Nafas Semesta (1)

djas Merahputih

 

nafas-semesta (1)

img01. Tabah dalam Kesendirian

 

KETABAHAN

Melati suci yang asing

Tenangkanlah jiwamu

Dari usik angin memancing

Menuju arah yang semu

 

Lebah muda tak berdaya

Menantang arus gelombang tua

Yang terlalu bijaksana

Bagi jiwa yang bergelora

 

Namun sinarNya menerangi

Jalan-jalan yang sepi

Hingga kaki yang tertatih

Tak merasakan letih

 

Ia terus berjalan

Berteman waktu

Walau angin dan hujan

Mencoba tuk mengganggu

 

Kini langkahnya kembali tegap

Walau sering ia terlelap

Dalam dekapan gelap

Menyembunyikan gemerlap

 

Gelombang terus menghantam karang

Yang teguh pada jalan

Di bawah belaian Sang Penyayang

Bersama ketabahan rembulan

 

Makassar, 15-6-1991

 

 

nafas-semesta (2)

img02. Terbakar Keindahan

 

AMBISI

Jiwaku terbakar ambisi

Akalku lepas kendali

Namun masih dapat kusadari

Diri sedang mencari diri

 

Pandanglah wajah langit

Wahai kau yang sakit

Semoga dapat kau rakit

Puing-puing pembangkit

 

Lihatlah ke depan

Lalu carilah sebuah sampan

Ambisimu coba kau simpan

Hingga waktu berkata mapan

 

Kita adalah lebah muda

Yang tak lepas dari noda

Putarlah sejuta roda

Dengan sanggup yang ada

 

Makassar, 22-6-1991

 

About djas Merahputih

Dari nama dan profile picture’nya, sudah jelas terlihat semangat ke-Indonesia-annya. Ditambah dengan artikel-artikelnya yang mengingatkan kita semua bahwa nasionalisme itu masih ada, harapan itu masih ada untuk Indonesia tercinta. Tinggal di Sulawesi, menebar semangat Merah Putih ke dunia melalui BALTYRA.

My Facebook Arsip Artikel

14 Comments to "Nafas Semesta (1)"

  1. djasMerahputih  1 June, 2014 at 16:41

    Ha ha ha itu koleksi jadul Kang anoew..
    Kayaknya betul saat itu lagi galaw..

    Thanks sudah mampir kang anoew,
    salam..

  2. Anoew  1 June, 2014 at 07:33

    weeeh… ternyata romantis jugak si akang ini hoahahahaha….. bukan habis jatuh dari tangga kan, kok tiba-tiba berpuisi kayak gini hahah…. hadeeeeh….

    salam merah-putih.

  3. djasMerahputih  26 May, 2014 at 10:28

    ha ha ha….
    iya, pas nemu catatan jadul ini djas heran sendiri.
    ternyata kalo lagi galau berat puisinya bisa keluar juga..

    Salam hormat kang JC..

  4. J C  26 May, 2014 at 09:44

    Kang djas, sungguh tak mengira dikau berpuisi juga…

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *