Beranilah untuk Bermimpi!

Tjiptadinata Effendi

 

Dare to dream. Believe it and do it. Then your dreams will become true. Beranilah untuk bermimpi. Yakinilah dan lakukannlah. Kelak impian anda akan jadi kenyataan.

Setiap manusia yang ingin mengubah nasib, harus memiliki impian (baca: cita-cita). Karena impian mengandung sebuah harapan. Harapan adalah energy dan energy adalah sebuah kekuatan.

Sewaktu saya mendapatkan kesempatan untuk hadir dalam audience dengan Dalai Lama XIV. Tidak mudah mendapatkan kesempatan ini, karena kendati Dalai Lama bukan lagi kepala negara, bahkan selama ini hidup dalam pengungsian, karena Tibet di duduki oleh China. Namun Dalai Lama adalah tetap seorang tokoh dunia. Yang pernah mendapatkan hadiah Nobel untuk Perdamaian dunia di Oslo.

Sesuai dengan arti dari kata: ”Dalai Lama” yang berarti: ”The ocean of wisdom” atau samudra kearifan. Dalai Lama selalu diterima oleh dunia dengan tangan terbuka.

Di awal kata sambutannya. Dalai Lama mengatakan: ”Saudara-saudara. Tak seorangpun di dunia ini yang tahu, apa yang akan terjadi pada masa depan. Bahkan apa yang akan terjadi esok hari. Tetapi semua orang berharap. Bahwa masa depan akan lebih baik daripada yang sekarang. Harapan inilah yang memberikan kita kekuatan, untuk bisa bertahan menghadapi segala permasalahan hidup. Tanpa adanya harapan, maka manusia tak akan mampu bertahan hidup.”

 

Refleksi Diri

Hadir selama 3 hari, dari pagi hingga sore, sama sekali tidak menimbulkan kejenuhan. Justru banyak pencerahan pencerahan yang dapat dipetik, dari pembicaraan Dalai Lama. Saya mencoba menjadikan refleksi diri.

Bahwa memang benar, setiap manusia harus memiliki harapan, yang bisa berbentuk cita-cita ataupun kita katakan sebuah impian. Karena hidup tanpa cita-cita, maka manusia akan menjalani hidup secara monoton. Yang pada akhirnya akan mematikan antusias yang ada didalam dirinya, dalam menjalani hidup. Hidup tanpa antusiasme adalah hidup yang sia-sia.

Perlu kita memberikan peluang bagi diri sendiri, untuk merenungkan, apa yang ingin kita capai di dalam hidup ini. Atau apa cita cita kita kedepan? Kita harus berani untuk memiliki sebuah impian. Karena kalaulah memiliki impian saja tidak berani, bagaimana mungkin kita bisa meraih sebuah impian?

 

dare-to-dream

Pengalaman Pribadi

Jadikanlah ejekan sebagai cambuk untuk memotivasi diri kita.

Sewaktu hidup kami masih morat marit dan tinggal di pasar kumuh, saya pernah menghadiri salah satu seminar: “Meraih Sukses”. Pada waktu itu, setiap perserta di wajibkan untuk tampil ke depan kelas, untuk mengatakan apa yang menjadi impiannya. Ketika tiba giliran, saya sampaikan bahwa impian saya adalah: ”Memiliki rumah permanent, yang ada paviliun dan kolam renang pribadi”

Saya berpikir, setiap orang berhak untuk memiliki impian masing-masing, Tetapi ternyata saya jadi bahan tertawaan. Bahkan ada bisik-bisik yang mengatakan: ”Mungkin Effendi sudah sinting. Tinggal di pasar kumuh dan jualan kelapa, tapi impiannya selangi.t”

Walaupun disampaikan secara berbisik, namun saya mendengar semuanya dengan sangat jelas. Sesaat terjadi pergolakan dalam hati saya. Ada perasaan mau marah. Namun syukur saya cepat sadar diri dan mengatakan dalam hati saya: ”Akan saya buktikan, bahwa saya akan mencapai semuanya itu.”

 

Akhirnya Impian saya Jadi Kenyataan

Setelah bekerja keras dan diberikan jalan oleh sahabat saya yang sudah sukses, 4 tahun kemudian. saya sudah jadi pengusaha. Dan sudah membangun sebuah rumah permanent, lengkap dengan kolam renang dan paviliun. Kendati bukan rumah mewah, namu saya sangat bersyukur kepada Tuhan, bahwa dari pasar kumuh. Kini kami sekeluarga bisa tinggal di rumah milik sendiri. Dan masih dilengkapi dengan sebuah sedan Corolla baru.

Teman-teman yang dulu menertawakan, bahkan mengatakan saya sinting, terdiam. Saya kasihan melihat nasib mereka sama sekali tidak berubah. Bahkan tahun lalu, berarti 40 tahun sudah berlalu. Hidup mereka masih seperti yang dulu.

 

dare-to-dream1

Jadikanlah Hidup kita Inspirasi dan Motivasi bagi orang lain

Setelah itu, waktu bagaikan terbang dirasakan. Hal ini amat berbeda, ketika hidup kami masih morat marit, sehari serasa sebulan. Tapi ketika memasuki hidup yang nyaman dan berkecukupan, tanpa terasa waktu bagaikan anak panah lepas dari busurnya.

Sejak saat itu kesuksesan demi kesuksesan selalu menjadi bagian hidup kami. Hingga anak-anak kami ketiga-tiganya, dapat kami biayai untuk melanjutkan study di Amerika Serikat. Apa yang saya ceritakan ini, bukan pamer pencapaian, tetapi semata ingin memberikan sebuah inspirasi dan motivasi, agar jangan takut bermimpi. Yakinilah mimpinya dan kerja keras, serta cermat. Percayalah tidak ada yang mustahil, bila kita percaya.

Setelah anak-anak berkeluarga, saya memutuskan untuk mengundurkan diri dari perusahaan. Saya ajak istri saya untuk berkelana keliling Indonesia dan keliling dunia. Dan dimanapun kami berada, selalu kami manfaatkan waktu untuk menjadikan hidup kami berarti. Setidaknya keberadaan kami dapat menjadi sumber inspirasi dan motivasi bagi orang yang ada dalam lingkungan di mana kami berada.

Karena hidup yang paling berharga adalah saat saat di mana hidup kita bisa bermanfaat bagi sesama.

 

Mount Saint Thomas, 15 Juni, 2014

Tjiptadinata Effendi

 

About Tjiptadinata Effendi

Seorang ayah dan suami yang baik. Menimba pengalaman hidup semenjak kecil. Pengalaman hidupnya yang bagai ombak lautan menempanya menjadi pribadi yang tangguh dan pengusaha sukses. Sekarang pensiun, bersama istri melanglang buana, melongok luasnya samudra dan benua sembari bersyukur atas pencapaiannya selama ini sekaligus menularkan keteladanan hidup kepada siapa saja yang mau menyimaknya melalui BALTYRA.com.

My Facebook Arsip Artikel

34 Comments to "Beranilah untuk Bermimpi!"

  1. Lani  20 June, 2014 at 11:47

    Good morning Lani, terima kasih. Luar biasa ,matanya jeli amat. bunga sekecil itu pun tampak ya.. nama bunganya “Four season” , tumbuh secara liar, tapi bisa bertahan di 4 musim.. Suatu waktu ketemu di Kona yaa..have a wonderful day..Lani
    ++++++++++++++++

    MAS EFFENDY : mas, klu yg namanya bunga aku bakal sgt jeli, kayak mata alap2 saja, krn mmg pd dasarnya penyuka semua bunga, asal yg jgn berbau sgt keras, krn malah bikin pusing. Oleh krn itu aku bukan penggemar/pemakai parfum.

    Jd bunga ini tetep hidup wlu musim dingin, ndak tidur sementara.

    Mas, soal ketemu bs dimana saja, yg penting saya percaya bhw satu saat kita bakal ketemu…….percaya saja!

  2. tjiptadinata effendi  20 June, 2014 at 08:47

    Mbak Dewi Murni yang baik,selamat pagi.senang bisa jumpa , terima kasih untuk sambutan hangatnya .yang membuat saya terharu… salam hangat dari jauh dan semoga senantiasa dalam lindungan Tuhan

  3. tjiptadinata effendi  20 June, 2014 at 08:34

    Mbak Alvina selamat jumpa lagi, terima kasih sudah berkenan menyempatkan diri mengunjungi saya. senang sekali saya mendapatkan teman teman yang baik disini.. walaupun kita belum pernah ketemu.. Semoga impian demi impian kita akan jadi nyata.,,, terima kasih and have a blessing day..

  4. tjiptadinata effendi  20 June, 2014 at 08:31

    Mbak Lindacheang,,selamat pagi,senang bisa jumpa…wah,pas ponakan saya namanya juga Linda Effendi.. jadi gampang ingatnya… ya Mbak Linda, kita bersyukur ,impian demi impian menjadi nyata… Ungkapan rasa syukur inilah yang ingin saya aplikasikan untuk berbuat sesuatu yang mungkin bisa juga membahagiakan orang lain.. Because the beauty of life ,not depend on how happy my life, but how happy the others because of me….”Terima kasih dan salam hangat yang tidak menghanguskan dari jauh..

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.