Fragmen-fragmen

Dwi Klik Santosa

 

fragments

1.
“Aku tidak memintamu untuk setia.”
“Aku juga tidak memintamu berkata begitu.”
“Tapi kenapa kau baik sekali.”
“Entahlah, aku juga bingung, bagaimana caranya untuk menjadi buruk dan jahat itu.”

2.
“Kenapa kau senyum-senyum begitu?”
“Kamu manis.”
“Gombal!”
“Memang engkau kadang galak dan judes kepadaku. Tapi demi Tuhan, aku menyaksikan sendiri, di suatu sore. Kau bangunkan, kau papah, kau sentuh nenek tua, bau dan gelandangan itu. Tanpa jijik. Dengan semangat. Dengan sepenuh hati.”

3.
“Kenapa kau berbohong kepadaku?”
“Aku tidak bermaksud begitu.”
“Demi Tuhan kukatakan kepadamu, sungguh aku menyayangmu. Kebohonganmu kepadaku telah sungguh-sungguh menyadarkanku bahwa sebenarnya aku ini tidak cantik, bodoh dan malas.”

4.
“Kadang aku tidak mengerti. Kenapa kalau ada yang lucu engkau menangis. Dan, kalau ada hal yang menyedihkan kau tertawa?”

Ya, beginilah, aku sedang berlatih untuk menghadapi pertanyaan malaikat nanti. Kepadanya akan kukatakan, “wahai Tuan, akting saya selama hidup di dunia, bagus, bukan?”

 

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *