaligus menjalankan keselarasan jagat raya.

Candi Prambanan adalah sekelompok candi yang terdiri dari 4 komplek yaitu komplek candi Rara Jonggrang, komplek candi Bubrah, komplek candi Lumbung dan komplek candi Sewu. (*Pict 7, 8)

7

8

Sedangkan komplek candi Rara Jonggrang terdiri dari 3 candi besar yaitu candi Siwa, candi Brahma dan candi Wisnu yang menghadap ke timur. (*Pict 9, 10, 11)

9

10

11

Bagian tepi candi dibatasi dengan pagar langkan yang dihiasi dengan relief Ramayana yang bisa dinikmati jika kita berpradaksina (mengitari arah candi searah jarum jam) melalui lorong itu. Dan cerita berlanjut pada pagar langkan candi Brahma yang terletak di sebelah sebelah selatan candi induk. (*Pict 12, 13)

12

13

Setiap candi tersebut memiliki satu candi pendamping yang menghadap ke arah sebaliknya yaitu candi Nandi untuk dewa Siwa, candi Garuda untuk dewa Wisnu, dan candi Angsa untuk dewa Brahma. (*pict 14, 15)

14

15

Sedangkan Nandi, adalah kendaraan dewa Siwa yang berupa lembu (*Pict 16)

16

Dan Garuda, adalah kendaraan dewa Wisnu (*pict 17)

17

Selain itu masih terdapat 2 candi apit, 4 candi kelir dan 4 candi sudut. (*Pict 18, 19)

18

19

Sedangkan pada pagar langkan candi Wisnu yang terletak di sebelah utara candi induk, terpahat relief cerita Kresnadipayana yang menggambarkan kisah masa kecil prabu Kresna sebagai penjelmaan dewa Wisnu dalam membasmi keangkaramurkaan yang hendak melanda dunia. (*Pict 20, 21, 22)

20

21

22

Dan saat memasuki ruangan di dalam candi Brahma, aku harus mengerjap beberapa kali untuk membiasakan mata karena di sana nyaris gelap. Cahaya yang ada hanyalah dari pintu candi. Dan ketika mata sudah terbiasa, kulihat patung Brahma. (*Pict 23 )

23

Puas rasanya berkunjung ke candi Prambanan ini meski tak semua komplek bisa kudatangi karena sungguh tidaklah dekat jaraknya. Lalu sambil menuju arah pintu keluar, kusempatkan lagi mengambil foto candi dari suatu sudut. Cantik dan anggun (*Pict 24, 25)

24

25

Aku kagum mengikuti tata ritual Pradaksina untuk membaca epos Hindu ini. Ini leluhurku ya? Baru kenal… maka buatku tahun baru Caka di tahun ini jadi begitu istimewa.

Salam

***

 

19 Comments to "Keheningan Siwagrha"

  1. tjok mas  28 May, 2014 at 03:29

    @Mbak Lani, aku belum pernah liat langsung untuk pertunjukan itu. Hanya tau dari informasi si pemandu saja hehe… Menurutnya, pertunjukan sendratari Ramayana itu diadakan di komplek ramayanan yang ada di sebelah barat candi prambanan tiap malam bulan purnama. Trus untuk harga tiket tergantung dari tempat di mana kita memilih. Harganya dari Rp. 25 ribu s/d 300 ribu. Oiya, tiketnya bisa dipesan lewat agen perjalanan atau langsung di tempat.

    @Om JC, hehehehe sama siapa kok pakai tanda kutip iya, yang jelas aku ke dalamnya memang sama seseorang yang selalu setia ada di dekatku. Ia rajin bercerita, dan mudah dimintai tolong untuk mengambil gambar. Nah, untuk itu aku harus membayar Rp. 75 ribu karena untuk jasa guide memang segitu

    @Mbak Hennie, iya candi ini memang keren.. wajib dikunjungi nih

  2. HennieTriana Oberst  27 May, 2014 at 10:55

    Tjok Mas, wah bagus banget. Jadi pingin..banget ke sana.

  3. J C  26 May, 2014 at 09:41

    Tjok Mas apakah ini pergi dengan si guide yang itu tuh? Ituuu…kalau sama yang itu…bukan keheningan yang didapat tapi grobyakan, glodhakan, krompyangan…

  4. Lani  24 May, 2014 at 11:36

    Mbak Lani, tak tanyak ke marketingnya ya. Tiketnta mahal lho… biasanya memang diadakan pas fullmoon dan, suasananya dramatis banget.
    +++++++++++++++

    TJOK MAS : terima kasih, tolong ditanyakan ya, krn mmg sdh lama aku kepingin bs menonton sendratari Ramayana, dikomplek candi Prambanan, pas full moon, adanya kapan saja, apakah tiap bulan purnama, klu bs kasih tahu tanggal2nya, pokok-e yg lengkap ya. Harga tiketnya brp? Apakah tariff domestic dan org asing sama? Ini akan menjadi salah satu agendaku jk mudik nanti. Apakah kamu sdh pernah nonton, kok bs tau suasananya dramatis banget????

  5. tjok mas  24 May, 2014 at 10:27

    Iya Mas Joko, tempat ini memang kweren

  6. Joko Prayitno  24 May, 2014 at 00:10

    Nandi, Garuda Cakti para dewa..keren..

  7. tjok mas  23 May, 2014 at 22:35

    @Pak handoko, waah yang lain pada kabur hahaha.. bisa-bisa malah aku dipikir demit. Tapi betul enak dibuat meditasi, di situ energi alamnya besar.

    @Abu Waswas, karena nulis artikel Prambanan aku ketemu sama marketing prambanan dan dhadiahi buku soal candi. Soal jadwal itu mau ditanyain juga, tha?

    @Itsmi, karena enggak lagi pake perhitungan bintang dan, kurasa “kadar intelektual” (dalam tanda kutip) yang berbeda hehehe..

  8. tjok mas  23 May, 2014 at 22:27

    @pak Dj, Wah kalau tau arti pahatan candinya keren banget. Seperti membaca cerita komik berseri di relief batu.

    @ Alvina, hehehe makasiy… timeless kok jadi masih berlaku

    @Mbak Lani, tak tanyak ke marketingnya ya. Tiketnta mahal lho… biasanya memang diadakan pas fullmoon dan, suasananya dramatis banget.

  9. tjok mas  23 May, 2014 at 22:24

    Salam untuk semuanya, trims.

    @om Jas dan om Anoew, trims.

    Salam untuk semua

    @Mbak Kornelya, suksma.

    @Dewi Aichi, hahaha… thx. Candinya memang keren dari sudut manapun.

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.