Surat Ketigabelas dari Desa

Angela Januarti Kwee

 

Dear. David…

Begitu banyak yang ingin kukatakan kepadamu, tapi aku tidak yakin harus mulai dari mana. Haruskah aku mulai dengan mengatakan bahwa aku mencintaimu? Aku sangat menyukai kalimat ini, David. Aku mengutipnya dari surat Savannah untuk John pada novel Dear John karangan Nicholas Sparks. Jujur saja, ketika membacanya aku memikirkanmu. Membayangkan kalau aku bisa menulis surat seindah itu untukmu.

Sebelumnya, maafkan aku karena selama empat bulan ini tidak pernah lagi mengirimkan surat untukmu. Percayalah, aku tidak marah padamu. Aku hanya terlalu sibuk dan bingung membagi waktuku. Aku berharap surat ini bisa mengobati semua kegelisahanmu. Okay?

David, aku baru saja pulang liburan bersama teman-teman sekantor dan beberapa customer kami. Pilihannya jatuh pada pulau Dewata–Bali. Aku menyukai semua tentang Bali dan merasa beruntung bisa berkunjung ke sana. Terlebih, aku bisa mewujudkan impianku untuk bertemu seseorang. Di sana, aku janjian untuk bertemu dengan Kak Maya Woda. Seorang kakak yang kukenal lima tahun silam. Bayangin deh, David. Kami berkenalan sejak dia masih gadis dan baru bisa bertemu saat dia sudah menikah dan punya seorang anak. Anaknya cantik dan imut, secantik mamanya.

suratketigabelas (1)

suratketigabelas (2)

Liburanku di Bali tidak terlalu lama, hanya empat hari tiga malam saja. Kami tiba di Bali sudah menjelang senja dan langsung diajak menikmati makan malam bersama. Selanjutnya berbelanja di pusat oleh-oleh Krisna. Hotel tempat kami menginap berada di Legian. Dalam perjalanan menuju hotel, aku bisa menikmati suasana malam-nya yang mulai padat. Alih-alih beristirahat, aku dan seorang teman pergi menikmati es krim seraya berjalan kaki dan melihat tingkah laku orang yang beragam. Sayangnya ini tidak berlangsung lama, karena aku merasa sesak menghirup asap kendaraan yang berlalu lalang.

Hari kedua, kami berkunjung ke Desa Batu Bulan untuk menyaksikan Tarian Barong, mengunjungi pusat kerajinan emas dan perak di Desa Celuk, makan siang di Batur Sari Restaurant sambil menikmati keindahan panorama gunung dan danau Batur. Kami juga mengunjungi Pura Tirta Empul di Tampak Siring yang memiliki mata air yang disucikan oleh seluruh masyarakat di Bali. Aku berkesempatan mandi di mata air tersebut. Bapak yang menjadi tour guide kami menyarankan aku untuk berdoa terlebih dahulu, sebelum membiarkan air suci itu membasuh seluruh tubuhku. Aku melakukannya. Air tersebut sangat menyegarkan! Pengalaman menarik lainnya adalah dinner di Bounty Cruise. Aku bisa menikmati permandangan senja di atas kapal pesiar dan menyaksikan live entertainment.

suratketigabelas (3)

suratketigabelas (4)

suratketigabelas (5)

suratketigabelas (6)

Hari ketiga, perjalanan kami lebih bertema pantai. Kami menuju Tanjung Benoa; berkunjung ke pulau kura-kura dan menikmati permainan banana boat dan parasailing. Ada cerita menarik saat akan mencoba parasailing. Awalnya aku tidak tertarik sama sekali untuk mencoba. Kamu tahukan aku tidak terlalu suka dengan ketinggian. Tapi, teman-teman yang mengajakku bersemangat sekali. Bahkan ada yang masih SMA. Lantas aku berpikir, masa aku kalah dengan mereka. Terlebih mereka terus berkata “Ayolah kakak ….” Aku benar-benar mencobanya, David! “Gimana rasanya, kak?” tanya mereka penasaran. “Takut, seru, pokoknya campuraduk,” jelasku.

suratketigabelas (7)

suratketigabelas (8)

Usai menikmati panorama pantai, kami diajak ke Garuda Wisnu Kencana (GWK). Tempat ini keren sekali! Selain keindahan bukit batu yang dibentuk seperti kotak-kotak besar, terdapat pula Patung Dewa Wisnu dan Burung Garuda yang besar. Aku merasa pernah berkunjung ke sini dalam mimpi dan saat aku bercerita pada seorang teman, dia berkata mungkin aku mengalami Déjà vu (mengalami sesuatu pengalaman yang dirasakan pernah dialami sebelumnya). Hmmm, mungkin saja, ya?

Menjelang sore, kami melanjutkan perjalanan ke Pandawa Beach untuk melihat panorama pantai yang lain. Karena hari libur dan pengujungnya sangat padat, kami hanya sebentar saja. Kemudian kami menuju Pura Uluwatu yang lokasinya di atas batu karang dengan ketinggian 1000 meter di atas permukaan laut di ujung selatan pulau Bali sambil manyaksikan Tarian Kecak. Permandangan senja di sini sangat bagus loh, David. Kamu pasti menyukainya. Mau tahu apa cerita lucu di Pura Uluwatu? Sendalku putus karena diinjak temanku yang takut dengan monyet. Alhasil, aku berjalan tanpa alas kaki (aku pede sekali loh. Hahaha). Bahkan ketika ada yang tanya kemana sendalku, aku dengan santai seraya bercanda menjawab “Diambil sama monyet!”

suratketigabelas (9)

suratketigabelas (10)

Makan malam kali ini, kami lakukan di Jimbaran, menyantap menu khas ikan bakar dan seafood lainnya. Menikmati debur ombak di malam hari dan live music sangat cocok untuk menghilangkan lelah usai jalan-jalan seharian. Aku makan dengan lahap sekali. Meski lelah, aku dan dua orang teman tidak langsung beristirahat. Ceritanya ‘kan malam terakhir di Bali, jadi kami tidak ingin menyia-nyiakan waktu yang tersisa. Pukul dua belas malam waktu Bali, kami pergi bertiga dan berjalan-jalan menuju pantai Kuta. Menikmati pasir yang masuk ke sendal dan mengotori kakiku. Bersantai di mini bar dengan segelas mixed juice, menikmati live music dan memperhatikan tingkah laku orang-orang di sepanjang jalan Legian. Apakah itu menyenangkan? Tentu saja!

Mungkin karena terlalu kelelahan, esok paginya kami bangun kesiangan. Dua alarm yang berbunyi tidak mampu membangunkan kami. Ketika sama-sama terbangun, temanku langsung meloncat dari tempat tidur seraya berkata “Ya ampun!” Kami berdua benar-benar harus berpacu dengan waktu.

Sebelum menuju bandara Ngurah Rai, kami masih bisa menikmati keindahan Pura Tanah Lot dan melanjutkan berbelanja oleh-oleh ke Joger. Antrian yang cukup panjang untuk membayar belanjaan di Joger sempat membuat masalah lain. Aku bahkan harus meminta tukar antrian pada seorang bapak di depanku, agar bisa duluan membayar. Bersyukur bapak itu tidak keberatan. Aku sangat berterima kasih atas kemurahan hatinya.

suratketigabelas (13)

suratketigabelas (14)

Secara keseluruhan, liburan ini menyenangkan. Intinya aku bisa mendapatkan pengalaman baru yang bisa membuka wawasanku. Biasanya aku hanya bisa bercerita kepadamu mengenai perjalananku dari satu desa ke desa lain, kuanggap cerita kali ini sebagai selingan yang menyenangkan. Dan semoga saja kamu juga merasakan hal yang sama.

Sampai di sini dulu ya, David. Aku hampir tidak bisa berhenti bercerita. Aku terlalu bersemangat. Lain waktu aku akan menulis surat lagi. Salam penuh cinta dari tempat yang sangat jauh.

 

Mawar,

suratketigabelas (15)

 

Sintang, 17 Juni 2014

 

About Angela Januarti Kwee

Tinggal di Sintang, Kalimantan Barat. Bersahaja namun sangat dalam memaknai kehidupan. Banyak sekali kegiatan yang berkenaan dengan kemanusiaan, kebhinnekaan dan wujud Indonesia yang plural. Menembus batas benua dan samudra membagikan cerita kesehariannya melalui BALTYRA.com

My Facebook Arsip Artikel

13 Comments to "Surat Ketigabelas dari Desa"

  1. susi (dara)  21 June, 2014 at 21:45

    Seru ceritanya,,, sukses slalu mawar

  2. Sumonggo  21 June, 2014 at 09:57

    Tempat menginap yang tenang dan murah di sekitar jalan Pidada, mudah mencari warung makan, dekat dengan terminal Ubung. Sayang sekarang bus dari luar kota harus berhenti di terminal Mengwi, mesti tambah ongkos angkot ke Ubung.

  3. Angela Januarti  20 June, 2014 at 15:05

    Kak Alvina VB : Mawar tentu berharap demikian, tapi kembali ke David-nya lagi. hehehe

  4. Alvina VB  20 June, 2014 at 12:49

    Wuih..dah surat ke-13, di Bali pula…sblm surat ke-14 muncul, Mawar dan David kopdaran saja di Sintang, he..he….

  5. Angela Januarti  20 June, 2014 at 10:48

    Tunggu waktunya ya kak.

  6. HennieTriana Oberst  20 June, 2014 at 10:40

    Asyikkk…ditunggu tulisannya dan fotonya juga ya…

  7. Angela Januarti  20 June, 2014 at 10:30

    Kak Hennie : Mawar sudah memikirkan satu tempat khusus untuk kunjungannya bersama David. Hehehe

  8. HennieTriana Oberst  20 June, 2014 at 10:03

    Berikutnya jalan-jalan berdua dengan David ke pulau Dewata ya, Mawar hehehe…

  9. Angela Januarti  20 June, 2014 at 09:15

    Iya Pak Han, kebetulan ada waktu khusus

  10. handokowidagdo  20 June, 2014 at 08:48

    Eh…jalan-jalan ke Bali ya?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.