Ikan Bakar Pantai Lampu-uk

Handoko Widagdo – Solo

 

Workshop selesai tepat jam 4 sore. Hari masih terang. Matahari masih bangga menerangi sore di Banda Aceh. Teman saya menawari untuk menuju pantai barat. “Hanya 15 menit dari sini Pak,” saya langsung teringat sebuah artikel di majalah wisata yang menyebut bahwa Banda Aceh adalah kota fifteen minutes. Banda Aceh dijuluki Kota 15 menit karena jarak satu obyek wisata dengan obyek wisata lainnya ditempuh dalam waktu 15 menit. Selanjutnya kami sudah berada di Inova menuju sebuah pantai nan indah. Pantai Lampu-uk terletak di Kecamatan Lhoknga, Kabupaten Aceh Besar.

Sebelum masuk ke Lampu-uk, kami menikmati puncak bukit untuk menyaksikan pantai barat dari atas. “Kalau kita berenang ke barat dari sini, kita langsung ke India Pak,” celetuk sopir kami mengajak bercanda. Ada sebuah masjid yang merupakan saksi hidup peristiwa tsunami. Masjid itu tidak tersentuh tsunami dan menjadi tempat berlindung banyak orang.

Setelah puas memandangi cemara dan ombak yang malu-malu, kami segera masuk ke Pantai Lampu-uk. Jalan beraspal mulus dipenuhi sepeda motor yang menuju dan meninggalkan pantai. Maklum, ini adalah Minggu sore, saat dimana para pekerja menghabiskan sisa waktu libur mereka.

kuliner-aceh (1)

kuliner-aceh (2)

kuliner-aceh (3)

kuliner-aceh (4)

Kami memilih dua ekor ikan untuk dibakar. Satu ekor kakap merah, satu ekor kerapu merah yang masih sangat segar. “Dibakar cara Lampu-uk ya,” demikian teman saya memberi arahan kepada pedagang ikan. Segera istri si pedagang ikan menyiapkan bumbu, sementara sang suami menyalakan bara dari batok kelapa. Selanjutnya sang suami pergi membawa dua ekor ikan yang kami pesan untuk dibersihkan.

Kami berempat menuju pantai. Pantai Lampu-uk berpasir putih. Pantai yang menikung ini berada di kaki bukit yang kelihatan kokoh menghijau. Selain bermain di pasir pantai, tersedia juga banana boat dan kapal kecil untuk bercengkerama dengan gelombang yang malu-malu.

Ikan bakar Lampu-uk berbeda dengan ikan bakar Indonesia Timur. Jika di Makassar dan pulau-pulau lain di timur Indonesia ikan dibakar tanpa dibumbui, di Lampu-uk, justru bumbu yang melekat pada ikan saat dibakar itulah yang menjadi kekuatannya. Ikan bakar Makassar membuat kita menikmati rasa asli daging ikan, sementara ikan bakar Lampu-uk mengolah rasa daging ikan segar dengan bumbu rempah yang nikmat sekali. Ikan bakar yang penuh bumbu itu disajikan dengan sambal belacan dan sambal kecap ditemani lalapan. Kenikmatan makan malam semakin nikmat karena kelapa muda dan mentari yang surut menyempurnakan wisata singkat kami.

kuliner-aceh (5)

kuliner-aceh (6)

Aceh, ternyata dikau menyimpan segala keindahan dan kenikmatan kuliner. Ikan bakarmu yang selama ini bersembunyi di balik Mie Aceh, Nasi Bebek, Gulai Aceh dan kopi, ternyata tak kalah nikmat.

 

About Handoko Widagdo

Berasal dari Purwodadi, melanglang buana ke berpuluh negara. Dengan passion di bidang pendidikan, sekarang berkarya di lembaga yang sangat memerhatikan pendidikan Indonesia. Berkeluarga dan tinggal di Solo, kebahagiaannya beserta istri bertambah lengkap dengan 3 anak yang semuanya sudah menjelang dewasa.

My Facebook Arsip Artikel

42 Comments to "Ikan Bakar Pantai Lampu-uk"

  1. J C  16 June, 2014 at 16:06

    Pak Hand, baru ngeh kalau kehidupan di Aceh sebenarnya tidak segitunya “menyeramkan” seperti banyak digambarkan banyak media ya. Aku baru nyaris ke Aceh, baru sampai perbatasannya. Di jamanku waktu di Sumatera Utara, di Aceh masih daerah konflik. Ikan bakarnya sepertinya uenak tenan…

  2. handokowidagdo  13 June, 2014 at 13:18

    Avy, kalau yang muslimah, mereka berenang dengan menggunakan pakaian mulsimah, termasuk tutup kepala. Bagi yang bukan muslimah, tetap harus memakai pakaian lengkap tapi boleh tidak pakai tutup kepala. Aceh aman dan menyenangkan.

  3. Alvina VB  13 June, 2014 at 12:25

    Han, baru workshop di Banda Aceh ya….aku baru balik dari workshop di St. Laurent yg lagi diguyur ujannn. Itu ikan bakarnya sangat menggoda sekali. Btw, itu org2 berenang pada pake baju ya? apa gak ada yg kiwir2 kek di Kona sana? Apa Aceh aman2 saja saat ini?

  4. handokowidagdo  13 June, 2014 at 09:47

    Lani, jadi tulislah tentang ikan bakar ala Kona. Apakah penjualnya berbikini ria?

  5. Lani  13 June, 2014 at 09:39

    HAND : jelas sekali ada ikan bakar, hanya caranya dan bumbune sing berbeda……..apalagi di Hawaii terkenal ikannya kan fresh hasil pancingan tiap hari……..malah ada jg ikan gurame, bandeng, dan aneka macam lainnya aku tdk tau namanya dlm boso Indonesia………..

  6. handokowidagdo  13 June, 2014 at 09:05

    PASPEMPRES, yang wajib pakai pakaian muslimah hanya perempuan Islam. Jadi tidak ada keharusan bagi yang non muslim. Jangan kawatir, Banda Aceh terbuka untuk semua golongan kok.

  7. [email protected]  13 June, 2014 at 09:04

    harus pake tudung ya katanya kalo wanita masuk ke aceh….

  8. handokowidagdo  13 June, 2014 at 08:26

    Elnino, memang enak sekali ikan bakarnya. Apalagi bagian kepala kerapu itu. Wah…

    Timpan isi srikaya ya? Kalau Cimpa di Karo isinya biasanya gula merah. Kalau tampon isinya apa ya?

  9. elnino  13 June, 2014 at 08:25

    Pantainya bersih ya pak..
    Ikan bakarnya pasti maknyuuss… Bakarnya pintar, gak gosong.
    Hennie, timpan dibikin dari tepung ketan dicampur pisang halus plus santan, isinya srikaya. Lezat ya…

  10. handokowidagdo  13 June, 2014 at 06:33

    Hennie, mungkin timpan disebut cimpa di Karo.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.