Lagu-lagu Kenangan

Summer Girl

 

Sejak jaman dulu saya adalah penggemar lagu-lagu slow dan romantic, buat saya lagu-lagu seperti itu sangat indah didengar sepanjang masa, kadang-kadang sampai ingin tahu bagaimana lagu tersebut diciptakan sampai sangat enak didengar.

Waktu saya masih SD dan kakak-kakak saya sudah remaja dan mereka suka sekali memutar radio atau menyetel kaset lagu-lagu barat seperti Atlantic Starr, David Foster, Peabo Bryson, James Ingram, Cliff Richard, Kenny Rogers, Lionel Richie dan lain-lain. Jadi sampai sekarang kuping saya sudah terbiasa mendengarkan lagu-lagu slow seperti mereka. Ketika saya mulai bekerja, banyak teman-teman saya yang bilang saya ini kuno dan ketinggalan jaman karena sukanya musik-musik seperti itu, mereka lebih suka music rap atau disco dan musik-musik lainnya yang bikin kepala saya sakit. Malah ada yang bilang pantas saja saya susah punya pacar karena orangnya tidak fun, old style.

Di tahun 80-an kakak saya kadang-kadang suka mengajak saya ke Rawamangun, ada Dept Store namanya Terminal (kalau tidak salah ingat), lokasinya pas di depan terminal bis Rawamangun, dulu Terminal adalah satu-satunya dept. store yang saya kenal, sangat bagus, di dalamnya ada toko kaset juga yang mana kita bisa memilih kasetnya dan mencobanya sendiri dengan memakai headset. Saya sampai kagum dengan toko tersebut karena itu toko satu-satunya yang saya kenal di mana saya bisa memilih dan mencoba lagunya sendiri tanpa bantuan penjualnya.

Kakak saya suka dengan lagunya Cliff Richard yang berjudul Ocean Deep dan juga lagunya Peabo Bryson yang berjudul You Are The Love of My Life, atau lagu-lagunya Lionel Richie seperti Still, Truly dan Endless Love, karena dia sering menyetelnya jadi sayapun ikut suka dengan lagunya. Sampai sekarangpun saya masih memutar lagu-lagu tersebut sambil mengingat kenangan masa-masa tahun 80-an. Masa-masa tersebut benar-benar seperti good old day, hidup sangat nyaman, walaupun tidak punya banyak uang tetapi terasa sangat simple dan indah.

Selain itu kadang-kadang saya juga sering pergi ke Jatinegara, dulu saya les dekat sana sehingga tiap pulang les selalu mampir ke lapangan Jend Urip di Jatinegara, ada penjual kaset bekas yang menjual lagu-lagu lama, harganya cocok untuk anak sekolah seperti saya, ingin beli kaset baru tetapi sayangnya uang saku saya tidak cukup. Kalau sudah di sana saya bisa berjam-jam memilih, dan meminta penjualnya untuk memutarnya menyetelnya, kalau suka dengan lagunya langsung saya beli.

(Foto dari artikel: http://baltyra.com/2010/04/29/kaset/)

Kadang-kadang karena satu kaset tidak semua lagunya saya suka, kadang-kadang saya rewind lagi, putar lagi dan lagi sehingga kasetnya lama-lama rusak, akhirnya saya memutuskan untuk me-rekamnya. Jaman dulu sangat mudah menemukan toko kaset yang bisa merekam, kita tinggal menulis lagu-lagu apa saja yang kita mau, kemudian order ke toko kaset tersebut, seminggu kemudian kaset-nya bisa diambil. Sayangnya beberapa tahun kemudian mereka tidak mau terima order rekaman lagi karena katanya takut ketahuan dan bisa masuk penjara.

Kalau lagi belajar, saya tidak pernah lupa menyetel lagu-lagu slow yang saya sukai, kalau belajar tanpa mendengarkan lagu sepertinya pelajarannya tidak bisa nyangkut di otak. Buat saya, menghapal pelajaran sambil mendengarkan lagu suasanya jadi romantic dan dengan mudahnya pelajaran bisa saya hapal dan nilai ulangan sayapun jadi bagus.

Karena saya ini pemimpi kelas berat, lagu-lagu seperti itu sangat membantu mimpi saya sehingga menjadi lebih indah. Saya ingat sekitar akhir tahun 80 an di tv ada soap opera Santa Barbara, soundtracknya lagu Peabo Bryson “If you’re ever in my arm again”, karena lagunya sangat enak didengar akhirnya saya jadi penggemar soap opera tersebut sambil berangan-angan seandainya saya punya pacar seganteng itu.

Waktu jaman SMP saya diajak teman saya ke rumahnya dan kemudian diputarkan film berjudul Arthur, setting lokasinya di New York City, soundtrack lagunya dinyanyikan oleh Christopher Cross yang berjudul Best that You Can Do, walaupun tidak mengerti artinya tapi lagunya sangat enak didengar, sayapun bercanda dengan teman saya sambil bilang wah enak sekali ya kalo kita bisa ke New York, jalan-jalan sambil shopping di sana, teman saya bilang jangan mimpi ketinggian ah, nanti jatuhnya sakit. Ternyata saya memang benar-benar kesana tahun 2007. Sampai sekarang saya masih sering memutar lagu soundtrack ini.

Saya juga suka lagu I finally found someone, soundtrack movie The Mirror has Two Faces, filmnya romantic dan Jeff Bridges terlihat masih sangat ganteng dan muda di film tersebut, membuat saya jatuh cinta dengan actor tersebut. Film Barbara Streisand yang lain yaitu The Way We Were, saya juga suka sekali dengan soundtrack-nya, Robert Redford terlihat sangat ganteng di situ, dan sampai sekarangpun saya masih memutar kedua soundtrack ini.

Baru-baru ini di tv diputar film Baby Boom yang dibintangi Diane Keaton, saya jadi teringat soundtrack lagunya yaitu Everchangin Times yang dinyanyikan oleh Siedah Garret. Saya belum pernah menonton film-nya sebelumnya tapi sudah sering mendengar lagunya dulu dari radio, menonton film sambil mendengarkan lagu soundtracknya membuat film yang ceritanya biasa-biasa saja terlihat menjadi luar biasa di mata saya.

Kemudian lagunya Kenny Rogers “Through the Year”, dari dulu sampai sekarang kalau mendengar lagunya bikin hati jadi hangat, kalau lagi gundah gulana lagu ini bisa bikin saya semangat kembali.

Baru-baru ini teman saya mengupload lagu Stacy Lattisaw “Now We’re Starting Over Again” di FB, sayapun segera mencari mp3-nya dan mendownloadnya langsung. Mendengar lagu ini jadi teringat kenangan lama waktu SMA karena lagu tersebut sangat ngetop, sepulang sekolah sering mampir ke Arion Plaza dan makan di Dunkin Donut, bersama teman baik saya kami sering makan donut di sana, biasanya kami hanya beli 3 donut, masing2 makan satu setengah karena uang saya tidak cukup untuk membeli dua donut sedangkan untuk makan satu donut masih kurang buat saya, akhirnya teman saya setuju untuk beli satu lagi dan bayarnya dibagi dua dengan saya.

Dulu sepupu saya suka dengan lagu Bobby Caldwell karena katanya selalu membuat dia ingat akan cinta pertamanya, sayapun iseng-iseng cari kasetnya karena ingin tahu lagunya seperti apa, ternyata beberapa lagunya memang enak seperti The Real Thing, China dan Heart of Mine. Ketika saya pindah rumah kaset tersebut hilang dan saya cari lagi di toko kaset sudah tidak ada sampai akhirnya saya menemukannya di youtube.

Ketika saya mulai bekerja dan punya uang sendiri, saya sering ke toko kaset Sarinah atau Aquarius (kalau tidak salah) di jalan Sabang, saya senang melihat-lihat lagu-lagu lama dan kalau saya suka langsung beli tapi lagi-lagi, kadang-kadang saya menemukan beberapa lagu yang saya suka dalam satu kaset dan sisanya saya tidak suka, daripada saya rewind terus dan bikin kaset rusak akhirnya saya jarang membeli kaset lagi.

kaset-lagu

Kemudian saya memutuskan untuk membeli radio boom box dan menaruhnya di meja kerja, sambil bekerja saya mendengarkan music dari radio Ramako atau Kiss FM, saya dulu hafal jadwalnya, misalnya kalau hari Rabu di Kiss FM acaranya Wednesday slow machine, semua lagu-lagu lama diputar kembali, kalau sudah begitu semua pekerjaan terasa lancar dan sayapun bersemangat kembali karena biasanya kalau hari Rabu semangat saya sudah drop ingin cepat-cepat weekend, dan kalau hari Minggu sudah pasti dulu mendengarkan Ramako karena acaranya Sunday in Love, kalau saya seharian di rumah berarti radio tersebut menyala seharian juga, pekerjaan mencuci, mengepel atau menyeterika tidak terasa melelahkan karena ditemani dengan lagu-lagu indah.

Musician/composer favorite saya adalah David Foster, orangnya sangat ganteng dan tatapan matanya membuat saya jatuh hati, konser-konsernya yang diputar ulang di TV di beberapa kota di Amerika biasanya saya tonton sampai habis, sayangnya saya tunggu-tunggu David Foster tidak pernah mengadakan konser lagi di kota saya, terakhir konser tahun 2009 dan saya terlambat mengetahuinya.

Semua lagu-lagu ciptaannya sangat enak didengar di antaranya This Must be Love yang dinyanyikan oleh Warren Wiebe, sering diputar di Kiss FM tapi dulu saya cari-cari kasetnya di Jakarta tidak ada, sampai kemudian saya pindah ke sini dan menemukan lagi di youtube.

Lagu ciptaan David Foster yang saya suka yaitu After the Love Has Gone yang dinyanyikan oleh Earth Wind and Fire, Through the Fire by Chaka Khan, soundtrack St. Elmo’ Fire, saya lupa bagaimana cerita film-nya karena sudah lama sekali tapi yang jelas soundtrack-nya sangat enak didengar. Dan masih banyak lagi lagu-lagunya David Foster yang lain yang setiap saya off kerja selalu saya putar di laptop.

love-songs

Untuk lagu-lagu jaman sekarang seperti Beyonce, Jay Z, Britney Spears dan penyanyi-penyanyi muda lainnya entah kenapa saya tidak pernah suka dengan lagunya, tipe lagu seperti itu hanya enak didengar sekali saja, tidak sepanjang masa, sayapun tidak pernah tertarik untuk membeli CD-nya, mencarinya di youtube atau mendownload mp3-nya.

Selain lagu-lagu berbahasa Inggris tentunya saya juga senang dengan lagu Indonesia. Penyanyi-penyanyi yang saya suka seperti Fariz RM, Vina Panduwinata, Kahitna, Sheila Majid, Harvey Malaihollo, Ruth Sahanaya, Glen Fredly, Dian Pramana Putra, Rita Effendy. Dulu saya memiliki kaset-kasetnya tapi karena sekarang semua sudah hilang jadi cukup mencarinya lewat youtube saja. Banyak dari lagu-lagu tersebut membuat saya ingat kembali masa2 SMP di mana di situlah pertama kali ada yang suka dengan saya, jadi sepulang sekolah sering jajan atau jalan bareng, walaupun tidak pacaran tapi suasana seperti itu bikin semangat untuk berangkat sekolah setiap hari.

Buat saya setiap lagu memiliki kenangan tersendiri buat saya, misalnya lagu ini ingat kenangan A, lagu itu bikin saya ingat kenangan B, dan lain-lain, semuanya masih tersimpan rapi di pikiran saya. Dengan lagu pulalah saya bisa melewati masa-masa sulit, karena lagu bisa membuat hati saya lebih cool dan calm, sayapun tumbuh menjadi pribadi yang sabar dan jarang marah, karena kalau lagi kesal cukup mendengarkan lagu-lagu lama dan hatipun jadi senang kembali.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.