Jumatan

Rusdian Malik

 

Agak ketar-ketir khawatir nyinyir juga karena saya “mencium” aroma bahwa si khotib akan ngomongin bencana alam. Khawatirnya kalau si khotib ini adalah type ustadz pengkhotbah yang “tak berkeprimanusiaan”.

kotbah

Lho, emangnya ada kaum agamawan yang tak punya hati? Yaaa baru tau ya? Ini jaman edan bray, semuanya ada, kegilaan bukan hanya milik pejabat, artis, dan blablabla lainnya, kaum agama juga gak kalah eksis. Ada ustadz ngamuk pas ditilang, ada yang nginjek kepala orang, hingga yang ngoleksi fushtun, korupsi daging sapi dan masuk penjara blablabla…

Saya sempat gelisah kalau dia ngomong musibah bencana bla bla bla, lalu ia secara bahlol (seperti oknum-oknum kaum agamawan yang juga bahlol) “memvonis” dengan sembrono bahwa itu adalah azab siksaan Tuhan karena orang-orang yang kena bencana itu adalah para pendosa. Sungguh ter-la-lu.

“Asal lu tau aja ya” kata si Ocit, gimana gak bahlol namanya, kalau ada orang ditimpa kesusahan, kesengsaraan lalu ia ngebacot seenaknya itu adalah siksaan Tuhan. Apa gak punya hati? Apa gak punya perasaan? Atau rasa empati dalam hatinya sudah mati? Terus, gimana perasaan para korban dikatain bgitu? Apa gak tersinggung, marah dan sedih? Membantu nggak malah ngatain begitu, ter-la-lu. Kalau eike yang dikatain bgitu sih, ya gak ambil pusing, langsung eike hajar aja, serius.

“Asal lu tau aja ya” kata si Ocit lagi, di bumi yang sudah peot renta ini, bencana banjir, gempa, gunung meletus itu sudah hal lumrah, apalagi di Indonesia yang tepat di wilayah cincin api yang memang rawan bencana sudah dari sono-nya. Di negara lain juga ada yang serupa. Ya jangan dihubungin secara bahlol dong itu dengan murka Tuhan. Tega banget sih lu, mereka adalah saudara2 kita bro, mereka adalah manusia juga bro, apa lu bukan manusia? Mau gua hajar bro?

Simpan aja teori-teori azab yang mungkin kau tafsirkan keliru. Ketimbang bacot-bacot teori, lebih baik nyatakan praktik dalam kenyataan. Berupa bantuan, dukungan, keprihatinan, sbagai bentuk kepedulian. Minimal berupa doa.

Untungnya, dugaan saya kepada materi si khatib tadi keliru. Dia ngekhotbahnya tidak dengan metode bahlol seperti demikian, dia cukup bijaksana dengan menyampaikan bahwa negeri ini memang di jalur rawan bencana, jadi harus siaga. Andai ada yang ditimpa bencana maka semoga tabah, pemerintah harus cepat tanggap membantu dan kita juga harus ikut membantu semampunya.

Saya apresiasi deh buat si khotib, pikiran kita gak jauh beda, namun sayang jalan hidup kita beda, dia memilih jadi pengkhotbah sekali seminggu di dunia nyata, sedangkan eike jadi provokator aktif di dunia maya

Ya udah ini dulu laporan saya, sebab bang Ocit-nya mau pulang.

“Mo..na rooooh, bang Ocit pulang, prepet prepet prepet!”.

 

About Rusdian Malik

Dia adalah Pesbuker asal Kalimantan Selatan kelahiran 1985. Pria penggemar acara stand up comedy ini adalah alumnus pesantren yang cukup terkenal di Kalimantan Selatan, yakni Pondok Pesantren Al-falah Banjarbaru.

My Facebook Arsip Artikel

8 Comments to "Jumatan"

  1. rusdian malik  20 June, 2014 at 13:12

    hehehehe… adapun jumat barusan hari ini baca khotbahnya kepanjangan dan isinya gak jelas. daripada sia-sia, tidur juga sia2, lebih baik saya online khutbah juga di medsos hahahaha.

    #lumayan.

  2. Juwandi Ahmad  3 June, 2014 at 23:09

    heheheheh….asyik sekali membaca isi pikiran manusia satu ini: Rusdian Malik

  3. Anoew  3 June, 2014 at 12:53

    Sangaaaaaat suka mengikuti tulisan-tulisan bos Rusdiana ini. Coretannya berupa status di dinding fesbuk sering memancing senyum bahkan, saya bisa terbahak-bahak. Apapun tema yang diangkatnya, selalu membuat saya ngakak.

    keren.

  4. J C  2 June, 2014 at 21:07

    Aku sering mendengar kotbah Jumat yang seperti itu dan kadang malah memprovokasi untuk membenci yang tidak sepaham atau agama lain. Kotbah yang menebar kebencian sering dengan lantang berkumandang tanpa sungkan atau rasa toleransi atau menghargai yang berbeda…

  5. Handoko Widagdo  2 June, 2014 at 18:30

    Sungguh bencana.

  6. djasMerahputih  2 June, 2014 at 14:55

    3: Musibah adalah ujian atau bencana
    bisa diukur dari perilaku kita masing2. Namun, adalah kewajiban
    setiap org membantu sesama yg kesusahan..

  7. James  2 June, 2014 at 09:59

    2……Senenan dibelakang Alvina

  8. Alvina VB  2 June, 2014 at 07:40

    No.1 Jumatan…

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *