Mojokerto Treasure (1)

Yang Mulia Enief Adhara

 

Perjalanan ini sama sekali tidak aku duga. Jam 6.05 Am tiba-tiba Thomas nelpon dan hanya minta aku datang ke Warung Kopi deket Pasar Sepanjang tanpa memberitahu lebih jauh ada acara apa. Jam 7.00 Am dia akan menemui aku di sana. Aku melihat HP posisi lowbatt, kalau camera sekitar 70% tapi power bank jelas 100% karena kemaren pagi pas aku charge dan tidak dipakai. Aku charge Camera biar 100%

Aku mandi buru-buru dan langsung pergi tanpa merapihkan kamar yang acak kadut. Bercelana pendek, atasan batik dan sendal jepit. Tidak ada hal khusus yang aku siapkan. Hingga hal yang tidak aku siapkan itu menjadi penyesalan saat akhirnya aku bertemu Thomas. Ternyata hari ini dia mengajakku ke Mojokerto!!! Dan aku tidak membawa jacket, tissue basah, sapu tangan handuk bla bla.

Tapi karena dah biasa amburadul aku sih gak terlalu mikirin, yang penting camera full dan kalo habis batre-nya kan ada power bank yang full, soale camera itulah saksi akan perjalanan nan jauh, jauh bingit. Naik motor ke Mojokerto nyaris deh membuat pantatku makin tepos! Gila aja hampir 2 jam lho. Tapi memang sih semua terbayar dengan berbagai keindahan yang aku dapetin.

mojokerto1 (1)

Candi Wringin lawang adalah lokasi pertama yang kita datangi. Lokasi ini adalah gerbang utama dari Kerajaan Majapahit. Memasuki kawasan situs Majapahit rata-rata gratisan, kecuali masuk ke kawasan Museum yang kudu bayar IDR 5000 untuk dewasa dan IDR 2500 untuk anak-anak. Dan dari semua lokasi kita paling hanya membayar biaya parkir IDR 2000.

Situasi Candi Wringin Lawang sangat lengang. Halaman nan luas nampak sangat bersih terjaga. Secara umum semua situs dilengkapi aneka taman yang terawat dan juga ada kolam teratai.

mojokerto1 (2)

Bangunan yang tinggi menjulang itu masih nampak kokoh. Terbuat dari batu bata berwarna terakota. Cantik sekali. Di halaman ada sebuah pohon beringin berusia sangat tua. Dan tak jauh dari situ ada juga sebuah pohon majapahit.

mojokerto1 (3)

Ada dua jenis pohon maja, majapahit dan majamanis. Menurut kisah pohon majapahit banyak ditanam untuk mengelabuhi musuh, yaitu di saat buah dimakan ternyata sangat pahit. Buah majapahit ini keras dan tidak akan pernah jatuh dari pohon kecuali dia memang dipetik. Bila tidak dipetik dia akan matang dan menjadi hitam lalu menyatu dengan batang.

mojokerto1 (4)

Aku sempet melontarkan pertanyaan yang sangat cerdas, “Eh kaya apa ya rasa buah majapahit???”, aku bicara sambil celongak celongok mengamati pohon yang nampak sangat tua itu.

Beberapa petugas kebersihan taman (sekitar 5 orang berusia 50an) yang sedang santai nampak tersenyum dan segera Thomas menjawab, “Lha kan namanya majapahit? Ya pahit lah”. Gosh!!! Salah nanya deh.

Penduduk di masa kejayaan Kerajaan Majapahit memiliki profesi sebagai petani tebu dan jagung. Bahkan sampai detik ini dua jenis tanaman itulah yang masih menjadi primadona.

mojokerto1 (5)

Puas memotret dan melihat-lihat, aku dan Thomas melanjutkan perjalanan ke target berikut, Museum Majapahit. Jaraknya hanya 2,5 km saja. Just info Museum Majapahit dulunya adalah pusat kerajaan. di sini tersimpan aneka prasasti, benda perunggu dan tanah liat.

Luasnya lebih dari 1 Ha dan sangat banyak koleksi dari jaman Majapahit yang ditampilkan. Seperti biasa aku agak menyoroti disain bangunan dan bangunan Museum ini sangat jelek!! Mirip sebuah kantor kelurahan saja. Padahal di dalamnya tersimpan aneka koleksi yang tak ternilai.

mojokerto1 (6)

Jaman kejayaan Majapahit memang banyak memanfaatkan tanah liat dan melintasi segalanya memang untuk ukuran di masa itu, Masyarakatnya sudah tergolong maju dan memiliki pemikiran yang tinggi. Segala koleksi yang ditemukan sudah sangat-sangat bercerita tanpa harus banyak kata.

mojokerto1 (7)

mojokerto1 (8)

mojokerto1 (9)

Bagi yang kebelet pipis atau merasa gerah jangan ragu ngacir ke toilet, aku sempat cuci muka, tangan dan kaki di toiletnya yang bersih dan sekaligus merasakan air yang jernih dan sejuk. Dan ini mengingatkan air di rumahku di Jakarta yang sedang ditawarkan untuk dijual. Balik ke benda-benda di Museum, kita akan dimanjakan oleh aneka benda yang super antik dan sekaligus bukti betapa peradaban masyarakat di zaman Majapahit sudah sangat tinggi sekali.

mojokerto1 (10)

mojokerto1 (11)

mojokerto1 (12)

mojokerto1 (13)

Mulai meja kayu, aneka keramik tanah, aneka prasasti dan patung-patung batu yang ditata lumayan baik, memenuhi hampir seluruh area bangunan. Di Museum ini memang koleksi dari batu hampir mendominasi. Sebagian sudah memudar bahkan terkikis oleh waktu.

mojokerto1 (14)

mojokerto1 (15)

mojokerto1 (16)

Di sini juga terdapat sebuah bangunan dari Jaman Majapahit. Terbuat dari kayu dengan atap terbuat dari genteng dari tanah liat yang berbentuk empat persegi panjang. Furniture-nya dari bambu berbentuk bale khas rumah rumah desa.

mojokerto1 (17)

Di area ini dibangun juga sebuah area bermain yang berbentuk bangunan mirip stage dari besi dengan atap dari terpal putih mirip area konser. Tapi ini bukan bangunan biasa, di bagian bawah ternyata lokasi perumahan di masa Kerajaan, so amazing.

mojokerto1 (18)

mojokerto1 (19)

Setelah puas kami melanjutkan lagi petualangan ‘Trowulan’ dan Sumur Upas adalah tujuan berikut sesuai rekomendasi seorang ibu yang dulunya adalah tour guide di kawasan Trowulan. Sumur Upas berupa mulut goa yang menyerupai lobang sumur yang ditutup dengan batu gilang kemudian di atasnya diberi cungkupan karena dianggap keramat oleh penduduk. Upas artinya gas, mulut goa lebarnya dengan garis tengah 80cm dengan kedalaman yang belum diketahui.

mojokerto1 (20)

mojokerto1 (21)

mojokerto1 (22)

Tak jauh ada Sumur Windu yang airnya dipercaya bisa membuat awet muda dan bisa diminum langsung. Oh saat Thomas menimba air itu kok aku membayangkan sedang dalam video lagu jadulnya Alphaville yang berjudul Forever Young.

Forever young,

I want to be forever young

Do you really want to live forever?

Forever, and ever

mojokerto1 (23)

Sayangnya Candi Kedaton hanyalah tersisa altar dan area yang berisi sisa-sisa dari bangunan tempat tinggal ini dilindungi dengan bangunan besar mirip hanggar demi menjaga situs yang ada di bawahnya terlindung dari panas dan hujan. Disebut Candi Kedaton karena Candi ini berada di kawasan yang penduduk yang tinggal disekitar Candi adalah keluarga bangsawan semua.

mojokerto1 (24)

Saat ini kawasan seluas hektar ini sebagian besar dihuni oleh penduduk. Dan andai semua digali maka seolah tidak ada habisnya. Dihalaman luar terdapat benda yang mirip batu yang disebut Umpak Tujuh Belas. Seperti lokasi lainnya, area ini dihiasi taman yang indah dan terawat dengan sangat baik. Pemerintah setempat menunjukan usaha yang keras untuk menjaga situs-situs bersejarah dari jaman Kerajaan Majapahit. Sangat terpuji!

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.