Keuntungan Bekerja di Grocery Store

Summer Girl

 

Kali ini saya akan menulis tentang keuntungan bekerja di grocery store, kalau untuk kerugiannya tidak perlu diceritakan lagi karena sudah pasti tentang jam kerjanya yang tidak jelas, gajinya yang kurang besar, customer-nya yang kadang-kadang suka bikin kesal, pressure dari company yang menginginkan kita untuk selalu mempertahankan excellent customer service dan masih banyak lagi.

Kalau jadwal kerja saya jam 5 pagi berarti saya yang buka store agar semua karyawan yang masuk pagi bisa masuk store, tugas saya mengecek temperature di cooler dan freezer, mengecek kembali apakah di bagian deli, bakery, meat, produce masih ada expired item yang tertinggal dari malam sebelumnya, karena kadang-kadang walaupun malam-nya sudah dicek biasanya suka ada yang terlewat, memastikan store dalam keadaan bersih dan siap untuk dibuka jam 7 pagi.

Setelah mengecek semuanya saya segera pergi ke cash office untuk menyiapkan uang untuk para cashier dan customer service, mereka datang jam 7 pagi, jadi ketika mereka clock in semuanya uangnya sudah siap.

Toko dibuka jam 7 pagi jadi semua bagian seperti Deli, Bakery, Grocery, Meat, Produce mulai bekerja jam 5 pagi, di bakery misalnya tepat jam 5 pagi mulai menyalakan oven, mengeluarkan adonan roti, bagel, donut, croissant dari freezer. Di bagian Deli, jam 5 pagi mereka mulai membuat bermacam-macam salad, membuat adonan untuk fried chicken dan rotisserie chicken dengan bermacam-macam rasa seperti lemon pepper, mojo, barbecue, kemudian side dish seperti mac and cheese dan juga sayuran-sayuran lain. Di bagian produce mereka mulai memotong buah-buahan, membuat parfait dengan topping buah segar, mengatur buah-buahan agar terlihat menarik. Semua dipersiapkan sejak jam 5 pagi agar tepat pada saat toko dibuka jam 7 pagi customer dapat membeli sarapan dengan menu fresh.

Dengan demikian saya tidak pernah takut untuk kelaparan akibat tidak sempat sarapan di rumah, biasanya sesampainya di tempat kerja saya melihat-lihat ke bagian bakery, kalau saya melihat roti yang baru keluar dari oven langsung saya beli, makannya dengan cara mengoleskan butter yang banyak sehingga butter tersebut meleleh, rasanya sangat enak sekali dan terasa fresh. Roti yang saya belipun bermacam-macam, kadang-kadang sunflower bread, baguette, French bread, Cuban bread, Italian, dan lain-lain, tergantung roti mana yang baru keluar dari oven.

Kalau sedang bosan makan roti, saya langsung ke bagian dairy untuk melihat-lihat yoghurt dan susu, kalau di Jakarta yoghurt sangat terbatas sekali macamnya, kalau di sini sangat banyak sekali macamnya, tetapi yang paling saya suka adalah greek yoghurt dengan rasa coconut dan pineapple, susu yang saya minum biasanya whole milk karena saya tidak suka fat free milk, rasanya seperti air menurut saya.

Untuk makan siang sayapun tidak perlu repot-repot tinggal ke bagian Deli, mau memilih sandwich dengan bermacam-macam isi atau chicken atau hanya salad saja, salad yang dijual banyak juga macamnya seperti greek salad, cesar salad, house salad dan lain-lain, selain itu ada makanan yang siap saji seperti nasi goreng dan makanan-makanan Asia lainnya tapi harganya lebih mahal karena dihitung per pound.

Kalau ingin yang lebih murah saya tinggal pergi ke bagian produce, biasanya untuk bag salad lengkap dengan dressing-nya sering di sale buy one get one free, kalau sedang di-sale harganya hanya 2 dollar per bag, lebih dari cukup untuk sekali makan, kelihatannya kurang mengenyangkan tetapi setelah selesai dimakan semuanya ternyata bikin perut kita sangat kenyang.

Untuk makan malam tergantung permintaan suami saya, misalnya saya pulang jam 8 malam, kalau dia minta dibelikan rotisserie chicken dengan potato salad, atau steamed shrimp dengan potato, semuanya tidak masalah, karena makanan-makanan tersebut tersedia di grocery store tempat saya bekerja. Untuk snack-nya dia sangat suka sekali sliced roast beef atau sliced beef pastrami atau sliced corned beef berikut kejunya dari bagian Deli, biasanya pas istirahat saya pesan online untuk pick up jam 8 malam, jadi pas saya pulang tidak perlu mengantri lagi, cukup pick up dan bayar di kasir.

Kota tempat saya tinggal jarang sekali terkena salju tetapi winter kali ini kota saya terkena salju dan es yang cukup dahsyat, akibatnya penduduknya sangat panic dan menyerbu grocery store untuk membeli susu, roti, keju, air, dan bahan-bahan makanan, pada saat itu semua sampai habis tidak bersisa, antrian sangat panjang di kasir, malah ada banyak customer yang tidak kebagian susu dan roti. Saya sendiri dan employee yang lain sudah tahu bakal ada kepanikan sehingga masing-masing sudah menyisihkan roti dan bahan makanan lain dan setelah dibayar taruh di cooler sehingga tidak ada yang mengganggu gugat lagi.

Pihak manufacturer biasanya selalu mengeluarkan coupon potongan harga untuk produk-produk mereka dengan harapan semakin banyak customer yang membelinya, tentu saja yang pertama mendapat coupon tersebut adalah kita-kita yang bekerja di grocery store. Walaupun coupon itu untuk customer tetapi sebelum kita keluarkan sudah pasti kita ambil terlebih dahulu kemudian sisanya baru dibagikan ke customer.

Di sini newspaper yang terbit setiap Sabtu dan Minggu selalu diselipkan kupon-kupon potongan harga untuk restoran atau barang-barang di grocery store, karena saya bekerja di sini jadi sebelum membeli saya punya kesempatan untuk melihat-lihat dulu apakah kuponnya menarik atau tidak, kalau tidak menarik tentu saja saya tidak jadi membelinya.

Untuk non food product misalnya shampoo, conditioner, sabun, body lotion, detergent, setiap beberapa bulan sekali biasanya pihak manufacturer selalu mengeluarkan product baru, atau kadang-kadang produknya sama tetapi hanya kemasannya yang diperbaharui, jadi produk-produk yang lama terpaksa diturunkan dari shelf dan dipindahkan ke clearance rack. Kalau sedang tidak sibuk, atasan saya suka meminta tolong kepada saya untuk membantu masalah clearance ini, caranya mudah sekali, dengan scan-gun, kita tinggal scan barcode-nya, kemudian pilih item untuk verify harga, dan tinggal dimasukkan berapa harga baru yang kita inginkan. Saya senang sekali kalau disuruh membantu untuk masalah clearance karena berarti saya sudah tahu duluan item mana saja yang akan di clearance dan langsung saya pisahkan item yang akan saya beli.

Di tempat saya bekerja customer diperbolehkan menggunakan store coupon dan vendor coupon, misalnya shampoo harganya 5 dollar sedang di sale jadi 2.5 dollar, kalau kita punya coupon 2 dollar harga yang kita bayar hanya 0.50 dollar, dan kalau sedang ada store coupon untuk item tersebut misalnya satu dollar berarti kita malah dapat uang kembali 0.50 dollar, jadi kita yang beli shampoo tapi malah kita dapat uang 0.50 dollar karena harga shampoo-nya hanya 2.50 dollar sedangkan coupon yang kita pakai 3 dollar, jadi kasir malah berhutang 0.50 dollar ke kita. Tentu ini hanya berlaku di tempat saya bekerja, di tempat lain system-nya tidak sama. Tapi kasus seperti ini biasanya jarang terjadi, karena sangat membutuhkan ketelatenan dan kesabaran yang cukup tinggi, untuk orang yang tidak punya banyak waktu tentu tidak akan sempat menggunting-gunting coupon sambil mencari item mana saja yang sedang di-sale.

Saya bukanlah orang yang telaten dalam penggunaan kupon tetapi karena kupon selalu tersedia di depan mata, malah kadang-kadang di break room beberapa karyawan suka membeli newspaper dan kupon-kuponnya suka ditinggal begitu saja di atas meja, sehingga mau tidak mau saya melihat-lihat kupon mana saja yang bisa dipakai. Selain itu biasanya karyawan lain selalu memberitahukan item ini sedang sale dan coupon-nya ini, jadi setelah coupon harganya sekian, jadi walaupun tidak butuh barang tersebut akhirnya saya ikut2an membeli-nya.

Untuk shampoo, conditioner, sabun, body lotion, panty liner, detergent, toilet tissue, paper towel sepertinya persediaan di rumah saya masih cukup untuk sampai tahun depan, janjinya tidak akan membeli lagi karena sudah tidak ada space di rumah tapi seperti biasa tidak lama kemudian saya membeli lagi dan lagi, semua itu gara-gara coupon.

Setelah saya bandingkan sepertinya harga barang-barang non food di sini jauh lebih murah dibandingkan di Jakarta, harga makananpun walaupun kalau dirupiahkan masih termasuk mahal tetapi kalau dibandingkan dengan gaji yang kita terima semuanya masih terjangkau dan masuk akal.

Saya tidak pernah mengira bekerja di grocery store ternyata sangat menyenangkan dan saya bangga karena tempat saya bekerja membuat saya menjadi wanita mandiri dan tidak bergantung kepada suami. Seingat saya dulu di Jakarta masih banyak yang berpikir bahwa bekerja di supermarket adalah pekerjaan kelas bawah yang tidak dipandang sebelah mata, ternyata setelah saya mengalami di sini kenyataannya tidak seperti itu, gajinya lumayan dan cukup stabil, di saat company yang lain goyah karena kondisi ekonomi yang kurang baik, company saya justru tetap stabil dan benefit yang diterima tetap berjalan seperti biasa.

 

14 Comments to "Keuntungan Bekerja di Grocery Store"

  1. Our Daily Bread  14 June, 2014 at 06:51

    Lani, namanya saja summergirl jadi munculnya juga setahun sekali
    Salam hangat dariLA,CA91006

  2. Summer Girl  14 June, 2014 at 03:19

    Bu lani, betul sekali, pake kupon memang bagus krn bisa save money asal masih yg sewajarnya, kalau sudah sampai ngubek2 tempat sampah atau sampai mencuri koran para tetangga spt di tv itu namanya sudah gak wajar. Kalau di indonesia kayanya belum bisa diterapkan sistem spt ini, wong tanpa kupon saja barang2 yg disale sudah habis di hari pertama, seandainya ada kupon lumayan sekali bisa menghemat krn barang2 disana harganya mahal2, harga sabun mandi saja sudah di atas 5000rb, shampoo sunsilk 20rb, detergent 20rb dll, ke supermarket bawa 1 juta paling cuma dapet bbrp item saja.

  3. Lani  13 June, 2014 at 23:36

    Mbakyu Lani, kan dah Summer di sini, makanya Summer muncul lagi, he..he…
    Btw, trima kasih dah berbagi cerita. Memang kl di US, org pada boros belanja krn gara2 special coupon ya….kan ada tuch acara TV ttg org2 yg gila belanja ttp pas bayar di kasir cuma bayar bbrp cent/ bahkan ada yg gratis…. ternyata mereka pake coupon yg segeplok kaya tuker duit dgn barang aja. Pernah gak kamu ngalamin ada org belanja di tempatmu pake coupon dan malah gratis/ bayar cuma bbrp cent saja?
    +++++++++++++++++++

    AL : itulah krn summer njur mencungul meneh krn udah kg kademen……
    Betul, klu rajin liat kupon, simpen kupon, belanja pakai kupon, bs save banyak duit tp ya sampai segila itu ngubek2 kupon ditempat sampah wuiiiiiiiiih……..engga deh!
    Belum pernah ngalamin belanja gratis, tp klu jd bayar dibawah sedollar sering, seneng aja klu bs save money, klu bs mengapa tdk ya? asal jgn spt di Indonesia, klu bs dipersulit mengapa dipermudah???? Nek kuwi keblingeeeeeeeeer

  4. Summer Girl  13 June, 2014 at 19:20

    Mbak alvina, saya ada bbrp customer yg spt itu, belanja banyak tapi bayarnya sedikit, saya suka nonton extreme couponer di tv tapi menurut saya org2 spt itu sudah sama spt kecanduan obat, sampai pergi ke tempat sampah hanya untuk mencari kupon2 yg tdk terpakai. Saya gak se extreme itu, tp kalo cuma 20 deodorant saya punya di rumah hehe..

    Pak handoko, thanks sudah mampir.

    Mbak hennie, spt kata mbak alvina, krn sudah summer jadi saya muncul lagi. Krn ada urusan yg gak bisa ditinggal jadimau nulis gak bisa2, semua tulisan mandek di tengah jalan, akhirnya iseng2 nulis yg ringan2 saja.

  5. Summer Girl  13 June, 2014 at 19:09

    Bu lani, thanks commentnya, ini tulisan iseng2 krn kangen menulis tapi otaknya lagi macet, memang semua pekerjaan gak ada yg sempurna, pengen resign berkali2 tapi gak jadi krn sayang uangnya lumayan, rencananya awal tahun depan mau step down saja.

  6. HennieTriana Oberst  13 June, 2014 at 15:51

    Jadi semangat pergi bekerja kalau kita senang dengan pekerjaan kita ya. Selamat menikmati musim panas, SummerGirl.

  7. handokowidagdo  13 June, 2014 at 13:29

    Yang penting menikmati pekerjaan.

  8. Alvina VB  13 June, 2014 at 12:41

    Mbakyu Lani, kan dah Summer di sini, makanya Summer muncul lagi, he..he…
    Btw, trima kasih dah berbagi cerita. Memang kl di US, org pada boros belanja krn gara2 special coupon ya….kan ada tuch acara TV ttg org2 yg gila belanja ttp pas bayar di kasir cuma bayar bbrp cent/ bahkan ada yg gratis…. ternyata mereka pake coupon yg segeplok kaya tuker duit dgn barang aja. Pernah gak kamu ngalamin ada org belanja di tempatmu pake coupon dan malah gratis/ bayar cuma bbrp cent saja?

  9. Lani  13 June, 2014 at 11:48

    SUMMER GIRL : Menurutku bekerja dimanapun, sll ada enak dan tdk enaknya, tergantung pd diri kita sendiri, klu bs disesuaikan, ingin bekerja dimana. Tentu saja tiap pegawai menginginkan, jam kerja yg tdk terlalu panjang, lingkungan kerja mendukung, nyaman, teman2 kerja tdk saling menjatuhkan dst…..dsb……….dll……..akan ttp hal yg enak2 itu tdk sll bs ditemukan, sll saja ketemu yg tdk enak, apalagi klu kondisi ekonomi lagi sulit, ladang pekerjaan jd langka, pencari kerja tdk bs banyak melakukan pilihan, atau terlalu picky, jd ujung2nya bersyukur sj klu msh bs kerja. Patokan tiap org ber-beda2, buat aku sendiri, kamu sdh tau ktk kita japri……….jd tdk perlu diuraikan disini.

  10. Lani  13 June, 2014 at 11:33

    SUMMER GIRL : akhirnya mencungul lagi…………

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.